Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
79


__ADS_3

Julietta menatap Weni yang sedang main ponselnya dan bertanya.


"Kalian selanjutnya mau melakukan apa, bilang ke aku dulu biar aku siap"


Weni menyimpan ponselnya dan bersikeras tidak akan memberitahu apa apa, hanya menjawab. "Nanti juga akan tahu"


"Kalian seperti ini aku benar benar tidak tenang, David sekarang ada dimana"


Weni tertawa "Dia itu adalah mempelai prianya"


"Baiklah"


Setelah selesai dirias, rambut dirapikan, anting kalung dikenakan, saat Julietta melihat cermin, dia hampir merasa dirinya adalah bidadari, dirinya juga terus melihat kecermin tanpa henti. Weni juga merasa takjub dan langsung mengambil foto beberapa kali dengan ponselnya, kalau memungkinkan dia benar benar ingin mengelus pipi Julietta.


Tiba tiba dia ingat masih harus melakukan sesuatu, dia langsung melihat jam tangannya dan berkata "Astaga waktunya sudah hampir tiba, kita berangkat sekarang"


Ucapan dia ini mengingatkan Julietta "kita mau kemana lagi"


"Tentu saja ketempat acara pernikahan"


Didalam butik ini selain ada karyawan dan penata rias, hanya ada Julietta dan Weni. Para karyawan itu melihat mempelai wanita yang sangta cantik sambil tersenyum, dua orang membantu Jukietta mengangkat gaun pengantin dan Weni menggandeng tangan Julietta berjalan kesrah pintu keluar.


Weni "Hari ini biarkan aku yang menjadi keluarga kamu, kamu jangan keberatan"


"Bagaimana mungkin, tentu saja aku tidak keberatan"


Tidak disangka masih ada hal detil yang seperhatiannya seperti ini, hati Julietta tersentuh, mereka saling menatap dan tersenyum, jarak mereka berdua seketika langsung menjadi dekat.


"Jangan gugup, acara pernikahan hari ini pasti sangat indah."


Julietta mengangguk agak gugup sampai tangannya berkeringat, setelah pintu dibuka dia langsung terkejut. Anak tangga sudah ditutupi karpet merah, diujung karpet merah itu sudah ada mobil limousine hitam. Supir setia khusus untuk David mengenakan jas sedang berdiri didepan mobil tertawa ke arah Julietta. Ini bukan yang paling mengejutkan bagi Julietta.


Yang membuat dia paling terkejut adalah, dibelakang mobil limousine itu ada beberapa puluh mobil mewah berwarna hita, yang sedang berbaris panjang. Jukietta sudah memikirkan nanti ketika barisan mobil itu berjalan akan menimbulkan kebisingan sepertia apa.


Julietta "Ini buat apa"


"Iring iringan mobil pengantin"


"Iring iringan mobil, aku juga tidak ada keluarga sama sekali didunia ini, kenapa ada mobil sebanyak ini"


Weni sangta tenang "Bos David sudah bilang, yang ada di acara pernikahan orang lain, kita juga harus ada"


Julietta masuk kedalam limousine dan berusaha menenangkan dirinya agar tidak gugup. Pagi tadi masih menghadiri acara pernikahan Diana, sekarang dirinya menjadi mempelai wanita, bisa dibilang ini adalah kejutan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Hati Julietta masih sedikit kacau, ini membuta dia merasa tidak nyata. Tidak disangaka dia, akan menikah dengan pria disini.


Sama sekali tidak memilih tanggal khusus, tidak memilih hotel, tidak mencoba catering, tidak ada keluarga, tidak membuat undangan, tidak memikirkan rumah dan tidak mengalami insomnia yang sudah ditungu yunggu. Tapi.


Kedua tangan Julietta menyentuh gaun bagian lututnya dan merasakan jelembutan yang tdiak masuk akal, seperti awan dilangit, seperti kembang gula yang lumer menjadi tetesan air karena paparan sinar matahari.


Dia mengangkat kepalanya mengedipkan matanya agar air matanya tertahan. Walaupun penata rias bilang dandanannya anti ari, tapi dia tetap erusak dandanan dimatanya.


Paman supir yang membawa Limousinenya melihat kaca spion kebelakang dan tersenyum "Jangan menangis, sebentar lagi akan sampai"


Julietta mengangguk dan menghisap hidungnya kuat kuat. Dibelakang mobil pengantin ada mobil jenis Bugati , Rolls Royce, Lamborghini dan mobil sport lain lain yang keren berwarna hitam berbaris panjang mengikutinya, orang yang tidak tahu akan mengira orang kaya mana atau anak dari orang kaya mana yang mau menikah. 


Saat menunggu lampu merah, Julietta melihat kedua sisi dipinggir jalan dan ada orang yang memfotonya. Wajah Julietta tipis dan seketika langsung memerah. Cara seperti ini pasti Tomy dan yang lainnya yang mengajari David.


Kalau buian karena tahu orang dikuar tidak bisa melihatnya, Julietta mungkin sudah bersembunyi menunduk. Dia pernah membayangkan beberapa acara percnikahan, tapi dari duku tidak pernah menyangka dirinya suatu saat akan bersama dengan pria seperti David.

__ADS_1


Hanya dalam perjalanan setengah jam, Julietta sudah berpikir banyak hal, dalam pikirannya, ingatan dikehidupannya dulu didunia asalanya dan sekarang bertumpuk dan membuat keadaan sekarang ini tidak begitu nyata. Dia benar benar akan menikahi pria lain, akan menjadi istrinpria lain.


Mobil berhenti perlahan, supir tersenyum dan berkata "Nyonya Julietta sudah siap belum"


Ini adalah pertama kalinya dai memanggil Julietta dengan panggilan orang yang belum menikah, Julietta agak terkejut dan matanya memerah, lagi lagi dia ingin menangis, tetapi selalu ditahannya.


"Aduh kamu jangan menangis dulu, nanti kamu harus menghadiri acara pernikahan dengan bahagia"


Ini adalah vila eksklusif, matahari cerah dan pemandangannya sangta indah, sudah diduga David memikiki pemikiran yang sama denagnnya, tidak memanggil semua karyawan perusahaan untuk datang. Mimpi Jukietta adalah pernikahan yang tidak begitu rmamai, hanya perlu mengundang keluarga, teman dekat, sedikit rekan kerja yang paling dekat saja untuk datang. Dia merasa lega.


Rombongan mobil itu berhenti dibelakang limousine dan membentuk satu barisan. Julietta melihat semua supir yang mengeluarkan kepalanya dan memberikan lambaian tangan ke arahnya. Tidak tahu siapa ada yang teriak mempelai wanita sangat cantik, semua orang pun ikut tersenyum dan tertawa bahagia.


Kulit Julietta putih dibawah sinar matahari sore, Weni turun dari mobil dan membantu Julietta untuk mengangkat gaunnya. Disaat ini ada dua orang yang datang menyambut mereka, tidak disangka itu Marc dan istrinya.


Mereka berdua melihat Julietta dan matanya langsung penuh dengan rasa takjub. Marc bicara "Mempelai wanita tahun ini benar benar cantik melebihi boneka barbie"


"Marc, kalian"


"Hari ini kitaadalah keluarga kamu" Marc dan istrinya mengenakan baju resmi dan terlihat sangat bersemangat, mereka berdua biasanya paling tidak suka berpakaian resmi, tapi hari ini benar benar formal. Marc maju kedepan dan memintanya untuk menggandeng lenagnnya.


"Bisa dibilang aku ini menikahkan puteriku sendiri"


Julietta terdiam melamun.


"Jangan bengong, acara sudah mau dimulai"


Marc mengedipkan sebelah matanya "Tidak boleh menangis ya"


Marc baru selesai bicara, mata Julietta sudah memerah dan air matanya sudah mengalir menetes  turun dari ujung mtanya. Bagaimana mungkin dia tidak menangis, semua salah David, acara pernikahan seharusnya bahagia, kenapa setiap orang selalu ingin membuatnya mau menangis, dia sudah menahan sangat lama, sekarang sudah tidak bisa ditahan lagi.


Marc, istrinya, ditambah Weni dan supirnya, semuany menenangkan Juliett dan membantunya mengelap air matanya. Mereka semakin bicara seperti ini menenangkannya, Julietta semakin tidak bisa menahan air matanya.


Astaga sangat memalukan sudah dewasa kenapa masih menangis seperti ini ddepan banyak orang. Julietta menutup wajahnya, tapi semua orang takut itu merusak riasannya dan memintanya agar tidak menyentuh pipinya dengan tangannya.


Pikirannya melayang tiba tiba mengingat kenangan yang sudah lama sekali. Saat itu orang tuanya bercerai, dirinya ditinggal hidup sendirian dan saat dirinya bekerja sambil sekolah tanpa meminta uang jajan, dia lelah sampai berbaring dikamranya yang sempit dan tidak ingin bergerak, mendengar gadis kecil disebelah kamarny bilang orang tuanya datang darimluar kota untuk merayakan ulang tahunnya dan memberikannya kue, sekarang mau dibagikan kepada semua orang untuk dinikmati bersama.


Semuanya makan kue, tapi Julietta bilang perutnya sakit dan tidak bisa makan, dirinya sendirian berbaring dikamarnya. Dia mendengar suara tawa ditelinganya, dia juga sama seperti hari ini, mengedipkan matanya dan menahan air matanya. Dia tidak bersedia lagi menangis di depan orang.


Tapi hari ini kenapa, jelas jelas hari yang membahagiakan, kenapa dirinya tidak bisa mengendalikan diri.


"Riasan ini benar benar anti air, kamu sudah menangis selama ini tapi make upnya sama sekali tidak ada yang luntur, nanti saat pulang boleh kasiha tahu istri aku coba tidak" Ucapan Marc ini membuat Julietta yang menangis, tersenyum lalu tertawa kecil.


Dia akhirnay berhenti menangis dan mengendalikan dirinya.


"Nah ini batu benar, hari ini secantik ini maka harus tertawa dengan senang" Ucap Weni sambil tersenyum


Julietta mengangkat kepalanya dan melihat satu kamera yang ternyata terus merekam semua pergerakannya dari turun mobil tadi, kamera drone yang terbang dari atas juga terus merekam semuanproses acara pernikahannya.


Julietta terkejut seperti artis yang tertangkap basah "Tidak boleh direkam, bagian ini tidak boleh direkam, nanti tolong dihapus bagian inii"


Kalau dia yang sedang menangis dilihat David, dia pasti akan ditertawakannya. Julietta masih tahunmaku maka tidak mau ditertawakan oleh David. Kameramen menganggukan kepalanya.


"Baiklah" sambil bicara dia mendekatkan kameranya lagi dan merekam perubahan ekspresi Jukietta dengan jelas.


Acara pernikahan outdoor direrumputan ini pasti sudah disiapkan sangat lama.


Mereka melewati pagar tanaman bunga dikiri kanan, didua sisinya ada pepohonan tinggi, gaun Julietta ditarik dengan sangat hati hati agar tidak tersangkut di batang tanaman bunga mawar, untung saja jalanannya tidak begitu sempit, mereka sudah jalan selama ini dan mengingat selalu ada kamera yang mengikutinya, Julietta berusaha untuk selalu terlihat elegan. Dia menegakan punggungnya dan bertanya.

__ADS_1


"Masih belum sampai"


Marc menjawab "Sebentar lagi, kenapa"


"Aku sedikit lapar, tadi siang tidak makan banyak di resepsi"


Dari pepohonan kameramen berkata "Percakapan terekam jelas semuanya ya"


Disaat ini Julietta hanya ingin meminta kameraman jauh jauh sedikit.


Angin kecil berhembus kepipinya, cahaya matahari yang hangat seperti mau melumerkan hati orang. Akhir akhir ini cuacanya selalu berangin atau mendung, terkadang bisa turun hujan, saat Diana menikah, Julietta sudah memikirkan kalau bisa menikah diluar ruangan pasti sangat bagus. Seperti ada jiwa yang menyatu meambuat Julietta dan David memiliki pemikiran yang sama.


Saat sedang berpikir macam macam, mereka sudah sampai diujung jalan dan pandangan didepannya langsung terbuka lebar. Tempat acara pernikahan sudah didekorasi, Tomy, Andi dan Herman mengenakan baju pengiring mempelai pria dan berdiri dengan serius. Mereka langsung bersorak saat melihat Julietta datang.


"Mempelai wanita sudah datang"


Langit sudah mulai agak gelap saat ini, matahari sore sudah mulai turun perlahan, warna awan juga menjadi warna jingga dan terlihat sangat indah. Pepohonan sudah dipasang lampu lampu yang seperti bintang, tidak hanya itu, kursi dan rak bunga juga semuanya bersinar, beberapa bunga  sakura dipohon sudah mekar, potongan bunga yang indah terjatuh direrumputan. Dicahaya sore yang redup ini, dunia didepan mata membuat orang curiga, apakah ini nyata atau ada di dunia peri. Dunia hening. Julietta berdiri ditempat.


Diujung cahaya yang membuat orang terpesona ini, ada satu orang yang berdiri ditempat yang sedang menatap Julietta, sesaat dia lupa dengan hal yang harus dilakukan selanjutnya.


Tomy mengingatkannya "Bos, sudah harus maju"


Marc disebelah Julietta juga mengingatkan "Maju ke depan sama menemui suamimu"


Julietta tersadar dan langsung melangkahkan kakinya, David yang berdiri diujung karpet merah itu juga berjalan kearahnya. Jalan ini menjadi sangat panjang bagi mereka, Julietta hanya merasa dirinya sudah jalan sangat lama tapi masih belum sampai kedepan David, ingin membuatnya berlari saja menghampirinya.Dia mengangkat gaunnya sendiri dan tiba tiba berlari ke arah David.


Gaun pengantinnya yang putih panjang itu berterbangan dibelakangnya. Dibawah sorak sorai dari beberapa pengiring mempelai pria, Julietta tidak sengaja menginjak gaunnya dan hampir terjatuh. Untung saja respon David lebih cepat, dunia langsung terbalik dan Julietta masuk kepelukan David. Julietta mengangkat kepalanya dengan gugup, David bertanya.


"Bagaimana, kakinya ada yang luka atau sakit tidak"


Julietta langsung menggelengkan kepalanya. Mereka berdua berdiri tegak, Julietta bertanya.


"Berikutnya harus bagaimana"


 Sepertinya masih belum ada saksi pernikahan. David mengeluarkan kotak cincin dari kantong jasnya, dengan ekspresi tenang dia memberitahukan alurnya kepada Julietta.


"Selanjutnya kamu hanya perlu bilang kamu bersedia"


"Kamu ini benar benar memaksa, kalau aku bilang tidak bersedia bagaimana"


Julietta pulih dari kegugupannya dan bisa bercanda ringan. David menjawabnya dengan tenang.


"Tidak boleh"


Sambil bicara, dia mengeluarkan cincin dari kotaknya dan berkata "Pakaikan untuk aku"


Apa ada yang lebih tegas seperti dia ini. Para penonton yang mengelilinginya melihat mempelai pria mengeluarkan cincin dan memaksa mempelai wanita untuk memakaikannya, semuanya langsung canggung. Apakah ini benar benar bukan dipaksa nikah, bos mereka ini benar benar payah.


Julietta tertawa mengambil cincin itu dan bicara dengan serius.


"Aku akan membatasi kamu makan cemilan, akan tiba tiba marah tanpa alasan, akan marah sampai pukul kamu, akan membuat kamu tidak sebebas sebelumnya, Jadi bos David, apakah kamu bersedia menikah dengan aku"


Setelah mendemgar ucapan dari mempelai wanita, mempelai pria terdiam kelihatan mulai berpikir serius. Pria ini bisa bisanya tidak menjawab. Apa jangan jangan dia mau membatalkannya demi makanan. Julietta mulai curiga, apakah David mau menikahi seorang istri atau menikahi seorang koki.


Para penonton juga terkejut dan takut David melakukan hal yang macam macam, semuanya gugup dan sangat ingin menepuk kepala David. Bos sadar sedikit bisa tidak.


Disaat ini tiba tiba ada suara helikopter diatas kepala, Julietta melihat keatas dan melihat ada potongan bunga mawar yang turun terjatuh ke mereka semua dibawahnya. Julietta mengulurkan tangannya dan beberapa bunga mendarat ditelapak tangannya, kelopak bunga berwarna merah dan sangat indah. Bisa bisanya hujan kelopak bunga.

__ADS_1



__ADS_2