
David yang disampingnya masih sibuk mengunyah, pipinya menggembung seperti tupai. Jika diperhatikan dengan seksama kelopak matanya sangat pucat. Kondisi mentalnya tidak sebaik biasanya. Dihadapam Julietta, David itu tidak berperilaku normal. Jika bukan karena Tomy, Julietta tidak akan tahu bahwa David sering tertidur dikantor. Tidur disiang hari, apa yang dilakukannya dimalam hari.
Julietta menahannya dan tidak bertanya. Menurut kepribadian David, jika dia melakukan sesuatu yang tidak jelas, meskipun Julietta bertanya kepadanya, dia tidak akan menjelaskan situasi sebenarnya.
Dimalam harinya sebelum memadamkan semua lampu, Julietta berkata "Kamu tidurlah lebih awal"
"Baiklah"
Malam ini Julietta tidak tidur dengan nyenyak. Ada beberapa pertanyaan yang masih melekat dipikirannya. Dia bertanya tanya kenapa David tidak tidur. Setelah bisa tertidur tak berapa lama lagi dia terbangun, lagi dan lagi, benar benar tidak memiliki minat untuk tidur.
Hujan diluar tidak berhenti dan membasahi tepi jendela. Ditemani oleh suara pepohonan, dinginnya menembus kedasar hatinya membuat Julietta gemetaran.
Dia mengenakan mantelnya hati hati lalu berjalan tanpa sandal ke pintu dan membuka pintu perlahan. Ruang tamu itu sangat gelap. Julietta berjalan mau menyelinap ke ruang kerja David ingin mengetahui apakah David mengerjakan hal lain dimalam hari. Ruang kerja David tertutup rapat dan tidak terdengar suara sama sekali dari dalam. Julietta diam diam mendekatkan telinganya kepintu.
Tepat pada saat itu ada suara berbisik pertanyaan yang datang dari arah belakangnya "Apa yang sedang kamu dengarkan"
Detik berikutnya! Julietta berteriak dengan suara nyaring "aaaah hantu"
Julietta sangat ketakutan, wajahnya pucat dan dia mulai tenang setelah waktu yang cukup lama. Pada saat itu Julietta hampir saja mati ketakutan.
Julietta mengelus dadaanya dengan cemas "Apa yang kamu lakukan diruang tamu, menakutkanku saja"
Lampu diruang tamu tidak menyala, David berdiri ditengah ruangan yang gelap itu. Ekspresi wajahnya tidak terlihat jelas. Julietta hanya bisa mendengarnya bertanya dengan tenang.
"Apa yang sedang kamu lakukan, mengapa mau mendengarkan pergerakanku"
Julietta menjawabnya dengan canggung "Aku lihat kondisi mentalmu akhir akhir ini kurang cukup baik, jadi aku ingin tahu apa yang kamu lakukan dimalam hari, kamu seharusnya tidak bergadang semalaman"
David tidak tidur lebih dari satu malam, sejak kejadian dengan peramal tua itu dia tidak bisa tidur selama beberapa malam. Perasaan ketakutan akan kehilangan Julietta adalah pengalaman yang sangat buruk. David menjawabnya dengan berbohong tenang.
"Aku hanya makan di sofa"
Bisakah dia membuat kebohongan yang lebih meyakinkan, makan ditengah malam juga merugikannya. Julietta bertanya lagi.
"Apakah kamu diam diam makan cemilan, sudah kubilang, bagaimana jika kamu tidak lagi aku kendalikan, cepat atau lambat kamu akan merugikan dirimu sendiri"
Mungkin David benar benar akan mati karena ulahnya sendiri dikehidupan lalu. Kata kata jika tidak lagi aku menempel di hati David.
Ketika Julietta bersiap kembali ke kamarnya, ruangan itu tiba tiba menyala selama beberapa detik. Terdengar suara yang sangat keras dari luar sana, seolah olah ada petir yang menghantam kepalanya. Hal itu membuat Julietta ketakutan dan langsung berlindung dalam pelukan David.
Mengapa tiba tiba ada petir, bukankah barusan baik baik saja, cuaca ini benar benar kacau, selalu berubah semaunya. David terhuyung terdorong beberapa langkah, lalu berdiri tegak dan memeluk Julietta dengan erat.
Pelukannya sedikit bergetar, lengannya memegang Julietta yang berada dalam pelukannya. Julietta yang mengira dikejutkan oleh petir itu bicara dengan cepat "Tidak apa apa, kamu jangan takit, sebentar lagi akan kembali normal"
David memeluknya dengan lebih erat dan bertanya dengan suara serak "Kamu tidak akan pergi menghilangkan"
Julietta terkejut, apa hubungannya petir dengan dirinya yang pergi. Dia merasa sejak bertemu peramal tua itu, David selalu khawatir akan segala hal tentangnya. Untuk sesaat Julietta berpikir mungkin David telah mengetahu inidentitas aslinya. Namun segera dia membuang jauh kemungkinan ini. Bagaimanapun juga nyali David sangat kecil.
Jika David benar benar mengira kalau dia adalah roh yang berkeliaran, dia takut David akan segera memanggil pengusir roh, bagaimana mungkin dia bisa tinggal disini lagi dengan nyaman.
__ADS_1
Julietta bertanya pelan "Apa kamu merasa aku adalah gadis siluman, khusus datang kesini hanya memasak untukmu"
David terdiam. Julietta tadinya hanya ingin membuat lelucon dengannya untuk membuat suasana menjadi sedikit lebih santai. Namun saat ini David merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya dan membuatnya menjadi tidak nyaman. Saat Jukietta mengucapkan kalimat itu, David nampak semakin aneh.
"Aku tidak perlu kamu memasak, tidak perlu memberikan anak untuk kita, aku hanya ingin kamu bersamaku selamanya"
Memberikan anak, bagaimana bisa adal hal sebaik itu, Julietta merasa geli mendengarnya.
"Jadi jangan pergi"
Julietta sedikit bingung, apakah David sadar saat ini, kenapa saat mendengarkan ucapannya, dia merasa bahwa dirinya benar benar seperti siluman yang datang untuk membalas budi baik David. Jantung Julietta berdebar kencang, membuatnya panik dan merasa kedinginan. Terkait kelakuan aneh David, Sehatusnya tidak...
David memeluknya semakin erat. Julietta terkubur didalam dadanya dan bisa merasakan detak jantungnya yang semakin kencang. Suara David sangat tenang dan pelan seolah sedang menceritakan sesuatu yang membosankan. Jika bukan karena detak jantungnya yang cepat dan dadanya yang naik turun dengan cepat, Julietta hampir mengira kalau dia bicara dengan santai. Julietta sampai gugup sehingga tenggorokannya berasa kering.
Jika memang David mengetahui identitas aslinya, apakah dia masih bisa berhubungan dengan tenang seperti sekarang, apakah dia akan memiliki perasaan bersalah. Julietta berbisik.
"Apa maksudmu, jangan membuatku salah paham"
Julietta juga tidak bodoh, semua bukti yang terkait dengan gerak gerik David beberapa hari ini menunjukan dugaan bahwa David mungkin telah mengetahui kalau dia bukanlah Julietta yang sebenarnya. Kalau dipikir pikir memang dia tidak pernah merubah kelakuannya sejak awal dan juga merasa karena David tidak tertarik padanya sejak awal, Julietta sama sekali tidak takut dan tidak mau merubah sifat aslinya.. Dia mungkin mengerti kenapa David sekhawatir ini. David terdiam.
Seperti memiliki perasaan takut dan harapan dikeadaan kritis ini Julietta merasa tidak ingin membicarakan identitas aslinya. Dia selalu seperti ini, ketika sampai pada tahap ini, dia tidak ingin menghadapi fakta terutama tentang perasaannya terhadap David.
Julietta mengalihkan pembicaraan dan memberi isyarat kepada David untuk melonggarkan pelukannya "hei omong kosong apa yang kita bicarakan ditengah malam ini, cepat tidur" Cetarrr.
Suara petir yang muncul menggelegar disaat yang tidak tepat waktu itu membuat Julietta kehilangan kepercayaan dirinya dan terkejut ketakutan lagi. Setelah dikejutkan oleh suara itu dia masuk lagi kedalam pelukan David. Julietta hampir menangis.
Seolah olah alam sedang ingin menghukumnya karena hati dan ucapannya yang tidak selaras, Julietta merasa sedih. Dia terdiam sesaat lalu memutuskan untuk bertanya "Apakah kamu tahu rahasia hidupku"
Menghadapi pertanyaan yang diajukan Julietta membuat David terus terdiam. Suara hujan deras hampir saja menenggelamkan mereka. Suasana hati Julietta menjadi rumit seperti sedang menunggu bacaan vonis hukuman atas dirinya.
David bertanya dengan serius "Apakah kamu akan pergi"
Hari ini dia sangat terobsesi akan masalah ini, seolah olah jika dia melepaskannya, Julietta akan diseret menghilang oleh semacam kekuatan yang tidak terlihat dan tidak akan kembali lagi.
Julietta tersenyum "Aku bisa pergi kemana ditengah malam hujan sebesar ini"
David masih terus memeluk Julietta yang hampir kehabisan nafasnya, tanpa ada keinginan melepaskannya. Julietta tidak tahu apakah dia harus lanjut bertanya kepada David tentang apa yang diketahuinya.
Sebuah rahasia yang dimana dia bisa pergi menembus memasuki dunia dia, yang awalnya ingin disembunyikan selamanya. Namun melihat David yang terlihat kacau ini, Julietta merasa iba sedih dan tidak ingin David terlalu cemas.
Tapi disaat yang sama juga, Julietta juga takut kalau David dan dirinya tidak berada di jalur yang sama. Bagaimana jika dia salah paham dan malah mengungkapkan rahasia besarnya kepada David. Julietta sangat tidak yakin apakah pemikirannya dan David berada dijalur yang sama. David takut bahwa Julietta akan menghilang, bukankah itu berarti.
Memikirkan ini, Julietta sedikit bangga dengan dirinya sendiri dan berkata "Kamu tidak berpikir bahwa aku adalah peri atau bidadari yang datang kedunia untuk menikah denganmu kan"
Jika David berpikir seperti itu, dia juga cukup senang. Bagaimanapun jika dia bukanlah seorang peri atau bidadari. Mereka hanya saling menatap terdiam. Julietta mulai kesal "Tolong katakan ya"
David mengangguk dan menjawab "iya"
Julietta menggigit giginya dan berkata sambil mencibir " Kamu tidak berpikir bahwa aku adlah roh atau arwah kesepian yang gentayangan atau peri bidadari dari gunung, atau gadis siluman ular putih" Pantas saja David melarangnya menonton film legenda ular putih itu di TV, ternyata melarang untuk menonton biografi diri. Julietta benar benar ingin menghajar suaminya ini.
__ADS_1
Mata David bergerak dan dia menjawab dengan cepat "Tidak kamu adalah peri bidadari mungil sangat cantik"
Kalimat ini sangat asal asalan. Julietta mendorongnya kesal dan menatapnya tajam dengan marah. Seperti dua anggur ungu, David diam diam berpikir.
Julietta sudah lupa alasan kenapa dia harus menyembunyikan identitasnya. Saat ini dia akan menggunakan peri sebagai identitas aslinya ke David. Dia adalah peri yang bergabung kedalam dunia manusia, bukan roh, arwah atau siluman dan tidak mungkin bisa menghisap nyawa David.
David "Bagus, kamu adalah apapun yang kamu katakan"
Julietta heran dan merasa kenapa dia semakin tidak senang. Julietta berbalik "Peri ini ingin istirahat tidur" CETARRR
Lagi lagi suara petir yang muncul disaat yang tidak tepat. Julietta sangat ketakutan. Biasanya dia tidak terlalu takut dengan suara petir. Namun suara petir hari ini terlalu menakutkan seolah olah alam sedang mengawasi setiap pergerakannya dan menegurnya. Wajah Julietta pucat dia melangkah cepat kembali masuk kepelukan David.
"Apakah aku akan mati oleh petir hari ini" Bahkan Tuhan pun memberitahunya, apakah Tuhan tidak mengizinkanku untuk melepaskan pelukan David.
David menundukan kepalanya dalam kegelapan dan memeluknya. Ketika Julietta memeluknya itu seperti sebuah mesin yang sudah diam cukup lama, diberikan daya tambahan dan mulai bekerja. Perasaan puas senang seperti itu belum pernah dialami sebelumnya oleh David.
Dari atas kepalanya, terdengar suara bisikan David yang sedang menenangkannya "Jangan takut, aku disini"
Anehnya Julietta tiba tiba merasa tenang. Dimalam hujan deras itu, mereka berpelukan lama. Julietta merasakan ketenangan yang sudah lama tidak dia rasakan. Dia memutuskan bagian yang ingin diakuinya, supaya David tidak perlu lagi menebak nebak dan memikirkannya lagi setiap hari sampai tidak tidur, sehingga hidupnya sekalrang tidak lebih pendek daripada kehidupan sebelumnya. Dia tdiak ingin menjadi janda.
Julietta membenamkan dirinya didada David, lalu berkata dengan sedih "Hanya kamu seorang yang boleh mengetahui rahasiaku, kamu harus menahan untuk tidak menyangkalku terlebih dahulu, aku memang seorang peri kecil, karena takut kamu akan mati kelaparan, aku turun dari langit keduniamu untuk menyelamatkanmu, apa kamu tahu"
"Singkatnya, kamu hanya perlu tahu bahwa aku tidak akan pergi selamanya, jangan khawatir lagi"
David terdiam sesaat, suaranya pelan, namun sangat jelas.
"Kamu tidak perlu datang ke dunia ini demi aku, aku telah memegangmu"
Julietta terkejut, seolah olah puluhan ribu kembang api meledak didalam hatinya, kepalanya menjadi pusing. Wajah dan telinganya menjadi merah. Dia harus mengakui bahwa ketika David tidak menjadi pria busuk, suaranya saat mengatakan hal romantis dengan serius itu sangat indah untuk didengar.
David bertanya "Bagaimana kamu menghadapinya"
Senyuman Julietta membeku diwajahya, ketika dia ingin mencubit lengan David, David menahan pinggangnya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memegang belakang kepala Julietta.
"Bercanda"
"Kamu itu"
Sebelum Julietta sempat berbicara lagi, David telah menyumbat bibirnya dengan ******* bibirnya. Dikamar yang gelap dia dengan mata terbelalak lebar, dia hanya bisa melihat wajah David yang besar dihadapannya dan mendorongnya masuk kekamar tidur. Dia menutupi mata Julietta dan berbisik "tutup matamu"
Pipi Julietta berwarna pink, telinganya yang mungil itu memerah, warna kulitnya yang seperti buah persik itu diselimuti oleh cahaya pagi, membantunya menyembunyikan masa lalunya. Tanpa sadar dia menutupi matanya dan mengikuti gerakan David.
Kali ini dia menyentuh Julietta dengan lembut, kedua bibir yang menyatu itu terasa hangat, seolah olah saling menarik nafas dan suhu tubuh masing masing. Julietta, mendongak dan meraih pakaian David secara tidak sadar, supaya dia bisa berdiri dengan mantap.
David menahan emosinya dan meninggalkan beberapa ciuman dibibirnya, kali ini dia merasa tidak pernah seserius ini sebelumnya.
"Tidak masalah jika kamu tidak menyukaiku, selama kamu bisa tinggal bersamaku selamanya" David tidak memilii banyak permintaan.
Julietta sedih, dan tidak menyangka bahwa David akan mengutarakan perasaannya seperti ini lagi. Dia membuka matanya dan menatap dalam David. Sepasang mata yang terlihat tenang itu menyembunyikan banyak kecemasan, sehingga dia bisa mengatakan kata kata seperti itu.
__ADS_1
David menghindari tatapannya dan mengalihkan topik pembicaraan "Ayo kita istirahat tidur, sudah hampir fajar"