Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
57


__ADS_3

Julietta diam diam menahan keinginannya untuk memukul David. Bercandanya sama sekali tidak lucu, makanan ini benar benar tidak bisa dimakan dengan baik. Untung David itu orang baik, disaat Julietta makan bubur, dia mengeluarkan satu kotak obat dari laci dan dikeluarkan dua tablet, dia juga menuangkan segelas air. Julietta baru makan setengah bubur itu, tatapan dari atas kepalanya membuat dia mengangkat kepalanya.


"Kenapa lagi"


David bertanya dengan serius "enak tidak"


"Kenapa, apa kamu juga kepingin coba makan"


"Kalau begitu aku tidak akan malu malu"


David langsung mengambil satu sendok dari laci dan menyendok bubur didepan Julietta. Tidak malu malu apanya, yakin itu sendok bukan sudah dipersiapkan dari awal.Julietta menolak berbagi satu mangkok dengan David, hubungan mereka belum sampai tahap bisa makan bubur satu mangkok bersama. David diam diam menyimpan sendoknya kembali dan terus menatap Julietta yang sedang memakan buburnya.


Julietta tidak mengerti, kenapa David tidak makan direstoran atau pesan dua porsi, saat melihat dia makan David pasti langsung ingin makan juga. Bubur sudah habis, obat juga sudah diminum, Julietta baru mau pergi tapi dihalangi oleh David.


"Hari ini sibuk tidak"


Julietta menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu kamu kerja diruangan aku saja, sekalian bisa melihat perencanaan yang baru" 


Julietta mengangguk, tanpa sadar mau menolak tapi mengingat setiap saat Tomy bisa datang keruangannya mengganggu, maka dia memutuskan untuk bekerja disini saja. Tomy dekat dengan orang bukan menakutkan seperti biasa, cerewetnya sampai membuat Julietta tidak tahu harus berbuat apa. Seperti ini, mereka berdua duduk berhadapan dalam satu meja dan mengerjakan pekerjaanya masing masing dikomputernya.


Diatas meja ada segelas teh herbal yang harum, dengar dengar bagus untuk sariawan, Julietta mengerjakan pekerjaannya sebentar lalu mulai minum tehnya. David yang duduk disebrangnya, kelihatan sangat serius mengetik, Julietta takut mengganggunya, suara minum tehnya pun dipelankan sedikit.


David melihat layar laptop dan terdiam sebentar. Ditengah pandangan Julietta yang bingung, David memindahkan kursinya dan duduk disebelah Julietta, lalu dia memutar laptopnya.


Julietta "kamu mau apa"


David dengan tenang menggunakan laptop dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya memegang tangan Julietta yang lembut dan dipegang dengan erat sambil berkata  "mau kerja".


Sepertinya  pria ini menyuruhnya kerja diruangannya mau mengambil untung, Julietta baru mau melepasnya, David menatapnya dan berkata "sebentar saja"


Kedua matanya itu terlihat menyedihkan. Julietta jadi terdiam. Baik, sudah bilang mau bersama, peluk cium juga pernah, ribut karena pegangan tangan sama sekali tidak pelru. Tangan David memegangnya seperti mendapatkan ikan dari sungai dengan tidak mudah dan tidak bersedia untuk dilepaskan.


Setelah beberapa saat, Julietta juga menjadi tenang dan meletakan teh disebelahnya lalu lanjut bekerja dengan tangan kirinya karena dia kidal.


"Bos bos aku masuk ya"


Berbarengan dengan suara ketukan pintu, Tomy membuka pintunya menerobos masuk. Julietta terkejut, dia langsung melepaskan tangannya. Jarak mereka terlalu dekat, badan Julietta menabrak David, David yang sedang fokus bekerja sampai tertabrak Julietta Dan terjatuh dari kursinya.


Tomy masuk dan melihat bosnya terdorong kelantai oleh nyonya, brak, terlihat sangat menyedihkan. Dia melamun sangrai lama dan baru berkata dengan patah patah "kekerasan, ini kekerasan dalam rumah tangga"


Tangan Tomy masih memegang pintu yang terbuka dan sudah setengah masuk, bahunya diangkat dan kepalanya diturunkan, terkejut melihat gerakan mereka berdua. Pandangannya mengarah kejendela dan terlihat seperti mau berpura pura tidak melihat apa apa, tapi sudah melihatnya jadi merasa tidak enak.


Tomy lanjut bertanya "ini tidak terlalu bagus"


Julietta baru mau menjelaskan.


Tomy lanjut berkata "kalau tidak em nyonya kamu pulang baru lanjutkan"


David yang dilihat oleh bawahannya dan dituduh itu sangat tenang, dengan pelan dia berdiri dan mengangkat kursi yang terjatuh. Julietta terlihat canggung dan bertanya.


"Kamu tidak apa apa, kena apanya"


David tidak menjawabnya dan menghela nafasnya. Julietta mengerti maksud dari David. Tomy menyadari suasana mereka berdua yang tidak jelas, lalu dia berkata.

__ADS_1


"Aku hanya datang mau membahs hal yang tidak terlalu penting, karena bos sedang sibuk, maka aku keluar saja"


Tomy keluar dan meninggalkan sepasang suami istri yang saling menatap. Julietta panik dan melupakan sariawannya.


"Maaf, kamu tidak apa apa, ada yang sakit"


David langsung terlihat sedih "seluruh badan sakit"


"Sakit sampai tulang tidak, mau ke dokter." Julietta berpikir karena David pernah patah tangan sampai dibahunya ada bekas jahitan, Julietta semakin merasa bersalah.


Dia menarik memegang lengan David mau memeriksanya, belum juga melangkah, lengan Julietta sudah dipegang, hanya dipegang sedikit Julietta sudah tersandung dan menabrak kepelukan David, Lengan David menahan punggungnya dan memeluknya erat.


Terdengar suara David "sepertinya sudah jauh lebih baik"


Bicaranya seperti ini tapi pelukannya tidak dikendorkan, muka Julietta langsung memerah. Pria ini, bisa bisanya mencari alasan untuk mendapatkan keuntungan.


Saat sedang dipeluk dengan sangat erat, Tomy yang sudah keluar membalikan badannya dan masuk keruangannya lagi, dia berpikir kekerasan dikantor tidak begitu baik, kalau saja dilihat orang lain akan gawat, jadi dia memutuskan mau menasihati nyonya.


Tomy mengetuk pintu sambil masuk keruangan dan berkata "itu"


Julietta tanpa sadar mendorong David, ditengah kepanikan tenaganya sangat besar, kaki belakang David menabrak kursi dan kursinya terbalik dilantai, untung David tidak apa apa dia bisa berdiri stabil.


Saat Tomy masuk dan melihat Julietta mendorong bosnya sampai jauh. Tomy terdiam sebentar lalu berkata "nyonya masih belum selesai"


Sampai rumah dimalam hari, Tomy memberi banyak buah untuk menurunkan panas dalam, ekspresinya sangat gugup seperti sedang memberi hadiah kepimpinan. Hati dia sebenarnya baik tapi dia pikir takut kalau bos pulang dipukul lagi, benar benar tragis. Julietta melihat buah yang memenuhi bagasi, setengahnya adalah dari Marc, setengahnya dari Tomy. David menghela nafasnya.


Julietta "maaf"


David dengan dam, meletakan buah diujung yang kosong, lalu kembali keruang kerjanya untuk lanjut bekerja dirumah, makan dengan diam, cuci piring dengan diam, makan buah dengan diam, sama sekali tidak bicara denganJulietta dirumah. Julietta tadinya mau minta maaf tapi tidak tahu harus meminta maaf dengan cara apa.


Setelah makan, kudaperang tiba tiba online dan mengajak Julietta untuk main game bareng, Julietta langsung melupakan David dan bermain numpang menang dengan bahagia tersenyum sendiri.


David yang tidak tahu kapan sudah duduk disebelahnya hanya diam menatapnya, dia sadar dirinya benar benar sudah diabaikan kalau Julietta sedang main game online..


Setelah Julietta selesai main dan offline, dia melihat David masih disebelahnya, duduk disofa kepalanya disandarkan ke cushion, matanya tertutup tidak tahu kapan dia sudah tertidur. Julietta bengong. David bergumam dan mengusap matanya.


Julietta bertanya "kamu kenapa tidur disini, cepat ke kamar, jangan sampai flu"


Suara David sedikit serak " masih ada hal yang belum dilakukan"


Julietta tidak mengerti "apa, ada pekerjaan belum selesai"


Setelah bicara Julietta ditarik dan dipeluknya, ada suhu badan David yang tidak asing, harumnya sangat tipis, tapi sangat wangi. Julietta berusaha melepaskannya tapi tidak bisa dan hanya terdiam membiarkan dirinya dipeluk dengan erat.


David memeluknya sangat lama dan tidak dilepaskan, julietta baru mau meminta dia melepaskannya, suara David yang pelan terdengar.


"Punggung kamu empuk berdaging sekali"


Julietta "diam"


"Sudah tahu mulut kasar kamu ini tidak bisa mengeluarkan kata kata yang baik ke aku"


##


Setelah beberapa hari sariawannya akhirnya sembuh, mood Julietta sangat baik, setiap berpapasan langsung tersenyum ramah. Melalui pelajaran yang menyakitkan beberapa kali di blok oleh bosnya, Tomy mulai membiasakan diri untuk tunggu sebentar diluar pintu sebelum mendengar kata masuk baru dia masuk ruangan bosnya. Didalam ruangan hanya ada David sedang mengetik dilaptop. Tomy melihat sekelilingnya, gerakannya yang mencurigakan membuat David menatapnya.

__ADS_1


David "ada urusan apa"


Tomy menutup mukutnya dan berbicara agak berbisik "Bos, akhir akhir ini sudah tidak dianiyaya lagi kan, aku tahu buah yang bisa menurunkan panas paling manjur, aku bilang ke kamu, sakit ini.."


David langsung memotong pembicaraanya, "Akhir akhir ini pekerjaan kamu sangat sedikit"


Tomy langsut terkejut dan menambahkan "Sebenarnya aku datang untuk melaporkan pekerjaan"


David "oh kebetulan hari ini kamu lembur, yang semangat ya"


Tomy memang tidak seharusnya masuk untuk mencari keributan, Bos ini orang yang pintar, bagaimana mungkin tidak bisa membaca pikirannya.


 Julietta hari ini pulang kerja lebih awal, kebetulan mau pergi jalan jalan belanja di mal. Supir mengantarkan Julietta ke mal dan menunggunya diparkiran.


Supir pribadinya adalah seorang paman yang sangat baik, biasanya mengendarai mobil juga tidak berbicara, mulutnya sangat rapat. Julietta rencana setelah beli baju akan membelikan makanan ringan dan minuman untuk supirnya, walaupun dia tidak makan, anak dirumahnya pasti akan suka.


Julietta sudah terbiasa sendirian ke mal, karyawan butik melihatnya senyumannya langsung lebar, dengan hormat dia membawa Julietta memilih pakaian. Julietta melihat waktu masiih sore, maka dia jalan jalan lebih lama sedikit, sampai langit menjadi gelap, dia baru turun membawa beberapa kantong belanjaan kemobil.


Dia memberikan makanan ringan dan minumannya ke supir. Supirnya biasanya tidak pernah berbicara, jarang jarang melihat ekspresinya yang malu malu menolaknya. Setelah ditolak, Julietta langsung meletakkannya didalam mobil dan tidak mau mengambilnya, ini baru membuat supir bilang terima kasih dengan kesulitan. Mobil berjalan dengan stabil, Julietta duduk dibelakang main HP, seingatny dia sudah mengirim pesan ke David.


Julietta  malam ini mau makan apa


David bisa milih


Julietta bagus kalau mengerti, malam ini aku buatkan bubur.


David beberapa saat tidak membalasnya, sepertinya sedang menolak secara pasif, tidak perlu dibayangkan, dipikiran Julieta langsung muncul David yang muram murung sedih dan menunduk tidak bisa bicara. Julietta hampir tertawa sendiri.


Supir melihat Julietta sekilas dari kaca spion, melihat dia tersenyum sangat cantik, supir juga ikut tersenyum. Supir menyetel musik dan dimobil terdengar suara piano klasik yang halus, membuatnya juga menjadi tenang.


Mobil terus berjalan stabil didalam kegelapan malam, pemandangan di dua sisi mobil terlewati dengan cepat dan menjadi buram. Satu mobil Jeep hitam perlahan datang mengikuti. Dibandingkan dengan suasana mobil Julietta yang tenang, pemilik mobil Jeep ini mukanya kusam, karena urat mukanya yang ditarik, ditengah kegelapan terlihat sedikit ganas, kalau Julietta disaat ini bisa melihat pemilik mobilnya dia pasti akan terkejut. Tidak disangka dia adalah Sisca.


Beberapa lama tidak bertemu lagi, muka Sisca semakin menyedihkan, kalau dia satu tahun lalu adalah wanita cantik yang besar hati, sekarang dia menjadi redup dan layu. Sejak terakhir dia mau melukai Julietta lagi tapi tidak berhasil, dan satu satunya orang yang bisa diandalkan Sisca, yaitu Charlie jadi benar benar terjatuh.


Dalam semalam dari seorang bos yang kejam langsung berubah menjadi sampah yang tidak punya masa depan, Sisca yang tadi berharap padanya bisa membalikan keadaan lagi lagi melakukan kesalahan, membuat dia semakin menjadi lebih sial daripada kehidupan sebelumnya. 


Sisca semakin tidak terima. Erick meninggalkannya, David juga tidak pernah bisa melupakan Julietta dan juga mempublikasikan pernikahan mereka. Julietta ini apanya yang baik, berpikir sampai sini, Sisca semakin emosi, amarahnya memuncak. Dia hari ini datang untuk membawa Julietta hancur besama. Dia mau menariknya mati bersama.


Sementara Julietta masih belum menyadari krisis yang akan terjadi. Dia duduk manis dikursi belakang sambil main HP, Diana memanggilnya lagi untuk online main pubg, lalu Julietta menjawab dengan cepat "Tunggu aku sampai rumah, kalian main duluan saja"


Diana "Baiklah kalau begitu cepatlah"


Akhir akhir ini setiap ada waktu luang, dia pasti langsung main pubg, Julietta hampir saja berubah menjadi musang kecanduan pubg, permainan itu membahayakan manusia.


Tomy mau mampir untuk mengantarkan David pulang, oleh karena itu supir dan Julietta langsung menuju kerumahnya. Julietta menengok kekanan dan kekiri, mengenali tempat itu sudah dekat rumahnya, Julietta memasukan HPnya dan bersiap untuk turun dari mobil.


Saat ini ada mobil Jeep dari samping yang ngebut dengan kecepatan tinggi. Mobil itu menabrakan dengan mengenaskan. Hanya terdengar suara mobil yang bertabrakan.


Julietta yang duduk dikursi belakang itu tidak duduk dengan baik, belum sempat buka pintu mobil. Seiring dengan mobilnya yang terguncang diapun jatuh lagi terduduk dikursi. Kepalanya yang terantuk kebantalan penyandanr kepala itu terasa cukup sakit. Julietta berteriak kesakitan, segera tangannya bergerak kebelakang dan berpegangan untuk mencegah dirinya tersentak lagi. Supir didepan itu agak berteriak "Nyonya duduklah dengan baik"


Julietta "Apa yang terjadi"


"Orang itu sengaja menabrak kita"


Tadinya supir itu berpikir bahwa ini adalah penculikan. Dia tidak menyangka bahwa wanita yang duduk dimobil Jeep tu memiliki rencana menghancurkan dirinya juga. Mobil itu menderu dalam kegelapan, memutar balik dan melaju kencang kearah mereka.

__ADS_1


Sisca menginjak pedal gas, seakan tidak memberikan jalan keluar untuknya. Hanya ada rasa benci yang tersisa dalam hatinya saat ini. Para pejalan kaki berteriak histeris, panik. 


Sisca membuka kaca jendela, membuat rambutnya tertiup angin malam dengan liar. Matanya menatap tajam ke mobil disebrangnya , seakan lagi menembus kaca mobil untuk membuat Julietta merasakan bahaya yang diakibatkan dari membuat orang lain marah dan sakit hati.


__ADS_2