

Mendengar ucapan pertama dari Julietta, sejak dia masuk ke rumahnya, pandangan David pertama Kali menatap melihat kearah dia, pandangannya itu seperti orang asing yang tidak pernah bertemu, tidak ada perasaan sama sekali dan berkata.
"Rumah ini tidak bisa dikasih ke kamu sama sekali"
Julietta terkejut dan berpikir dalam hati , Rumah ??
Julietta dengan cepat meraih satu set surat perjanjian cerai dari meja, diperjanjian itu tertulis dengan jelas mereka berdua sudah tidak ada perasaan kasih sayang dan memutuskan untuk cerai. dan pihak wanita Julietta bersedia untuk melepaskan aset tidak bergerak yaitu rumah tersebut dan sebagai gantinya pihak pria akan memberikan seluruh asset kepemilikan saham dari perusahan Berjaya Grup yang jika diuangkan senilai 7juta dollar lebih.
Perusahaan Berjaya Grup adalah milik papanya David, skala perusahaanya tidak terlalu besar hanya skala dalam.negeri. Tapi sejak mama kandungnya meninggal dan mama tirinya masuk, hubungan papa dan anak itu menjadi retak renggang, kepemilikan saham ditangan David sangat sedikit, tapi juga masih ada beberapa juta dollar deposito.
Julietta sedikit terkejut, karena rumah ini hanya apartemen biasa, sudah tua dan tidak mewah yang dekat dengan pusat kota yang luasnya sekitar 250 meter persegi saja. Apartemen model 2bedroom+1studyroom. Berdasarkan perhitungan harga dari wanita utama, paling banyak bernilai tidak lebih dari 1juta dollar, David mau mengganti menukarnya dengan saham 7juta dollar dia. Pantas saja tokoh aslinya langsung setuju untuk cerai.
Berdasarkan deskripsi dari novel tersebut, tokoh aslinya sangat senang dengan syarat perjanjian menikah kontrak dengan David. Tokoh wanita utama awalnya sangat ingin sekali menikah dengan David dan tokoh asli wanita pendukung sudah lari membawa jutaan dollar yang lebih dari cukup untuk biaya hidup seumur hidupnya dengan nyaman.
Julietta meletakan kembali' surat perjanjian itu dan menggelengkan kepalanya.
"Aku bukan mau bahas syarat dengan kamu, aku juga tidak mau rumah, saat ini aku hanya tidak mau cerai"
Disaat yang membingungkan seperti ini yang paling penting adalah menstabilkan suasana supaya tidak tambah curiga. Julietta beberapa kali merasakan gejolak dan gugup dalam waktu yang singkat, bahkan sampai sekarangpun pikirannya masih kacau berantakan, dia hanya butuh ketenangan untuk berpikir selanjutnya dan hidup aman nyaman di satu tempat untuk menerima kenyataan yang aneh ini.
Sementara tidak cerai, Julietta ingin mengingat meyakini perkembangan cerita novel untuk merencanakan dan memutuskan langkah Julietta selanjutnya.
Terhadap perubahan sikap Julietta itu. David terlihat sama sekali tidak perduli dan hanya menjawab "Baiklah"
Sepertinya bagi David itu di sisinya ada orang atau tidak, orangnya seperti apa dan bagaimana, adalah bukan hal yang sangat penting.
Melihat mie instan di tangan David, Julietta mengerutkan alisnya. Dia melangkah kedapur berniat mengambil bahan makanan dari kulkas, tetapi terlihat didalamnya hanya ada mie instan dan beberapa kaleng minuman soda, tidak ada sayuran, buah, daging sama sekali.
Julietta terdiam berpikir apakah dirumah ini tidak pernah ada yang memasak lalu dia berkata.
"David, Setelah kamu makan mie instan, apakah kita bisa pergi ke supermarket beli beberapa bahan makanan dan barang".
David melirik Julietta dengan perlahan, maksud dari pandangannya itu sangat jelas terbaca, seperti melihat Julietta adalah orang asing yang memberikan permintaan tiba tiba.
Julietta berkata lagi "Aku tidak bisa membawa barang belanjaan sendirian dan diluar sudah sangat gelap juga hujan"
sehari hari tokoh asli Julietta dan David hampir jarang saling berkomunikasi juga mengganggu satu sama lain, bahkan mereka bisa beberapa bulan itu tidak komunikasi sama sekali, tidak berbicara apapun.
"Setelah makan ganti baju, bisa masuk angin dengan baju basah itu"
David tidak menjawab Julietta, dia membawa mie instan yang sudah dia masak sebelumnya masuk ke kamarnya dan menutup pintunya perlahan.
Julietta juga melangkah masuk ke kamarnya sendiri, ada satu ranjang besar tetapi dia tidak menemukan barang pria sama sekali dalam kamarnya jadi dia merasa lega. Dalam hatinya, untung saja, seharusnya tidak perlu sekamar dan seranjang walaupun mereka menikah resmi.
Julietta juga di kehidupan sebelum memasuki dunia novel ini, telah hidup mandiri sendirian. Tidak ada keluarga. tidak ada pacar, hidup sendirian berjuang bertahan hidup sejak SMA di satu kota yang asing, sangat jarang berurusan dengan orang lain. Sekarang di dunia ini dia punya teman satu atap yang terlihat baik, sangat tampan. dia merasa sangat senang. Mungkin saja hidup yang seperti ini akan lebih baik nantinya.
David mengganti pakaiannya dengan kaos biru navy dan celana jeans hitam, kalau orang hanya melihat wajahnya bisa bilang kalau dia mahasiswa dan orang tidak akan curiga.
__ADS_1
Mereka keluar rumah bersama. David membawa kantong sampah. Julietta yang tangannya kosong mengikuti langkahnya dari belakang untuk mengenali jalanan disekelilingnya itu. Mereka berdua tidak bicara sama sekali sepanjang perjalanan, walaupun begitu tidak berasa canggung. Tidak berapa jauh terlihat supermarket yang hanya butuh jalan kaki beberapa menit dari rumah.
Mereka memasuki supermarket bersama. Julietta mencari dan mengambil barang barang keperluan rumah sambil berjalan didepan dan meletakkan barang yang dicarinya di masukan ke troli yang didorong David, Saling pengertian. yang tidak perlu berbicara sama sekali.
dret dret dret, HP David tiba tiba terdengar suara bergetar, dia berhenti melangkah mengambil HP di sakunya untuk menjawab telepon masuk itu.
Ditelepon itu agak terdengar suara pria muda.
"Bos, bug sudah diperbaiki, kamu coba online lihat cek hasilnya"
"Sedang sibuk"
David menjawab telepon itu singkat. Sambil memandang ke rak didepan nya yang tidak jauh dan melihat Julietta sedang menjinjit mencoba mengambil tisu di rak paling atas. Karena kesulitan wajahnya mulai memerah menahan kesal, Julietta mendongak keatas, tangannya diulurkan setinggi tingginya terlihat bukan seperti "dia"
Ekspresi David seperti sedang memikirkan sesuatu hal. "Heh, kenapa tidak ada waktu, kamu bukannya sudah pulang dan berada dirumah"
David menjawab lagi "disupermarket"
"supermarket?" dengan nada bercanda "jangan jangan kamu sedang sama istri kamu di supermarket"
David menjawab dengan pelan "ya"
Telepon itu hening beberapa detik, lalu tiba tiba terdengar teriakan mengejutkan "kalian kenapa"
David langsung mematikan teleponnya. Dia jalan kedepan melangkah melewati Julietta lalu mengambil satu bungkus tisu yang dia coba raih tadi, oleh Juliette tadi dengan mudah dan dilempar masuk kedalam troli.
Julietta merasa bersyukur dan menjadi lega "terimakasi" ucapnya dengan lembut.
"kembali', stop jangan ambil makanan instan"
???
sementara itu di kantor disaat yang bersamaan, pria muda bernama Tomy yang ditelponnya tadi diputus mendadak, wajahnya sangat terkejut, beberapa orang disebelahnya bertanya serius.
"kenapa? bos bilang apa, harus lembur?"
"tidak" jawabnya dan berbicara dengan nada misterius
"kalian tebak tadi aku dengar rahasia besar apa? .. bos bisa bisanya menemani istrinya ke supermatket Setelah setahun menikah, astaga dia bisa keluar rumah dengan orang lain, dengan seorang wanita wow benar benar mustahil."
Setelah ucapan itu. semua orang diruangan kantor itu gempar sambil bergumam. hmm dalam pikiran masing-masing.
Biasanya bos tidak pernah membahas urusan tentang istrinya sama sekali dikantor. Bahkan saat itu pesta pernikahan mereka saja tidak ada, sampai sekarang mereka sebagai teman kantor tidak ada yang tahu istrinya David seperti apa.
Sekarang dilihat, mungkin saja hubungan mereka berdua sudah menjadi baik, hanya saja sifat David yang introvert dan dingin itu tidak mau menunjukan perasaanya.
"Bukannya istrinya sedang ribut minta cerai ?kata wanita satu satunya di ruangan itu, Gisele sambil menggigit bibirnya dan berkata sangat pelan hati hati.
"kamu jangan asal bicara dan merusak suasana, Bos kita tidak suka orang lain gosip yang tidak tidak." Tomy menjawab.
"Mana ada, teman aku sesekali bertemu dengan istrinya, aku juga baru tahu akhir akhir ini saja" Gisele tetap pada pikirannya.
__ADS_1
Sekelompok pria jomblo langsung berkumpul mendekati Gisele karena tertarik info lebih jauh
"istrinya seperti apa wajahnya? cantik tidak? sifat dan sikapnya bagaimana?"
Pertanyaan ini sangat bagus. Gisele mengingat wajah yang dandanannya tebal menor dari jauh. Dibandingkan dengan wajah Gisele yang cantik alami tanpa riasan merasa percaya diri. siapa yang vulgar, siapa yang kelas atas itu dapat langsung terlihat. Gisele merapatkan bibirnya dan hanya tersenyum menggelengkan kepala sambil mengangkat bahunya.
"Riasannya sedikit tebal, tidak bisa terlihat jelas" Gisele berkata. ......
###
kembali ke supermarket
Setelah mengamati dalam waktu yang singkat, Julietta menemukan beberapa hal kelebihan dari David.
David bisa inisiatif membuang sampah, mendorong troli, membayar semua belanjaan tanpa diminta oleh Julietta.
Terutama yang paling penting sekali adalah dia tidak bertanya tentang perilaku Julietta yang aneh tidak biasanya. membuat Julietta bisa mengeluarkan bertindak sesuai sifat aslinya dengan bebas, tidak perlu berpura pura.
Tidak. seharusnya bisa dibilang. David tidak perduli apapun, termasuk dirinya sendiri.
Sesampainya dirumah sebenarnya Julietta mau bertanya apakah mau makan bersama atau tidak, tapi David setelah meletakan kantong belanjaan nya ke meja itu. dia langsung masuk kamar pribadinya sendiri.
Melihat David sudah menutup pintunya, Julietta mengangkat bahunya dan memutuskan membuat mie kuah untuk dia sendiri saja dan tentunya dimakan sendiri.
Didalam kamarnya dimalam hari, Julietta berbaring di ranjang dengan nyaman sendiri. Dia sudah berpikir untuk tidur istirahat dan esok hari jika langit cerah, akan pergi ke mal sendirian untuk beli beberapa pakaian.
HPnya tiba tiba berbunyi tung tung tung Julietta melihatnya ternyata panggilan dari nomor asing dan dia tidak mau mengangkatnya. Dengan cepat orang itu mengirim beberapa puluhan pesan sepertinya sedang sangat marah.
Di inotifikasi dilayar wa ada nama aliasnya "sayang" Pria muda itu hanya mengincar uangnya , pemilik asli badan dan wajah yang super indah ini tidak tahu benar benar bodoh atau pura pura, bisa bisanya berhubungan dengan pria itu dan memberi uangnya kedia, dan Setelah cerai dengan David, bawa uang dan menikah dengan pria itu?
Merebut harta orang, menghancurkan keluarga orang, itu semuanya seperti balas dendam yang sangat dalam.
Adam terus mengirim pesan tiada henti, dia sepertinya takut sekali Julietta pergi menjauh dan menghilang darinya. saat Adam sedang mengirim banyak pesan ada pesan masuk dari teman lainnya yang bernama Kimi. Pesan dia juga berisi membujuk Julietta.
(Julietta kamu marah yah, Adam memang seperti itu orangnya loh, kamu jangan perhitungan dengan dia. Kita masih menunggu kabar baik dari kamu yah sayang)
(BTW. Bagaimana dengan proses cerai kamu, besok mau dirayakan kah)
Julietta melihat nama ini, yang sangat tidak asing dan mencoba mengingat dalam kisah cerita novel itu. Dia buka Ig nya dan melihat moment ya disitu dimana di moment nya ada banyak foto Julietta dengan Adam, juga dengan teman dekatnya Kimi ini kelihatan sangat jelas hubungannya juga dekat dengan Adam.
Adam ini diperkenalkan melalui Kimi, jeleknya bisa dibilang Kimi itu mak comblang atau mucikari yang diantara mereka bertiga belum tentu ada yang bersih.
Permasalahan ini selamanya tidak bisa di hindàri, selain diselesaikan sendiri, tidak ada cara lain. Julietta harus cepat bertindak. dia duduk tegak bersender di punggung ranjang nya dengan tenang lalu dia mulai mengetik mengirim pesan ke mereka.
(Adam, sampai jumpa besok)
(Kimi. Besok aku fan Adam akan ketemu kamu sampai jumpa di cafe biasa)
Julietta menutup HPnya, dia ingin tahu lebih lanjut, orang orang ini sebenarnya niat mau apa.
.
__ADS_1