
Busa sofa disebelahnya menurun, karena David yang duduk disampingnya, bahkan wangi sabun yang dipakai oleh David masih tercium, tidak lama kemudian, wangi itu seperti telah lengket disekujur tubuhnya Julietta. Lengannya Brandon menyentuh lengannya Julietta, dan menindih diatas pundaknya, keduanya terlihat begitu dekat sekali, Julietta menghindarkan kepalanya, dan hampir menyentuh lehernya David, ini membuat dia semakin gugup.
David "lihat" jarinya David terlihat begitu lincah.
Julietta "lihat apa"
Julietta melihat dia dengan begitu cepatnya menggant senjata, lalu berlari kekanan dan kekiri dua kali, lalu menembak. Tembakan ini dilepaskan, orang lain pun mulai komentar dan berkata.
"Waduh, apakah kamu emosi, pegang senjatanya dengan baik" wajahnya David tidak ada ekspresi apapun, disaat yang lainnya sedang tertawa, tiba tiba terdengar suara dor dan ternyata David berhasil menembak kepalanya musuh.
Timnya pun bengong, lalu berkata "wah tadi kamu kenapa, apakah tidak snegaja menembak musuh, atau kamu curang" "dor"
Kembali dilepaskan, dia kembali berhasil menembak seorang musuh yang bersembunyi dibalik dinding. Timnya pun menjadi kaget karena permainannya yang hebat.
Tadi mereka menertawakan Julietta, sekarang tiba tiba berubah, kali ini David sudah membidik merkea semua, lalu melemparkn granat belum sempat merespon, timnya semua mati ditempat. Kemudian terdengar komentar dari timnya, tetapi David justru menonaktifkan suaranya, dan akhirnya permainan berakhir karena dia diprotes oleh semua anggota timnya.
Julietta melihat permainannya itu dan menjadi kaget "aku kira kamu tidak bisa bermain game ini. David hanya menjawab hmmm. Julietta kemabali teringat kalau dia masih kesal sama David, tetapi mereka sedang duduk bersebelahan begitu dekatnya, ini membuat Julietta tidak tenang. Dia menelan salivanya dan mau merebut kembali HPnya, tanpa ekspresi bertanya "nanti malam makan apa"
David matanya pun menjadi berkilau "ikan asam manis"
"Oh makan mie instan boleh juga" Julietta menjawab datar.
Julietta memasukkan satu setengah telur kedalam mie nya dan memasukan setengah telur kedalam mienya David, setengah telur itu sebagai bayaran karena tadi dia telah membantunya main game.
Wanita jika ngambek, maka akan benar benar ngambek, David menatap mie yang dihadapannya tanpa ekspresi apapun. Tetapi dia tahu, jika masih berani membantah, takutnya kuah pun tidak bisa dia seruput. Dia memutuskan untuk makan telur dulu, mencegah telur itu diambil kembali olehnya.
Julietta "stik wagyunya gimana"
David "kamu atur saja"
"Kalau begitu kujadikan sebagai bahan makan siang besok saja, cukup dipanaskan bisa dimakan lagi"
Keesokan harinya, David dengan tidak sabarnya menunggu jam makan siang dikantor, lalu membuka kotak makannya,,dan yang dia lihat hanyalah sepotong stik yang kecil. Tomy melewatinya dan melihatnya sejenak, lalu bertanya penasaran.
"Bos kamu makan begitu sedikit, bisa kenyang ya"
David memelototinya, Tomy mulai keluar keringat dingin dan bertanya "apakah kamu mau aku bantu belikan makanan lain"
"Tidak perlu"
Survei membuktikan,mtifak boleh membuat orang yang hobi makan tersinggung dan juga tidak boleh menyinggung perasaan seorang koki.
Sementara Julietta yang menatap makan siangnya ada satu setangah potong stik dan makanan utama lainnya. Dalam hatinya tiba tiba muncul rasa bersalah, tidak tahu apakah David sudah makan kenyang atau belum, sesungguhnya porsi makannya David itu biasanya jauh lebih banyak daripada dirinya. Marc yang disampingnya batuk perlahan dan berkata.
"Makananmu sungguh berlimpah, orang kaya"
"Iyalah, sayang jika tidak dimakan"
Dia pikir pikir akhirnya memutuskan untuk memberikan makanan yang lebih banyak malam hari nanti ke David. Dia tidak ingin tengah malam tiba tiba mendengar suara tikus yang mencuri makanan.
Hari ini keja lumayan sibuk, Julietta lembur, hingga kerjaanya selesai, dia merasa lelah sekali, dengan susah payahnya berdiri dan meluruskan badannya. Dia merenggang renggangkan badannya perlahan, dan terdengar ada suara pesan masuk diHPnya.
__ADS_1
David sudah selesai
Julietta iya
Larut malam seperti, karyawan pasti sudah pulang semua,hanya ada tim service dan customer service yang bergantian shift. Julietta sedang siap siap jalan ketempat parkir, berjalan keluar dari ruangan kantornya dan melihat seseorang yang tidak asing.
Julietta terkejut "kamu gimana massuknya"
Ternyata orang itu adalah Sisca. Sudah lama sekali tidak berjumpa, Sisca tampak tidak cantik lagi, kulitnya kusam dan gelap, bahkan tubuhnya sudah kurus sekali, tetapi dibalik tatapan matanya seperti menunjukan sesuatu, membuat orang merasa sedikit aneh.
"Jika kamu datang mencari Erick, dia tidak ada disini"
"Aku tidak mencari dia, aku kemari untuk mencari kamu, julietta"
Sisca berkata padanya sambil menggigit giginya sendiri, membuat Julietta merasa sedikit takut. Julietta pun mundur selangkah.
Tidak tahu bagaimana caranya dia bisa melewati satpam didepan dan masuk kantornya, bahkan Sisca bisa dengan tepatnya mengetahui keberadaan Julietta. Sekarang ini dia berada disudut dinding, tidak bisa kanur lagi, hanya bisa berharap ada karyawan lain yang lewat melihat mereka berdua.
"Aku sungguh tidak menduga" Sisca memberikan senyuman nya yang lebih buruk dari tangisannya.
"Jika saat itu Erick dalam keadaann mabuk, bahkan bisa menyebut namamu, aku mengira , aku kira" sisca mengira Erick sudah menemukan istri dari kehidupan lampaunya. Siapa yang duga, orang itu adalah Julietta.
Sisca terpikir bahwa Julietta belum cerai tetapi masih berani menggoda Erick, sungguh tidak tahu malu, jika bukan karen keadaan tidak mengizinkan, dia sungguh ingin menampar wajahnya, menampar wajah yang terlihat begitu polos dan merasa tidak bersalah itu.
Julietta adalah orang yang gimana, bagaimana mungkin dia tidak tahu jelas. Jika sungguh ada kemampuan melukis, bahkan bisa membuat dua orang ini dipertemukan, bagaimana mungkin dikehiduan lampaumya bisa sampai tahap ini.
Sisca "aku kira hanya aku sendiri"
Sisca "kamu juga"
Sisca "kamu juga orang yang terlahir hidup kembali"
Melihat wajahnya Julietta, sepertinya dia hidup kembali lebih cepat daripada dirinya, batulah bisa menguasai kesempatan yang ada ini, Sisca hanya membenci diri sendiri yang terlalu lapang dada, tidak menyangka bisa ada orang kedua yang terlahir hidup kembali, sehngga mengakibatkan kejadia seperti ini, membuat terciptany sebuah cerita yang pahit dan sedih dialami Sisca.
Julietta sadar, tidak disangka Sisca mengira dia sudah terlahir hidup kembali, jika hidup kembali, mungkin juga benar. Tetapi dia hidup kembali den dengan tubuh yang berbeda, bahkan juga mengetahui alur cerita yang tidak diketahui Sisca. Julietta menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak mengerti apa yang sedang kamu katakan, jika mengenai masalah Erick, mohon maaf, kami sungguh tdak mungkin bisa bersama, aku juga tidak pernah memberikannya kesempatan sedikitpun"
Dia boleh bercerai nantinya, mau bersama pria baru lainnya, tetapi pasangan barunya itu tidak mungkin Erick.
"Lalu apa maksudmu, masih ingin mencari beberapa, sungguh hebat, diluar masih ingin mencari kekasih baru, ketika pulang masih ada suami, lalu berpura pura diri sendiri merupakan orang yang suci, sungguh memebuat orang merasa muak"
Ucapannya Sisca sungguh tidak enak didengar, Julietta tidak suka berdebat dengannya, jika mereka ribut dalam kantor ini, dan membuat masalah menjadi besar, setelah Sisca pergi juga tidak ada pengaruh apapun, dia masih bisa lanjut bekerja seperti biasa.
Julietta mengetahui jelas pikiran dalam hatinya Sisca, dia pasti sengaja mencari masalah, sehingga bisa membuat Julietta terlibat sesuatu hal yang buruk. Julietta tidak mau terjebak, dia hanya menganggap Sisca seperti sebuah kentang yyang sudah berjamur, sehingga dalam hatinya pun merasa tenang.
"Kamu silahkan pergi" Julietta berkata tenang.
"Nanti satpam yang bertugas keliling akan segera kemari, dan diruangan lain juga masih ada banyak karyawan yang belum pulang, aku harap kamu bisa berpikir jernih, jika kamu disini membuat masalah dan keributan, maka Erick akan semakin tidak suka pada dirimu"
Mendengar nama Erick disebut, Sisca tertawa dan dimatanya terlihat air mata yang menetes keluar.
__ADS_1
"Dia tidak suka padaku, kamu dengan mudahnya mengatakan ini padaku" jerit Sisca.
Julietta pun terdiam, Dia hanya mengira kalau Sisca dan Erick sedang betrtengkar, tidak tahu bahwa hubungan mereka sudah putus. Melihat ekspresinya Sisca yang begitu kecewa sekali ketika membahas tentang Erick. Julietta pun menyadari mungkin keadaan yang dia tidak ketahui, hubungan perasaan mereka berdua sudah terjadi perubahan besasr.
Sisca berkata sambil mengeluh "aku tidak bisa menjalani hidup dengan baik sekarang, berdasarkan apa kamu bisa menjalani hidup dengan baik"
Sisca hanya ingin membuat masalah besar, dia ingin nama baiknya Julietta bisa menjadi buruk, seperti sudah jatuh kedalam lumpur dan sulit untuk berdiri lagi, begitu Sisca baru akan merasa puas dan senang.
Julietta tidak bisa menunggu hingga ada orang yang turun kebawah, matanya melihat ekspresinya Sisca semakin aneh, dia pun mulai menoleh kepintu keluar darurat, sepertinya dia harus menghindar darinya. Sisca menyadarinya dan mendorong Julietta.
Sisca menunggu balasan Julietta, supaya dia bisa mengundang perhatian satpam dan orang lain, sebaiknya ribut sampai besar, sehingga bisa membuat orang lain melihat bagaimana perbuatannya seorang desainer gambar Julietta.
Julietta ingin menghindar darinya. Dia sudah kerja seharian, tubuhnya terasa lelah, tidak cukup tenaga untuk ribu dan membalas orang ini, lalu tidak lama kemudian dia terjatuh kelantai, kepalanya hampir terbentur sudut dinding, kali ini sungguh kacau jika sampai dia kenapa kenapa.
Julietta berpikir, kali ini apakah dia akan mati. Sisca pun segera berteriak. Ada orang yang datang dengan cepat dan segera mengangkat Julietta. Julietta melihat orang itu tapi tidak jelas, lehernya ditahan oleh seseorang. Sisca punberpura pura jatuh kelantai, mengeluarkan suara jeritan sakit. Kepala Julietta merasa pusing, dia merasa otaknya menjadi kosong terdim beberapa saat, bahkan beberapa kali memanggil nama David.
"David David, kamu tidak apa"
David terus menatap Julietta dan mulai merasa sediki takut khawair. Perasaan yang dirasakan David ini sepertinya belum pernah dirasakan Julietta sebelumnya, tetapi sekarang ini Julietta sungguh tidak ada tenaga untuk berpikir alasannya.
Julietta takut dirinya telah merepotkan David, dia masih belum sempat meluruskan badannya tuk berdiri, tiba tiba sudah digendong David. Dia terus mendengarkan detak jantungnya David yang kencang dan merasakan otot otot tubuhnya yang kekar, keras seperti sebuah batu, akan tetapi tangannya yang ada dibelakang punggungnya dari tadi terus bergetar. Bahkan bergetar dengan cukup keras.
Julietta seperti sedang berbaring dalam rangkulannya David, dia tidak berani untuk bernafas dengan kencang. Dia juga melihat pundaknya David seperti ada cairan yang mengalir, bajunya juga sudah menjadi kotor karena menyelamatkan dia tadi. Julietta mulai meneteskan air mata, lalu berkata.
"Kamu terluka, ayo kita segera kerumah sakit"
David "Jangan gerak"
David menelan salivanya dan tenaga ditangannya masih terasa begitu kuat membopongnya.
"Biarkan aku untuk menggendongmu sebentar"
Seperti mimpi saja tetapi terlihat begitu nyata, dia tidak ingin melepaskan tangannya.
Sisca yang masih disampingnya terbengong baru ingin berputar badan untuk kabur, tetapi dia sudah ditahan oleh Tomy dan beberapa satpam yang sudah ada disana. Satpam pun segera menahan Sisca supaya tidak kabur.
Tomy dengan wajah paniknya mendekati mereka berdua, bertanya bagaimana keadaan mereka berdua, sambil menelepon panggilan darurat rumah sakit.
"Bos kamu tidak apa kan, nona juga tidak apa"
Sisca hanya terdiam disana dan berpikir, bos? Nona? Tunggu Tomy ini bukannya bos Aquarius ini. Dalam hatinya tiba tiba merasa sesuatu yang tidak enak. Kabarnya Aquarius ada seorang bos besar misterius yang tidak pernah memunculkan wajahnya, kabar ini terus tersebar luas, lalu apakah dia adalah. Wajahnya Sisca tambah pucat dan tiba tiba dia pingsan.
Lengan David terluka oleh pecahan gelas. Dalam keadaan darurat Julietta tidak sadar sama sekali kenapa ada pecahan gelas, untung sja jaketnya menahan agar pecahan kaca itu tidak masuk kedalam dagingnya. Julietta sangat khawatir.
David dibawa untuk mengobati lukanya, Sisca yang pingsan belum diperiksa untung saja dia pingsan karena hanya tekanan darah rendah, perawat memberikannya transfusi darah, mungkin sebentar lagi akan sadar.
Julietta duduk tidak bisa tenang, dia jalan bolak balik hingga membuat mata dan kepala Tomy pusing. Tomy bertanya sambil tertawa. "Kakak ipar, apa yang membuatmu panik, itu hanya luka baret kecil"
"Hali ini terjadi karena aku" julietta sebenarnya memiliki kesempatan untuk kabur, tetapi ia sendiri tidak bisa tenang hingga membuat David terluka.
Julietta biasanya sangat aktif, jika bukan karena duduk dikursi kantor selama seharian tadi badannya kaku hingga tidak bisa bergerak, dan juga tidak akan dengan mudahnya terdorong oleh Sisca. Mendengar informasi Tomy, kalau Sisca bisa menerobos masuk melalui Yani yang hubungan dengan beberapa satpam sangat baik, tetapi setelahnya Satpam satpam itu dipecat Tomy.
__ADS_1
Polisi yang baru tiba menanyakan keadaan pada beberapa orsng, Julietta menjawab dengan jujur. Mereka telah mendapatkan rekaman cctv lantai kantor Julietta, tunggu Sisca sadar maka akan dibuat catatan kasus, sekarang merka mengamati rekaman itu dahulu. Karena hali ini yidak membuat luka secara langsung oleh Julietta, David terluka ringan, perilaku Sisca juga tidak akan membuatnya masuk penjara.
Julietta hanya ingin menjauh dari Sisca, wanita ini sudah gila, siapa yang tahu selanjutnya ia akan kumat dan menggigit siapapun. David keluar ruangan. Tomy baru saja mau menghampiri, disalib oleh Julietta, ia menggaruk kepalanya dengan malu, mungkin saja bos berharap ia menghampirinya, sebaiknya ia memberikan waktu suami istri itu berduaan