Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
81


__ADS_3

David melepaskan beberapa kancing dibajunya sendiri dengan satu tangannya sambil terus menciumnya, ciumannya dari bibir menurun kelehernya yang halus. Kali ini petani buah David sudah bisa membuat beberapa stroberi kecil yang merah secara terang terangan.


Kulit Julietta menjadi merah karena malu seperti udang rebus. Tidak tahu sejak kapan gaun putihnya sudah terjatuh dilantai, gaunnya sangat lecek, terlihat jelas sudah beberapa kali diputar putar tarik. Julietta terus terlihat tidak sadar, seakan akan tadi dia adalah orang yang minum anggur paling banyak,


Dibawah lampu yang redup, dua orang diatas ranjang kulitnya saling menempel dengan erat. Disaat ini kalau menganggap David adalah serigala berbulu dan besar juga sudah terlambat.


David yang sehari harinya itu lambat seperti kura kura, kalau sudah diranjang bercumbu seperti berubah, ini membuat Julietta sedikit takut. Julietta seperti makanan lezat yang ada diatas piring, dia sudah melihatnya, sudah diciumnya, hanya menunggu untuk dicicpinya, setelah merasakan rasa nikmatnya, dia langsung menunjukan wajah aslinya dan menelan semuanya ke dalam perutnya. Julietta menangis kesakitan.


Dia menangis sangat hebat, tangisannya lebih kasihan dari hari ini saat turun dari mobil, walaupun David menghiburnya, menciumnya, mencium matanya dan mencoba menenangkannya, tapi tetap saja tidak bisa menghentikan tangisannya.


Julietta berpikir semua yang ada di cerita dan film porno adalah bohong, katanya seketika langsung seperti melayang di awan dan merasakan kenikmatan yang tiada duanya. Disaat ini dia hanya ingin menendang David, dan dia juga mau memukul David, agar David yang tidak ada perasaan ini tahu kalau dia sesakit apa. Hanya saja dia sudah tidak ada tenaga, seperti tulang dibadannya diambil setengah, Julietta bahkan juga sudah tidak bisa bicara. Terakhir dia hanya menangis dan menggigit bahu David. Yang gawat adalah David sepertinya lebih bersemangat saat digigit. David terus mencium bibirnya.Disaat Julietta sudah tidak bisa melawan, David mendekati telinganya dan berbisik "Panggil aku kak David".


Hampir tidak tidur semalaman. Julietta yang seperti dilindas ban mobil beberapa kali hampir saja meninggal ditempat, dia membuka matanya dan melihat wajah David yang terlihat bahagia didepannya.


Ini membuat Julietta sangat tidak senang, sangat sangat sangat tidak senang. Karena marah, tubuhnya memiliki tenaga dan respon pertamanya adalah menendang David. David yang belum sempat merespon langsung ditendang jatuh dari ranjang, aduh.


Julietta menatapnya dengan marah "Dasar tidak tahu malu"


Mengingat kemarin malam ada seseorang yang terus memaksanya untuk memanggil kaka David, muka Julietta merah sampai seperti bisa memanggang satu telur. Dia perlahan membuka selimutnya, sudah diduga didalamnya dalam kondisi tidak pakai apa apa. Julietta langsung menarik selimut dengan erat.


"Aku mau ganti baju cepat keluar keluar keluar"


David mengenakan baju tidur yang longgar dan masuk ke kamar mandi untuk cuci muka. Julietta langsung mengambil bajunya.


Tidak disangka semalam dia salah strategi dan tidak berhasil mempertahankan garis bertahan terakhirnya. Otaknya tiba tiba membayangkan kelakuan David semalam, mukanya sangat terlihat menyentuh hati orang, membuat Julietta tidak bisa mengalihkan pandangannya.


Dia hampir saja melamun melihatnya dan tentu saja juga lupa melawan David. Julietta menepuk nepuk kepalanya sendiri agar dirinya sadar sedikit. Tanpa ekspresi Julietta mengenakan kemeja David. Dia tetap tidak bisa keluar dari perasaanya yang sangat malu.


Seluruh badannya sangat sakit, stroberi kecil dilehernya mau tidak mau ditutupi oleh kerah bajunya. Tiba tiba pintu kamar mandi terbuka.


David bertanya "oh ya kamu mau.."


Mereka berdua saling bertatapan. Baju Julietta baru dipakai setengah dan tersangkut ditengah. Dia langsung menatap ekspresinya juga kaku. Waktu terasa berhenti disaat ini.


David "Kamu mengejutkan aku"


Julietta "Kamu masih manusia bukan"


Akhirnya David tetap tidak bisa menghindari nasibnya dipukul bertubi tubi oleh Julietta,


Setelah pulang dari vila, semua orang tidak ada, membuat Julietta selalu menjaga jarak dengan David. Sejak malam itu, Julietta selalu merasa tidak nyaman ketika melihat David, bahkan dia merasa ingin pindah dan menjauh dari David. Julietta menyimpan cincinnya dalam kotak di laci lemari, dia tidak mungkin mengenakan cincin sebesar itu diluar. 


David yang terlihat tenang, malam seperti monster, siang seperti pria busuk. Gaun pengantin juga disimpan dalam lemarinya. Untung saja didalam kamar ada lemari yang sangat besar untuk memuat gaun itu.


Dia membuka pintu lemari dan melihat gaun putih yang tergantung didalamnya, dia masih bisa merasakan perasaan manis saat mengenakannya. Julietta sesaat sedikit tidak fokus.


Sekarang dia benar benar sudah menikah dengan David, bukan pernikahan palsu yang seperti nyata, bukan David yang menikah dengan orang lain, tapi adalah satu pernikahan milik mereka.


Dia berpikir ini sangat lucu, kehebohan yang dibuat oleh rombongan mobil sport mewah hari itu, semua orang dikantor mambahasnya, tidak tahu anak dari keluarga kaya mana yang membuatnya. Mereka menyebutkan semua nama orang kaya dikota ini, tapi sama sekali tidak membayangkan kalau orangnya sedang duduk di kantor mereka juga.


Mereka naik mobil bersama, Julietta duduk dengan tenang. Saat pagi hari kekantor dia tentu naik mobil bersama dengan David, mengingat stroberi kecil dilehernya yang selalu ditanam petani buah David setiap malam itu, masih belum hilang. Julietta merasa sangat canggung dan diam diam duduk menjauh dari David.


Julietta berpura pura memainkan ponselnya, tapi sebenarnya dia sedang melirik ke David. Rambut David kembali menjadi berantakan dengan satu helai rambutnya yang berdiri, ini membuat dia terlihat sedikit aneh.


Dia mengenakan jaket hitamnya dan satu tangannya memegang HPnya, dengan sangat serius sedang membaca, Julietta agak terkejut, itu bukannya tampilan itu. Dengan samar dia melihat beberapa kata, dia semakin penasaran dan langsung mendekatinya menggeser duduknya, belum sempat melihat jelas, layar HP David tiba tiba menjadi gelap dan memperlihatkan muka dia yang sedikit kotor.


David bertanya "Kamu mau ngapain"


Julietta langsung bergeser lagi dan menjaga jaraknya dengan David "Tidak apa, hanya lihat lihat saja"


Mereka berdua kembali hening. David bersandar dikursi sambil menutup matanya. Julietta lanjut memainkan ponselnya dengan tidak fokus, Diana mengirmkannya pesan dengan bersemangat dan katanya mau mengajak bermain pubg, tapi ditolak oleh Julietta dengan alasan sibuk dengan pekerjaan yang banyak dikantor,


Saat Julietta sedang megetik, David disebelahnya bertanya dengan lembut "Badan kamu masih sakit tidak"

__ADS_1


Julietta terkejut dan ponsel ditangannya terjatuh, dia langsung menundukan kepalanya mencari ponselnya, ada satu tangan yang panjang sudah mengambil ponselnya dari bawah kakinya dan diletakan diatas lutut Julietta. Julietta mengangkat kepalanya dan melihat wajah David yang diperbesar.


"Pinggang sakit" tanya David.


"Bagaimana mungkin"


David terlalu dekat darinya. Julietta ada seketika membayangkan kejadian David berada diatas tubuhnya, muka dia juga sedekat ini sambil memanggil namanya dengan nafasnya yang berat, muka Julietta agak memerah dan langsung bersandar melihat keatas.Brak.


Kepala belakang Julietta menabrak jendela mobil, dia pun langsung kebingungan dan melamun ditempat. David menertawainya hahaha.


Dia masih berani menertawakannya, memangnya bukan karena dia yang tiba tiba mendekat jadi Julietta menabrak kaca jendela. Melihat muka Julietta yang gelap, David pun langsung terdiam.


David mengulurkan tangannya, dibawah tatapan Julietta yang bingung, David mengelus kepalanya dengan lembut. Gerakan tangannya lembut tapi bertenaga mengelus belakang kepala Julietta yang tadi menabrak kaca jendela tadi, lalu dia bertanya lagi.


"Masih sakit tidak"


Tampangnya seperti sedang menghibur seorang anak kecil dengan penuh kesabaran dan kelembutan. Detak jantung Julietta menjadi lebih cepat, tanpa sadar dia menggelengkan kepalanya dan menjawabnya.


"Sudah tidak sakit"


"Bagus kalau begitu"


David menghembuskan nafasnya "Awalnya sudah cukup bodoh"


Supir menurunkan papan penghalang didepan agar tidak melihat satu peperangan tumpah darah dikursi belakang.


Maka saat masuk kerja, semua orang di Aquarius lagi lagi melihat kejadian sehari hari, istri bos yang dingin berjalan didepan dan melihat lurus kedepan tanpa ekspresi, bosnya berjalan dibelakang mengikutinya dengan pelan, kedua tangannya dimasukan kedalam kantong, ekspresinya sedikit linglung seperti baru diberi pelajaran. Karyawan kantor mulai berkomentar. Sudah diduga istri bos sangat ketat.


Julietta kembali keruangannya dan melanjutkan pekerjaanya hari ini. Marc datang keruangannya dan tersenyum ke Julietta.


"Bagaimana pengantin baru, mau bulan madu tidak"


"Apakah kamu pernah dengar kasus saat suami istri bulan madu, istrinya membunuh suaminya sendiri"


Julietta menyalakan komputernya dan melihat Marc.


"Untuk ketenangan masyarakat dan tidak merepotkan polisi, tidak pergi bulan madu adalah kontribusi terbesar aku terhadap diriku dan David"


Marc melamun dan tertawa.


"Oh ya, dua hari lagi mereka mau pesta teh lagi, kamu mau ikut tidak"


"Orangnya yang datang sama seperti yang terakhir itu"


"Iya"


"Ok kalau ada waktu aku pasti akan kesana"


"Bagus kalau begitu, mereka sangat suka sama kamu"


Mereka tertawa berssama.


Marc selalu menaganggap Julietta sebagai anaknya sendiri, selalu mencari kesempatan untuk memujinya dari depan atau dari belakang, Julietta tahu, Marc takut dia tidak ada rasa percaya diri. Julietta juga sedang berusaha untuk terus maju kedepan.


Setelah sibuk sampai lelah, Julietta menuang segelas kopi dan meminumnya dengan santai. Disaat ini HPnya berbunyi beberapa kali. Ada pesan masuk dari Tomy.


Tomy Nyonya.


tomy Nyonya kamu disana tidak


Tomy Nyonya aku mau bicara sesuatu sama kamu.


Tomy Nyonya kalau kamu tidak balas aku akan langsung kesana.

__ADS_1


Tomy. Nyonya aku sebentar lagi sampai.


Satu baris kata Nyonya membuat Julietta kebingungan. Biasanya Tomy sepanik ini pasti ada hal yang buruk. Untuk mencari aman, Julietta memutuskan untuk meninggalkan HPnya dimeja dan pergi ke ruangan lain.


Dia baru meletakan gelas kopinya dan mau pergi, pintu ruangannya tiba tiba dibuka dan ada seseorang yang masuk. Orang itu tentu saja adalah Tomy.


Julietta "Kamu mau apa. Saat jam kerja kenapa datang ke ruangan aku"


Tomy mendekati Julietta dengan hati hati lalu bicara "Nyonya aku mau minta bantuan sama kamu"


Julietta "Maaf aku akhir akhir ini sangat sibuk, lebih baik cari orang lain"


Tomy cari dia pasti tidak ada hal yang baik. Ini adalah kesimpulan yang didapat Julietta. Muka Tomy menjadi murung.


"Jangan kamu lihat, aku juga bantu pernikahan kalian, aku membantu kalian, kalian tidak bisa bantu aku sekali saja"


Julieftta "Jangan kamu bahas sekretaris manis kamu lagi, kamu seperti ini saja aku juga sudah mau memukul kepala busuk kamu"


Kalau mau dibandingkan siapa pria yang lebih busuk, Tomy tentu saja yang nomor satu. Setidaknya David terkadang terlihat masih keren.


Tomy sedih "Nyonya, tolong bantu aku, aku hidup beberapa tahun ini, pertama kalinya menemukan cinta, siapa yang sangka sangat sesulit ini"


Julietta "Kalau mau bilang sesuatu ya bilang saja langsung ke dia, kalau ada kentut ya keluarkan saja"


Tomy "Bagaimana kalau akhir minggu ini kita berempat kencan"


"Aku ajak dia keluar pergi berdua tidak mau, kalau bilang ini ide kamu, dia pasti tidak akan tolak"


Tomy tersenyum, karena ekspresinya yang tidak serius itu terlihat seperti minta dipukul.


"Seperti ini saat kita kencan, semoga kalian bisa bantu aku, sekalian bilang betapa aku suka sama dia, sekalian bilang kalau aku ini keren akan lebih bagus"


Julietta benar benar tidak akan pilih kasih, dan juga tidak akan pernah berdiri dipihak David.. Tapi Tomy ini benar benar tidak mengerti, mau meminta David membantunya, kalau bahas siapa yang lebih busuk, Tomy memang nomor satu, kalau bahas yang lain, David berdiri ditempat dan menunjukan mukanya yang ganteng saja sudah bisa membuat semua pria menjadi rendah diri.


Julietta terbatuk "Ini tidak begitu baik, kalau tidak, kamu pikirkan cara lain lagi"


Tomy sepertinya tidak sadar dan masih melambaikan tangannya dengan percaya diri. "Kamu tenang saja, sisanya biar aku yang atur"


Julietta tentu saja berharap jalan cinta Tomy bisa lancar sedikit. Melihat tampang dia yang percaya diri seperti ini. Jukietta bertanya.


"Kamu sudah atur apa saja, coba bilang sekarang"


Tomy melihat sekelilingnya, setelah memastikan tidak ada orang, dia bicara pelan.


"Aku sudah beli satu buku namanya cara efektif dan cepat mengejar lawan jenis, buku itu bilang disaat seseorang sangat gugup, kalau disebelahnya ada lawan jenis, karena detak jantungnya bertambah cepat, maka otaknya akan memiliki penilaian yang salah dan mengira dirinya menyukai orang itu, jadi aku putiskan mengajak Weni bermain ke wahana yang mengacu adrenalin, seperti rumah hantu dan lainnya"


Julietta terdiam berpikir dengan dalam, seperti ada sesuatu, aneh kenapa ucapan Tomy ini seperti pernah dialaminya.


Setelah itu Julietta mengesampingkan urusan Tomy sementara. Sudah janji kencan berempat, tapi semuanya tergantung pada keberuntungan Tomy.


Julietta disaat ini juga mau melihat respon dari Weni, kalau dia merasa tidak suka lalu terganggu dan merasa kesal, dia pasti akan menghentikan Tomy.


Sesampainya pulang kerumah bersama David, mereka berdua sama seperti biasanya mengganti baju, Julietta masak didapur. Julietta membelakangi kulkas, dibelakangnya terdengar langkah kaki David mendekat membuka kulkas dan suara langkah kaki David yang mulai menghampirinya, badan Julietta menjadi tegang dan takut dia berbuat macam macam.


Untung saja Julietta hanya berpikir terlalu banyak, David hanya datang mengambil satu botol minuman. David membuka botolnya dan diminumnya sampai habis lalu bertanya.


"Malam ini makan apa"


"Oh ini sup daging brokoli"


Pandangan David tertuju ke arah panci.


Julietta "Tidak boleh dimakan, dagingnya masih belum matang"

__ADS_1


__ADS_2