Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
30


__ADS_3

Diantara mereka dari awal memang tidak pernah ada yang memulai. Sisca masih tidak mau menyerah.


Dengan air matanya dia menatap Erick "kak Erick, aku yang salah bicara, kamu jangan masukan kedalam hati, aku sudah kenal kamu beberapa tahun, aku ini orangnya seperti apa, apakah kamu tidak jelas"


Erick mengerutkan alisnya "orang bisa berubah"


Wajah Sisca menjadi pucat "maksud kamu apa, aku berubah"


Erick menghela nafasnya lagi "silahkan pergi"


Erick berubah secepat ini, membuat Sisca tidak berani percaya dengan kenyataan. Tiba tiba dia berpikir, jangan jangan istri Erick dikehidupan sebelumnya sudah muncul. Dada Sisca terlihat naik turun dengan cepat, nafasnya memburu. Dengan suara yang gemetar dia berkata.


"Apakah kamu sudah suka dengan wanita lain"


Setelah dia bicara itu, Erick juga ikut terkejut. Erick membungkam, dipikirannya tiba tiba muncul gambaran wanita yang cantik yang tidak dapat tersentuh lalu menjawab "mungkin"


Sisca seperti tersambar petir dilangit yang cerah, tangisannya langsung turun seperti hujan, lalu dia memutar badanya dan lari menjauh. Erick melihat dia pergi, dan tidak bermaksud untuk mengejarnya.


Julietta bersin, aneh, siapa yang sedang membicarakan dia.


Surat perjanjian cerai sudah ditanda tangani, belum resmi, Julietta berencana untuk mendapatkan buku cerai terlebih dahulu agar lebih tenang sedikit lalu baru lanjut hidup dengan David.


Dia mencari disemua laci, tapi Julietta tidak menemukan perjanjian cerai itu, akhirnya dia menemukannya ada dilaci paling bawah, dia memeriksanya dan melihat dibagian tanda tangannya itu sudah berlubang besar. Jukietta langsung menelepon David. Tidak ada yang mengangkat.


Julietta terus meneleponnya, lalu dia mengambil perjanjian cerai yang tulis tangan, untung saja perjanjian ini tidak rusak. Hanya saja tanda tangan diatasnya itu, hari ini Julietta baru melihat dengan jelas. Daviss.


Pria ini bisa bisanya menulis namanya Daviss. Julietta sesaat tidak tahu harus berkata apa, dia benar benar dikalahkan dengan jalan piiran David. Julietta masih terus meneleponnya lagi, akhirnya David mengangkatnya.


Suara Julietta terdengar sangat galak "pulang sini aku pukul"


David disisi satunya dengan tenang bertanya "uang sudah habis"


Julietta "Uangnya belum begitu aku pakai, eh bukan, lihat apa yang kamu lakukan, perjanjian ini kamu yang rusak kan"


Suara David terdengar seperti tidak bersalah "bagaimana mungkin, mungkin digigit oleh tikus"


Pasti seekor tikus yang bernama David. Julietta mengatur nafasnya dan berkata dengan tenang "kamu dimana, aku cari kamu"


David terdiam beberapa detik dengan mencurigakan. "Aku sedang dinas luar kota" 


suara dia mengambang, sekali dengar juga tahu itu adalah bohong. David baru selesai bicara, terdengar suara Tomy ditelepon itu "bos sudah selesai telepon belum"


David "emmm ...... bersama Tomy"


Juletta "ok aku sebentar lagi akan ke kantor, kamu tunggu aku.


Hari itu benar benar terobsesi dengan David, Julietta saat ini sedikit bingung, karena dia sama sekali tidak mengerti kenapa David berbuat seperti ini.


Julietta mematikan teleponnya, lalu mengganti pakaiannya dan pergi mencari David. kantor tidak terlalu jauh, Julietta tiba dengan cepat, hanya 30 menit. Marc sedang izin jadi Julietta tidak kerja dan libur hari ini, siapa sangka akan ada kejadian seperti ini.


Langkah kaki dia sangat cepat, sepatu hak, tingginya mengeluarkan suara yang nyaring, lalu dia belok dan hampir menabrak seseorang. Pandangan Julietta samar, untung saja orang itu lebih cepat refleknya daripada dia, dia menangkap lengan Julietta dengan stabil. "Maaf, maaf"


Julietta mengangkat kepalanya dengan sedikit takut, lalu dia melihat ternyata orang itu adalah Erick. Dia sedikit terkejut "Erick, kamu kenapa disini"


Erick dengan tersenyum berkata "Ada urusan pekerjaan sedikit, kamu kerja"


Julietta menganggukan kepalanya "iya ada urusan sedikit juga"


Erick "kalau begitu ayo kita naik bareng"


"Baik"

__ADS_1


karena kejadian canggung kemarin, Julietta tidak berinisiatif menanyakan kabar Erick agar tidak salah paham. Langkah kaki mereka berdua tidak cepat, dengan sadar diri Erick menjaga jarak, bicaranya juga sangat layak mengenai hal umum saja.


Berbicara tentang keadaan akhir akhir ini, Julietta melihat dia sudah membaik, Julietta juga senang mengetahui hal ini. Setelah beberapa waktu, Mengingat alur cerita Erick dan Sisca akan tunangan, kehidupan  bahagia Sisca akan segera tiba`


Julietta sedang naik tangga mengikuti langkah Erick, disaat yang bersamaan, David baru keluar dari pintu utama. Julietta memiringkan wajahnya sambil mengobrol dengan Erick, wajahnya membawa senyuman, tiba tiba dia melihat wajah David yang muncul dipandangannya, membuat dia terkejut dan melompat, hampir saja kakinya keseleo.


"Hati hati" 


Erick menahan badan julietta, julietta langsung berdiri tegak dengan keadaan masih terkejut, dia menghembuskan nafas panjangnya.


Tas yang dijinjing Julietta terjatuh dilantai, semua isi barangnya berhamburan keluar, selain HP, kosmetik yang berantakan dilantai, juga ada dua dokumen yang keluar berserakan yang terlihat adalah dua tulisan kata perjanjian cerai yang besar. Erick melihat ttulisan  perjanjian itu dengan heran, lalu dia beralih menatap Julietta.


"ah maaf maaf"


Julietta langsung  berjongkok mengambil barangnya dan memasukannya kedalam tas dengan asal. Erick mengangkat kepalanya dan dia melihat David yang satu tangannya dimasukan kedalam saku celananya, maju beberapa langkah menuruni tangga melewati dia, mendekati dan menggandeng Julietta dengan pelan dia berkata "tidak apa"


Julietta kesal dan memukuli lengannya sebentar, gerakan kecilnya itu sangat dekat dengan David`


"ini semua salah kamu, susah dicari, ayo cepat jalan"


Julietta berpamitan dengan Erick sambil tersenyum ramah, lalu dia langsung digandeng ditarik jalan oleh David` Erick melihat mereka berdua pergi, tapi isi pikirannya hanyalah tulisan perjanjian cerai tadi, sesaat dia lupa tujuan dia datang kekantor ini untuk apa.


Julietta mengikuti langkah David keluar dari gedung kantor dan berjalan di trotoar. Wajah dia sudah tidak ada senyuman seperti saat berbicara dengan Erick, wajahnya terlihat kesal seperti ada yang hutang dengan dia.


Mereka berdua masuk salah satu cafe terdekat gedung kantor, duduk berhadapan, David memesan banyak makanan ringan sampai makanan itu memenuhi meja ada calamari, ayam popcorn, fish n chips, kentang goreng dan minuman dingin yang  tersaji di meja mereka, mereka akhirnya memulai memasuki topik utama.


Julietta bertanya "kenapa kamu merusak surat perjanjian cerai"


David bertanya balik dengan pelan lembut "kenapa mau cerai"


Julietta terkejut "maksudnya"


"kamu sedang suka dengan orang lain tidak"


"Hidup seperti sekarang ini nyaman tidak"


"emm nyaman"


"Jadi tunggu kamu memutuskan untuk berubah baru kita cerai"


Julietta sedikit terkejut, lalu dia merasa apa yang David katakan masuk akal juga, dia termenung berpikir dengan dalam, dia berpikir secara logika, dia pikir sepertinya bukannya tidak masuk akal juga. Tapi Julietta semakin bingung. Dia bingung sepertinya dia merasa sedikit dibujuk oleh David` Dia mengunyah kentang dengan bingung lalu dia memberikan tanggapan.


"Akan ada cinta kedua"


David "iya"


Maka, julietta yang dengan ingatan 5 detik itu langsung lupa dengan urusan kenapa David merusak surat perjanjian cerainya.


Malam harinya. Diivisi desain bilang mau ada acara  makan bersama semua divisi kantor, tapi Marc tidak bisa hadir, jadi Julietta tidak bisa menghindarinya. Walaupun dia bisa meminta Tomy untuk menolak, tapi demi menghormati Marc untuk memasuki suasana kantor, Julietta merasa lebih baik ikut pergi hadir.


Julietta dikantor selalu seperti ini, sebenarnya dia hanya berinteraksi dengan Marc dan Tomy saja, karyawan lainnya seperti apa dia tidak tahu sama sekali.


Saat Julietta masuk ruangan itu, beberapa orang didalamnya langsung bersorak gembira.


"wah wah wah wanita super cantik akhirnya datang juga"


Juga ada orang yang tidak begitu kagum dengannya. Bagaimanapun juga proyek game baru masih dalam proses pembuatan, kemampuan sebenarnya dari julietta itu mereka tidak tahu, tentu saja mereka masih mengira dia adalah karyawan yang tidak tahu asalnya darimana.


Julietta duduk dibagian wanita dengan malu malu karena dia merasa anak baru, hanya ada beberapa wanita, ekspresi mereka berbeda beda, sepertinya ini hanya makan makan yang menjebak. Julietta tersenyum ramah menyapa mereka, tapi ada orang yang membalasnya dengan bergumam "munafik"


Julietta tidak menganggapnya, dengan mentalitas yang baik itu dia duduk dikursi dengan tenang. Semua orang mengobrol, tentu saja mereka penasaran dengan identitas Julietta, pertanyaan tiada henti, Julietta hanya bisa bilang kalau dia sudah menikah, membuat beberapa karyawan pria langsung patah semangat.

__ADS_1


Setelah berbicara, makanan pun datang tersaji di meja besar, Julietta fokus makan karena dia malas ngobrol, dia mendengar beberapa wanita disebelahnya tertawa dengan pelan


"Dilihat dia seperti itu, sepertinya orang kampung"


"iya,seperti tidak pernah lihat makanan  mewah"


Julietta yang sedang makan tiba tiba menoleh kepalanya dan memandangi beberapa wanita itu, mata dia ketika tidak tersenyum sedikit terlihat ganas, membuat beberapa wanita itu langsung terdiam.


"maaf"


"tidak apa tidak apa"


Mereka semua langsung menggelengkan kepalanya. Melihat wajah Julietta yang sangat cantik,tapi tegas terlihat tidak mudah dipermainkan, mereka langsung sadar Julietta mungkin bukan orang yang mudah dibuli, sesaat mereka  para wanita jadi sedikit takut terhadapnya.


Wanita yang duduk disebelahnya persis berkata dengan pelan "Jangan pedulikan mereka, mereka hanya suka bermain satu grup"


Julietta tersenyum kedia "terima kasih"


Makan malam bersama mana mungkin tidak ada alkohol, anggur yang merah atau putih ada banyak tersaji di meja. Para pria dikantor tidak begitu mudah meminta rekan wanitanya untuk minum, mereka satu persatu datang hanya untuk menyambut Julietta, bisa dianggap juga sebagai ucapan selamat datang untuk karyawan baru.


Julietta tidak enak hati untuk menolaknya, mau tidak mau dia minum satu gelas. Dia tahu dia tidak bisa minum alkohol, minum anggur merah saja bisa mabuk, sudah diduga, setelah beberapa saat, Julietta sudah merasa sedikit mabuk.


Acara makan besama sudah hampir selesai, sudah ada  beberapa pria yang bergerak mendekati dia menawarkan untuk menemani mengantar dia pulang. Walaupun mereka ada yang sudah  punya keluarga dirumah, tapi bisa dekat juga sudah bagus bikin bahagia, wanita yang cantik dilihat makin lama bisa tambah umur.


Kepala Juietta sedikit berat, tanggannya memegang menahan kepalanya, matanya mengecil, lalu dia mengirim pesan ke David di Hp nya. Tolong jemput aku, lalu dia mengirim lokasi dia saat ini ke David.


Tidak berapa lama, ada satu bayangan orang datang, gaya jalan dia sangat santai, tapi keberadaanya, sangat kuat. Semua orang yang sedang berbicara langsung terdiam, koridor yang tadinya berisik tiba tiba menjadi sangat sunyi sepi, sendok yang terjatuh saja bisa terdengar. Pria ini adalah.


Didepan ada satu bayangan gelap, menghalangi cahaya lampu di atas kepala. Julietta mengusap matanya dan mengangkat kepalanya, ternyata David sudah ada didepannya.


David berdiri membelakangi cahaya, sedikit tidak terlihat ekspresinya, hanya tahu kedua matanya itu menatap Julietta. Julietta tiba tiba menghampirinya dan memeluk David dengan hangat, suranya ditarik sangat panjang, terdengar sangat manis menggoda.


"Kak David, kamu datang"


Para teman kerja disebelahnya yang melihat langsung bengong. Punggung David sangat kaku dan tegak seperti tiang listrik. Tapi Julietta sama sekali tidak merasakannya, dia merasakan badannya hangat . Didepan banyak orang, dia memasukan kepalanya kedada David dengan kuat, seperti orang dengan penyakit tulang, dirinya tidak bisa berdiri dengan stabil, seperti harus menempel menyender dengan badan David.


Wajah Julietta sangat merah, sinar cahaya lampu yang tergantung menyoroti wajah David yang putih mulus. Para karyawan sedang membahas identitas pria tampan itu dengan berbisik.


Sepertinya itu suami Julietta, pria tampan wanitanya cantik, sangat cocok, hubungan mereka berdua juga sangat baik, benar benar membuat orang cemburu, gumam mereka. Dibawah tatapan mereka semua, David menundukan kepalanya dan mau menariknya, Julietta sedikit tidak bersedia. Kepala dia sangat pusing, dirinya sendiri tidak ingat apa apa.


Dia membuka kedua tangannya dan berdiri ditempatnya, matanya yang mabuk dan samar samar terlihat seperti bisa terjatuh kelantai kapanpun. Dia berkata "gendong aku"


Para pria disana sangat salut dengan ketenangan David, kalau mereka mana mungkin bisa menahan diri melihat wanita cantik manja seperti ini.


 David yang berdiri didepannya menghela nafasnya, sedetik kemudian dia melakukan gerakan yang tidak terpikirkan oleh semua orang. Dia tiba tiba jongkok, lalu memegang pinggang Julietta dan berdiri. Seperti mengangkut karung beras, Julietta yang tengah mabuk itu bergantung di bahunya. DIa menghela nafasnya, menimbang nimbang Julietta seperti membopong karung. "Kamu berat sekali"


Mereka semua heran, apakah ini kata kata yang bisa diucapkan oleh pria. Telinga sensitif Julietta yang setengah sadar itu mendengar dengan jelas perkataan David, dia memukul bahu David lalu dengan sedikit berteriak."turunkan aku"


David sama sekali tidak perduli dengan pemberontakan dia, dia pergi dengan mambawa karung, eh bukan membawa Julietta. Meninggalkan para penonton yang saling menatap bingung.


Selama perjalanan itu Julietta sangat ribut meracau.Duduk didalam taksi, dia menendang nendang dan bergerak kesana kemari, David pikir apa dia harus membeli satu  tongkat dan tali agar dia tidak berisik lagi.


Supir taksi kebingungan "wanita kecil ini sangat ribut ya"


David belum sempat menjawab, tiba tiba ada satu kepala muncul disebelah supir, rambutnya berantakan dan berteriak marah "kita sudah menikah"


Mobil berputar dijalan aspal dan mengeluarkan suara nyaring karena supir terkejut mengerem mendadak sambil mengeluarkan keringat dingin` "Tolong kamu jaga dia dengan baik"


Lalu Julietta meletakkan kepalanya lagi kedalam pelukan David, Julietta bergumam dengan pelan "itu siapa, galak sekali"


David diam diam menutup mulut Julietta supaya tidak berbicara lagi`

__ADS_1


Taksi yang rem mendadak itu menarik perhatian polisi lalu lintas yang sedang patroli dijalan, mereka membawa mobil polisi menghampirinya, polisi yang duduk disebeah kursi pengemudi melihat supir mengendarai taksi dengan kepala penuh keringat dingin, sementara dikursi penumpang ada pria berjaket hitam yang duduk sedang menundukan kepalanya, tangannya menutupi wajah wanita, wanita yang terbaring dikursi itu masih memberontak dengan lemah, seperi adegan penculikan. polisi jadi curiga.


__ADS_2