Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
96


__ADS_3

Ekspresi David yang keras sampai merasa seperti malam ini juga Julietta akan langsung hamil, setelah hamil akan melahirkan anak, lalu pergi menghilang, meninggalkan David dan anaknya berdua menjadi sangat kesepian.


Julietta tahu David pasti masih memikirkan cerita mitos itu, tapi dia tidak bisa menjelaskan apa apa, jadi mau tidak mau dia melihat David pergi melangkah keluar.


David kembali dengan cepat, Julietta hampir mengira dia ini pulang dan pergi dengan berlari. Saat dia pulang, tangannya membawa dua kantong plastik besar yang penuh.


Julietta "Kamu buat apa beli sebanyak ini."


David membantahnya dengan serius. " ini tidaklah banyak."


Kalau bukan karena sudah habis dan tidak pernah membelinya lagi selama dia menghilang, dia mungkin akan beli lebih banyak lagi. David mau membuat Julietta melihat, dia bukan hanya bukan tidak bisa lagi tapi dia masih sangat sangat bisa.


David lamgsung menyerangnya, menciumnya bertubi tubi, mencumbunya, Julietta terakhirnya sampai meminta ampun, suaranya sampai serak pun tetap tidak membuat David berhenti mencumbunya, tapi malah membuatnya semakin semangat, dia membuat Julietta sangat lelah, bahkan sudah tertidur jam berapa juga tidak tahu.


Ini membuat dia di keesokan harinya itu Julietta baru terbangun di siang hari menjelang makan siang. Seluruh badannya terasa seperti dilindas oleh ban mobil, semuanya sakit. Dia memukul dan mencubit David dengan keras, tapi David tidakk merasakan apa apa, bahkan dia hanya menundukan kepalanya dan mencium bibirnya mulai **********, terlihat seperti mau lanjut lagi tapi langsung dihalangi oleh Julietta.


Dia tidak ingin memalukan sampai berbaring di ranjang beberapa hari dan tidak bisa bangun. Julietta berbaring di ranjang, tiba tiba dia mengingat ekspresi David yang keras lalu dia bertanya.


"Kalau aku hamil, apakah kamu akan minta aku untuk mengugurkannya."


David yang berbaring di sebelahnya sedang memainkan rambut Julietta dengan jarinya, mendengar itu dia terdiam sebentar lalu menjawabnya.


"Kalau kamu mau, maka jangan dibuang."


"Lalu."


"Jaga janin dengan baik, kesehatan ibu hamil itu paling penting."


"Lalu."


"Saat melahirkan anak pasti akan memerlukan tenaga, jadi kamu perlu banyak nutrisi."


"Lalu."


"Bayinya dilanirkan?"


"Lalu."


David berhenti memainkan rambutnya lalu menatapnya dengan santainya bicara.


"Lalu, kita cari keluarga yang baik untuk dia."


Saat belum sampai tahun baru, sudah ada satu berita yang mengejutkan. Erick mau menikah. Julietta langsung terkejut, senag setelah mengetahui berita ini. Bagi dia yang melewati semua kejadian selama setahun lebih disini tidak pernah dengar Erick punya pacar, tidak disangka Erick sudah mau menikah.


Dia mengundang Julietta dan David, lalu sambil bercanda dia juga bilang kalau David tidak bisa datang juga itu bisa dimengerti. Julietta membalas pesannya dengan satu emotikon tersenyum. Ponselnya berbunyi, Erick mengirim satu foto pra pernikahannya.


Wanita di sebelah Erick sangat cantik dan imut, badannya kecil dan masuk di pelukan Erick, senyuman mereka manis dan enak dilihat. 


Erick yang akan menjadi mempelai prianya menundukan kepalanya menatap pasangannya dengan tersenyum, binar rasa cinta dari mereka berdua terlihat sangat besar.

__ADS_1


Julietta merasa bahagia untuk mereka, di saat dia sedang mengetik kata kata ucapan selamat dan mau dikirim, ada satu tangan yang melewati belakang bahunya dan mengambil ponselnya untuk diperiksa membacanya.


David bertanya "Kenapa tulis sebanyak ini."


Julietta "itu semua kata ucapan doa pernikahan."


David "Tidak bisa."


David menghapus hampir semua beberapa baris dari kalimat itu dan hanya menyisakan satu kata selamat, lalu dia kirim.


Erick membalas pesannya dengan cepat. Ini pasti David.


Julietta belum sempat menertawakannya, dia sudah melihat David masuk ke halaman kontak, Julietta lamgsung menghalanginya.


"Hei kamu jangan blokir dia."


Acara pernikahan Erick terlihat sangat ramai. Acaranya diadakan di satu hotel yang mewah dan ada banyak temannya yang di undang. Di meja Julietta ada David di sebelahnya, Tomy dan yang lainnya, selain David yang sedang menundukan kepalanya mengupas kacang, orang yang lain semuanya bertepuk tangan ke arah pengantin.


Mempelai pria dan wanita berdiri di tengah panggung dan saling tersenyum, mempelai pria merangkul mempelai wanita dan mencium bibirnya. Lampu sorot di arahkan ke mereka berdua, di hall utama terdengar suara alunan lagu yang lembut, mereka berdua yang serasi itu sangat membuat orang iri.


"Wah sangat romantis sekali." 


Julietta bicara sambil melipat tangannya dan mata Weni yang duduk di sebelahnya mukanya menjadi memerah. Dua pria yang duduk di sebelahnya sedang melihat satu sama lain, dan di mukanya tertulis tidak mengerti.


Weni bicara "Acara pernikahan aku nanti mau diadakan di pantai."


Julietta menjawab "kalau aku, eh lupakan saja aku sudah menikah."


Di zaman sekarang kalau tidak punya wajah yang menarik pasti tidak enak jadi bos. Erick tersenyum kepada mereka dan memperkenalkan mempelai wanitanya kepada mereka. Julietta tersenyum dengan sangat senang, tidak disangka David membisikinya. "Tidak boleh tersenyum."


Julietta sangat bingung heran dengan rasa cemburu yang aneh ini. Sejak menerima undangan itu sudah tidak senang, setelah acara selesai, tetap saja menarik Julietta jauh jauh, seperti seakan akan mereka benar benar pernah berhubungan. Mereka berdua jalan pelan di jalanan, cuaca malam ini lumayan bagus, walaupun suhu tidak tinggi, tapi tidak ada angin yang dingin.


Julietta bicara "Kamu berikutnya tidak boleh seperti itu, kamu jangan buat Tomy dan yang lainnya salah sangka."


David hanya mengangguk sambil menggandeng tangannya dan dimasukkan ke dalam kantong celananya, gerakannya juga lambat terlihat seperti tidak menganggap serius kata kata Julietta.


Ada beberapa orang setelah menurunkan rasa kecurigaannya akan mulai bicara macam macam. Tapi David  bisa perlahan lahan kembali normal, bagi Julietta adalah satu hal yang sangat bagus,


Sesampainya di rumah Julietta baru ingat dan bertanya.


"Oh ya, CD saat kita menikah saat itu disimpan dimana."


David yang sedang duduk di sofa fokus mengupas kuaci melihatnya dan menjawabnya. "Di atas meja di ruang kerja, ada USB warna hitam."


"Baik aku cari kesana."


Mereka berdua sudah tinggal bersama selama ini, tapi Julietta sangat jarang masuk ke dalam ruang kerja David, bukan karena tidak boleh masuk, tapi karena ruangan David itu sangat simpel dan bersih, tidak ada rahasia sama sekali, kalau bukan karena ada urusan, Julietta juga malas masuk ke ruang kerja David.


Pintu ruang kerjanya terbuka, sekarang David sangat jarang menutup pintu ruang kerjanya itu, fokusnya lebih banyak ditujukan pada keberhasilan dia tidur bersama diranjang Julietta. Dia melihat kotak hitam kecil dan mengira itu kotak USB, dia membukanya tapi didalamnya dia melihat sesuatu yang sangat tidak asing, yaitu satu butir kotoran kambing.

__ADS_1


Di dalam kotak itu ada kain beludru putih yang menjadi alas batu bulat hitam kecil itu yang telah diikat tali merah dan bersinar indah, terlihat jelas sering diusap. Julietta melirik David yang sedang duduk di sofa, dia masih sibuk mengupas kuacinya, Julietta tertawa kecil dan tersentuh. Ternyata yang David bilang sudah dibuang itu bohong, ini selalu ada diatas mejanya. Julietta memutuskan untuk pura pura tidak melihatnya dan meletakkan batu itu kembali ke posisi semula.


Ternyata USBnya ada di belakang monitor, sepertinya sudah sering digunakan beberapa kali, bagian luarnya sedikit tergores, Julietta yang bersemangat menarik David untuk melihat bersamanya rekaman pernikahan, tapi David tiba tiba berdiri dan berkata. "Aku sepertinya ada urusan."


Tidak tahu kenapa dia memiliki satu firasat yang buruk. Dengan muka cemberut Julietta memaksa David untuk menonton bersamanya. Tampilan di awal video itu sangat indah, terlihat Julietta yang sangat cantik mengenakan gaun pengantin jalan keluar turun dari mobil dan juga Julietta yang sedang menghapus air matanya. Disaat Julietta menghilang itu, David sudah melihatnya sampai ratusan kali, tentu saja tahu selanjutnya akan ada apa. David mencoba mengalihkan topik.


"Aku lapar sekali."


Julietta menarik lengannya "Tahan dulu."


Setelah itu gambar membesar dan selalu tertuju ke wajah Julietta yang menangis, dengan sangat jelas mereka. Perubahan ekspresinya, bahkan saat menangis itu bayangan air matanya juga terlihat dengan jelas, orang yang tidak ahli tentu saja tidak akan bisa merekam seperti ini, siapa lagi kalau bukan seorang kameramen yang berpengalaman. Saat itu David yang meminta untuk merekam ekspresi Julietta dengan jelas, sebagai pelaku utamanya tentu saja dia menjadi takut.


David "Benar benar sangat bagus."


David dipukul dan dicubit terus, sampai meminta maaf ke Julietta. 


Disaat yang bersamaan. Di dalam penjara wanita, lagi lagi sampai ke waktu hiburan di setiap minggunya yang terbatas. Setelah mereka selesai melakukan misi produksi, mereka kembali masuk ke dalam sel masing masing untuk istirahat dan menunggu film yang nanti akan ditayangkan. 


Seorang wanita yang kurus sedang duduk bersandar di tembok tanpa ekspresi apa apa. Dia melamun melihat tembok tidak tahu sedang berpikir apa. Orang lainnya juga sudah terbiasa dengan dia yang seperti ini maka juga tidak ada yang peduli dengannya. Dari wajahnya yang menyedihkan itu, masih bisa terlihat sisa kecantikan wajahnya yang dulu. Wanita itu adalah Sisca.


TV dinyalakan dan mengeluarkan suara musik yang berisik, ada orang yang memegang remote nya untuk mengganti salurannya, masih ada beberapa menit sampai film ditayangkan, disaat ini sesekali melihat saluran yang lain masih diizinkan, tiba tiba.


Terdengar satu suara pria yang lembut dari TV. "Aku perkenalkan kepada kalian ini adalah istri tercintaku, dia adalah hadiah yang paling membahagiakan aku di tahun ini."


Sisca yang duduk di pojokan itu tiba tiba dia berdiri dan mengejutkan orang lainnya. "Sisca Kamu kenapa."


Dia langsung jalan melangkah ke depan TV. Pria di layar itu sangat tampan dan lembut, dari senyumannya bisa terlihat dia benar benar mencintai istrinya. Dia merangkul pinggang istrinya dan saling tersenyum di depan kamera. Bagaimana mungkin Sisca tidak ingat.


Di kehidupan sebelumnya, disaat dia sedang kesusahan juga melihat kejadian seperti ini, juga berada di dalam layar dan juga Erick yang sedang merangkul istrinya, pandangan mereka berdua sangat manis penuh kasih sayang.


Tampilan yang menyakitkannya ini bercampur bersama ingatan di kehidupan sebelumnya, seperti sedang menyindir dia berpikiran terlalu banyak, dan pada akhirnya tetap saja tidak mendapatkan apa apa sama sekali. Disaat itu Sisca sangat tidak terima, hatinya berpikir kalau beri dia kesempatan hidup sekali lagi, dia pasti akan memegang Erick erat erat dan hidup dengan bahagia.


Tapi sekarang sidah hidup satu kali lagi, sama saja hanya bisa melihat dua orang yang manis ini di dalam layar TV, dan Sisca yang menyedihkan berada di dalam sel besi yang tinggi dan harus menunggu beberapa belasan tahun lagi baru bisa keluar dari penjara. Ditengah sorakan orang lain, dia berlutut di lantai, setelah beberapa saat dia menangis dengan sangat menyedihkan. Pikirannya kembali mengingat satu pertanyaan Julietta kepadanya saat itu. Apakah kamu menyesal.


Kalau menyesal bisa membuat orang hidup diulang kembali, dia pasti akan menangis dan berteriak minta Tuhan beri satu kesempatan lagi. Tapi dewi takdir tidak akan perduli dengannya lagi. Sisca saat ini baru menyadari ternyata dia sudah membayar kebodohannya ini dnegan harga yang sangat besar. Dia mungkin akan menghabiskan sisa hidupnya dengan penuh penyesalan. Tangisannya terdengar menyedihkan dari dalam sel penjara tiada hentinya. 


##


Malam tahun baru akan segera datang.


Untung saja pejabat kota melarang untuk memainkan petasan, Julietta masih sedikit takut mengingat dulu ada sekumpulan anak kecil menutup telinganya sambil tersenyum bermain petasan. Sebagai pejalan kaki yang tidak bersalah dan disangkutpautkan dia paling tidak suka dengan petasan, bahkan juga biasa saja dengan kembang api.


Melewati malam tahun baru ini hanya berdua, sulit untuk mendapatkan suasananya, untuk membuat malam ini menjadi seru, Julietta mengajak David untuk membeli banyak bahan makanan. Selain acara malam tahun baru di TV yang membosankan, hanya makanan yang enak yang bisa membuat orang senang. 


Awalnya grup obrolan yang hanya ada empat orang pria saja, sekarang Julietta dan Weni juga di undang ke dalamnya. Satu hari sebelum malam tahun baru, Tomy pagi pagi langsung membagikan angpau kepada semua orang di kantor.


Walaupun tidak kekurangan uang, jumlah angpau yang didapat Julietta juga tidak cukup untuk membeli satu baju baru, tapi Julietta tetap menerimanya dengan senang dan berterima kasih kepada Tomy.


Keberuntungan Julietta sangat biasa, dia hanya berhasil merebut uang dalam angpau yang tidak begitu banyak, orang lainnya setidaknya mendapatkan uang angpau dalam jumlah yang besar, hanya keberuntungan Tomy yang paling bagus, dia beberapa kali mendapatkan angpau dalam jumlah yang paling besar.

__ADS_1


Tapi disaat ini Tomy masih merasa bangga dan terus memamerkannya di dalam obrolan grup mereka, kalau dia sudah mendapatkan berapa banyak uang. Semua orang hanya diam tidak menimpalinya. Sampai ada tulisan Tomy sudah dikeluarkan dari grup, grup itu langsung kembali hidup lagi dengan obrolan seru mereka masing masing.


__ADS_2