
Julietta tidur dengan nyenyak lagi malam ini, keesokan harinya Julietta seperti mimpi menjadi wanita yang kaya sekali semalam.
Langsung dia membuka HPnya dan masuk ke Mbankingnya untuk mengecek saldo, ternyata mimpi itu memang benar adanya, karena, uang yang ditransfer oleh Kimi ada 20milyar lebih.
Pantas saja tokoh asli di cerita novel yang sudah dia baca itu setelah cerai langsung terpuruk. Bisa bisanya dia memberikan semua uangnya bahkan dia juga meminjam uang dan dengan mudahnya diinvestasikan ke Kimi, tapi saat ini tidak dikhianati saja sudah bagus, karena uangnya sudah kembali ke akun dia.
Julietta menghitung lagi uangnya dengan senang, berdasarkan keadaan seperti ini, setelah dia cerai dan pisah dari David pun mungkin saja masih lebih dari cukup, masih bisa buka satu toko kecil dan beli rumah kecil.
Mimpi dia adalah buka satu Coffeeshop dan memelihara seekor kucing, setiap hari duduk di teras rumah mengelus kucing sambil berjemur, kalau ada waktu luang bisa dipakai untuk menggambar. Sekarang jarak kemimpi itu semakin dekat, dia sudah mulai bisa merasakan kehidupannya yang bahagia seandainya dia terjebak di dunia ini selamanya.
Julietta keluar kamar tidurnya dan langsung masuk ke kamar mandi dekat dapur, dia mandi sambil bersenandung pelan, selesainya mandi, dia memakai pakaian dalamnya lalu dia juga memakai parfum. Cermin dikamar mandi terdapat satu lapis embun, sangat samar, memantulkan satu wajah wanita yang sangat cantik. Julietta menepuk nepuk wajahnya dengan puas, lalu memakai handuk kimono dan bergegas keluar kamar mandi. Dengan cepat dia melangkah keluar dari kamar mandi, dibawah kegembiraannya, tiba tiba kesedihan juga datangnya sangat cepat.
Badan Julietta tidak berdiri dengan stabil, kakinya terpeleset, dia berteriak karena tidak bisa memegang gagang pintu, dia pun terjatuh ke depan dan pantatnya terjatuh Kelantai dengan keras dekat sofa di ruang tamu. " gedubrak" dia kesakitan dan berteriak "aduh"
Satu botol Yakult menggelinding diatas lantai dan berhenti dikaki Julietta. Julietta terkejut dan mengangkat kepalanya, lalu pandangan dia bertabrakan dengan pandangan David.
Seorang wanita cantik tergeletak di lantai, sikutnya menopang badannya dilantai, ikatan tali kimono handuknya terlepas agak tersingkap dan memperlihatkan badannya yang hanya memakai pakaian dalam itu. Kedua kakinya yang panjang lurus itu berselonjor dilantai, kedua dadanya yang penuh tertutup bra. Mungkin karena dia baru selesai mandi dan baru keluar kamar mandi, warna kulit badannya terlihat seperti warna Pink segar, sangat menggoda.
Pemandangan indah ini, kalau seorang pria normal pasti tidak akan bisa mengendalikan birahinya.
David "kamu mengejutkan aku jadi yakultnya jatuh".
membuat Julietta terbengong heran mendengarnya "???"
Ini barusan dia hanya bisa mengucapkan kata kata itu saja, tolong tutup mulutnya David dengan plester saja kalau begitu.
Karena Julietta sudah pernah menyatakan didalami rumah tidak ada boleh makanan siap saji, makanan instan, minuman soda, maka hanya tersisa termasuk produk olahan susu termasuk , Yakult? Julietta curiga David sudah lama tidak minum soda jadi dia sengaja untuk merangsang dia. Fakta membuktikan Julietta berpikir terlalu banyak.
David terlihat tidak ada maksud untuk membantu Julietta sama sekali. Di pandangan Julietta itu, David dengan tenang mengambil Yakult lalu melangkah pergi masuk ke kamarnya.
Julietta keheranan ?? hanya seperti ini tidak mempedulikannya dan pergi? Julietta menjadi marah, dia mengambil sendalnya dan dilempar ke arah David. Sandal itu mendarat tepat dibokong David, dia akhirnya menghentikan langkah kakinya dan menengok berbalik. Dari belakangnya terdengar suara Julietta sambil menggigit giginya karena kesal "angkat aku"
Julietta jatuhnya sangat keras, membuat seluruh badannya berasa ngilu dan sakit. David seperti merasa tidak terjadi apa apa, dia membopong Julietta, menggendongnya dan mendudukkanJulietta diatas sofa, lalu dia membuka satu cokelat, Julietta yang melihat itu dan masih merasa kesal ingin membalasnya dengan merebut cokelat itu, lalu dia langsung memakan setengah coklat itu.
David menatap dirinya, terdiam sangat lama. Perasaan ditatap oleh David sangat aneh, mata dia panjang, bola matanya hitam indah, di matanya terlihat perasaan yang aneh, membuat Julietta merasa aneh dan tidak bisa tersenyum.
Julietta menelan air liurnya berbarengan dengan coklat itu lalu berkata "kamu lihat apa, aku tahu aku sangat cantik"
David terus menatapnya "tidak rusakah rasanya?"
Julietta "?????" Sambil melotot
David "sepertinya coklat itu sudah lewat dari tanggal kadaluwarsa"
Julietta "?????" Masih melotot
Julietta tiba tiba mengingat, saat hari itu mereka berdua ke supermarket itu tidak beli coklat. Jadi coklat David ini didapat dari mana.
__ADS_1
Seperti bisa merasakan hati dan pikiran Julietta, David berkata dengan pelan dan lembut "coklat itu didapat dari kantong jaket tebal musim dingin aku dibalik pintu kamar."
Julietta sangat bingung, coklat sisanya yang telah dia makan juga tidak bisa dimuntahkan lagi karena sudah tertelan.
David benar benar menjengkelkan, brengsek, pikir Julietta, dia menatap David dengan kesal dan memperingatinya
"kamu tidak akan ada sarapan"
David mulai memiliki harapan untuk bertahan hidup karena makanan rumah, dia seperti mencoba untuk memperbaiki suasana diantara mereka berdua saat ini.
"Aku sepertinya masih punya coklat yang belum kadaluwarsa di kamarku, mau tidak"
Julietta "?????" Masih melotot lagi sambil menjawab ketus "tidak, terima kasih"
Tapi sepertinya karena percakapan yang singkat ini, hubungan mereka berdua yang sebelumnya seperti orang asing menjadi mulai dekat sedikit.
Walaupun mereka berdua beberapa hari ini terus makan disatu meja makan, sesekali masih bisa berbicara, tapi bisa dibilang Julietta sama sekali tidak mengerti dengan masa lalu David.
Tapi dia merasa juga tidak perlu mengetahui terlalu banyak hal detail, Julietta merasa lega didalam hatinya. Sekarang cara berhubungan seperti ini sangat bagus, dua teman yang saling membantu dalam satu atap rumah, ini adalah arti dalam hubungan mereka saat ini dalam pikiran Julietta.
"Kamu hari ini mau keluar tidak" Julietta bertanya seperti ini karena ada sesuatu hal.
David sehari hari selalu diam di dalam kamarnya, sesekali bisa keluar rumah, dia sering memakai jaket dan baju olahraganya,, pasti bukan menghadiri acara resmi, oleh karena itu didalam hati Julietta, David dan otaku sudah dihubungkan dengan tanda sama dengan.
Beberapa orang terlihat normal, dikomputernya tidak tahu ada berapa banyak video. Julietta juga sudah memikirkan didalam kamar David pasti penuh dengan pajangan figure.
David menatap Julietta, tidak tahu ekspresi Julietta yang aneh ini sedang memikirkan apa. "Ya keluar"
Julietta langsung masuk ke kamarnya, Kebetulan Julietta ingin merapikan barang barang di kamarnya untuk dibuang, termasuk pakaian dalam yang aneh, pakaian motif macan dll milik wanita pendukung yang asli.
Wanita bilang tunggu sebentar itu yang artinya ternyata adalah waktu yang sangat lama yang tidak bisa dibayangkan. Setengah jam sudah lewat, satu jam kemudian sudah lewat.
Saat david melihat HP nya yang kesekian kalinya, Julietta membawa satu kantong hitam besar keluar dari kamar, dia terlihat lelah sampai kepalanya penuh dengan keringat.
"Kebetulan bisa bareng turun ke bawah, bantu aku buang ini ya"
David mendekatinya, tanpa keluhan dia mengangkat kantong plastik itu dan dibawa keluar rumah. Julietta mengikuti dari belakangnya dengan membawa tas.
Badan David yang sangat tinggi, Julietta menghitung sejenak, kalau dirinya tidak memakai sepatu hak tinggi, paling tinggi dia hanya akan setinggi dagunya David. Kakinya masih sedikit sakit karena terjatuh itu dan membuat langkah kaki Julietta pelan pelan menjadi lambat.
Di saat itu ada bayangan orang yang melewati Julietta dan melangkah berjalan kedepan dengan cepat. Mereka keluar dari gedung, diluar gedung masih ada sedikit tangga turun, julietta mengenal gadis kecil ini yang melewatinya tadi, dia adalah putri dari penghuni unit dilantai atasnya, dia sering berjalan jalan mondar mandir di depan pintunya dengan alasan mau buang sampah, tidak bertemu David, tapi beberapa kali bertemu Julietta. Julietta melihatnya beberapa kali, terlihat tidak ada apa apa.
Gadis kecil itu mengenakan gaun warna putih, sepatu hak tinggi, langkahnya agak melompat lompat berjalan ke arah David dengan cepat. Julietta masih tidak mengerti gadis kecil itu sebenarnya mau apa, dibawah pandangannya yang kebingungan, gadis itu tiba tiba berkata aduh, lalu dia pura pura terpeleset supaya bisa terjatuh ke arah punggung David.
Julietta kebingungan, dan sudah bisa menebak berikutnya akan terjadi apa.
David yang sedang membawa kantong plastik berhenti, di saat gadis itu sudah senang karena rencananya pasti akan menabrak mengenai badan David, tapi David tiba tiba dengan tenang berjalan selangkah mundur dan membuat gadis kecil itu tidak mengenainya, gadis itu terkejut dan berteriak.
__ADS_1
Julietta ...??? keheranan
David melepaskan genggaman kantong plastik ditanganinya, gadis itu mendarat tepat di atas kantong plastik itu yang tingginya setengah tinggi gadis itu, jadi tidak sampai membuat luka sama sekali. Kejadian yang amat canggung terjadi.
Kantong plastik yang terikat rapi itu robek karena tekanan badan yang besar, gadis itu masih belum sadar, karena kejadiannya sangat cepat dan tidak terhindar, kepalanya masuk ke dalam kantong robek yang berisi tumpukan pakaian. Gadis itu tergeletak diatas kantong sampah, sepertinya itu yang dia pikir dan menyadari dia seperti ini sangat tidak enak dilihat, dia mengangkat kepalanya, lalu dia menarik sesuatu dari atas kepalanya terasa seperti renda, berwarna merah. ...?..
Melihat kejadian ini ekspresi Julietta langsung berubah. Gadis itu merasakan tidak beres dengan adanya bra seksi diatas kepalanya, membuat ekspresinya berubah, dia mengambil bra itu dari atas kepalanya, saat dia melihat barang itu apa, wajah dia langsung menjadi pucat.
David berdiri dianak tangga paling pertama, tangannya dimasukkan kedalam kantong dan melihat gadis itu, sama sekali tidak ada maksud membantu bangun gadis itu sama sekali. Gadis itu juga tidak bisa menahan kecanggungannya, dia langsung menangis dan membuang bra itu dan langsung lari menjauh.
Julietta "......?.? tambah keheranan
ini bukan salah Julietta itu yang ada dipikirannya.
David turun dari tangga dengan pelan, lalu dia membungkukkan badannya untuk mengambil bra itu, lalu dengan tenang memasukkan kedalam kantong juga mengikat kantong sampah itu. Julietta yang melihatnya merasa tidak nyaman, walaupun barang itu dia tidak pernah memakainya sama sekali, tapi tetap harus dibilang itu adalah pakaian dalam Julietta.
Kakinya tiba tiba kehilangan keseimbangan dan tenaga karena menahan sakit, dan membuat dia hampir terjatuh juga.
Julietta bersumpah dan yakin, dia tadi melihat dengan yakin kalau David pria brengsek ini menghindarinya.
Hellow menghindar.
Respon Julietta dengan cepat menarik baju David, sudah diduga David langsung tidak seimbang, seperti satu pohon yang tertiup angin besar, dengan lurus dia terjatuh diatas lantai, dan Julietta kebetulan juga terjatuh dipelukan David, sama sekali tidak terluka.
Wanita dipelukannya itu sangat lembut halus kulitnya dan wangi, wajahnya yang putih terlihat memerah.
Julietta berkata dengan lembut " kamu tidak apa, apakah ada luka?
David "...?...?..
Mereka berdua saling bertatapan.
Diatas kepala Julietta terdapat tanda tanya besar yang mengambang, dia tersenyum dan berkata
"Jangan jangan kamu mau bilang aku terlalu berat"
David menelan kata kata yang tadi terlintas dalam pikirannya itu untuk tidak diucapkannya.
"Tidak"
Julietta "?..???
David "sepertinya tangan kiriku patah"
Julietta "?..???
Julietta langsung duduk, dengan canggung dia melihat David mengangkat tangan kirinya yang sudah lemas memakai tangan kanannya. David menghela nafasnya dengan pelan, Julietta menjadi semakin canggung.
__ADS_1
" maaf, kita pergi ke rumah sakit saja, aku pasti akan bayar ganti rugi semua uang berobat kamu"
Seandainya Julietta tahu kalau tangan kiri David itu sudah ada asuransi sebesar apa, dia pasti tidak akan berani mengucapkan kata kata itu. PASTI.