Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
72


__ADS_3

Dia melonggarkan kedua tangannya dan membiarkan Julietta bernafas dengan lega. Ketika David berbalik dan bersiap untuk pergi, kali ini Julietta maju dan meraih lengannya. Julietta terlihat sangat tenang, namun hatinya sebenarnya sangat panik, dia menarik David dan mendorongnya kedinding.


David mengedipkan ngedipkan matanya. Julietta berdehem sekali. Jelas jelas dia tahu kalau Julietta paling benci digoda, dasar pria busuk. Julietta memasang wajah datar, satu tangannya menekan dada David, dengan ekspresi seolah olah sedang bertemu bawahan untuk diskusi.


Jika bukan karena Julietta sedikit lebih pendek, jadi dia harus mengangkat kepalanya juga berjinjit, supaya bisa mendapatkan momentum yang lebih kuat dan bicara.


 "Aku hadir untuk membuat ringkasan"


"Kamu lulus tes awal, meskipun ada sedikit bug tapi tidak mempengaruhi operasionalnya secara keseluruhan, karena kinerjanya baik, setelah berdiskusi kami memutuskan untuk memberimu penghargaan"


David melongo. Julietta bicara lagi dengan serius "menunduk"


David mengedipkan matanya lalu menunduk dengan sangat patuh. Pandangannya beralih kejari kaki Julietta. Dia mencondongkan tubuhnya kearahya, kemudian sebuah ciuman lembut tercetak disudut bibirnya. Seperti sebuah gulali, sebelum dia bisa menikmati rasanya dan membalasnya, Julietta menyusut dan buru buru berlari masuk kekamar tidur.


"Aku tidur dulu, selamat malam"


Terdengar suara pintu ditutup, menyisakan David yang sendirian bersandar di dinding. Dia masih belum sadar. Setelah beberapa saat, dia menyadari apa yang barusan terjadi. Jari jarinya yang ramping itu menyentuh sudit bibirnya. Dia masih bisa merasakan suhu tubuh Julietta didadanya. Mata David terbuka lebar, ekspresinya kaku. Setelah beberapa saat dia kembali tenang, telinganya mulai memerah. Tiba tiba. 


Ting tong ting tong, bel berbunyi dan terdengar dari celah pintu, ini adalah suara allarm HP Julietta, sudah waktunya untuk bekerja.


Alarm itu dimatikan, kamar tidur itu sunyi. Setelah beberapa saat Julietta membuka pintu kamarnya dengan enggan. Dia muncul dengan rambut berantakan dan berusaha untuk menyembunyikan rasa malu diwajahnya.


"Uhuk, ini sudah waktunya bekerja"


Hujan badai sudah berakhir. Hanya tersisa genangan air berlumpur dan bau segar ranting ketika mereka pergi keluar. Kedua orang itu duduk didalam mobil, terdiam.


Jika bukan karena tangan kiri Julietta yang dipegang dengan sangat erat, mungkin akan terlihat kalau mereka sedang bertengkar. Julietta memalingkan wajahnya dan melihat jendela. Dia berusaha untuk berpura pura tidak sadar. Bukankah itu hanya sebuah ciuman seperti rutinitas biasa. Kita semua sudah dewasa, tidak ada yang memalukan.


Supir yang duduk dikursi pengemudi itu memandang kekaca spion dan memperhatikan bahwa keduanya sedikit berbeda dari hari biasanya. Dia menyalakan radio sambil tersenyum. Sebuah lagu lembut mulai terdengar didalam mobil, kecepatan mobilpun mulai melambat. 


Suasana hati David cukup baik hari ini. Tidak hanya cukup baik, namun sangat sangat sangat baik. Setiap orang yang berhubungan dengannya pasti bisa merasakan suasana hati bos David yang sedang ceria ini.


Tomy menyelinap masuk keruangan Julietta dan bertanya sambil mengedipkan mata "Kaka ipar, kenapa bos bisa begitu bahagia"


Julietta memberinya pandangan dingin dan berkata "Aku dengar bahwa sekretaris manismu bilang bahwa kamu melakukan pelecehan seksual terhadapnya"


Topik pembicaraan tiba tiba berubah kepada dirinya sendiri. Tomy segera membela diri dan berkata "Tidak kaka ipar kamu jangan salah paham, aku bukan tipe pria seperti itu, aku hanya ingin lebih pro aktif, kamu tahu bahwa sangat jarang wanita yang mengejar pria, aku ingin supaya dia jangan berusaha terlalu keras"


Julietta "Lanjutkan mimpi musim semi dan musim gugurmu sendirian"


Karena kejadian mendadak subuh tadi, Julietta tidak punya niat untuk memasak, jadi mereka makan siang dikantin. Untuk menghindari David dan perasaan canggungnya, Julietta mengambil piring dan duduk bersama dengan karyawan lainnya di kantin karyawan umum bukan kantin khusus.


Mereka merasa tersanjung juga kagum dan segera menyiapkan tempat duduk untuk Julietta, supaya dia bisa mendapatkan tempat duduk yang lebih luas. Ketika mereka mengobrol satu sama lain, rekan kerja yang sedang berbicara dengan Julietta itu tiba tiba diam.


Wajah mereka memerah, mereka nampak terkejut dan bodoh ketika bos besar yang sudah lama tidak terlihat dikantor apalagi didalam kantin itu turut berada disana sekarang.


David sangat tenang dan tidak menganggap dirinya sebagai orang luar. Dia langsung mengambil tempat duduk disebrang Julietta. Didepan pandangan banyak orang, dia berkata perlahan.


"Kamu hanya makan sesedikit ini, apakah karena siksaan tadi malam membuatmu tidak bisa tidur nyenyak, sehingga tidak memiliki nafsu makan sekarang"


Wah. Setelah mendengar ucapan David, semua orang menjadi salah paham. Telinga Julietta segera menjadi merah. Dia mengedipkan mata pada David, mengisyaratkan agar dia tidak banyak berbicara omong kosong.


David mengambil semangkuk supnya dan meletakkannya dihadapan Julietta "Untuk kebaikan tubuhmu"


Julietta menunduk, dia hampir saja malu sampai menabrak dinding. Rekan kerja disekitanya mendengarkan percakapan mereka berdua dengan ekspresi penuh warna. Karen bos dan nyonya sedang berada ditempat yang sama, mereka hanya bisa mengumpat diam diam dalam hati mereka karena sediikit iri.

__ADS_1


Benar benar pasangan dewa dewi, mereka bisa memiliki perasaan yang sebaik ini. Dalam beberapa jam, muncul berbagai macam rumor didalam perusahaan.Sementara David yang menjadi pelaku utama itu sedang duduk dan tertidur di meja ruangannya.


Ada benerapa macam buku dihadapannya, masing masing ditandai, bahkan ada beberapa buku yangbdiberikan catatan. Ensiklopedia kata kata romantis, Mengajari anda cara cepat efisien mengejar lawan jenis, Seratus jenis pria yangbpaling dibenci wanita.


Ditengah malam Julietta terbangun oleh suara yang sangat berisik. Ponselnya berdering terus menerus dan membuat kepalanya pusing. Dia membuka matanya sedikit dan tangannya bergerak gerak merayap didalam selimut, dengan susah payah tangannya berhasil mencapai meja nakas, jarinya menyentuh gelas dan hampir menjatuhkannya, lalu akhirnya dia berhasil menemukan ponselnya.


Julietta tidak melihat siapa yang menelepon dan langsung menerimanya menjawab dengan suara serak  "Halo"


"Julietta kamu cepat datang, papa mertua kamu sedang sekarat"


Papa mertua siapa. Suara yang sudah lama tidak didengarnya itu sedang menangis, membuat Julietta berpikir beberapa saat dan baru mengingat kalau masih ada Marisa. Juga membuat dia mengingat kalau dia memiliki mertua disini.


Marisa bicara sambil menangis "Dia tiba tiba dibawa ke UGD, dokter bilang waktu dia hanya sebentar, kalian cepat datang dan melihat dia terakhir kalinya"


Ucapan Marisa itu tidak begitu jelas didengarnya karena sambil menangis, Julietta langsung membuka matanya dan duduk. Yang pertama dipikirkannya adalah, apakah David sudah tahu.


Julietta menutup teleponnya dan membuka pintu, David sedang didepan kulkas tidak tahu mencari apa, saat Julietta membuka pintu, dia langsung menutupnya, Julietta menghampirinya dan David juga tahu ada yang tidak beres dari Julietta.


David bertanya "Kenapa"


Julietta menatap David dan berusaha bicara dengan tenang "Marisa telepon aku katanya paman mungkin sekarat"


David berdiri ditempat dengan diam dan mukanya tidak ada ekspresi apapun. Dia membuka yakul ditangannya lalu bicara "Dia ganggu kamu lagi"


Marisa tahu kalau dia telepon David, David pasti akan langsung mematikan teleponnya saat mendengar suaranya. julietta terdiam lalu bicara "Kamu putuskan sendiri, tidak perduli kamu membuat keputusan apa, aku akan dukung"


Dia sama sekali tidak mengenal dan mengerti dengan urusan orangtua David, juga tidak tahu ayah David sebenarnya melakukan hal yang keterlaluan apa saja. David jenguk atau tidak, pasti dia memiliki alasannya sendiri. Bukan satu kalimat, tidak bisa menghapus hubungan darah dan bisa langsung menghapus semua dendam.


Dia baru selesai bicara, David menatapnya dan diam beberapa saat. Dipikiran Julietta, David sudah berubah manjadi anak yang penuh kasihan dan melihatnya dengan lembut untuk memberikannya kekuatan. Mereka berdua bertatapan sangat lama.


Julietta bingung, bukannya sedang bahas urusan ayahnya, kenapa tiba tiba bahas makan dan juga bicaranya senatural ini.


David "Bukannya kamu bilang kamu akan dukung semua keputusan aku"


Topik yang serius ini langsung dialihkan semudah itu.


"Pagi masih mau makan mie goreng, kenapa tidak sekalian nasi goreng, masih ada lauk tambahan kah"


David "Terdengar lumayan, boleh juga"


Julietta menjawabnya dengan tatapan maut.


Sarapan mana ada mie goreng, akhir akhir ini sudah mulai terbiasa untuk makan makanan sehat, didalam kulkas juga hanya ada bahan makanan yang sehat, daging juga hanya ada daging ayam, ikan dan daging sapi dengan jumlah sedikit. Julietta sangat puas dengan struktur pola makan sehat mereka sekarang. Sarapan harus makan apa, tentu saja harus makan makanan yang bernutrisi.


Roti gandum,  ubi ungu ditambah sereal susu, juga potongan buah segar, membuat sarapan bernutrisi yang sangat baik. David menggigit roti yang bagi dia tidak ada rasa sama sekali lalu menghela nafasnya. Julietta duduk disebrangnya sedang makan tomat chery dia sangat senang dan sudah terbiasa dengan gaya hidup sehat seperti ini.


Julietta "Harus dihabiskan ya, tidak boleh sisa"


Wajah David penuh dengan kekesalan. David tidak membahas urusan ayahnya lagi, Julietta juga tidak nyaman mau tanya. Karena David kelihatan tidak perduli, maka dia juga tidak perlu perduli banyak. Mereka berdua duduk didalam mobil dan memiliki pikiran masing masing.


Ponsel Julietta berbunyi, dia mengambilnya dan melihat nomor asing pasti Marisa lagi. Mungkin sudah menunggu sangat lama tapi tidak mendapat berita apa apa dan menjadi panik. Julietta menatap David sekilas, gerakan David lebih cepat, dia langsung merebut HP Julietta lalu mematikan panggilan itu, memblok nomornya dan mematikan ponselnya. Julietta tercengang.


David mengembalikannya "Tidak usah perduli, nanti baru nyalakan lagi dikantor"


"Ok baiklah"

__ADS_1


Julietta menyimpan ponselnya, mobil kembali menjadi hening. Dia diam diam melirik David, David sedang melihat keluar jendela, sikutnya bersandar dikaca, terlihat tidak fokus. Hari ini dia lebih diam dari biasanya, sepertinya David juga kelihatan sedikit sedih.


Hati Julietta menjadi iba, dia terdiam sedang berpikir apakah harus bicara sesuatu. Tiba tiba David menghela nafasnya sambil melihat keluar jendela. 


"Roti gandum benar benar tidak enak"


Julietta yang sedang mengulurkan tangannya setengah mau meraih tangan David dimundurkan. Julietta merasa benar benar gila bisa percaya kalau David bisa serius.


Saat melangkah masuk kekantor, kebetulan bertemu dengan Tomy yang sedang dikerumuni sekretaris, mana ada yang seperti dibilangnya mau memberikan sekretaris manisnya satu kesempatan. Julietta pura pura tidak melihatnya dan diam diam masuk keruangannya. Dia membuka laptop dan bengong melihay draft gambarnya.


Walapun Marisa bodoh, tapi dia adalah wanita yang licik, Julietta tidak ingin dia membuat masalah dengan nama lain lagi. Draft gambar tidak selesai, Julietta masih bengong dikursinya. Sepertinya sejak dia datang masuk kedunia ini, David tidak pernah mabahas tentang mamanya, selain rumah itu dan juga sedikit tentang Marisa, Julietta tiba tiba sadar kalau dia sama sekali tidak paham dengan kisah mas lalu David. Dia menghela nafasnya.


Rasa asing yang dekat, kenapa membuay dia merasa sedikiit aneh. Ponselnya bergetar dan ada pesan dari David.


David Sedang apa.


David yang sedang duduk diruangannya sendiri sedang berpikir nanti malam mau makan barbeku Korea.  Tapi dia bisa makan atau tidak, hatrus mendapatkan izin dari Julietta dulu. 


Dimata orang lain, gaya David yang sedang menundukan kepalanya dan menatap ponselnya dengan ekspresi yang  serius berat itu pasti sedang membahas bisnis milyaran.


Andy yang sedang memegang tablet dan menampilkan presentasi terdiam sebentat, dia melihat David dan tidak tahu apakah dia harus lanjut bicara atau tidak. David meliriknya sekilas dan memberi isyarat untukmlanjut bicara.


Andy Bos pasti sedang membahas bisnis yang sangat penting, aku harus mengekuarkan performa yang sempurna baik.


Orang lain diruang rapat Jangan jangan perusahaan menghadapi krisi, kenapa muka bos sangat serius berat.


Seluruh orang sibuk berpikir sendiri menebak nebak David sebenarnya kenapa sehingga mukanya menjadi serius sepertinitu. David seperti siswa yang sedang menunggu nilaimujiannya dikeluarkan, pinggangnya tegak dan menunggu jawaban dari Julietta agak lama. Setelah beberapa saat, masuk pesan dari Julietta.


Julietta Bingung.


David tiba tiba berdiri, dia memberi tanda agar Andy lanjut, tapi dirinya keluar dari ruang rapat. Andy gugup dan bertanya ke Tomy.


"Aku tidak salah bicarakan, apakah performa akunhari ini kurang baik"


Tomy yang dipanggil baru tersadar. Diseberang dia ada sekretaris manisnya yang sedang mencatat isi rapat, tampangnya yang sangat  serius dan tidak perduli dengan hal lainnya membuat Tomy kecewa.


Tomy bertanya balik "Kamu bilang apa"


Dalam pikiran Andy, sudah diduga performa dia hari ini sangat buruk.


Julietta lanjut melamun didepan laptopny setelah membalas pesan itu, dia menunggu beberapa saat tapi David tidak membalasnya, dia mengambil HPnya dan dia melihat satu kata bingung.


Dia bukannya balas bengong, semua salah keyboardnya. Dia baru mau menjelaskan, pintu ruangannya tiba tiba dibuka David yang membawa HP dan ekspresinya berat seperti mau bangkrut.


"Kamu kenapa bingung"


"Maaf, aku hanya salah ketik itu"


"Oh"


"Kamu jangan jangan lari karena hal sekecil ini, eh salah, kamu bukannya sedang rapat"


"Iya sedang rapat memutuskan proyek berikutnya, Andy yang bertanggung jawab dan juga, aku kurang lebih sudah mengerti intinya dan nanti aku akan kembali dan lanjut diskusi, setelah rapat selesai makan barbeku Korea, kita hari ini istirahat, pagian besok masih ada pekerjaan yang penting yang harus dilakukan"


Satu kalimat panjang yang diucapkan David itu tanpa henti dan membuat Julietta tercengang.

__ADS_1


__ADS_2