
Sisca berpikir bahwa hidupnya telah hancur, Erick telah memutuskan hubungannya dengan dirinya. Dia juga sedang bertengkar dengan keluarganya, hanya krena ingin Sisca cepat tersadar. Mereka menasihatinya untuk pergi ke biro jodoh dan menikah dengan orang biasa saja yang menjalani kehidupan tenang seperti genangan air. Tawa Sisca hampir meluap, bagaimana mungkin dia bisa menikahi seorang pecundang yang tidak berharga,
Tidak ada yang spesial darinya, dia bahkan rela untuk menikahi seorang yang memiliki sedikit uang dan tidak punya apa apa lagi seperti Charlie. Dia telah memberitahu dirinya sendiri sejak dia kecil bahwa dia harus memiliki suatu hubungan cinta yang kuat.
Tidak perduli dikehidupan sebelumnya ataupun kehidupannya saat ini, penantian terbesar Sisca dalam hidupnya adalah pernikahan impiannya. Dia ingin memasuki aula pernikahan bersama dengan pria yang dicintainya. Baik itu menikah dengan pria yang dicintainya, ataupun menikah demi uang dan harga diri, setidaknya harus memilih satu di antara dua pilihan ini.
Dia ingat dia memiliki kesalahan dikehidupan sebelumnya, dia kabur dari acara pertunangan dengan Erick dan mengejar David, lalu karena dia menekan jiwa David, dan menyebabkan dia kehilangan segalanya, dia terlantar dan jatuh miskin.
Dia baru sekarang menyadari bahwa David ternyata adalah bos Aquarius. Mengingat bahwa hidupnya dikehidupan lalu sangat sulit, bahkan saat dia tidak bisa berjalan, David masih tidak memperhatikanya, dia terlalu dingin dan tidak perduli. Dia menyaksikan Sisca melangkah menuju kematiannya begitu saja, oleh karena itu Sisca semakin membenci Julietta.
Julietta mendapatkan uang, mendapatkan David yang sempurna juga tanpa dia duga Erick jatuh cinta pada Julietta, Erick yang merupakan harapan satu satunya. Dia tidak rela. Sekali lagi bagaimana mungkin kesialan ini bisa terjadi, realitanya sangat jauh dari harapannya.
Jika demikian mengapa Tuhan masih mengizinkannya untuk hidup kembali, mengapa Tuhan membuatnya lebih menderita dan mengalami pengalaman hidup yang lebih menyakitkan daripada dikehidupan yang sebelumnya.
Dengan mata terbuka, dia melihat bahwa segala sesuatu yang seharunya dimilikinya itu diambil darinya, bahkan hampir setiap hari membuatnya berjuang dan menderita, dia ingin mereka mati bersama dan hidup kembali bersamaan.
Jika bukan Charlie yang menelantarkannya, Sisca tidak akan putus asa sampai dititik seperti ini. Bahkan sampah seperti Charlie bisa meninggalkannya sendirian, kenapa. Terakhir mereka bertengkar, Sisca sangat marah dan tangannya mengambil pisau dapur lalu menusuk Charlie. Tusukan tersebut tidak mengenai bagian fatal. Sisca ingin menyelesaikannya sendiri dan mengakhiri kehidupan keduanya yang hancur ini.
Saat memegang pisau dia mengingat Julietta. Dia sangat tidak rela untuk mati sendirian. Wanita tidak tahu malu dan sombong seperti Julietta itu tidak layak untuk hidup lagi didunia ini. Jadi dia menghampirinya.
"Uang itu adalah milikku, pria itu juga adalah mikikku" sisca berteriak sambil meraung menyetir mobilnya., menginjak gas kencang. Tabrakan antara kedua mobil itu hanya tinggal beberapa detik lagi, jantung Julietta berdetak sangat kencang.
Entah kenapa dia merasakan sebuah perasaan menghadapi kematian yang belum pernah dirasakannya sebelumnya, dan itu membuat seluruh tubuhnya gemetaran. Dia mendengar supir itu berusaha memutar kemudi, juga mendengar suara dari ban mobil yang berdecit dijalanan aspal karena perrgerakan yang mendadak itu. Mobil Maybach itu berputar mengikuti pergerakan setir yang tiba tiba berbelok tajam.
Saat mendebarkan ini, tiba tiba muncul wajah David dalam pikiran Julietta, membuat dia meneteskan air matanya. Dia berpikir bagiamana jika David tidak mau makan apabila dia mati, apakah dia akan berjongkok ditengah salju untuk menunggunya kembali, seperti waktu itu yang menunggunya terdiam disalju. Dia berkata jangan pergi Julietta, Aku menyayangimu, peluk aku. Julietta ingin menjawabnya dengan jawaban yang baik tapi tiba tiba BRAK.
Suara itu terdengar seperti sebuah ledakan yang sangat kencang, gendang telinga tidak akan tahan. Dengan suara yang mendengung sangat nyaring itu. Tubuhnya terbentur keras dan membuat kesadaranya perlahan terhenti.
Namun dalam beberapa detik kemudian, seakan telah melewati langit di angkasa yang panjang dan jauh, bintang bintang dilangit meledak dan berubah menjadi kembang api yang paling indah dan paling megah didunia, jatuh ketanah tanpa suara.
"Nyonya, nyonya" supir berteriak.
Kepala Julietta seakan berada didalam lonceng yang sangat besar. Dia mendengar orang orang mengucapkan selamat tahun baru, mengguncang guncang badannya untuk membuatnya sadar perlahan. Setelah kegelapan yang dia rasakan saat membuka kelopak matanya itu, dia bisa melihat atap mobil dan wajah paman supir yang gemetaran cemas.
"Apakah nyonya baik baik saja, aku telah memanggil mobil ambulans, tenang saja, tuan juga sedang dalam perjalanan kesini.."
Julietta mengedip ngedipkan matanya dengan lemah dan bertanya pelan "aku belum mati"
Supir itu menggunakan satu baju baru yang berhamburan dikursi belakang untuk menekan luka didahi Juliietta dan berkata dengan hati hati "aku khawatir akan ada bekas luka didahi anda ini"
__ADS_1
Ternyata suara lonceng yang didengarkannya tadi adalah suara kepalanya yang membentur kaca jendela mobil. Julietta menyentuh kain yang membalut kepalanya perlahan. Sekujur tubuhnya mati rasa, seolah olah dia menjadi satu satunya orang yang selamat dari bencana tabrakan maut ini. Pada saat itu, dia menarik nafas perlahan, sekujur tubuhnya masih sangat kaku. Dia bertanya dengan suara serak ke supirnya "kamu tidak apa apa"
Bukankah kursi pengemudi lebih mudah untuk menerima dampak tabrakan. Supir itu berkata "Saya baik baik saja, saya membanting setir untuk menghindarinya, namun bagian samping belakang mobil yang tertabrak, sehingga menyebabkan nyonya yang terluka seperti ini"
"Tidak apa apa, tidak apa apa"
Julietta duduk tegak sambil gemetaran. Tentu saja, ada noda darah dikaca depan, dan itu terlihat sedikit menakutkan. Mau bagaimana lagi kalau ada bekas luka, lagipula dia bukan artis dan tidak bergantung pada kecantikan wajahnya untuk hidup. Sudah untung karena nyawanya selamat. Untuk sesaat Julietta sempat berpikir bahwa dia akan mati atau mungkin akan pergi kembali kedunianya sendiri.
"Oh ya, bagaimana dengan pelakunya"
Supir itu menunjuk kearah di belakang Julietta. "Dia menabrak dinding beton, pelakunya seorang wanita dan masih belum sadar sekarang"
"Wanita"
Julietta memiliki firasat buruk dan berkata "biar kulihat dia"
"Tapi nyonya"
"Tidak apa apa, hanya saja sedikit terasa sakit kepala saat ini, tidak masalah besar"
Julietta dipapah keluar turun dari mobil dengan hati hati oleh supir. Lokasi kecelakaan mobil itu dipenuhi oleh orang yang lewat dan yang penasaran melihatnya.
Julietta menatap mobil Jeep hitam. itu dengan cemas, mobil itu menabrak dinding. Kaca mobil yang hancur itu bertebaran dimana mana. Bagian part mobil itu hancur dan bertebaran disampingnya. Bisa dibayangkan seberapa cepat mobil itu melaju. Julietta berjalan perlahan kedepan mobil yang hancur itu, dan melihat wanita itu.
Bagian depan mobil penyok sampai berubah bentuk. Wanita yang duduk dikursi pengemudi itu berlumuran darah dan tersangkut dikursi pengemudi. Masih belum dipastikan bagaimana keadaanya. Wajahnya sangat pucat, penuh dengan goresan bekas kaca yang pecah itu, membuatnya terlihat mengerikan.
Sisca benar benar mati dikehidupan kali ini, kejahatannya pantas untuk diberikan hukuman. Bahkan jika dia perlu mengeluarkan uang, penjahat yang berniat untuk membunuh istri bos perusahaan Aquarius ini harus diketahui oleh masyarakat, dan dia akan terus menerus dibicarakan dimedia, sehingga membuatnya gelisah seumur hidupnya. Julietta masih ingat dengan samar dalam alur cerita bahwa Sisca pernah dijelaskan akan mengalami seperti ini diberita.
Dia mengatakan bahwa dia tidak sepolos itu, karena masa kecilnya dia mengalami masalah dengan keluarganya, sehingga dia jadi lebih haus akan rasa kasih sayang dan kenyamanan.
Tapi saat itu sudah sampai ditahap akhir ceritanya. Saat itu Julietta ingin mengeluarkan kehidupan tentang orang yang tidak beruntung diberi kesempatan hidup kembali kepada penulis cerita. Sejak awal, kehidupan Sisca telah ditakdirkan dengan ketidakpastian tanpa batas dan mudah gagal.
Dia menyenderkan hidupnya kepada orang lain, dan dia harus menanggung konsekuensi atas perbuatanyya itu. Masa depannya tidak terkait erat dengan dirinya sendiri, namun lebih berkaitan dengan pria dalam dunia imajinasinya. Julietta ingat bahwa setelah membaca novel itu, dia memiliki satu perasaan kasihan kepada pemeran utama.
Sejak kecil, Sisca tidak memiliki kemampuan sedikitpun, entah itu mengejar David ataupun menjaga Erick, dia selalu kehilangan status hubungannya. Sisca tidak memiliki hobi juga, teman temannya saja pada bekerja keras untuk bisa menikah dengan pria yang baik dan bisa membantunya.
Sisca tidak suka bekerja, hanya ingin menjadi seorang istri yang lemah lembut untuk suaminya. Dia ingin menjadi seorang wanita yang ada dibelakang pria sukses dan selalu mendukung suaminya dengan lembut. Dengan begitu suaminya tidak akan bercerai dengannya.
Suaminya akan selalu mencintai istrinya dan tidak pernah meninggalkannya. Namun Julietta tidak bisa memikirkan bahwa berapa lama pernikahan Sisca yang sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Erick itu dapat bertahan. Jika suatu hari mereka bercerai, apakah dia masih memiliki keberanian untuk melanjutkan hidupnya.
__ADS_1
Kenyataannya sekarang, Sisca masih belum bisa menjadi seorang yang kuat, seperti yang pernah dikatakannya. Julietta menatap Sisca yang tampak menyedihkan itu dan tidak tahu harus bicara apa, dia hanya bisa menghela nafas dalam dalam.
Dibelakangnya terdengar suara sirene ambulans dan mobil polisi, seperti sedang berkata tentang kata kata masa depan, harapan, indah yang berlawanan dengan kehidupan Sisca selanjutnya. Perlahan lahan menjauh. Lebih baik mengandalkan diri sendiri daripada orang lain. Jika kamu dilahirkan kembali, apa yang akan kalian lakukan.
Ditengah kerumunan yang berisik, tidak sedikit yang datang untuk melihat kejadian ditempat itu. Ada yang bingung, ada yang merekam dan membagikannya keakun sosial media milik mereka masing masing. Mereka sangat berisik sehingga hampir menutupi suara sirene mobil polisi.
Julietta berdiri disamping, menyaksikan petugas ambulans mengeluarkan tubuh Sisca yang tidak sadarkan diri dari mobilnya dan membawanya ke atas tandu. Saat ini ada satu sosok yang berlarian dengan cepat melewati kerumunan menuju kearah Julietta. Sosok itu adalah David.
Julietta berdiri ditempat dan terpana melihatnya. Dia tidak tahu apa yang dipikirkannya saat itu. Pada saat dia mendongak, dia sudah masuk dalam pelukan yang sangat hangat. Dia mengambil satu langkah mundur dan berdiri tegak. Saat ini dia baru tersadar, ekspresi wajahnya sedikit terkejut. "David"
David terlihat tidak setenang seperti biasanya, nafasnya berat, dadanya naik turun. Pipi Julietta yang menempel dengan erat dikemejanya. Dipisahkan oleh sehelai kain yang lembut, Julietta bisa mendengar detak jantung David yang memburu. Dia tidak mengatakan apa apa, namun lengannya sedikit gemetar ketika memeluk Julietta saat itu.
Jarinya menyentuh pakaian dipunggung David. Pungungnya sangat basah oleh keringat. Seluruh tubuhnya penuh dengan aroma hangat. Sangat jelas bahwa dia berlari dengan cepat sepanjang jalan, sehingga tubuhnya bisa memikiki reaksi seperti itu. Julietta dipeluk dengan erat, sehingga membuatnya sulit untuk mengambil nafas.
Matanya memerah, dari reaksi David, bisa terlihat bahwa dia sangat khawatir dan ketakutan. Sangat jarang David bisa memeluk Julietta tanpa perlawanan seperti saat ini.
Suara ditelinganya berlanjut tanpa henti. Para wartawan yang datang berebutan untuk mendapatkan informasi pertama untuk bahan laporan beritanya. Untungnya cukup banyak petugas polisi dan karyawan Aquarius yang datang ketempat itu mengamankan kejadiannya, sehingga Julietta bisa menghindari gangguan dari opini publik.
Julietta masuk kedalam ambulans ditemani David yang tidak mengucapkan sepatah kata pun sepanjang perjalanan. Dia hanya menggenggam erat tangan Julietta dengan cukup kuat, sehingga terasa cukup menyakitkan jari jarinya yang kaku itu.
Sisca dilarikan keruangan ICU, sementara Julietta melakukan pemeriksaan medis untuk seluruh tubuhnya dan bisa mendapatkan hasil pemeriksaan dengan cepat. Untungnya hanya sedikit gegar otak, yang akan sembuh setelah dirawat beberapa hari dirumah.
Luka didahinya yang dibalut dengan kain kasa itu sedikit terasa sakit dan kesemutan. Beberapa tetes darah mengenai pakaianya, sehingga membuat Julietta terlihat sangat menyedihkan. Dia duduk diranjang pasien, setelah terdiam cukup lama, dia mukai berbisik kepada David "Aku.. Aku baik baik saja"
Pemeriksaan medis yang dilakukan untuk seluruh tubuhnya itu terlalu berlebihan, Julietta merasa bahwa itu terlalu boros dan melelahkan. David meliriknya, matanya menatap Julietta dengan pandangan gelap. Pandangannya cukup menakutkan, sehingga membuat Julietta jadi gugup. Keberanian dan kegalakan yang menghadapi David langsung lenyap begitu saja. Baiklah baiklah, periksa saja semuanya, sekalian hitung helai rambutku, anggap saja sebagai pemeriksaan medis tahunan.
Polisi bergerak cepat dan langsung mengambil rekaman pengemudi dari kedua mobil itu. Sisca memiliki pemikiran untuk mati dengan cara itu, jadi tidak menyangka bahwa rekaman pengemudi dimobilnya akan diperiksa. Apa yang terungkap dalam rekaman itu cukup untuk membuatnya menerima pelajaran yang akan sulit dihidupnya malam ini. Seorang polisi mengetuk pintu dan masuk untuk membuat catatan.
Julietta menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada polisi itu. Setelah selesai mencatat, polisi itu mengerutkan alisnya dan berkata "untuk motif apa dia berbuat seperti itu"
Julietta bertanya balik "ada apa"
"Sebelum memutuskan menabrakan mobilnya, dia telah menusuk seorang pria, pria tersebut telah tinggal bersamanya selama beberapa minggu dan sekarang berada dirumah sakit lain sedang dirawat juga, yang paling penting saat pemeriksaan medis barusan, diketahui bahwa dia sedang mengandung bayi dalam perutnya, namun sayangnya dia mengalami keguguran karena tabrakan ini, besar kemungkinan bahwa pria yang ditusuk adalah ayah dari bayinya"
Julietta bergumam "Tidak mungkin, Charlie"
Tidak mungkin juga kalau Erick adalah ayah kandung dari bayi tersebut.
"Singkatnya kami akan bertanggung jawab untuk hal hal selanjutnya, jangan khawatir"
__ADS_1
"Maaf tuan, apakah bisa keluar sebentar bicara"