
Biasanya dia pasti akan melewati film dari negara Korea dan Jepang. Meskipun dia jarang menonton film horror, bukan berarti dia tidak tahu. Film hantu dari Eropa dan Amerika biasanya penuh darah dan kejam, jadi dia melewatinya, China, berdasarkan pengetahuannya tentang Julietta, dia tidak akan memasukkannya karena kualitas buruk kedalam daftar filmnya. Singkatnya dengan metode penyaringan, tatapan David akhirnya terjatuh pada kata Thailand.
Dari bahasanya, lebih lembut dan tidak perlu menyakiti telinga, dalam hal popularitas, film horror dari Thailand nampaknya tidak terlalu terkenal. Banyak orang yang belum mengenali film mereka. Tentu saja, banyak orang itu mengarah kepada David sendiri.
David menjawab perlahan "Thailand"
"Baiklah film yang mana"
Semua judul film dan gambar disana sepertinya cukup menakutkan, jadi dia menunjuk satu film secara acak. Film bayangan hantu "keberuntunganmu cukup baik"
Sebelum David bisa menafsirkan maksud dari kata cukup baik yang dikatakan Julietta barusan, film itu sudah dimulai. Ruang tamu yang luas itu dipenuhi kegelapan. Gordennya tertutup rapat.
Kedua orang itu duduk di sofa, masing masing memeluk sebuah bantal, Julietta membuka sebungkus coklat, lalu memberikan separuhnya ke David. Sambil makan coklat bersamaan, mereka menonton film dengan tenang. Yang berbeda adalah tubuh Julietta sedikit lebih maju kedepan mendekati layar laptop, sementara David bersandar kesofa sambil memeluk bantalnya dengan ekspresi tenang. Dia memasang wajah berani. Diruang tamu yang gelap itu, filmnya seakan diputar dengan tambahan efek audio. Suara musik dan percakapannya jauh lebih keras dari biasanya.
David terkejut oleh jeritan tiba tiba dariJulietta yang bergerak mundur dan menimbulkan jeritan keras.
Julietta "Apa yang kamu lakukan"
David "Kenapa kamu menjerit"
Julietta "Tiba tiba aku ingat adegan selanjutnya dari film ini, aku sudah menontonnya dan ada beberapa bagian yang aku lupa"
"Ayo lanjut nonton, aku ingat bahwa bagian akhirnya sangat menarik"
Cemilan yang dipilih Julietta itu bisa dimakan tanpa suara berisik. Dia mengunyah manisan buah dan menonton serius. Plot film itu semakin rumit, semakin banyak petunjuk yang menunjukan kebenaran.
Sebaliknya David yang duduk disebelahnya masih makan coklat sambil memeluk bantal disepanjang film. Dia duduk nonton dengan ekspresi tenang. Tanpa sadar dia diam diam mendekati Julietta.
Dia meletakan satu tangannya dilengan Julietta secara perlahan, Jukietta agak terkejut. Tentu saja itu sedikit menyebalkan saat ada seseorang yang tiba tiba menyentuh tanganmu diatmosfer seperti ini. Tubuh Jlietta bergetar, lalu melihat tangan David yang menutupi pergelangan tangannya.
Julietta bertanya agak bingung "Ada apa, apakah kamu sedikit takut"
David menggelengkan kepalanya "Aku khawatir kamu ketakutan"
Julietta hanya mengangguk. Mengingat kejadian dirumah hantu, seharusnya David bukanlah orang yang tidak takut hantu. Julietta berpikir, lalu memutuskan untuk mempercayainya saja. Seluruh adegan film itu menyajikan suasana mencekam dan mengerikan, yang membuat orang menjadi khawatir kapan akan muncul adegan mengejutkan. Untungnya tidak terlalu banyak adegan yang menakutkan.
Julietta "Apa kamu takut"
David berusaha untuk menenangkan suasana hatinya menjawab "Tidak apa apa"
Selesai bicara dia bergeser kedekat Julietta diam diam dan berdempetan dengannya. Biasanya wanita yang takut dan meringkuk dipelukan pacarnya. Sebaliknya David sangat pengertian. Dia melirik sebentar, lalu segera mendekat ke Julietta, bagaikan seekor burung yang sedang membungkuk. Ketika ada adegan yang menakutkan, dia menegangkan tubuhnya seolah olah kehilangan nafasnya.
Tadinya dia pikir film ini akan terasa panjang dan menyiksa, namun karena ada Julietta disebelahnya, semua terasa menjadi cepat. Saat adegan akhir akan tiba, Julietta menontonnya serius, David yang disampingnya itu menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Film ini. Adegan akhirnya sangat menyeramkan dan mengagetkannya.
Julietta menyaksikan bagian akhir film dengan tenang, namun dia dengar suara desahan cepat disampingnya, yang terdengar sangat jelas dimalam gelap sunyi itu. Jika listrik dinyalakan saat ini, pasti akan terlihat David yang sedang memeluk bantal yang hampir terbelah dua itu. "Kamu takut"
"Tidak" David menjawab dengan sangat tenang.
Julietta mendapat ide untuk mengerjainya. Dia memalingkan wajahnya perlahan lahan, sambil diterangi cahaya layar laptop, pipi Julietta terlihat sangat pucat. Rambutnya yang masih basah tergerai dipundaknya. Dia menatap David dalam dalam dan bicara pelan "Lihat, ada apa dipundakmu"
Tadianya ini hanya lelucon kecil, namun ketika Julietta selesai bicara, lampu ruangan itu tiba tiba menyala. Sedetik kemudian, Julietta melihat ekspresi kaku dan ketakutan David yang sangat jelas. Sepasang mata cemerlang itu menatapnya dan wajah Julietta terpantul dimatanya yang terbuka lebar.
David sangat ketakutan sampai kehilangan kemampuan untuk mengatur eksprsinya. Mereka terdiam mematung.
__ADS_1
Entah mengapa saat melihat wajah David yang sangat pucat ketakutan itu, muncul gambaran kucing berbulu keriting dengan telinga terlipat, dalam benaknya, kelihatan David benar benar ketakutan. Julietta merasa agak menyesal. Dia berdehem "Maaf, aku hanya bercanda, kamu jangan takut"
David masih terdiam kaku. Nampaknya dia telah ketakutan cukup lama. Julietta mematikan laptopnya, lalu David membersihkan sisa cemilan dalam diam. Dia memasukan sisa makanan kelemari dapur, kemudian memeluk bantal dan melangkah masuk kamr tidurnya dalam diam.
Dia tidak mengatakan sepatah katapun. Julietta berpikir, apakah David ngambek. Namun orang dengan tingkat keberanian kecil seperti ini akan mudah menjadi terintimidasi oleh bayangan ketakutannya. Julietta sedikit merasa bersalah dan mencoba untuk memperbaikinya.
"David, apakah kamu lapar, apa kamu mau makan sesuatu"
David yang melangkah masuk kamar tidurnya tanpa menengok sama sekali. Biasanya setiap kali menyebutkan kata makanan, David pasti akan memaafkannya. Bagi David, tidak ada yang lebih penting daripada makanan. Tapi sekarang. David teryata mengabaikannya.
Julietta benar benar menyadari bahwa ini adalah masalah yang cukup serius. Dia melangkah maju. David yang sudah mau masuk kamarnya meliriknya dengan tatapan yang seakan berkata Mengapa kamu mengikutiku masuk.
Julietta berkata agak canggung "Apa kamu yakin tidak mau makan apapun, kemarin aku sempat membeli pasta, bisa dimasak menjadi spageti saus daging ataupun spageti seafood."
Langkah David terhenti, lalu dia menjawab didepan mata Julietta yang penuh harapan "Tidak, untuk kesehatanku"
Mungkin hal terbaik yang dikuasai oleh David adalah membiarkannya jatuh kelubang yang digali olehnya sendiri.
Julietta bertanya lagi "Apa kamu benar benar tidak mau makan, aku lapar dan bisa sekalian membuatkan seporsi untukmu"
"Tidak"
"Baiklah"
Julietta keluar dari kamarnya, lalu melihat David menutup pintu kamarnya. Dia menarik nafas, jika tahu dari awal dia tidak akan isengin David seperti tadi. Semenjak dia berkenalan dengan David, ini adalah kedua kalinya David marah kepadanya.
Pertamanya Julietta tidak tahu alasannya. Namun pada akhirnya hubungan pertemanan mereka berbaikan karena dia kedapatan makan diam diam. Sekarang adalah hubungan kekasih. Bagaimana cara untuk memperbaikinya.
Julietta mempersiapkan saus daging dan memasak spageti. Uap panas itu seakan menghangatkan seluruh dapur. Dia membawa sepiring spageti, lalu berjalan diam diam mengetuk pintu kamar David.
"David, David spageti milikku sudah siap"
Terdengar suara David dalm kamarnya "Aku sudah tidur"
"Oh baiklah, jika kamu lapar, kamu bisa menghangatkannya sebelum makan"
Julietta berpikir bahwa kali ini dia benar benar selesai. Entah kapan David akan selesai ngambek. Sambil memegang sepiring spageti dengan sedih, dia berjalan masuk kamarnya untuk makan sendirian.
Sementara dikamar tidur David, David sedang berbaring sambil membuka ponselnya. Cahaya redup dari ponselnya itu menyinari wajahnya yang muram. Dia membuka ebook yang telah disimpan sebelumnya dengan judul. Tipe pria yang paling tidak disukai oleh wanita. Bab pertama penakut dan naif. David merasa dia penakut dan naif, menyedihkan.
Dipagi hari yang cerah, Julietta masih merasa tertekan, dia bertekad, tidak ingin menggubris David saat mereka dimobil nanti. Sekarang benar benar terbalik. Mereka duduk dibelakang, tapi David bersandar disisi lain, seperti sengaja memisahkan dirinya dengan Julietta.
Keduanya terdiam, supir merasa canggung, lalu dia segera menutup baffle supaya mereka bebas menyelesaikan masalah sendiri. David menundukan kepalanya, memasukan tangannya kedalam saku. Rambut pendeknya yang halus itu terlihat berantakan, nampaknya dia tidak tidur nyenyak semalam. Ada beberapa rambut keriting yang keluar dan menunjukan lengkungan yang aneh, dan membuatnya menjadi sediikit lucu.
Kelopak matanya terkulai, tidak tahu apakah dia sedang melihat kakinya sendiri atau sedang melamun. Dari samping, Julietta bisa melihat jelas bulu matanya yang panjang dan tebal. Setelah beberapa saat dia berkedip dengan perlahan.
Jika bukan karena dia berkediip, Julietta hampir berpikir bahwa pria disampingnya adalah sebuah manekin yang besar. Julietta merasa semakin tertekan.
Ada pepatah lama yang mengatakan kalau suami istri tidak akan memiliki dendam lebih dari semalam. Mengapa David masih saja tidak melupakannya. Ketika Julietta memperhatikan bahwa mata David agak pucat mungkin karena tidak bisa tidur nyenyak, Julietta semakin merasa bersalah.
Ternyata dia sangat ketakutan. Julietta tidak seharusnya bercanda tentang hal seperti itu. Julietta masih ingat ketika dia SMP, ada seorang gadis pintar dikelasnya yang sangat takut pada cicak. Saat itu para murid laki laki didalam kelas sedang berada dalam usia yang sangat nakal dan sangat suka untuk mengganggu orang lain.
Saat itu entah darimana mereka mengetahui informasi kalau gadis itu sangat takut pada cicak, lalu mereka datang kedalam kelasnya dan membawa sekotak cicak, kemudian memasukannya kedalam tas sekolah gadis itu.
__ADS_1
Ketika gadis itu masuk kelasnya setelah pelajaran olahraga dan berniat mengeluarkan buku pelajaran, dia mendapati bahwa ada banyak cicak mati dan beberapa yang masih hidup itu melompat kepipi dan leher gadis itu. Segera dari dalam kelas terdengar suara jeritan yang sangat keras. Kemudian Julietta dan temannya melihat gadis itu menangis dan berlari keluar kelas, berhenti sekolah dan menghilang. Karena masalah ini, murid laki laki didalam kelasnya tidak berani lagi mengusik murid lain.
Saat itu Julietta sama seperti murid perempuan lainnya yang masih takut serangga, cicak, gelap dan hantu. Untuk menghindari situasi seperti ini, dia bekerja keras untuk berhubungan dengan hal hal yang menakutkan itu.
Perlahan yang tadinya dia ketakutan sampai tidak bisa tidur dan mati rasa, akhirnya dia bisa menemukan kesenangannya dan menjadi penggemar untuk pengalaman yang mendebarkan.
Sekarang melihat David yang seperti depresi itu, Julietta tiba tiba menyadari bahwa dia tidak berbeda dengan murid laki laki yang suka mengusik murid lain.
Julietta bergerak diam diam mendekati David, tapi David malah menggeser dan bersandar kejendela. Dia menunjukan ekspresi takut saat Julietta mendekatinya.
Julietta "Mengenai semalam"
"Jangan dibahas lagi" David memotongnya dengan wajah depresi.
Ini benar benar serius. Bagaimana jika meninggalkan bayangan psikologis didalam hatinya. Julietta menyesal dan mencoba untuk terus berkomunikasi dengan David.
"Maaf tidak seharusnya aku mengajakmu nonton film horor, dan menyebabkan kamu mengalami pengalaman buruk, tapi yakinlah, aku tidak akan mengajakmu lagi ketika menonton film horor lagi"
Maaf tidak seharusnya aku mengajakmu nonton film horor.
Lain Kali aku tidak akan mengajakmu lagi.
Aku tidak seharusnya.
Lain kali aku tidak akan.
Ucapan Julietta itu terus bergema dalam pikiran David.
Jika saat ini Julietta dapat memahami apa yang menyebabkan David tertekan seperti sekarang ini, dia akan tahu bahwa kata katanya saat ini adalah sayatan kedua yang melukai hati David.
David masih ingat salah satu sikap wanita yang tidak lagi menyukai seseorang dalam buku itu. Ketika seorang wanita tidak lagi memiliki ketergantungan emosional kepada anda, tetapi dia belajar untuk menjaga dirinya sendiri, itu berarti dia sudah tidak membutuhkan anda.
Dia tidak akan lagi, membutuhkan dirimu. David menutupi dirinya. Menghadapi tatapan tulus Julietta, David mengangkat hoodienya tanpa bicara apa apa. Dia menarik tali elastis itu dengan satu tangan, membuat hoodienya menyusut dan menutupi wajahnya. Saat ini perasaan David dapat digambarkan dalam satu kata yaitu berduka.
Julietta merasa apakah dia salah mengatakan sesuatu lagi. Keheningan dan keanehan keduanya itu berlanjut sampai kekantor.
Herman baru saja kembali dari perjalanan bisnisnya dan berpapasan dengan David yang sedang melangkah keruangannya. Dia menyapanya dengan riang, namun David bahkan tidak meliriknya sedikitpun.
David memasukan tangannya kedalam saku, menundukan kepalanya dan melewati Herman begitu saja. Postur dan ekspresi seperti itu, jika didandani mungkin akan terlihat seperti aktor the walking dead yang salah masuk keruangan casting. Herman terkejut, apa yang telah terjadi dengan bos.
Menyadari ada yang tidak beres, dia segera menghubungi Tomy bertanya, "Apa ada masalah besar yang terjadi selama aku tidak berada disini."
Tomy menjawabnya dengan cepat "Tentu saja ada" "Apa itu"
Hati Herman terasa sedih, telah terjadi peristiwa besar di kantor dan dia tidak mengetahuinya, ini adalah kesalahan kerjanya.
Tomy bicara dengan santai "Aku akan segera memikiki kekasih"
Tomy "Kenapa kamu tidak mengatakan apa apa"
Herman "Kamu."
Tomy yang bingung itu merasa bahwa ini tidak adil. Dia duduk didalam ruang kerjanya merenung untuk waktu yang cukup lama. Tiba tiba dia sadar, perasaan Herman sekarang mungkin masih belum stabil, karena dia sedang dalam keadaan tanpa cinta begitu dia kembali dan melihat orang yang bermesraan, tentu saja dia marah.karena iri.
__ADS_1