Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
97


__ADS_3

Mereka semua lagi lagi mengirim beberapa kejutan angpau dalam grup, kali ini Julietta juga akhirnya berhasil mendapatkan jumlah yang paling besar, tidak ada keberadaan Tomy, semuanya terlihat sangat senang dan damal.


Tomy mengirimkan emotikon sedih kepada semua orang dan meminta mereka semua mengundangnya masuk ke dalam grup lagi, semua orang sedang sibuk berebut angpau dan tidak ada yang perduli dengannya. Bahkan Weni juga hanya membalasnya dengan satu emotikon palu.


Tomy mengirim postingan status di live story untuk mencurahkan isi hatinya, tidak ada orang yang sayang aku lagi, aku enarr benar menyedihkan.


Beberapa menit kemudian, ada komentar dari keluarganya sendiri di bawahnya.


Ayahnya Tomy ,Kamu ribut, tidak mungkin Weni adalah gadis yang sangta baik, kamu apakan dia?.


Ibunya Tomy , Kamu jangan bicara macam macam, memangnya kita semua sudah mati?.


Tantenya Tomy ,Sedang malam tahun baru ini kamu bicara apa, dasar anak ini.


Pamannya Tomy ,Anak muda jangan terlalu tergesa gesa, bersabarlah.


Keluarganya mulai memberikan dia kalimat nasihat yang panjang seperti cara berhubungan suami istri yang harmonis. 


Pria harus mencintai istrinya, membuat Tomy menyesal kenapa dirinya memposting status nya begitu. Dia meberitahu Weni dan membuat Weni tertawa terbahak di rumahnya.


Walaupun hanya berdua, Julietta tetap menyiapkan makan malam yang banyak, Julietta merasa besok mungkin harus makan makanan sisa hari ini, tapi David di sebelahnya berpikir masih bisa tambah beberapa potong daging lagi.


Julietta "Kamu mau kekenyangan sampai mati kah"


David berpikir sebentar "Cara mati seperti ini, sepertinya bagus juga."


Di sore hari Julietta bersiap siap membuat adonan untuk pizza, ditambah dengan beberapa seafood  dan sayuran untuk steambot dan makanan ringan lainnya, pizzanya juga pasti tidak bisa dia makan banyak.


David membantu merepotkan  Jukietta, setelah adonan sudah jadi, pizza mulai dibuat, David mulai menaburi daging, keju, paprika . Hanya dalam beberapa saat pizza pun sudah siap di panggang. Julietta bilang nanti beberapa potong pizza yang jelek ini semuanya untuk David yang makan saja.


Mereka berdua sibuk dan terkadang juga bicara beberapa kali, David sudah cukup membuat pizzanya, setelah membersihakn tangannya, dia menyuapi Julietta dengan buah strobery segar, hanya dalam beberapa saat satunkotak strobery yang ada di sebelah talenan sudah habis setengah.


David mengangkat kepalanya dan menatap Julietta yang sedang menyiapkan steambot, pandangannya yang fokus itu sangat imut. Ujung jari David masih ada tepung, disaat Julietta tidak memperhatikannya, dia memeperkanya ke pipi Julietta, Julietta teriak dan langsung menyerang balik dengan cepat. Seluruh tangan Julietta dipenuhi dengan tepung, saat mau memukul ke badan David, pinggang Julietta langsung ditarik dan dipeluk oleh David.


David menundukan wajahnya dan mencium bibirnya. Bibir Julietta sangat lembut dan ada rasa strobery nya, membuat dia ingin menciumnya lebih dalam lagi. David terus memainkan lidahnya di dalam menyusuri mulutnya tanpa rasa lelah, jarinya juga menyentuh pinggangnya, mereka juga tidak menyadari tepung yang masih menempel di badan mereka.


David bicara "Nanti saja baru panggang pizzanya, ayo ke kamar."


Pipi Julietta memerah "Langit masih terang seperti ini, kamu bicara apa."


David menarik Julietta mengangkat tubuh mungilnya menjadi duduk ke meja makan dan lanjut diciumnya setiap Julietta mau menolak, wajah tampan yang penuh dengan hasrat  dan menggoda itu membuatnya tidak bisa menolak. Tepat disaat ini.


Suara ketukan pintu terdengar, tok tok tok. Mereka berdua berhenti bergerak, Julietta bicara dengan pelan.


"Aku tidak pesan makanan apapun, mungkin salah ketuk puntu."


David "Ya sudah jangan pedulikan."


David mau siap siap lanjut menciumnya, tapi suara ketukan pintu itu berbunyi lagi. Dibalik pintu yang tebal itu terdengar suara Tomy. "Bos, Nyonya ini kita datang, cepat buka pintunya."


Julietta dan David mematung terdiam.


Tomy "Jangan pura pura tidak dengar, aku tahu kalian ada di rumah."


Julietta langsung mengelap bibirnya dan merapikan bajunya. "Cepat sana kamu buka pintunya."


Saat David  sudah membuka pintunya setengah, Tomy dengan muka tebalnya langsung masuk ke dalam dan tidak perduli dengan ekspresi David yang kesal. Tidak disangka di belakangnya bukan hanya ada Weni, tapi juga ada Andi. Herman sedang ke Amerika menemani Gisele, meninggalkan Andi yang jomblo itu sendirian. Tidak disangka satu tahun sudah terlewati, hanya sisa dia yang masih jomblo ini sendirian.


"Wah Nyonya masak sebanyak ini ya."


"Hebat sekali, sudah diduga yang dibilang Tomy benar, datang kesini pasti ada banyak makanan."


"Hahaha itu sudah pasti."


Tapi disini tidak ada aturan yang bilang kalau wanita masak dan pria bisa bebas, tapi malah membuat menjadi Julietta dan Weni yang berkuasa dan menyuruh prianya memasak. Andi di sebelah mereka menjadi asistennya. Tomy juga malah bilang kalau dia dulu pernah jago masak, tapi saat dia membuat omlet jamur keju yang sangat mudah saja bisa dibuat menjadi sangat tidak enak, benar benar tidak mudah.

__ADS_1


Steambot sayuran dan seafood di letakkan di atas meja makan, mereka mengangkat gelas, Julietta juga mengangkat gelas anggur merahnya dengan senang, tapi setelah bersulang, gelasnya ditahan oleh David.


"Tidak boleh minum."


"Satu teguk saja."


"Nanti saja kalau mereka semua sudah pergi baru kamu minum."


David menekan tangannya. Peringatan David ini sangat jelas membuat wajah Julietta langsung memerah menahan emosinya. Untung saja mereka semua sedang bersenda gurau, tertawa tawa dan tidak mendengar suara mereka berdua.


Andi tiba tiba tertawa dan bicara "Herman mau panggilan video dengan kita."


Herman dalam video itu baru bangun tidur dan mengenakan baju tidur, dia menyapa mereka semua dan sangat iri melihat satu meja yang dipenuhi makanan. Mereka bercanda beberapa saat, lalu di sebelahnya muncul seorang wanita, yaitu Gisele.


Mereka semua terdiam dan tidak tahu harus bicara apa, Gisele kebetulan melihat ke arah Julietta dan menggoyangkan cincin di jarinya untuk ditunjukkan.


"Aku juga sudah menjadi milik pria lain, jangan salah sangka, aku tidak akan melihat ke belakang lagi."


Julietta "Wah keren"


Andi terkejut "Astaga kalian kapan lamarannya, aku tidak tahu, kenapa tidak kasih tahu aku dulu."


Herman menggaruk kepalanya "Buat apa coba kasih tahu kamu."


Mereka kembali mengobrol dengan hangat dan ramai. Setelah panggilan video selesai. Julietta melihat ponselnya sekilas saat sedang makan, lalu dia melihat ada seseorang yang mengirimkan permintaan teman. Di catatan orang itu menulis tidak bileh mengganti nama aku menjadi teman baik.


Tidak perlu ditebak juga tahu itu siapa. Julietta tertawa dan menerima permintaan teman itu, sudah lama tidak bertemu, kesan Gisele tetap saja terlihat tinggi dan sombong, semua perkataanya sedang bilang dirinya juga mau menikah, dan tidak keberatan untuk merayakan pernikahan di luar negeri.


Julietta mengirimnya emotikon congratulation kepadanya. Disaat ini Gisele mengirim satu pesan lagi. Maafkan aku.


Julietta terkejut. Gisele menghapus pesannya dan berkata "Maaf salah kirim, anggap saja kamu tidak lihat apa apa, aku mau pergi kencan dulu, semoga kehidupan keluarga kecil kalian bahagia selamanya."


Julietta tersenyum dan membalasnya, terima kasih teman baik. Satu makan malam besar membuat semua orang kekenyangan, hanya David yang selalu cemberut, dan setelah tahu orang orang ini akan tetap disini sampai malam tahun baru, dia baru menyerah dan terdiam.


Julietta melangkah ke sana dan memeluk David dari belakang. Badan David langsung menjadi tegang.


"Kamu disini mau ngapain." Walaupun bicara seperti ini, tapi dia tetap memeluk Julietta erat erat agar tidak kedinginan. Julietta masuk ke dalam pelukannya, setelah beberapa saat dia baru menghela nafasnya dan bicara,


"David"


"Iya"


"Aku sangat mencintaimu."


Keesokan harinya di pegunungan di sore hari.


"Sayang, kamu ini sedang main api."


Kaki David bersandar di tembok, satu tangannya di masukan ke dalam kantong celananya, dia menundukan kepalanya dan matanya dalam. Cahaya dari api menyinari wajah dari sebelahnya dan memperlihatkan wajahnya yang ganteng.


Julietta jongkok di rumput dan berkata "Aku ini hanya membakar uni, apakah harus seperti itu."


Api di depan Julietta sangat besar, ranting pohon yang terbakar mengeluarkan suara dan tercium aroma ubi manis yang terbakar. Mereka semua sudah berjanjian untuk bermain ke agrowisata, Tomy dan yang lainnya sebentar lagi akan sampai, kebetulan sambil menunggu, Julietta membakar beberapa ubi dan jagung untuk dimakan bersama.


Tidak tahu David melihat dari mana, berkata dengan gaya bicara dia yang ala direktur yang disukai Julietta. Dia sudah mempelajarinya sangat lama dan memperhatikan apa yang bisa digunakan, yang tidak seharusnya digunakan pun juga digunakan secara asal. Julietta bahkan tidak bisa menghalanginya. Dia melihat David dengan kesal dan berkata.


"Sini makan ubi madu."


Tadi masih terlihat seperti direktur yang sedang berpikir keras dan dingin, seketika langsung berubah menjadi anak yang penurut, dia langsung jongkok di sebelah Julietta dan melihat Julietta mengambil ubinya dengan ranting pohon.


Kulit ubi masih sangat panas, tapi David dengan cueknya mengulurkan tangannya, Julietta belum sempat menghalanginya, jari David sudah menyentuh kulit ubi itu, Tangan David langsung ditarik kembali secepatnya.


Julietta "Sudah diduga ini masih sangat panas."


David diam sebentar "Coba sekali lagi ku sentuh."

__ADS_1


Ada beberapa orang yang tidak perdulu dengan nyawanya demi makanan. Ubi di dinginkan beberapa saat lalu akhirnya bisa dimakan perlahan. Bagian kulitnya gosong dan bagian dalam ya lembut dan manis, rasanya sangat enak.


Sayangnya Julietta hanya baru membakar dua ubi, jadi satu orang hanya bisa makan satu, setelah David menghabiskan ubinya, dia mulai menatap Julietta, Julietta tersenyum dan memberinya setengah dari ubinya,


"Ini setengah terakhir, nanti masih ada makanan lain di dalam."


David langsung menghabiskan setengah ubi itu. David megelap tangannya, lalu tiba tiba gerakannya terhenti. Julietta yang jongkok di sebelahnya melihat dia dengan bingung. David seperti sedang menyadari sesuatu, dia mengulurkan tangannya, jari telunjuk dan jari tengahnya memerah. Dia menghela nafasnya dan bicara.


"Sakit sekali ini."


Jadi setelah makan ubi baru merasakan rasa sakitnya ya.


Yang seru di agrowisata sebenarnya tidak banyak, bagi mereka semua hanyalah untuk mengganti tempat untuk berkumpul, obrolan di dalam grup sekejap langsung menjadi 99+, berdasarkan kebiasaan David yang dulu, kalau bukan karena Julietta yang juga mengobrol dengan seru di dalamnya, pasti David sudah mengeluarkan semua orang itu dalam grup.


"Dengar dengar istri Erick sudah hamil."


"Wah, secepat itu hebat."


"Sepertinya tidak menggunakan pengaman."


Bicara sampai sini Weni menyenggol lengan Julietta dan bertanya. "Kalau kamu sudah menikah beberapa tahun, kenapa tidak mau punya anak."


"Eh em sementara bekum terpikirkan untuk punya anak."


Hal tentang melahirkan anak lebih baik dibiarkan mengalir saja. Statusnya Sudah bersama David tiga tahun, tapi David terkadang sering membuatnya kesal, kalau marah pura pura terlihat sedih kasihan, membuat Julietta juga pasrah dengannya. Hari hari mereka berdua masih belum terasa melelahkan sama sekali, jadi tidak terburu buru punya anak dulu.


Hal seperti ini Julietta berharap David saja yang memutuskan, Julietta hanya bisa memberikan dia perasaan aman yang cukup. Mereka berbicara, bersenda gurau, tertawa sampai malam, lalu mereka langsung istirahat masuk ke dalam vila, besok rencananya mau memetik buah strobery.


Villa perumahan di pegunungan ini lebih dingin daripada di tengah kota, Julietta sudah mandi air hangat dan langsung berbaring di dalam selimutnya. Tidak berapa lama, David juga menyusulnya masuk ke dalam selimut dan memeluk erat Julietta.


Julietta mendorongnya dan bicara. "Kamu jangan tidur sambil peluk aku."


Beberpa hari lalu dia selalu memeluknya sambil tidur, membuat Julietta berubah menjadi bantal.


David "Kamu ini sudah tidak suka aku."


"Tidak"


"Dasar wanita."


Julietta tidak pernah berhasil melawan David, terakhir dia tetap tidur dalam pelukan David. Saat tertidur lelap, David mulai mencium pipinya, Julietta menepuk tangannya yang nakal bergerilya di dalam bajunya itu, lalu David berbisik.


"Tanganku masih sakit."


Julietta tersadar dan langsung menarik tangan David. "Benar benar masih sakit, aku tanya pemilik rumah ini dulu ada obat atau tidak."


"Tidak perlu."


David melipat tangannya dan langsung menekan tubuh Julietta di bawah badannya. 


"Kamu adalah obatnya."


Julietta "Kalau kamu bicara macam macam lagi, aku akan tendang kamu sampai jatuh."


David langsung menurut "Baiklah."


Tidak perlu menunggu sampai keesokan hari untuk menanam strobry, sekarang juga David sudah menanam banyak straibery kecil di badan Julietta. Saat mereka berdua melakukan sampai langkah puncak terakhir, badan Julietta yang tidak ada sehelai benangpun di bawah selimut, pipinya memerah dan sangat imut.


David mencium lehernya sambil mengecilkan matanya, lalu tangannya sudah terbiasa untuk mencari cari di laci meja. Lalu gerakan dia berhenti. Julietta heran. David mencium lehernya dan bicara "Aku lupa bawa."


Lagi lagi seperti itu. Terakhir kali, Julietta ingat David tengah malam keluar rumah pergi beli ke apotik 24jam, sekarang jauh dari pinggiran kota begini, mana ada tempat yang menjual pengaman. David mau berdiri dan berkata lagi.


"Aku mau minta ke Tomy dulu."


Wajah Julietta langsung memerah. "Barang seperti itu bagaimana mintanya, tidak bisa, benar benar memalukan."

__ADS_1


__ADS_2