Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
21


__ADS_3

Julietta tidak bisa percaya itu, celananya saja belum diganti, mau tidur apa. Julietta bersandar di  tembok kedua tangannya dilipat dan berkata datar.


"Liburan ini, kamu mau ikut aku"


Gerakan tangan David yang ingin masuk ke saku celananya berhenti.


"Kamu mau ajak aku"


Julietta merasa dia seperti ingin mencari keuntungan sendiri jadi hanya menjawab dengan anggukan saja.


David menghela nafasnya "harus merapikan barang , naik pesawat pulang pergi sangat lelah, duduk di pesawat juga tidak nyaman, makanan di pesawat juga tidak enak"


Julietta mengerutkan alisnya memotong perkataan dia dengan ketus berkata.


"Jadi kamu mau ikut pergi atau tidak"


"Mau"


Esok harinya di kantor. Tomy yang berada di kantor langsung bersorak gembira, hampir dia menangis karena terlalu senang mengetahui akhirnya mereka akan pergi liburan berdua. "Bagus Bos mau pergi liburan, kita akhirnya bisa bermain bebas dengan senang disini" 


Saat dia bicara itu, GIsele kebetulan masuk. Wajahnya kelihatan sedikit kecewa. Biasanya disaat ini David pasti berada di kantor, beberapa bulan ini juga akhir akhir ini David semakin sering pulang tepat waktu dan pulangnya semakin sore.


Mendengar kata kata dari Tomy, GIsele sedikit tidak percaya "heh dia mau pergi liburan" David ternyata bisa pergi liburan yah.


Tomy berkata dengan senang "tentu saja bersama istrinya, tempat wisata itu bagus, pasti mereka akan senang sekali disana" Sekalian misi memperbaiki hubungan suami istri, itu yang ada dalam benaknya Tomy.


Giselle tersenyum agak sedikit kaku, tapi kemudian dia kembali menjadi lembut seperti biasanya.


"Kebetulan cuti tahunan ini belum kupakai, aku juga mau main kesana"


Tomy memilki firasat yang buruk "Apa maksud kamu "


"Aku juga mau pergi ke tempat wisata itu juga"


:Tidak bisa, tidak boleh, kamu jangan macam macam Giselle"


"Aku macam macam apa sih, biasanya semuanya juga bekerja bersama, sekarang pergi main bersama juga dong, tidak ada apa apanya, kamu jangan terlalu gugup"


Tomy mencoba menasihatinya dengan berkata pelan lembut "Kamu pergi sendirian untuk apa"


Giselle berkata lagi "Herman akan ikut menemani aku"


Tomy "shit" dia sudah sedikit marah, tapi dia juga tidak enak mau mencaci Gisele. Tomy mengerutkan alisnya dengan ekspresi yang serius dai berkata lagi


"Kamu tahu akan akibat dari melakukan ini, sangat kemungkinan kamu akan dipecat"


Gisele bicara lagi "Aku juga masuk datang ke kantor ini hanya demi David saja"


Kalau tidak ada alasan lain bagaimana mungkin dia kembali dari luar negeri sana yang sudah membuatnya sangat nyaman.


Sekarang game baru sudah dikembangkan sampai satu titik, Gisele sebagai manajer desainer yang bertugas sebagai desain animasi utama, merasa sama sekali tidak mungkin akan dipecat. Dia berpikir dia tidak bisa bertahan lagi, pilihannya hanya ada naik posisi atau pergi, gerakan dia harus lebih cepat.


Tomy berkata lagi "kamu bisa dikeluarkan"


Giselle menatap dia dan menjawabnya "aku tidak percaya"


isele merasa kalau David  tidak ada perasaan sama sekali dengan dia, kenapa setiap kode yang diberikannya secara terang terangan juga diam diam selama dikantor itu tidak pernah dia tolak, agar dia menyerah. Giselle mana bisa tahu David itu tidak tergerak hatinya berarti dia sama sekali tidak memperhatikan hidup dirinya sendiri.


Tomy " Kamuuhrg, semoga kamu bisa sadar sedikit"


Di mata David tidak pernah ada tidak bisa kekurangan orang, dia selalu punya cara untuk membalikan keadaaan. Gisele kali ini mungkin akan merasakan akibat dari perbuatannya, tapi Tomy berharap dia bisa sadar sedikit supaya mundur.


Gisele tersenyum "apakah aku orang seperti itu, tenang saja, aku hanya ingin istirahat berlibur juga"


Sehingga malam itu Tomy tidak bisa tidur lagi, dia berpikir keras lebih baik dia juga ikut pergi saja. Cuti tahunannya yang berharga ini bisa bisanya dibuang untuk urusan macam ini, dia benar benar marah kesal tapi tidak tahu harus berbuat dan berkata apa lagi. Tomy mengobrol dengan Herman agak cepat, lalu memastikan mereka akan cuti bersama untuk pergi.


Andy yang terakhir baru tahu dan diajak juga sangat bingung. 

__ADS_1


"'Apa kita mau pergi liburan"


"Aku tidak mau melihat mereka pamer kasih sayang"


Julietta pertama kali naik pesawat duduk di kelas satu, saat naik pesawat dia langsung melihat sekelilngnya dengan semangat juga berfoto ria. David yang melihatnya dia itu sangat bersemangat, walalupun tidak mengerti kenapa Julietta bisa senang seperti ini, tapi mod dia juga jadi ikutan membaik.


Julietta berkata dengan pelan agak berbisik ke David "Aku dulu selalu naik pesawat di kelas ekonomi saja"


Hampir setiap kali orangnya banyak, tidak seperti disini, kosong dan luas, orangnya hanya beberapa bisa dihitung dangan jari. Mau meluruskan kaki bisa, sangat nyaman. Bahkan makanannya juga lebih enak dari biasanya.


yang tidak diduga oleh Julietta adalah David tidak tertarik sama sekali dengan makanan di pesawat.


"Kamu bisa bisanya tidak suka"


Dalam pikiran Julietta perut David itu seperti tong sampah yang super besar, apapun bisa dimasukan. Seorang pria yang dulunya mengandalkan makan mie instan untuk hidup, bagaimana mungkin bisa jadi pemilih.


 David menjawab dengan pelan juga.


"sudah makan terlalu banyak tadi"


Julietta hanya menganggukan kepalanya. Stelah David menghabiskan yoghurt dia langsung bersandar, makanan yang masih panas didepannya tidak dia makan, sebaliknya Julietta makan dengan sangat lahap. Dia tidak enak mau minta nambah seporsi lagi karena takut seperti orang kampungan dan ditertawakan oleh pramugari, tapi setelah makan seporsi itu dia masih merasa belum kenyang. Pandangan Julietta tertuju ke makanan milik David.


Dia berpikir David seharusnya sudah tertidur, karena dia sama sekali tidak bergerak, matanya juga tertutup rapat, nafasnya stabil. Dia sepertinya beberapa hari ini  sering pergi pagi dan pulang malam dari kantornya, kantong matanya sediikit gelap, sepertinya tidak cukup tidur dirumah.


Julietta tidak enak mengganggu dia mau bertanya, jadi diam diam dia memindahkan makanan David yang masih panas ke mejanya, dibukanya dengan diam diam juga, lalu dia mengangkat sendoknya diam diam


Sebenarnya David sama sekali tidak tidur, dia di pesawat sama sekali tidak pernah bisa tidur. Dia membuka matanya sedikit mengintip lalu dia melihat Julietta menundukan kepalanya sedang makan seperti hamster, lalu dia berkata.


"bukannya katanya kamu mau diet"


Julietta tersedak lalu tidak tahu harus berbuat dan berkata apa.Pria ini bisa bisanya masih memikirkan dai yang makan sendirian.


Julietta "kamu mau makan apa nanti pulang aku akan buatkan semuanya"


David "makanan yang super banyak"


Penerbangannya itu kurang lebih memakan waktu tiga jam lebih, Julietta sudah makan dan minum dengan puas, lalu dia mengenakan earphone dan menonton film


Yang mereka tidak tahu adalah disaat yang bersamaan di kursi kelas ekonomi ad beberapa teman liburannya yang ikut juga bersama. Sepanjang perjalanan Andy sangat ketakutan.


"Habis sudah kalau bos tahu kita juga pergi, bisa mati kita"


Tomy "Bagaimana mungkin aku tidak tahu itu"


Ini bukannya akan menyebabkan krisi keluarga. Tomy makan sesuap nasi ayam dengan murung, sangat tidak senang.


Aga tidak membocorkan identitasnya dia mau tidak mau duduk di kelas ekonomi juga, makanannya sama sekali tidak enak, berasa hambar, yang paling penting adalah dai yang paling mudah dikenali diantara orang lain jadi harus selalu mengenakan kacamata hitam, tidak boleh memperlihatkan seluruh wajahnya yang sering muncul di berita, kalau tidak dia akan ketahuan. Seperti inilah liburan tiga hari yang menyenangkan akan segera dimulai.


Setelah sampai di hotel Julietta baru terkejut karena dia bisa bisanya lupa memesan dua kamar terpisah.


Setelah dia mengacungkan jempolnya di resepsionis dia baru sadar ada seusatu yang tidak beres jadi dia balik lai dan bertanya.


"Bisa tambah satu kamar lagi tidak, aku akan bayar sendiri sekarang.


"maaf kita disini semua kamarnya VIP dipesan diawal jauh jauh hari, kamar kosong sangat terbatas"


wanita muda resepsionis itu jiwanya hampir tertarik oleh David yang sangat tampan, wajahnya pun merona memerah.


julietta menghela nafasnya "baiklah"


Untungnya kamarnya itu tipe suite seperti dirumahnya, yang penting masing masing tidur sendiri terpisah. David disebelahnya terus melayang dan tidak fokus, seperti sedang bengong. Julietta menarik lengan dia berjalan kearah tangga, mereka berdua sampai didepan pintu kamar, sebenarnyatadi  David melihat lobi hotel sambil berpikir, tapi tidak bisa bicara apa apa.


Di pulau ini hanya ada satu hotel, Tomy dan yang lainnya mau tidak mau memilih kamar tamu yang tersisa. Wanita resepsionis itu berkata dengan sopan kedia/


"pak, wanita yang sudah anda pesan di awal tadi minta dua kamar terpisah"


Hati Tomy jadi gugup "kamu kasih dia"

__ADS_1


"tentu saja tidak" dia tersenyum lagi "kalau ada pasangan yang datang kehotel ini, selalu hanya ada satu kamar kosong"


Bisa dibilang sangat sejalan dengan pemikirannya. Tomy mengacungkan jempolnya kedia.


"Pak kalian mau kamar yang mana"


"Yang dekat sedikit dengan pasangan tadi" 


Tujuan dia agar lebih mudah mengontrol rencana selanjutnya. Kebetulan mereka bertiga dapat sekamar, Gisele sendirian di kamar yang lain. 3 pria jomblo berada dalam satu kamar, seorang mengambil botol bir dan duduk dikarpet, mereka menghela nafasnya bersamaan. Ini sebenarnya kenapa begini.


Tomy berkata ke mereka "Gisele sudah bekerja dengan kita beberapa tahun"


Andy menganggukan kepalanya "sepertinya sudah dua tahun lebih"


"sudah selama ini kenapa dia masih belum menyadari, belum tahu perasaan bbos sebenarnya, aku ini juga untuk kebaikan dia" mengingat gadis itu macam macam dia menjadi marah.


Mereka berdua tidak tahu harus menjawab apa "kamu kira" Memang dasar jomblo.


Disaat yang bersamaan dikamar yang lain, Julietta rapi rapi sebentar dan bersiap siap untuk memakai baju renang dan keluar. Dengan semangat dia mengeluarkan kamera yang baru dibelinya dari dalam koper dan berkata kepada David "nanti fotoin aku ya"


Saat dia memutar kepalanya David sudah tidak ada. Julietta berhasil menemukannya dia sedang berada di dapur.


Davvis sudah minum sekaleng soda dan duduk santai di sofa. Julietta berkata lagi kedia.


"Sebentar lagi kita keluar"


Mendengar ucapan ini David mengambil setumpuk makanan ringan dan kacang kacangan dari dalam laci minibar lalu dimakannya dengan pelan. Sudah diduga sebentar nya Julietta memakan waktu satu jam, Julietta yang sudah memakai baju renang dilapisi jaket dengan kain pantai yang diikat akhirnya keluar dari kamarnya.


Bentuk badannya proporsianal sangat bagus dan indah dipandang, kedua kaki  panjangnya putih dan lembut  tersembul keluar dari belahan rok pantainya, badannya sangat montok, tidak ada bagian yang tidak menggoda orang melihatnya, semua pria pasti akan langsung terpikat. Pandangan David tertuju di kulitnya yang putih mulus beberapa saat.


Julietta mengangkat kepalanya dan berkata lantang "aku tahu aku cantik, kamu mau lihat ya lihat saja"


David menunjuk perutnya yang sedikit ada dagingnya "kamu gendut" 


Julietta dengan kesal menjawab 'diam"


Matahari di sore hari sangat indah, air laut dipantai pasir yang putih sangat  bersih dan jernih langi dan laut bersatu menjadi satu garis, terlihat matahari yang pelahan lahan bergeser terbenam.


Dipikiran Julietta semuanya adalah harus foto foto seperti model, dia mencari satu sudut, berdiri diatas batu karang, lalu dia mengangkat kainnya dengan pelan. Dia melihat dari kejauhan, seperti akan terbang bersama dengan kainnya yang melayang tertiup angin. Gaya dan posenya ini sangat sulit, Julietta tidak bisa memutar kepalanya jadi dia berteriak bertanya ke David "Sudah foto belum"


"ya"


"aku mau lihat"


Julietta berlari kecil ke arahnya dengan semangat dan mengambil kameranya, matanya yang melengkung langsung menjadi kaku. Foto pemandangan ini sangat indah, air laut yang jernih terlihat seperti terlapisi oleh lapisn serbuk emas, langit dengan awan yang terang indah, seperti surga di bumi. Tapi.


Julietta mencari cari dia bertanya "aku dimana"


"Disini" David menunjuk. Julietta memperbesar gambar fotonya akhirnya dia menemukan hanya nampak satu bayangan hitam berdiri di atas batu karang.


Kalau tidak terlihat masih mending, kalau terlihat malah membuatnya semakin marah emosi. Foto dari sudut ini seperti burung elang yang duduk diatas karang, bisa dibilang sebagai sudut mati, ekspresi Julietta rumit, sesaat dia tidak tahu harus berkata apa ke David. Wajah dia cemberut lalu menatap David.


David bertanya dengan serius "aku fotonya terlalu kecil yah, kejauhan"


"Menurut kamu" jawabnya dengan ketus marah.


Bisa bisanya foto dia menjadi seperti seekor burung elang, sepertinya hanya David yang bisa melakukannya.


Untuk menggantinya David mau foto ulang Julietta sekali lagi.


Julietta menekankan beberapa kali untuk mencari sudut yang bagus, jangan foto terlalu kecil. Harus foto seperti di dunia fiksi, seperti dia adalah dewi di dalam lukisan.


Saat David sedang mencari sudut yang benar, Julietta memutar kepalanya dan melihatnya, melihat posisi David tidak begitu jauh dari dirinya, dia lanjut membuat gaya pose. Tunggu sebentar.


Julietta "sudah belum"


David mengacungkan jempolnya "sangat cantik, sangat berseni"

__ADS_1


Julietta heran, entah kenapa tiba tiba dia memiliki firasat yang buruk. Dia lompat dari batu karang dan berlari ke sebelah David mengambil kamera, dan melihatnya, dia langsung seperti tersambar petir, dia hampir tidak mengenali orang di foto itu adalah dirinya sendiri.


__ADS_2