Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
51


__ADS_3

Pria tadi itu tidak bersuara dan berkata "maaf maaf aku masih ada urusan, maaf mengganggu" dia langsung kabur.


Julietta sedikit bingung bertanya "dia kenapa seperti melihat hantu"


David "maksud kamu semua wanita adalah hantu"


David pergi main ski sendiri setelah dicubit. Juletta dibelakangnya berkata dengan dingin "benar semua wanita adalah hantu"


Ski merupakan olahraga yang menguji keseimbangan, kemampuan olahraga Julietta lumayan, walaupun main gamenya jelek, tapi dia jago main tenis, basket, bulu tangkis sepertinya tidak ada hubungannya dengan ski,


Pelatihnya sangat sabar dan lembut, sepertinya tadi David sudah bilang untuk mengajari Julietta dengan lembut, yang tidak tahu akan mengira sedang mengajari kekasih. Julietta merasa tidak nyaman, dia mengatur gerakannya dan mengontrol keseimbangannya berdasarkan instruksi pelatih.


Dengan pelan dia meluncur kebawah, kedua kakinya dibuka dan berusaha agar dirinya bisa pelan. Dilihat dari jauh, gerakan Julietta yang serius sangat lucu. Dia tidak takut tinggi, tapi dia hanya takit jatuh. Pelatihnya mengikutinya dari sampingnya, sambil tersenyum dia berkata "adik kecil tadi yang bicara sama kamu itu kaka kamu"


Julietta terkejut "adik kecil"


"Iya kamu terlihat seperti pelajar"


"Aku istrinya, aku sudah dewasa" Ucap Julietta.


Muka pelatih berubah, tadi masih lembut dan sabar, sekarang dia sangat ingin menarik dan mendorong Julietta agar bisa menikmati main ski, setelah mendengar ucapan Julietta, muka dia langsung muram dan cemberut, kelembutannya menghilang entah kemana.


Julietta melihat perubahan itu, diam diam dia merasa ada satu wanita bodoh lagi yang dibohongi oleh penampilan David.


"Kita lanjut latihan" suara pelatih singkat, tidak ada kelembutan.


Latihan kali ini tidak sehalus tadi, Julietta berhaasil jatuh beberapa kali dalam 10menit, seluruh badannya penuh dengan salju. Pelatih mengerutkan alisnya dan berkata dengan marah"kenapa kamu sebodoh ini"


Jelas jelas ditempat main ski ini banyak pemula yang terjatuh, Julietta dengan perkembangan seperti ini sudah lumayan bagus, tapi pelatih terlihat tidak sabar, dia melihat tangannya dan mulai memainkan HP, tidak memperdulikan Julietta.


Julietta menahan tangannya, karena David sudah bayar, kalau ribut akan tidak masuk akal, ditempat orang lain, mau berkelahi seperti apa juga tidak berguna, Julietta tidak mau masalah kecil ini membuat mereka berdua tidak senang.


Julietta berdiri dan lanjut latihan ski sendiri. pantatnya terjatuh kesalju, julietta sangat sering terjatuh dan sudah mulai bingung, disaat ini dia suara tertawa dari atas kepalanya. Tidak perlu ditebak pasti David.


Disaat tadi Julietta sedang berusaha untuk latihan, David sudah memutarnya melewati beberapa kali, sepertinya dia sering main ski. Tanpa ekspresi Julietta mengangkat kedua tangannya "kamu mau mati ya"


David melepaskan pelindung matanya dan bertanya "seru tidak"


"Sudah hampir tidak mau main lagi, bosan jatuh terus"


"Jatuh dimana"


"Pantat, lutut, sikut sebenarnya ada pelindung jadi tidak terlalu sakit, hanya saja hampir keseleo kakiku" Julietta menepuk salju dibadannya "aku lanjut latihan, kamu main saja"


Julietta mengangkat kakinya tapi tidak bisa berdiri. David mengulurkan tangannya "pegang"


Ditengah salju yang putih ini, rambut David tertiup angin, mukanya datar dan dingin, gantengnya membuat orang merinding, salju besar ini menjadi latar belakangnya. Sesaat Julietta merasakan debaran jantungnya, matanya berkedip-kedip, untung saja mukanya tertutup rapat, jadi David tidak bisa melihat apa apa.


Julietta mengulurkan tangannya dan memegang tangan David. Mereka menggunakan sarung tangan yang tebal, walaupun terpisahkan sarung tangan tapi seperti bisa merasakan kehangatan David yang membuat hatinya tenang


Dia takut tiba tiba David melepaskan tangannya dan membuatnya terjatuh lagi, satu tangan Julietta memegang salju ditanah dan satu tangan lagi memegang tangan David dengan erat, dia ditarik oleh David, papan ski dikakinya berat, keseimbangannya tidak stabil dia langsung masuk jatuh kepelukan David. David sedikit terhuyung dan langsung memeluknya dengan erat.


Julietta "tidak boleh bilang aku berat"


David "helm kamu menabrak dagu aku"


Julietta "maaf"

__ADS_1


Pelatih yang menghampirinya kembali jadi lembut saat melihat David. Tadi saat dia main HP, Julietta terjatuh lagi, dia tadinya mau menunggu Julietta berdiri, siapa sangka David lebih cepat dan mengangkat Julietta.


"Kenapa tidak hati hati" dia tertawa


"Kalau sikap seperti ini, lebih baik jangan mengajari orang lain" suara David lambat tapi membuat pelatih itu canggung. 


Pelatih ini bisa masuk karena hubungan keluarga, biasanya dia disini hanya asal melewati hari saja, melatih  gadis dan anak kecil, bertemu dengan Julietta yang serius seperti ini membuat dia kesal. Dengan menggunakan nama pamannya, pemimpin tempat main ski ini, muka dia cemberut. "Maaf kamu tidak ada hak untuk memutuskan aku disini mengajar orang"


Mau sekaya apa memangnya kenapa, pemilik hotel dan tempat main ski ini adalah bos super kaya, pamannya bekerja untuk bos besar itu, orang yang tidak bisa pergi main ski pribadi dan tidak bisa main ski seperti dia, sudah dianggap sebagai orang biasa olehnya, ribut sedikit juga tidak bisa berbuat apa apa padanya.


Julietta tadinya tidak mau perduli dengan pelatih ini, tidak mau sikap pelatih ini juga kasar dengan David, tiba tiba api amarah membara dihatinya.


Julietta "kamu ini bicara apa, percaya tidak, aku akan laporkan kamu"


"Ya kamu laporkan saja, aku sekarang panggil orangnya bagaimana"


Tidak menunggu mereka ribut seperti apa, pelatih itu sudah mengeluarkan HP dan menelepon orangnya. Julietta takut dia memanggil sekumpulan orang untuk ribut, David lebih cepat darinya dan langsung melindunginya dibelakang sambil berbisik "tidak apa"


Pemimpin tempat ski ini dengan cepat datang. Mendengar keponakannya ribut lagi, dia juga sudah sedikit kesal, dia hanya bisa kesana untuk mengurusnya. Dia sudah memanggil pelatih pengganti untuk menghormati pelanggannya dan juga menambah jam berlatihnya 30 menit. Sampai pemimpin itu mendekat, dia melihat dengan jelas tampang pria yang tidak memakai pelindung wajahnya, mukanya langsung pucat.


Walaupun diinternet banyak tersebar foto David, tapi semuanya buram dan tidak jelas, orang biasa kalau tidak mengenali orang itu juga normal. Tapi dia dari 5 tahun yang lalu sudah bekerja disini, bosnya siapa dia bertemu satu kalipun juga bisa ingat dengan jelas.


Dengan suara gemetar dia berkata "bos, apa kabar"


Pelatih terkejut, Julietta juga terkejut. Julietta melihat David dengan bingung dan bertanya "ini juga Aqua.."


"Tanah ini milik aku" "Termasuk hotel"


Pelatih yang tadi masih bangga sekejap langsung menyesal.


"Bos anda datang kenapa tidak bilang sama aku, masalah hari ini.."


Dibandingkan denganJulietta yang bengong, David terlihat jauh lebih tenang "ayo pergi"


Pemimpin yang gemetar itu melihat mereka berdua pergi menjauh, pelatih dibelakangnya, mukanya sudah pucat dan dengan patah patah dia berkata "paman aku, bagaimana"


"Kamu pergi, kamu sudah tahu hanya sering membuat masalah" dia memarahi keponakannya ini.


"Bereskan barang dan pergi, jangan kembali lagi"


"Paman bukannya sudah janji sama mama aku,,kalau akan membiarkan aku terus kerja disini"


Nada suaranya seperti menangis, dia lagi lagi mau menggunakan manjanya agar pamannya memaafkannya. Bersenda gurau, main ski bebas, pekerjaan yang setiap hari hanya melewati hari dengan mudah dan bisa mendapatkan puluhan juta bisa dicari dimana. Pamannya yang sehari hari emosinya sangat baik terlihat marah.


"Janji apanya, kamu tidak pergi, aku yang ditendang"


Julietta mengikuti David dibelakangnya, dengan sulit dia melangkah dan berkata "tidak disangka ini semua punya kamu jangan jangan pulau pribadi dengan hotel yang dulu itu juga punya kamu"


"iya punya aku juga" ucap David santai.


Tidak disangka David yang terlihat seperti tidak tahu cara menikmati hidup bisa memiliki ini semua, Julietta terkejut. David hanya mengangguk.


Tanahnya dibeli pribadi beberapa tahun yang lalu, dia jarang datang kesini untuk main ski, sedikit sayang, maka dia mengubahnya menjadi tempat wisata, beberapa tahun kemudian tidak disangka keuntungannya sangat banyak.


"Kita sekarang mau kemana"


"Main ski"

__ADS_1


"Aku ajari kamu"


David menarik Julietta satu langkah demi satu langkah, sampai diturunan kecil mereka berhenti. David berdiri disebelahnya dan meminta Julietta untuk berdiri dengan benar, sekarang dia baru dengan pelan menjelaskan poin yang penting saja. Kesalahan dari pemain ski pemula adalah sering salah dalam menentukan titik keseimbangan, sambil menjelaskan David memperbaiki posisi gerakan Julietta, seperti seorang guru yang berpengalaman.


Kecepatan suaranya tidak cepat, cara penyampaiannya juga mudah dimengerti, Julietta seperti meniup kabut asap, hal yang tadi masih tidak dimengerti tidak disangka langsung bisa. Berdasarkan gerakan yang diajari David, kaki Julietta perlahan lahan meluncur kebawah dan berhasil turun dengan benar dan lancar. Dia senang dan berteriak lalu dia lupa mengendalikan keseimbangannya jadi dia terjatuh lagi.


Julietta mendengar suara ceklik, dia langsung terkejut, dia duduk dan sudah diduga dia melihat David yang sedang memegang HPnya dengan puas "sudut ini sangat bagus"


Julietta "kamu foto apa"


"Lihat"


Wallpaper HPnya adalah satu gambar yang sangat jelas, Julietta sedang tergeletak disalju dengan menyedihkan, sangat lucu. Dan yang paling parah adalah.. Dengan marah Julietta berteriak "kamu berhenti, siapa yang kasih izin fotoku kamu jadikan walpaper"


Wallpaper Julietta semuanya adalah peri, foto di HP David ini hanya bisa dibilang peri yang tidak berdiri dengan baik, jatuh dari langit dan tergeletak ditanah. Untuk menyelamatkan mukanya, Julietta berdiri dan mau merebut HP David.


Dia mendekatinya tapi papan terlalu besar jadi tidak bisa bergerak bebas, kalau David menghindar, Julietta pasti akan terjatuh lagi. David berhenti mundur dan terdiam lalu Julietta berhasil menjatuhkan David.


Badannya terjatuh disalju yang lembut, sama sekali tidak sakit, salju masuk kedalam bajunya dan sangat dingin sampai dia gemetar. Julietta terjatuh diatas badan David, matanya hanya mengarah ke HPnya, dia mengulurkan tanganya dan mau mengambilnya tapi David menjauhkan HPnya. Jukietta terus berusaha menangkap tangannya, tanpa sadar dia menekan badan David, mukanya sangat dekat dengan bibir David, nafasnya tersambar kemuka David, seperti semua gas panas dan badannya bisa terkirim kedia, Julietta tidak perduli dengan muka David yang semakin merah. David menoleh kesamping, membuang mukanya, tangannya dikendorkan dan Julietta berhasil merebut HPnya.


Tanpa merubah posisisi, hal pertama setelah mendapatkan HPnya adalah menghapus foto, kedua adalah mengganti walpaper, foto langsung dihapus, Julietta sedang sibuk dengan HPnya diatas badan David, dia melihat sekilas David tidak bisa bergerak dan membuang mukanya pura pura mati.


Julietta "Kamu marah yah, David, vid vid"


David tidak tahu kapan sudah menutup mukanya sendiri dengan rapat memakai pelindung mukanya sendiri, Julietta mau membuka pelindung mukanya tapi dihindari oleh David.


Julietta bertanya "benar benar marah, baiklah aku ganti satu foto bagaimana"


Dia bersandar tidur di bahu David dan membuka kamera depan, kamera depan apel x memang seperti cermin, Julietta bisa melihat dengan jelas bekas jerawat didahinya. Dia mengangkat tangannya dan memasukkan wajah David kedalam hasil kamera. Mereka berdua yang satu mengenakan helm, kerahnya berdiri, yang satu senyumannya lebar. Setelah itu foto mereka berdua sudah tersimpan.


Julietta menjadikan foto itu sebagai wallpaper dan dengan puas mengembalikan HPnya. David terdiam menerima HPnya, Julietta baru mau menertawakannya, tiba tiba ada sepasang suami istri paruh baya melewati mereka dan tertawa.


"Orang muda sekarang"


"Iya siang bolong seperti ini, diluar berbuat apa"


Dia sadar mereka berdua sangat dekat masih tertumpuk, maka dia langsung bergeser duduk. David juga sepertinya beberapa saat baru tersadar, satu tangannya diletakan kesalju dan perlahan duduk, dia terlihat lebih diam dari biasanya, tapi Julietta sudah terbiasa dengan sifatnya yang jarang bicara. Mereka berdua kembali kehotel.


Julietta berencana malam berendam air panas, pemandian air panas dihotel harganya terpisah, tidak murah, kalau bukan David yang punya, Julietta melihat harganya pasti akan pusing.


"Mau bareng tidak"


Expressi David seperti Julietta mencari ribbut "pria dan wanita terpisah"


Julietta "kamu salah paham" 


dia hanya mau bilang mau keluar bareng atau tidak. Sepertinya David tidak tertarik sama sekali dengan berendam air panas, terutama tempatnya kemungkinan akan muncul orang lain. Tapi dia melihat Julietta yang tersenyum sedang memegang tas menunggu dirinya, David tidak bisa menolaknya.


"Ayo jalan, saat mandi air panas masih ada makanan yang bisa dimakan"


David mengelus keningnya dan membiarkan Julietta menarik tangannya mengikuti dia ketempat pemandian air panas. Tempat pemandian air panas ada dilantai paling atas, tidak jauh dari kamar mereka, saat masuk didalam hanya ada petugas penjaga barang dan penjaga ruangan wanita.


"Aku masuk dulu ya, sampai ketemu nanti"


David mengangguk, Julietta pergi keruang ganti baju untuk mengganti baju, lalu dia melihat ada satu locker terkunci, didalam sepertinya masih ada satu orang. Dia hanya mengenakan handuk dan membuka tirai, uap air langsung berhembus kemukanya dan membuat Julietta mengecilkan matanya. Disaat ini dia mendengar suara yang tidak asing. "Julietta"


Julietta terkejut melihat kolam air panas, didalamnya ada satu orang wanita yang juga terkejut dan tertawa langsung melambaikan tangannya ke arahnya. 

__ADS_1


"Ini aku Diana sikuda perang"


Mereka berdua tidak disangka bisa bertemu ditempat seperti ini, bisa dibilang sangat kebetulan. Julietta masuk kedalam air panas dan merasakan suhu hangat dari airnya, dengan nyaman dia bersender. Dia mendengar penjelasan dari Diana beberapa saat baru mengeti kenapa. Ternyata mereka sebentar lagi akan lamaran, mereka berdua sedang liburan lamaran, setelah pulang nanti mereka akan siap siap membahas urusan pesta pernikahannya.


__ADS_2