Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
73


__ADS_3

"Tunggu kalimat terakhir kamu tadi bilang apa"


"Kita hari ini istirahat pagian"


"Bukan didepannya"


"Aku kembali rapat dulu"


"Tidak ada barbekiu"


"Tidak ada barbekiu" David menurut seperti murid SD.


Julietta melihat David yang berdiri seperti dihukum guru, hoodie di jaketnya tergantung dan membuatnya sedikit sedih. Julietta tertawa lalu bicara.


"Kalau mau makan barbekiu, ya sudah oke"


Tidak pantang makan seperti apa, tidak perlu sampai setiap makan harus yang bernutrisi. Mata David bersinar mendengar nya.


Saat malam setelah pekerjaan selesai, mereka berdua kerestoran Korean Barbeque. Julietta memesan dua paket daging sapi,  dibawah tatapan penuh penantian dari David, dia memesan dua paket jamur, satu daging ayam, satu nasi goreng dan beberapa selada.


Julietta bertanya "Sayurannya cukup tidak"


David berdiri "Aku mau ketoilet dulu sebentar."


Julietta mengangguk. Dia berpikir, sudah pesan sebanyak ini, dua orang makan pasti sudah cukup. Makan malam tidak boleh makan daging terlalu banyak, harus belajar untuk mengendalikan diri.


Setelah beberapa saat David kembali kekursinya. Julietta menuangkan segelas teh dan disaat dia mau meminumnya, ada dua pelayan yang datang bersorak sambil bertepuk tangan, membuat Julietta terkejut.


"Selamat anda berdua menjadi tamu ke 10ribu malam ini direstoran kita, dan beruntung mendapatkan hadiah besar spesial dari kami"


Julietta melihat troli yang membawa setumpuk daging merah, juga potongan wagyu cube,  bingung ada hal sebaik ini. Dia mana tahu, ada seseorang yang menggunakan berbagai cara hanya untuk makan.


David mengambil beberapa potong daging dan diletakan diatas panggangan, daging yang merah seketika langsung matang. Ditambah dengan saos lalu dimasukan kedalam gulungan selada, dia mengunyah dan merasa benar benar nikmat puas.


Ponsel Julietta berbunyi, dia menatapnya dan melihat nama Tomy dilayarnya. 


Kebetulan Tomy dan Andy sedang jalan jalan dengan galau murung. Tomy tiba tiba berpikiran hanya wanita yang mengerti wanita, mungkin saja Julietta bisa membuat jalan cintanya semakin lancar. Dia langsug mengirim pesan ke Julietta, tentu saja berharap kalau bisa dapat makan malam  dirumah Julietta akan lebih baik. 


Andy jadi bersemangat mendengarnya "Aku juga mau makan masakan Julietta"


Julietta membalas dengan cepat "Aku sedang makan barbekiu dengan David diluar, restoran memberikan daging yang sangat banyak, kalian mau makan kesini tidak"


Tomy "Kalau begitu kirim live location, kita sebentar lagi akan sampai"


David yang sedang menikmati  makan besarnya itu sangat puas dengan trik yang dilakukannya tadi, tapi dia belum tahu mimpi buruk akan datang sebentar lagi. 10 menit kemudian.


Tomy "Hai kaka ipar"


Andi "Hai kaka ipar"


David sedang mengambil daging dengan sumpitnya, saat melihat mereka berdua seperti sedang melihat hantu dan membuat dagingnya terjatuh ke piring.


Sementara dirumah sakit. Jackson yang sedang berbaring diranjang pasien bernafas dengan berat. Mulutnya mengenakan masker oksigen, hanya dalam beberapa hari beratnya sudah turun belasan kilo. Dia terbaring diranjang tidak bergerak sama sekali seperti orang mati.


Kalau Julietta melihatnya pasti akan sangat terkejut. Rambutnya sudah putih setengah, sama sekali tidak terlihat seperti pengusaha berumur 50an, benar benar seperti kake tua yang sudah berumur 80an yang sedang menunggu dikubur.


Pintu terbuka, Marisa berjalan didepannya, dia mengenakan mantel bulu dan beberapa perhiasan dibadannya, terlihat sangat mewah. Mukanya yang putih mulus berdiri didepan Jackson menjadi kelihatan seperti puterinya.


Perawat disebelahnya mengikutinya, Marisa melipat tangannya dan mukanya sangat tidak perhatian "Masih bisa hidup berapa hari"


Perawat itu terkejut, dia sering melihat perpisahan diruangan ini, tapi yang sama sekali tidak perduli seperti ini sangat jarang terlihat.

__ADS_1


"Kalau keluarga bersedia mengeluarkan uang untuk pengobatan, mungkin masih bisa beberapa bulan lagi"


"Berapa bulan"


Marisa melambaikan tangannya dan meminta perawat itu pergi. Jackson masih dalam keadaan koma.


"Disaat ini lihat anak kamu mau selamatkan kamu atau tidak, kalau tidak, maka kamu sudah gagal sebagai seorang ayah"


Dia sekarang percaya sepenuhnya yakin, David pasti akan memberinya uang dan tidak sedikit jumlahnya. Marisa pintar, dia mengerti kalau dirinya membuat David selalu marah, David memiliki kemampuan untuk membuatnya lenyap, hanya saja David sama sekali tidak mau menghabiskan banyak waktu pada dirinya. Kasih uang lalu dia pergi, bukannya ini adalah pilihan yang paling menguntungkan bagi dua pihak.


Mengingat David dan istrinya tidak bertanya apa apa setelah dia meneleponnya, bahkan mereka tidak menyuruh orang untuk datang bertanya, Marisa menjadi sangat kesal. Mereka tidak datang, maka dia sendiri yang akan menghampirinya.


Direstoran, Tomy dan Andi makan daging gratis, tiga pria dimeja nya makan hampir sampai 5jjuta, Julietta pun tercengang melihatnya, pelayan juga tercengang. Pelayan itu satu demi satu bolak balik datang mengantarkan daging kepada mereka, dan hampir saja melupakan daging untuk meja lain. Julietta sudah tidak kuat makan lagi setelah setengah jam.


Dia melihat tiga pria ini makan dengan lahap dan mulai memikirkan satu pertanyaan, sebenarnya Tomy yang membuat David menjadi buruk atau David yang membuat mereka menjadi buruk. Ini benar benar satu misteri.


Pelayan juga bolak balik mengangkat piring kosong beberapa kali, Julietta akhirnya tidak tahan dan bertanya "Kalian masih belum cukup lomba makannya"


Mereka serentak langsung tegang dan meletakan sumpitnya "sudah kenyang"


Tomy baru ingat, sebenarnya dia datang untuk meminta saran percintaan. Mereka baru mau bercanda dengan Julietta, tatapan dingin maut David kearah mereka berdua, terakhir kali ditatap seperti itu, mereka langsung lembur seminggu penuh, sampai sekarang ingatan itu masih membekas dikepala mereka.


Andi "Kita pulang dulu saja, terimakasihbanyak bos"


Tomy "iya iya sampai jumpa besok"


Mereka berpisah dijalan dipintu luar restoran.


Julietta "Barbekiunya enak tidak"


David menjawab dengan jujur dan ceria "Enak"


Sesekali makan enak membuatnya bersemangat, kehidupan seperti ini mungkin sangat sederhana dan indah. Julietta menyentuh dan mengelus perut David dan langsung terkejut bicara.


David langsung mundur dan menjauh dari Julietta seperti melihat hantu.


"Apakah aku menakutkanmu seperti itu"


Melihat muka Julietta yang terkejut dan bingung, David diam dia, menarik resleting jaketnya keatas. Saat jari Julietta menyentuh perutnya yang datar, seperti ada aliran listrik yang mengalir dari perutnya ke kepalanya, sampai sekarang dia masih merasakannya dan jantungnya jadi berdebar kencang.


David kembali menjadi terlihat tenang, tapi tetap menjaga jarak sekitar semeter dengan Julietta. "Jari kamu sangat dingin" ucapnya.


Julietta "Ternyata begitu"


David ini sudah diduga setiap saat melindungi dirinya dengan ketat. Mereka sampai dirumah kembali kekamar masing masing dan tidur


Julietta berbaring diranjang dan tidak bisa tidur, mungkin karena makan terlalu banyak, pikirannya juga menjadi kacau. Sambil berpikiran macam macam, dia memutar badannya kekiri kekanan dan akhirnya mulai muncul rasa kantuk. Julietta bermimpi menyeramkan


Dia bermimpi menjadi arwah yang sedang berjalan melayang ditengah kota, dari jauh dia mendengar satu orang yang berdebat, suaranya sangat keras. Julietta berjalan kearah sumber suara itu dan melihat Marisa dan David saling bertatapan.


Marisa menunjuk dia dengan marah dan meminta David memberikannya uang, David sedang memasukan kedua tangannya di kantongnya. Seperti Marisa baru pertama kali bertemu, ekspresinya datar dan tidak perduli. Marisa berteriak dengan sangat keras, David tidak bergerak sama sekali. Marisa sangat marah.


Tiba tiba dari ujung jalan ada seseorang yang berlari dan menusuknya,.badan David gemetar dan mencoba menangkap orang itu, tapi dia tidak bisa mengontrol dirinya dan terjatuh kejalan aspal. Darah merah mulai menyebar.


Julietta hampir mau menangis, dia menghampirinya tapi tidak bisa menyentuhnya, dan hanya bisa melihat David yang terbaring dijalan mulai kehilangan nafasnya. Dia berteriak keras David David David.


Satu tangan yang hangat memegang pipinya dan membuat Julietta langsung membuka matanya. David langsung memeluk Julietta degan kondisi yang masih belum begitu sadar.


"Kenapa, kamu lihat apa dimimpimu, kenapa terkejut seperti itu"


Julietta terbangun dan mukanya langsung pucat, disaat ini dia baru sadar itu semua hanyalah mimpi. Dia menghela nafasnya.

__ADS_1


"Tidak apa hanya mimpi buruk"


David memeluknya "Sekarang sudah baikan belum, mau kutemani"


"Ya jauh lebih baik"


Sepertinya karena telepon dari Marisa kemarin membuat hati dia khawatir. Untung saja tidak ada apa apa, dia juga menjadi tenang. 


Karena mimpi buruk, Julietta pagi ini langsung menjadi sedikit tidak semangat. Sepanjang perjalanan dia tidak fokus, bahkan David diam diam memegang dan memainkan jarinya itu dia tidak sadar. Saat mobil sedang berhenti dilampu merah, supir tidak sengaja melihatnya di kaca spion.


Dalam pikirannya, Bos memang sangat hati hati dengan istrinya, pegang jari saja harus diam diam.


Suasana dkantor hari ini sangat hening, Semua orang sedang serius mengerjakan pekerjaanya. Disaat Julietta sedang sibuk ada orang yang mengirimnya pesan.


Julietta mengira David mengajaknya makan siang bersama, maka dia pura pura tidak melihat dan lanjut bekerja, dia tidak ingin berhadapan dengan David dikantin dihadapan banyak orang lagi.


Dengar dari Marc ada kolega yang membuat komik sehari hari dengan karakter mereka berdua, dan mendapatkan komentar yang baik dari dalam dan luar kantor. Disaat dia melihat komiknya, muka dia menjadi gelap dan sangat ingin berhadapan dengan pembuatnya. Kenapa dikomik itu dia menjadi istri yang genit didepan direktur yang galak. David yang seharusnya menjadi seperti itu, yang galak adalah Julietta.


Disaat Julietta tidak fokus dan salah menyalin gambar, dia langsung membenarkannya kembali, ponselnya lagi lagi berbunyi, dia kesal dan mengambilnya tapi dia melihat pesan dari nomor asing.


Ini aku Marisa, sekarang sedang ada di depan gedung kantormu menunggu kalian, kalau kalian tidak keluar, maka aku akan membongkar semuanya didepan orang.


Lagi lagi dia, Julietta mengerutkan alisnya dan ingin membuat Marisa pergi menjauh. Mau membohongi orang dengan alasan Jackson sakit keras, dia benar benar gila. Siapa yang membongkar siapa juga masih belum pasti.


Saat ini Marisa benar berdiri dipintu gedung kantor dan menunggu dengan tidak tenang. Karena siang hari, Julietta juga tidak akan berani berbuat macam macam dengannya. Apalagi Marisa menyentuh perutnya yang masih bekum terlihat hamil, ini adalah harta karunnya. Marisa mondar mandir dan tetap tidak ada orang yang keluar menemuinya. Dia semakin kesal. Dalam pikirannya itu.


Aneh, kenapa Julietta masih belum turun keluar. Jangan jangan dia ditahan oleh David. Apakah mereka benar benar percaya diri kalau dia tidak akan membuat keributan. Tapi semua masalah mengenai nama baiknya adalah pukulan yang telak bagi mereka.


Marisa mengandalkan keunggulannya dari komentar publik, dan waktu yang banyak untuk dihabiskannya dengan mereka. Melihat dia adalah anak, David pasti tidak akan berbuat macam macam dengannya. 


David berbeda dari beberapa direktur licik yang pernah berhubungan dengannya, dia lebih memiliki prinsip dan tidak mungkin berbuat macam macam dengannya semudah itu. Kalau tidak, juga tidak mungkin sampai sekarang dia masih berdiri disini.


Sementara Julietta sedang duduk diruangan David. Diluar ruangan, David sedang berbicara dengan satu pria asing. David membelakangi Julietta.


Julietta hanya bisa melihat pria itu sedikit menundukan kepalanya, pandangannya tidak melihat David langsung dan terkadang dia menganggukan kepalanya, Julietta berpikir, kalau David seperti ini benar benar terlihat seperti direktur.


Melihat pesan dari Marisa, respon pertama dia adalah mencari David. David tidak ada ekspresi apa apa melihat pesan itu dan memintanya untuk duduk disofa dan tidak usah perduli dengan hal semacam inj, lalu dia keluar dan menelepon seseorang.


David sudah mengurus hal tentang Marisa, Marisa lebih panik dari yang dibayangkannya, disaat David belum mengurus semuanya, Marisa sudah langsung datang mencarinya.


Kalau Julietta bisa mendengat perkataan David, dia akan mendengat suaranya yang lebih rendah dari biasanya, suara yan tidak lagi santai tapi lebih dingin.


"Seperti itu saja"


"Paham"


David membuka pintu dan kembali keruangannya. Julietta duduk sambil melihat sekelilingnya, menikmati kursi khusus untuk bos besar sedikit berayun ayun. Julietta mendengar suara dan bergegas duduk di sofa lalu bertanya.


"Sudah diurus"


"Iya"


"Bagus kalau begitu"


Mengingat kembali kejadian dimimpinya, Julietta masih sedikit takut. Tidak perduli dikehidupan sebelumnya apakah David mati dan pelakunya Marisa atau bukan, semuanya membuat dia ingin membuat David menjauh dari Marisa sedikit.


Wanita iti sangat serakah, kalau kasih dia sesuatu yang dia mau, dia akan semakin seenaknya. Julietta menghela nafasnya.


"Kenapa kamu semudah itu di bulii, satu mama tiri saja bisa berbuat seenaknya denganmu"


Kalau bukan karena David tidak ingin Julietta ikut campur dengan hal ini, Julietta benar benar ingin memberim pelajaran dengan Marisa yang tidak tahu malu ini. David hanyalah satu orang yang hidupnya pahit menyedihkan dimata Julietta. Kalau Julietta tahu David itu tadi memberi perintah apa saja, pasti dia akan menarik kata katanya kembali.

__ADS_1


Marisa sangat mengharapkan uang yang sangat banyak yang akan menjadi miliknya. Dia berjalan mondar mandir di depan pintu, tanpa sadar dia menjadi tidak tenang, kenapa David masih belum datang menemuinya. Seorang pria asing berjalan keluar dari gedung Aquarius mengenakan jas dan sepatu kulit, Marisa tentu saja kenal, dia adalah Eko yang dulu bertugas mewakili David untuk mengurus Jackson saat diopname, mereka pernah berbicara, dia melangkah sambil merapikan kacamatanya dan berjalan menghampirinya.


__ADS_2