Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
103


__ADS_3


Julietta mau mencoba mengangkat untuk menggendong anaknya lagi, tapi hanya dalam beberapa detik, anak ini seperti mau menangis lagi, maka Julietta langsung meletakkan anaknya kembali ke dalam kardus itu. Ruang kerja menjadi sangat hening.


Setelah beberapa saat Julietta bicara


"Dia jangan jangan menjadikan ini sebagai ranjangnya."


David terlihat sangat tenang menjawab "Mungkin juga."


Membiarkan anaknya tidur didalam kardus terasa seperti menyiksa anak. Untung saja kardusnya cukup besar, Julietta melapisinya lagi dengan beberapa alas selimut dan meletakkan guling kecil di sisi kiri dan kanannya di dalam kardus, setelah anak bayinya diletakkan di dalam kardus lagi, dia menyelimutinya dengan selimut bayi dan kardusnya di letakkan di sebelah keranjang goyangnya di kamar tidur. Anaknya terlihat tidur sangat lelap.


Julietta lagi lagi mau memastikan anaknya tertidur dengan nyaman, lalu dia baru kembali duduk di ranjang. Dalam pikirannya ini sebenarnya papanya dan anaknya apa, semuanya sangat berbeda dari orang normal. Kalau dilihat orang lain anak mereka berbaring di dalam kardus saja tidurnya bisa senyaman ini, mungkin saja semua orang akan mengira dia adalah mama tiri. Berpikir seperti ini, Julietta menjadi semakin murung.


David tidak berpikir terlalu banyak, dia duduk di sebelah Julietta dan mulai mencium cium lehernya sampai membuat Julietta sedikit geli dan tertawa. Dia mencium ******* bibir Julietta yang lembut. Suhu ruangan tiba tiba menjadi sedikit panas.


Tubuh Julietta menempel ke David sehingga dia terbaring dan David mengunci tubuhnya. David menggigit bibirnya pelan agar dia membuka mulutnya dan lidahnya bisa masuk bebas bergerak disana.


Agar tidak membangunkan anaknya, mereka menahan suaranya dengan susah payah. Terdengar suara nafas yang berat dari mereka berdua di dalam kamar, Julietta sudah sangat lemas dan membiarkan David berbuat apa saja dengan tubuhnya. Badan dia yang sangat sensitif membuat dia langsung meminta ampun kepada David, tapi pria ini tidak bisa dilepaskan dari badannya.


Malam yang panjang ini Julietta sangat kelelahan, tapi David masih terlihat sangat bertenaga dan bersemangat, dia menarik tangan Julietta dan masih mau lanjut. Julietta mau tidak mau meminta ampun, setelah dibuat perjanjian yang tidak adil, David akhirnya setuju, dia mencium hidungnya dan tidur sambil memeluknya.


Keesokan harinya, Julietta terbangun saat matahari pagi menyinari matanya, dia menyipitkan matanya dan melihat sekeliling kamar tidurnya. David masih tertidur dan dia melihat jam masih pukul 6 pagi. Julietta mencoba membangunkannya menggoyang bahunya pelan. Beberapa kali sampai akhirnya ia bangun dan bersandar di punggung ranjangnya.


David menatapnya lalu langsung turun dan menggendong Julietta masuk ke kamar mandi. "Kamu tidak lupa perjanjian kita semalam kan."


David mendudukkan Julietta di closet, Julietta hanya menjawabnya dengan gelengan. 


"Kamu tau apa artinya kan." Sambil bicara David mulai membuka piyamanya satu persatu.


Julietta mengangguk, ludahnya tertelan kasar, pagi pagi disuguhkan dengan pemandangan indah ini. Tapi sedikit ngeri juga kalau David akan mengajaknya bermain lagi, badannya masih terasa lelah karena perbuatannya semalam. Tangannya menurunkan tubuh Julietta dan membuka pakaiannya pelan sambil menyentuh kulit halusnya, setelah itu menyalakan shower mengajaknya mandi dengannya. 


David membasuh tubuh Julietta dan memandikannya seperti anak kecil, Julietta hanya bisa mengerang dan pasrah dengan sentuhan yang memabukkan ini. Mereka berciuman dibawah kucuran air dan memulai permainan lagi. Tidak seperti semalam, mereka bercinta cukup singkat karena takut anaknya akan bangun menangis.


Tidak tahu David bicara seperti apa dengan pengasuh dan pembantu, mereka itu siang hari baru datang agar Julietta tidak terlihat menyedihkan. Anaknya juga bangun di siang hari, sudah pindah tidur dikeranjang goyang juga tidak menangis lagi, kedua mata bulatnya bersinar seperti dua batu permata. Julietta mengambil mainan dan mengajaknya bermain dan membuat anak ini tertawa imut.


David hanya memandangi mama dan anak yang sangat dekat seperti ini membuat dia merasa punya seorang anak juga bukanlah hal yang buruk. Julietta memanggilnya.


"Cepat kesini, lihat dia tertawanya sesenang apa."


David jalan ke arahnya dan melihat bayi di dalam keranjang goyang ini. Anak itu tertawa melihat David, membuat David mengingat tampang Julietta yang sedang tertawa sangat mempesona. David mengulurkan tangannya mengelus pipinya yang lembut. Anaknya yang tadi masih tertawa geli ini seketika langsung berteriak dan menangis. David terdiam dan mematung, lalu tiba tiba.


Julietta melihat David mengambil kardus itu lagi. "Kamu mau apa?"


David "Cari keluarga yang baik."


Walaupun David setiap saat itu hanya bercanda dengan kardusnya, tapi Julietta benar benar takut suatu hari kalau dia marah dia benar benar akan membuang anaknya ini. Papa dan anak ini sepertinya memang tidak cocok, anaknya itu saat melihat wajah Julietta selalu tertawa imut, tapi setiap melihat wajah David maka dia langsung menangis keras, benar benar tidak tahu mereka berdua ini kenapa bisa seperti bermusuhan begini.


Anaknya itu setiap kali melihat David membawa kardus nya dengan ekspresi mukanya yang tidak senang, Julietta langsung menjadi canggung. Tapi anaknya langsung sangat senang melihat kardus itu seperti bertemu dengan mainannya. Membuat David semakin tidak senang. Hal ini membuat mereka berdua hampir lupa dengan urusan nama anaknya.

__ADS_1


Julietta memberikan semua nama yang ada di pikirannya, dan dia juga meminta David untuk memikirkan beberapa nama. David yang sedang duduk di sofa sedang makan anggur menjawabnya. 


"Aku rasa."


"Tidak boleh bilang bebi."


"Yah."


Julietta melihat daftar nama yang dibuatnya dan merasa sangat elegan. Dia berharap anak ini ke depannya bisa bergerak dengan aktif jangan seperti David yang selalu diam, lebih baik sifatnya sedikit terbuka dan hangat.


David melihat beberapa baris nama di itu sekilas, lalu memberikan saran.


"Bagaimana kalau buat nama seperti syair puisi."


"Tolong kamu jangan asal asalan." Julietta menahan kesalnya.


Mana ada memberikan nama anak dengan puisi atau pantun, hanya David yang bisa berpikiran seperti itu. Mereka berdua duduk di sofa dan berpikir beberapa saat. David menjetikkan jarinya.


"Dapat."


Mata Julietta langsung bersinar "apa."


"Yakul artinya kan agar selalu sehat dan senang."


Julietta menatap tajam David.


David menjawabnya dengan tenang. "Aqua, nama itu juga boleh, bagus."


Julietta merasa benar benar sudah di buat marah sampai lemas. Mereka berdua berpikir sangat lama tapi tetap tidak bisa menemukan nama yang memuaskan. Setelah dipikir pikir, David tetap merasa nama Yakul itu sangat mudah diingat.


Tapi bagi Julietta tidak mau anaknya ditertawakan oleh semua orang saat nanti sekolah. Dia saat dulu di sekolah juga pernah dipanggil dengan berbagai macam nama julukan karena namanya, ada orang yangbjuga pernah membuat Julietta sakit hati, jadi nama anak dia tidak boleh dibuat dengan asal.


Setelah di bicarakan bersama beberapa saat. Akhirnya, mereka berdua memutuskan nama yang terakhir. Mereka memutuskan nama anaknya Alexander yang juga berarti semangat kuat dan juga mudah diingat. Mereka berharap dia nantinya jadi defending men and protective. 


Mereka memanggilnya Alex. Maka. Alex perlahan lahan bertumbuh besar di tengah perawatan yang sangat baik dari kedua orangtuanya.


Bulan pertama di TK. Kalau mau di bilang anak yang paling bahagia di TK ini, semua teman di sekolahnya pasti akan menunjuk Alex.


Mereka merasa karena Alex memiliki orang tua yang paling ganteng dan paling cantik di dunia, ini adalah fakta yang diakui semua orang sejak hari pertama dia masuk sekolah di antar dan ditemani kedua orangtuanya.


Awalnya seharusnya saling tidak kenal, ditambah lagi Alex yang suka pura pura paling keren di depan semua orang biarpun tidak mengenal orang itu, juga membuat para guru TK sangat menyukainya.


Tapi yang semua orang tidak tahu adalah, demi tidak masuk sekolah, di malam sebelumnya Alex itu menangis hebat, dia menggunakan segala cara seperti terlihat sedih, pura pura sakit dan tidak mau makan agar mamanya berubah pikiran.


Mengingat seharian tidak akan melihat Julietta saat di sekolah, dia menangisinya lebih keras lagi. Alex sangat menempel dengan Julietta, dia sering menangis saat melihat David memeluk Julietta, seperti rumahnya dibahak oleh orang lain. Alex juga pernah menggigit lengan David saat David mencium bibir Julietta.


Tapi Julietta selalu berdiri di pihak anaknya dan meminta David untuk selalu mengalah, David beberapa kali menelepon Erick agar dia datang kerumahnya untuk mengambil anak ini untuk menemani anak kembarnya.


Julietta menenangkannya sangat lama agar Alex bisa dia . Akex mengelap air matanya dan hatinya tahu dia itu terlihat sudah sangat sedih tapi juga tidak akan mendapatkan hasil yang dia mau.

__ADS_1


David sebagai ayahnya tidak bicara apa apa, tapi dia memberikan bonus yang sangat banyak ke grup karyawan kantornya.


Semua orang sangat senang, walaupun tidak tahu karena apa dapat bonus, tapi kebahagiaan orang kaya sepertinya tidak bisa dibayangkan oleh mereka. Tidak perduli moodnya bagus atau tidak selalu bisa memberikan uang untuk. Drmain main.


Siapapun tidak ada yang menyangka, dihari kedua banyak anak kecil yang membawa mainan yang disukainya mencari Alex, dan meminta tolong apakah bisa menukar mainan yang disukainya dengan salah satu orang tua Alex untuk satu hari saja.


Dibandingkan dengan anak yang lainnya, Alex hanya duduk di kursi dan tidak perduli dengan mereka semua, satu mainan pun tidak ada yang diinginkannya.


Mereka semua menjadi sangat iri, mereka mengira kalau Alex pasti sudah punya banyak mainan jadi dia sama sekali tidak tertarik dengan mainan yang mereka bawakan itu.


Dalam pikiran mereka, Alex pasti memiliki rumah yang sangat besar seperti istana, memiliki arena bermain pribadi, ada mainan segunung. Bahkan ada satu anak kecil yang bilang kepada yang lainnya kalau kedua orang tuanya bilang Alex itu sama kayanya seperti seorang pangeran. Maka Alex benar benar menjadi pangeran kecil di dalam sekolah TKnya itu.


Dia masih sangat kecil, kedua pipinya yang bulat itu membuat dia semakin imut. Selain matanya yang mirip dengan mata Julietta, bagian sangat mirip dengan David, Julietta masih menyimpan album foto dari rumah papanya David, dan melihat lagi foto David saat kecil untukmembandingkannya, rasanya foto yang dilihatnya itu adalah anaknya.


Setiap kali David duduk bersama dengan anaknya bersebelahan di sofa menonton TV, seperti sepasang boneka Rusia yang sangat imut.


Untuk mengingat kejadian kejadian yang menarik, Julietta membuat akun baru dan menjadikan kehidupan sehari hari ayah dan anak ini menjadi sebuah cerita komik, tidak disangka gambar dia langsung terkenal, semua orang memberi review sangat bagus dan berkomentar ini adalah kehidupan sehari hari ayah bodoh dan putranya yang juga bodoh, membuat Julietta tertawa terbahak bahak.


Tentang hal hal keterlaluan yang dilakukan oleh David semuanya di gambar dan di tuangkan dalam komiknya. Julietta bisa menyatakan sambil tersenyum kalau itu masih sangat banyak kejadian sampai tidak bisa dibayangkannya.


Waktu kembali ke suatu hari tiga tahun lalu. Julietta pergi keluar jalan jalan sendiri meninggalkan David yang menjaga anaknya di rumah. Alex yang baru berapa bulan baru bisa merangkak, tapi hanya bisa merangkak mundur, mundurnya sama seperti gerakan tikus yang mundur dan sangat cepat.


Saat David tidak fokus, anaknya tersangkut di kolong sofa dan langsung menangis. David menggendongnya keluar dan diletakkan di dalam kardus, tidak berapa lama kemudian, Alex ini lagi lagi sudah merangkak masuk ke bawah meja dan tersangkut di dalamnya.


David mengangkatnya keluar dan meletakkannya lagi di dalam kardus lagi, diam diam dalam hati dia seperti mau meledak.


"Alex jangan keluar asal merangkak." Dia memperingati anaknya sambil menunjuknya, tidak tahu juga apakaha anaknya itu sudah mengerti ucapan dia atau belum.


Setelah beberapa saat, David datang melihatnya sambil mengemut permen lokipop, anaknya itu masih berbaring di dalam kardus sambil mengedipkan matanya menatap permen di mulut David.


Dia menunjukan mata bulat bersinarnya berharap sambil mengulurkan tangannya untuk mencoba mengambil permen itu dari David. Karena hanya bisa melihat dan tidak bisa merasakan permennya, dia lagi lagi menangis keras. David terdiam berpikir dalam.


Permen sudah habis, hanya tersisa yang ada dimukutnya yang sedikit ini, kalau kasih keanaknya juga tidak begitu bersih. Dia berdiri ditempatnya dan hanya dalam beberapa saat dia menemukan cara yang sangat bagus.


Saat Julietta pulang membawa banyak kantong belanjaan, David membantu mengambil kantongnya, Julietta bertanya.


"Oh yah, Alex dimana."


"Di dalam kardusnya."


Kardus itu sudah menjadi rumah keduanya Alex, sudah tidak bisa dihalangi lagi, Julietta juga perlahan lahan terbiasa.


Di saat Julietta mau menggendong anaknya, tapi dia terkejut melihat Alex yang berbaring di dalam kardus sedang memegang satu gagang sumpit sekali pakai dan digigitnya tiada henti,semua air liurnya tersebar kemana mana dan dia terlihat sangat menikmatinya.


Pemandangan ini terlihat sangat menyedihkan baginya. Muka Julietta menjadi dingin dan meminta penjelasan dari David.


David dengan santai bicara. ."Di sumpinya ada olesan madu, manis dan menyehatkan."


Akibat langsung dari kejadian ini adalah. Setelah David makan makanan sangat sehat tanpa daging selama satu minggu, denagn sangat tulus dia menyatakan perilakunya yang salah itu dan berjanji kepada Julietta kalau dia tidak akan melakukannya lagi.

__ADS_1


__ADS_2