Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
25


__ADS_3

Terpikir sampai sini, Julieta tiba tiba merasa sedih, dia merasa dia semakin suka dan nyaman dengan dunia ini. Gerakan makan David berhenti sebentar, dengan pelan dia berkata.


"Tidak akan"


Julieta tersadar "hah, apanya yang tidak akan"


David hanya menundukan kepalanya sambil makan mie, tidak menjawab pertanyaan Julieta. Juleta berpikir terkadang dia benar benar tidak bisa mengerti jalan pikiran David.


Tidak tahu apakah dia orang pintar tapi terlihat bodoh atau benar benar pintar, selalu bicara tapi kalau ditanya tidak pernah dijawab. Kerja seharian sangat melelahkan,setelah julieta kembali kerumahnya dia merasa lelah dan mengantuk.


Julieta mengusap matanya lalu meminta David setelah makan cepat cepat tidur, dirinya pergi kekamar mandi dan bersih berish. Tidak lama kemudian kucuran suara air keluar terdengar, juga hanya disaat ini rumah yang dingin mulai terasa seperti ada kehidupan.


Dipagi hari selanjutnya Julieta bangun sangat pagi, gerakan dia sangat lembut, dengan cepat dia membuat dua porsi sarapan dan dimasukan kedalam kotak makanan, yang satu untuk dia bawa kekantor, yang satunya lagi diletakan dikulkas ditempat yang mudah terlihat. Melihat jam, dia sudah hampir telat, dia langsung cepat cepat keluar rumah dan cari taksi.


Disiang hari David selesai kerja di ruang kerjanya, dia bangun dengan mengenakan baju tidur dengan lelah dia berjalan kearah kulkas dan seperti biasa dia mengambil satu kotak susu.


Saat dia membuka kulkas, didepannya terlihat ada beberapa kotak makanan, dia membuka tutupnya, didalamanya penuh dengan sayuran dan daging bertumpuk tumpuk, juga ada telur rebus yang sudah dibelah dua. David ragu ragu sebentar, disaat ini HPnya yang dikantongnya berbunyi ada pesan masuk dari julieta.


lupa bilang sama kamu, makananya harus dipanaskan dulu dengan microwave


Dia menundukan kepalanya melihat HP, wajah bagian sampingnya tertutup setengah oleh pintu kulkas, ekspresinya tidak terlihat jelas.


Julieta yang mulai kehidupan kerjanya dengan cepat bisa beradaptasi dengan suasana kantor. Tidak seperti perusahaan lain yang perbedaan posisinya sangat jelas, Tomy dan  para manajer lainnya sangat dekat dengan Julieta. Saat makan siang di pantry kantor, Tomy cerita sambil sesekali melihat terus makanannya, awalnya mereka semua bersama sama membuka usaha ini, dari perusahaan kecil berkembang menjadi skala besar sekarang ini, hanya dalam waktu yang pendek, mereka juga menganggap posisi mereka sebagai karyawan biasa yang kadang lembur. Juga bos besar sangat aktif dan dekat dengan karyawan kantor karena kebanyakan mereka masih muda.


Tapi Julietta dengan jelas merasakan kalau Tomy hanya tertarik dengan bekal makanan yang dia bawa, Julieta benar benar ingin menutup makanannya sambil makan. Benar benar aneh, bos apa tidak pernah makan, kenapa tertarik dengan makanan dia.


Tomy benar benar ingin merasakan makanan buatan istri bos, tapi dia tidak berani bilang, bagi orang yang tidak tahu pasti akan mengira dia ingin mengambil keuntungan.


Tomy menekan pergerakan dihatinya, lalu diam diam makan nasi karinya merasa sangat iri dengan kehidupan indah bosnya. Lihat paduan warna itu, lihat paduan nutrisi itu, lihat kotak makanan yang hangat itu, ini adalah cinta yang tidak bisa dirasakan walaupun dibuat oleh pakar nutrisi ataupun koki. Jomblo ini akhirnya merasakan kesunyian dimusim dingin ini.


Julieta melihat dia yang makan nasi karinya tiba tiba menghela nafasnya, dia pun kebingungan. 


Tekanan pekerjaan akhir akhir ini sangat besar, untung saja tekad Julieta bagus dan sangat cocok dengan etstetika Aquarius, ditambah lagi dia mau kerja keras setiap hari lembur, Tomy awalnya khawatir bagaimana melanjutkannya, tidakdisangka Julieta lebih baik hasil kerjanya  dari yang dibayangkannya, akhirnya tidak perlu khawatir progres akan tertunda.


"Bagus, bagus , benar benar bagus"


Tomy melihat gambar desainya dan matanya langsung bersinar, dia memuji Julieta berkali kali.


"Jalan terus dengan progres seperti ini, tidak masalah"


Julieta dipuji sampai sedikit tidak enak, mata dia melirik kearah langit biru diluar jendela, tiba tiba dia teringat Erick. Dua minggu telah berlalu, tidak tahu perasaan pria dan wanita utama mengalami perubahan kemajuan seperti apa, karena dalam pikirannya kalau sudah berjalan sesuai cerita novel sampai selesai, dia harus bersiap kembali kedunianya.


Disaat yangbersamaan dirumah Sisca, Sisca benar benar merasa sangat kesulitan.

__ADS_1


Dari kehidupan sebelumnya sampai sekarang, Erick tidak pernah sedingin ini terhadapnya. Dia selalu menenangkannya, menyemangatinya tapi hasilnya sangat sedikit, ini membuat Sisca mulai curiga dengan apa yang dirinya lakukan apakah benar atau tidak.


Dia berpikir, kehidupan sebelumnya dia bertanggung jawab dengan keputusannya sendiri, kehidupan sekarang juga harus begitu. Karena sudah memilih Erick, jadi harus terus berjuang mendapatkannya, tidak boleh menyerah ditengah jalan.


Seminggu lebih ini Erick tidak keluar rumah sama sekali, Sisca juga bingung sesaat, tidak tahu harus bagaimana melanjutkannya. Pikiran dia sangat kacau, dipikirannya dia terus mengingat tentang Erick yang melegenda dikehidupan sebelumnya.


Sisca pasti tidak salah ingat, kehidupan sebelumnya Erick memang mengalami kejatuhan disaat ini, dan ini adalah awal mula dia melompat meraih mimpinya, dia pasti akan sukses bersinar. Aquarius itu adalah tempat seperti mimpi.


Mengingat Aquarius, dia juga mengingat kota yang pernah ditinggalnya beberapa tahun yang lalu, Sisca juga mengingat wajah David setelah terbangun dari mimpi beberapa kali.


Setelah dia hidup kembali kembali, Sisca bersumpah tidak akan mengingat David lagi. Pria ini benar benar idiot yang tampan, selain tampan tidak punya apa apa sama sekali, dibandingkan dengan Erick bagai langit dan bumi, tidak ada yang perlu dipikirkannya lagibaginya, dia tidak mau mengulangi kesalahannya yang kehidupan sebelumnya menolak tunangan untuk mengejar David dan meninggalkan Erick.


Hanya saja semakin dipikirkan, Sisca semakin mengingat ingatanya yang sedih dikehidupan sebelumnya. Dia berpikir berdasarkan waktu sebelumnya, disaat ini David masih berada dirumah tua jelek yang tidak bisa dijual dan tidak melakukan apa apa, uangnya juga sudah habis dibawa kabur oleh mantan istrinya, David menjalani kehidupannya yang tidak ada masa depan sendirian.


Sisca benar benar ingin melihat wajah tampannya yang tdak memiliki apa apa, hati dia tba tba tergerak. Sisca itu selalu punya pikiran untuk membandingkan orang, ingin meihat David  yang sedang sangat hancur, hanya untuk membuat dia merasa pilohan dirinya sama sekali tdak salah berada disisi Erick. Kalau tdak mungkin, melihat David dari jauh saja agar dia benar benar memutus pikirannya dikehidupan sebelumnya.


Hari ini turun salju pertama. Angin berhembus sangat dingin seperti menusuk tulang, kalau buian karena kulkas dirumah kosong, julieta tidak akan memilih untuk keluar rumah berbelanja. Dia mengajak David untuk keluar bersamanya. Dalam ingatan Julieta, David sepertinyasudah seminggu lebihtidak keluar rumah sama sekali.


Hari ini adalah hari libur, kalau masih berdiam diri dirumah, benar benar takut dia bisa sakit, kebetulan dia juga bisa membantunya membawa barang belanjaan.


David keluar rumah tidak ingin mengenakan jaket tebalnya, dia hanya mengenakan jaket hitamnya yang tipis keluar. Julieta cemberut, lalu dia mengambil jaket tebalnya yang digangung didekat pintu dan dipakaikan ke badanya, jaket itu sedikit besar dibadan dia, tapi dipakai dibadan David jadi sangat pas.


David memasukan tangannya keddalam kantong, dia juga tidak masalah mengenakan jaket milik Julieta, dengan santai diamengikuti langkahnya dibelakang Julieta.


Salju sudah tebal, untung saja dia memakai boots anti licin jadi tidak terpeleset. Julieta berjalan beberapa langkah sambil berkata.


"Kamu harus hati hati aaaaaauw"


Tiba tiba kaki dia terpeleset dan terjatuh dianak tangga luar gedung, meluncur kebawah, adegan itu benar benar sangat lucu. Pantat Julieta yang terus terjatuh itu sebenarnya tidak sakit, ada jaket tebal yang lembut melindunginya, hanya saja sangat memalukan baginya.


Julieta melihat sekelilingnya dengan gugup, disekitarnya tidak ada orang yang melihatnya seperti ini, diamenjadi lega. Setelah itu dia mendengar suara tawa yang jelas dari belakangnya. David sedang menertawainya.


Julieta kesal, pria ini berani beraninya menertawai dia. Dia marah, dia coba bangun berdiri, tapi kakinya terlalu licin membuatnya terjatuh lagi ditanah, bootsnya yang anti icin itu seperti sepatu roda yang sangat licin. Jukieta benar benar sangat ingin memberi komentar jelek kepenjual sepatunya.


Dia melihat David melangkah kebawah dengan mudah, dengan ekspresi yang sedikit kebingungan diabertanya.


"Tidak mau jalan"


Julieta "bantu angkat aku"


Julieta pelan pelan berdiri memegang lengan David, lalu dia menepuk nepuk salju dibadannya. Dia awalnya ingin melempar bola salju ke David karena menertawainya, tapi dia mempertimbangkannya, pria ini terakhir sakit flu sangat merepotkannya, takut dia hatus memasak banyak, jadi dia memutuskan untuk tidak melakukannya.


Disaat mereka sedang menuju supermarket, Julieta tiba tiba melihat satu bayangan orang, adalah seorang bayangan wanita.

__ADS_1


Cuaca sedingin ini, dia hanya mengenakan jaket yang sedikit tipis, rambutnya berantakan tertiup angindingin, wajah ya gidak tahu kedinginan atau karena alasan lain, terlihat sangat pucat. Padangannya mengarah ke arah mereka, melamun dan tidak bersemangat.


Ada sat firasat yang aneh muncul atau karena pandangan wanita itu terlalu terlihat jelas, dipikiran Julieta tiba tba terintas satu nama,  Sisca, apakah dia Sisca, dia bisa bisanya disaat yang penting seperti ini lari kekota lain, bagaimana dengan Erick, Jukieta benar benar tidak mengerti wanita itu berpikir apa.  Sisca berdiri ditempat yang tidak jauh dari mereka saat ini.


Sisca sebenarnya hanya ingi melihat jendela rumah itu yang tidak asing dari bawah. Hampir setiap malam jendela ruang kerja David akan menyala seperti mengarahkan dia yang polos saat itu mencari kehancuran sendiri dan kehlangan diri sendiri ditengah sikap dingin David. Tapi kenapa.


Sisca melihat David tertawa dan sedang berinteraksi dengan seorang wanita cantik, bisa mengulurkan lengannya membantu agar dia berdiri, bisa menuruti perkataan dia seperti kucing yang penurut. Pandangan dia terhadap kehangatan ini yang tidak pernah terpancarkan kepada Sisca dari David dikehidupan sebelumnya. Dia merasa dunianya sudah hancur berantakan.


Wanita lain dia bisa lupa, tapi Julieta walaupun dia sudah merubah penampilanya, Sisca masih bisa mengingatnya dengan jelas, disaat ini membuat dia kebingungan, mereka ternyata belum cerai.


Sebelumnya dia melihat berita perusahaan ayah David bangkrut lebih cepat, hati Sisca menjadi tidak tenang. Jari emas David terbesar dia adalah kemampuanya bisa kembali kesini, kalau tidak ada jari emas ini, dia tidak memiliki apa apa.


Sisca diam diam berharap kalau ini hanya perubahan kecil dari sayap kupu kupu, sekarang dia melihat adegan mereka berdua sangat harmonis. Sisca langsung menjadi terkejut.


Perusahaan ayah David bangkrut lebih dulu, David belum cerai, berarti Erick juga bisa jadi tidak mau bangkit lagi, sama sekali tidak ada kesempatan untuk membalikan keadaan walaupun diberi kesempatan hidup kembali. Pemenang dikehidupan yang tidak asing ini sekejap bisa menjadi debu, hilang selamanya.


Sisca tiba tiba memikirkan satu hal yang menakutkan, kalau Erick tidak bisa bangkit, kalau dia beanr benar menyerah dengan dirinya, dia harus bagaimana. Posis Erick sekarang sangat canggung, dan juga kesulitan datang bertubi tubi, Sisca setiap berpikiran kalau dia menjadi karyawan kantoran yang biasa, hatinya akan sangat terjatuh.


Terutama saat dia melihat Julieta walaupun pakaiannya simple tapi semuanya barang bermerk, orangnya juga sangat bersemangat dan sangat cantik, terlihat jelas dia sangat bahagia.


Dibandingkan dirinya, keluarga dia biasa saja, Erick sesekali memberikan dia hadiah barang, tapi juga bukan barang bermerk yang sangat berharga. Sisca menjadi berkecil hati, bahakan dia tidak bisa lanjut balik ke sisi Erick.


David yang berdiri dibawah tangga melihat kearah pandangan Julieta, lalu dia tertarik dan mengalihkan pandangannya lagi ke Julieta. Dia dengan pelan berkata "ayo jalan"


Disaat ini di toko 24jam masih bisa membeli mie basah. David sudah memikirkan dia mau makan apa.


Julieta tersadar, dia melihat wanita itu diam ditempat, dia menjadi yakin kalau wanita itu memang Sisca, diingatan dia David sudah cerai, tidak tahu sekarang dia melihat Julieta masih bersamanya, hatinya akan berpikiran apa.


Julieta sama sekali tidak takut dengan Sisca. Sisca sudah tidak punya apa apa, satu satunya cara dia adalah terus berada disisi Erick seperti bunga parasit yang menempel agar tidak menjadi layu.


Dibandingkan dengan Julieta yang sudah selesai membaca novel, alur ceritanya lebih akurat daripada yang Sisca tahu.


"Ayo jalan, dingin"


Sampai mereka jalan sangat jauh dan bayangannya sudah tidak terlihat, Julieta masih tetap sedikit bingung. Jalan dia ini harus bagaimana agar bisa lanjut dijalani sesuai novel itu.


Julieta memasukan tangannya kekantongnya dan juga sedikit tidak fokus. Bagaimanapun juga tekanan ke pria dan wanita didalam novel itu pasti tidak luar biasa. David yang disebelahnya tiba tiba. Erkata "jauh jauh dari dia"


"Dia" Julieta langsung mengerti maksud dari David, lalu bertanya.


"Kamu kenal dia"


David menggelengkan kepalanya. Kalau Sisca mendengar ini mungkin dia akan sangat marah. Dia sudah memberi kode kepada David berkali kali. Bisa bisanya tidak ada kesan sedikitpun dengan dia.

__ADS_1


Yang paling penting adalah , David benar benar menggelengkan kepalanya dengan sepenuh hati dan bukan pura pura tidak kenal. Julieta bingung dan berpikir, kalau Sisca diam diam mencintai David, mungkin dia akan marah sampai mati ditempat mengetahui hal ini.


__ADS_2