Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
39


__ADS_3

Mereka dengan ramahnya melambaikan tangan ke David dan Julietta, hal ini membuat Julietta terpikir Seperi sedang dirumah makan dilayani oleh pelayan.


"Iya, beli dua tiket nonton, jam tayang yang paling dekat"


"Baik"


"Mau paket dua orang ditambah popcorn besar satu kotak"


"Baiklah tidak masalah"


Petugas mengisikan popcorn hingga penuh, dan ketika Julietta menerima popcorn itu, tangannya masih gemetaran. Beruntung gerakannya David cepat, membantu dia menahannya agar tidak jatuh. Julietta mengambil dua gelas softdrink, keduanya pun bersiap siap untuk nonton sebuah film romantis yang akan segera ditayangkan.


Meletakan minuman mereka, dalam ruangan hanya ada beberapa pasangan saja, dan semuanya duduk dideretan paling belakasng, hanya mereka berdua saja yang duduk dibagian tengah.


Julietta merasa risi "apakah mereka bodoh, duduk paling belakang sana, nonton seperti itu sungguh tidak bagus hasilnya"


David tidak menjawabnya, dia menaruh popcorn itu dirangkulannya Julietta dan berkata dengan tenang "aku keluar untuk angkat telepon dulu"


"Iya baiiklah"


Julietta melihat David berjalan keluar, tiba tiba terbengong sejenak, film belum mulai, kenapa harus keluar untuk angkat telepon. David yang sudah diluar, beridir dekat dinding dan segera mengirimkan pesan kedalam grup kantornya.


David siapa yang belum tidur, ada hal pentiing"


Dari dalam grup langsung ada Tomy yang membalas aku aku


Sejak David menutup teleponnya tadii itu dengannya, Tomy terus merasa tidak enak dan khawatir, wanita yang sedang kencan bersamanya itu tadi merupakan wanita yang cerdas, menyadari bahwa Tomy tidak terlalu tertarik pada dirinya, lalu segera mencari alasan untuk meninggalkan Tomy. Oleh karena itu dihari terakhir tahun ini, Tomy masih saja gagal untuk melepaskan status jomblonya itu.


Didalam perjalanan pulangnya, Tomy masih terus merasa tidak tenang, dia tidak tahu bagaimana keadaan David dan Julietta sekarang ini. Dia sungguh tidak terpikirkan bahwa Julietta bisa memutuskan untuk pergi mencari David, nona Julietta ini terlihat begitu lemah lembutnya, tetapi sebenarnya sungguh berbeda sekali. Malam hari Tomy tidak bisa tidur, dia bahkan mencoba menenangkan perasaanya sendiri, dan saat sekarang inilah dia melihat pesan masuk dari David, dia pun kaget lalu segera membalas pesan itu. David mencari dirinya untuk berbicara. David mengirim pesan pribadi ke Tomy.


David kemari cari aku dan ambil kunci dariku, bantu aku kerumahku untuk memberekan rumahku"


David  tolong juga bereskan semua barang yang ada dimeja makan, ini yang paling penting"


Tomy bos, apakah aku boleh bertanya ini kenapa


David tidak boleh


Tomy aku akan segera mencarimu


Bos berkata apa, haruslah dipatuhi, jika bos tidak izinkan bertanya maka tidak boleh tanya, oleh karena itu Tomy pun patuh dan melaksanakan perintah. Dia memberitahu dirinya sendiri, harus memanfaatkan kesempatan itu dengan baik, agar David melupakan kejadian sebelumnya.


David kembali masuk ke ruang nonton. Filmnya sudah mau dimulai, dia duduk disebelahnya Julietta yang dengan begitu fokusnya meninton iklan dilayar besar didepan, sambil makan popcorn itu, lalu Julietta memberikan popcorn itu keDavid.


Diluar dugaannya David menolak untuk makan. Wajahnya Julietta seperti kebingungan. Dalam hal makan, David tidak pernah menolak pemberian makanan darinya.


Dia pun bertanya sambil berbisik "apakah kamu sungguh tidak enak badan"


Filmpun dimulai, ruangan menjadi gelap, tapi terdengar seperti suara renyah dari gigitan makanan, suara itu membuat Julietta ingin memutarkan kepalamya melihat kebelakang, ketika berbalik badan dia melihat beberapa pasangan diatas sedang berciuman dengan mesranya.


Dia dan David duduk dengan tenang ditengah, seperti sedang berada ditengah pulau, terpisah dengan yang lainnya. Julietta berbisik lagi "pantas saja duduk dibelakang, kenapa harus datang kemari untuk melakukan hal itu"

__ADS_1


Belum selesai bicara, lehernya Julietta ditarik oleh David dia pun berbisik ke Julietta "nonton filmnya"


Sambil berkata, david melihat sebentar keHPnya. "Aku keluar angkat telepon"


"Sungguh tidak ada apa apa"julietta sedikit khawatir


"Tidak apa apa"


David berjalan keluar ruangan dan disana ada Tomy yang sudah menunggu, ketika bertemu David dia pun tersenyum.


"Bos selamat pagi"


David mengeluarkan kunci dan memberikannya pada Tomy sambil berkata.m"selesai karjakan, jangan lupa kirim foto ke saya"


"Baiklah tidak masalah" Tomy memberikan hormat kepadanya. "Aku jamin padamu, pasti akan kerjakan tugas ini dengan baik"


Tomy berhasil mendapatkan kepercayaan David. Dia menyadari bahwa kejadian tidak terduga hari ini merupakan kesalahan dirinya, dan langsung balik badan untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh David.


Julietta masih menonton film dengan serius, dan sudah minum softdrink setengah gelas. David duduk disampingnya, lalu membantu Julietta mengambil popcorn. Julietta bertanya padanya berbisik "apakah hal pekerjaan" David mengangguk.


Tidak lama kemudian Tomy tiba dirumahnya David. Dia dengan hati hatinya menyalakan lampu, dan terkejut dengan sesuatu dihadapannya. Tirai jendela tertutup rapat, dalam kamar terdapat lilin yang harum, diatas meja makan juga begitu rapi, terdepat anggur merah dan gelas, bahkan juga ada stik wagyu. Bos sungguh begitu hebat, bisa romantis juga, Tomy pun kagum dengan caranya David untuk mendapatkan wanita pujaannya.


Dalam pikirannya bagaimana mungkin David bisa menyiapkan perjamuan yang begitu romantis ini, sungguh tidak mungkin. Ternyata bos yang terlihat begitu dingin, ketika pacaran bisa seperti ini, bahkan terlihat lucu. Tomy senyum sejenak, terus menyadari bahwa dia seperti ini terlalu buruk, lalu memutuskan untuk segera membereskan kerjanya.


Meskipun tidak tahu kenapa David meminta dia membereskan ini semua, Tomy pun memutuskan untuk tidak banyak berpikr. Dia hampir lupa bahwa David ingin dia membereskan dan membawa semua barang itu kedalam,, semuanya sudah dia bereskan dan dibawa kedapur. Dia pun segera membereskan taplak meja dan lilin dimeja, dan menyimpan anggur beserta gelas nya kelemari dapur, akhirnya dia pun selesai melakukan tugasnya dan mulai mengelap keringat dikepalanya, dalam hatinya berpikir untuk menambah gaji pembantu dirumahnya.


Melalkukan pekerjaan rumah sungguh sulit, uang sungguh sukit dicari. Setelah Tomy selesai melakukan tugasnya itu, dia pun segera foto dan mengirimkannya ke David, hingga David melihat dan memastikan semua sudah beres dan dibalas ok, barulah dia  bisa pulang meninggalkan rumahnya dengan tenang.


Dia meluruskan badannya, menekan tombol kursi agar bisa dapat posisi nyaman, dan membuat Julietta tidur lebih nyaman, Bibirnya Juliett bergerak,  tidak tahu berkata apa, lalu kepalanya pun jatuh kepelukannya David. David menahan kepalanya, mengelus pipinya yang halus itu, seperti sedang memegang sebuah permen kapas yang manis. David memanggil namanya dengan perlahan.


"Julietta"


Wanita dalam pelukannya itu tidur dengan lelap, sungguh tidak terlihat kemungkinan akan bangun. David merapikan rambutnya yang terbentang kebawah, Julietta yang sudah tertidur itu seperti merasakan sedikit geli dan mulai mengerutkan alisnya, dia tiba tiba menahan tangannya David.


Tangannya David mulai keluar keringat dingin, tetapi dia masih tidak ingin melepaskan tangannya. Julietta yang masih belum sadar berkata "panas"


Seperti sedang menggenggam besi keras yang panas, dan bahkan sulit untuk melepaskannya. Dari samping telinganya terdengar suara berbisik "baik" suara itu begitu lembutnya, terdengar seperti begitu membuat hati orang menjadi geli. Tidak lama kemudian, Julietta kembali tidur dengan lelapnya.


Pagi harinya ketika Julietta bangun, menyadari bahwa dirinya tidur dalam rangkulannya David. Dia mengedipkan matanya lalu berpikir suasana ini seperti sebuah film yang disukainya. Julietta melihat wajahnya David yang terlihat seperti ingin membuat orang kesal emosi itu, dia tersenyum manis sekali "selamat pagi"


Keduanya saling menatap, waktu seperti terhenti saat ini. David menghelakan nafasnya "sedikit geli"


David dan Julietta pulang kerumah, disampingnya terlihat Julietta seperti orang yang kurang tidur, tidak ada ekspresi apapun, diapun mengganti sepatunya lalu kekamar mandi untuk cuci muka. Hari pertama ditahun baru, seharusnya ada sarapan pagi yang enak.


Setelah selesai cuci muka dan sikat gigi, Julietta mau membuat sarapan. Dia kedapur dan membuka kulkas,  didalam kulkas dia menemukan ada stik wagyu yang sudah dimasak dan sebotol anggur merah. Dia pun lanjut membuka wadah dibawahnya dan menemukan ada banyak likin merah didalamnya, ini apa yang terjadi.


Julietta diam diam membuka kulkas dan memeriksa semua barang didalamnya, dia merasa bahwa stik itu pasti baru beli kemarin, sebelumnya tidak ada stik dikulkas sama sekali, dan anggur merah bahkan lilin itu, pasti juga baru beli semua, dilihat dari jumlahnya semuanya itu dipersiapkan untuk dua orang. Pasti semua hal terjadi ketika dia sedang bekerja dikantor. Jadi.


Dalam pikirannya Julietta pun muncul berbagai kemungkinan, yang pertama David sama sekali tidak pergi keluar kota dan ketika dia tidak dirumah mengajak wanita lain untuk makan malam bersama. Yang kedua, dinas kerjanya David dibatalkan jadi memutuskan wanita lain kemari makan malam bersama. Yang ketiga David sudah ada wanita lain.


Julietta mengganggap tidak bisa langsung menyalahkan orang hanya dengan bukti kecil ini, dia harus mencari bukti lain yang lebih kuat. Dia menutup kulkas, lalu dengan cepatnya berlari masuk kedalam kamar untuk mencari bekas atau bukti lainnya yang mungkin masih tertinggal dikamar.

__ADS_1


"Itu adalah Tomy" David berkata pelan.


Julietta "hah, kenapa Tomy bisa datang kemari"


Ekspresinya menjadi pucat "em dia, dia bilang mau merayakan ulang tahun bersama"


"Jadi Tomy tahu bahwa kamu tidak keluar kota, lalu kemari untuk merayakan ulang tahunmu bersama, dan juga tidak memberitahuku"


David mengangguk angguk.


"Ini sungguh keterlaluan, bagaimana mungkin boleh melakukan hal ini padaku"


David ingin menganggukan kepalanya lagi, ekspresi wajah Julietta yang tadinya emosi tiba tiba berubah menjadi tawa dingin.


"Kamu kira aku akan berpikir seperti ini, iya kan, jadi kenapa dia tidak memberitahuku, tidak disangka kalian masih bisa dengan gembiranya makan stik dan minum anggur bersama, sungguh hebat kamu, tidak izinkan aku makan sendirian, kamu sendiri makan yang enak, dan juga membiarkan aku pergi dengan sia sia menghabiskan uang"


Masalah pun menjadi semakin rumit, lalu David berusaha menjelaskan "\sebenarnya ini semua kupersiapkan untuk kamu"


"Apakah kamu mengira aku akan percaya"


Terlalu banyak kebohongan, mengakibatkan ucapan yang jujur tidak bisa dipercaya oleh orang lagi, pinokio pun harus menerima akibat dari perbuatannya.


Tidak hanya tidak ada sarapan pagi ini, Julietta pada hari pertama tahun baru ini, satu katapun tidak keluar dari bibirnya dan menganggap David seperti angin. Dia hanya membuat makanan untuk dirinya sendiri, dan menaruhnya dimangkuk untuk dimakan dalam kamar sendirian, hanya David duduk dengan kesepian dimeja makan.


David berjalan menuju ruang kerjanya dan membuka laptopnya lalu membuka aplikasi ebook, dan mencari sebuah buku yang pernah dibelinya mengajarkan kamu dengan cepat cara untuk membuat wanita suka padamu. Dia membeli penilaian kurang memuaskan pada buku itu bahkan mengomentari tidak berguna. Ebook itu pun akhirnya dia delete.


Yang paling sialnya adalah Tomy. Setealh dia bangun dari tidurnya, dia melihat bahwa dia telah diblokir oleh bos David dan istrinya. Tomy merasa sedih, dan menulis statusnya aku tidak akan lagi menjadi anjing penjilat. Tidak lama kemudian, orangtuanya Tomy mengirimkan pesan padanya kamu kapan pelihara anjingnya, kenapa ingin menambah seekor anjing lagi.


Lalu ibunya juga menambahkan pesan apakah kamu mabuk lagi, cepat hapus, membiarkan statusmu dilihat wanita lain, pengaruhnya tidak bagus.


Pada malam harinya Julietta duduk disofa bermain game. Dia merasa gelisah, terutama ketika teman bermain gamenya protes padanya, dia pun bertambah gelisah. Mereka berkomentar.


"Nona jika kamu tidak bisa bermain, jangan main lagi"


"Kemampuan bermain gamemu sungguh buruk"


Julietta membalas "mau mati ya"


Dia berencana membeli senjata yang paling bagus dalam game itu supaya lain kali dia harus membalaskannya pada mereka, sekarang ini kebetulan David keluar dari ruang kerjanya. Julietta menghelakan nafasnya dan lupa masalah yang membuatnya emosi itu, dia memanggil David mendekatinya.


"Apa kamu bisa main game ini, ayo cepat bantu aku main"


David pun merebut HPnya dan duduk disebelah Julietta, lalu dari Hpnya terdengar suara pria.


"Nona kamu panggil aku sayang, maka aku akan memberikan kamu hadiah"


Julietta mendengar itu jadi marah. Busa sofa disamping menurun, karena ada David yang duduk disebelahnya, bahkan wangi sabun yang dipakai David masih tercium, tidak lama kemudian wangi itu seperti menempel di seluruh badan Julietta.


Lengan David dan lengan Julietta bersentuhan, keduanya terlihat sangat dekat sekali, Julietta menghindarkan kepalanya dan hampir menyentuh leher David, ini mbuat dia semakin gugup.


David menunjukan layar HPnya dan berkata "lihat"

__ADS_1


Julietta bingung dan bertanya "lihat apa"


__ADS_2