
Julietta sama sekali tidak perduli dengan Adam juga tidak perduli dengan pikiran Adam saat ini. Tujuan dia datang hari ini menemui mereka adalah untuk memutuskan hubungan dengan mereka semua yang membuat keinginan rencana terakhir mereka mendapatkan atau mencuri uang dari Julietta menjadi hilang.
"Tapi hal ini bukan hal yang paling penting, Adam sangat mengerti hal ini Kan, seharusnya Adam tidak akan sampai marah yah"
ucap Julietta sambil melirik Adam, dengan suara yang lembut dan pelan.
"Setidaknya masi bisa tetap berhubungan lanjut dengan Kimi kan"
Posisi duduk Kimi langsung tegak dengan tegang sambil melirik kearah Adam dengan tidak tenang.
Kimi dan Adam mengira orang bodoh seperti Julietta itu tidak akan tahu rahasia mereka yang sudah sering dan masih berhubungan dan sekarang mereka menyadari sepertinya Julietta sudah tahu.
Julietta melipat tangannya sambil menatap mereka berdua.
"Aku kemarin menghitung uang di akunku dengan baik. Dulu Kita pernah investasi di satu proyek kan, aku memakai semua uang tabunganku, diantaranya aku juga meminjam uang orang lain, dan sudah lama seperti ini, investasinya untung atau rugi, uangnya mana yah? Tanya Julietta ke mereka.
" Eh emm itu uangnya masi ada semua dibagian keuangan perusahaan investasi, kamu jangan buru buru yah Etta"
"Tidak apa. Aku tidak buru buru yang penting uangnya masih ada semua"
Julietta menggelengkan kepalanya dengan pura pura sedih dan suara pelan dia berkata lagi
"Tapi suami aku itu agak sulit diajak bicara, karena aku minta cerai jadi akun bank aku diperiksa, sekarang uang sebanyak itu entah kemana, dia bilang mungkin akan lapor polisi atau panggil pengacara untuk menyelidikinya, kalian cepat sedikit kembalikan dulu uang itu ke akun aku yah."
"Waduh, jangan polisi”
Tanpa menunggu Kimi berdiri, Saly yang duduk disebelahnya kelihatan gugup, wajahnya pucat dan tidak tenang lalu berkata dengan panik
"besok Setelah hitung uang akan dikembalikan ke akun kamu utuh, sekalian bagi hasil investasi nya"
Mereka awalnya dengan tokoh asli wanita pendukung itu tahu kalau setelah cerai, suaminya tidak akan kasi rumah, hanya baru rencana ambil saham perusahaan papanya David.
Awalnya mereka berpikir setelah Julietta bercerai, mereka akan menggunakan alasan bahwa investasinya mengalami kerugian dan minta saham sebagai gantinya untuk proyek mereka, tetapi keadaan sekarang malah berbalik menjadi bumerang ke mereka sendiri.
Perusahaan Berjaya bukanlah perusahaan yang besar, tapi setidaknya ada bisnis puluhan juta dollar diperusahaan itu, perkembangan prospek kedepannya sangat bagus, mendengar perkataan dari Julietta itu membuat mereka salah paham, mereka kira direktur perusahaan Berjaya itu tahu rencana mereka yang membuat mereka jadi langsung panik.
Secara tidak sengaja, Julietta berhasil mengancam mereka. Julietta tidak pernah mengira kalau efeknya sebagus ini, karena rencana dia hanya mau menjauhi mereka. Setelah dia juga ikut terkejut dengan respon mereka, dia langsung kembali' tenang dengan cepat lalu menganggukan kepalanya.
"Baiklah. seperti ini bagus untuk kita semua jadi aman"
Julietta jadi setenang ini dan seperti memegang kendali, membuat hati mereka semakin panik ketakutan, mereka sangat ingin mengembalikan semua uang Julietta secepatnya daripada berurusan dengan polisi.
Setelah pembicaraan itu selesai, Julietta tidak ingin bersama mereka lebih lama lagi, apalagi duduk dekat mereka.
Dia mengambil kantong belanjaannya yang sedari tadi dia letakan dilantai lalu menentengnya sambil melambaikan tangan ke mereka, Julietta melangkah pergi menjauh untuk keluar cafe itu, dia menyadari kalau dibelakangnya ada seseorang yang mengikuti dia, dikoridor pintu keluar cafe, dia menghalangi langkah kaki Julietta. Orang itu ternyata adalah Adam.
"Kamu masih mau apa lagi" Julietta berkata dengan ketus.
__ADS_1
Adam melihat Julietta yang berubah penampilannya dengan kesal. Adam awalnya mau meninggalkan wanita bodoh murahan ini, tapi sekarang hatinya malah tidak terima, pikiran galau ini membuat hatinya tambah tidak tenang.
"Etta, apakah kamu tidak takut aku balas dendam ke kamu"
”Kamu masih bisa membalas aku bagaimana dan seperti apa" Julietta berkata sambil menghela nafas.
"Kamu kira aku tidak tahu kalau kamu juga berhubungan dengan Kimi, dulu aku tidak perduli dan tidak ingin bilang, sekarang aku mau bilang terus terang, Adam, saat wanita tidak mencintai kamu maka itu adalah saatnya paling kejam dalam duniamu"
Suara Julietta sangat pelan, lembut.
"Adam, kamu sudah tidak akan bisa balas dendam ke aku"
Mendengar kalimat terakhirnya membuat Adam makin terbengong bingung ditempatnya. Dia memandangi wajah Julietta dengan riasan tipis tapi cantik tapi tatapan mata julietta sudah tidak lagi menatapnya hangat seperti dulu, senyuman dingin dibibir Julietta membuat Adam gugup gemetaran.
Adam hanya bisa melihat punggung Julietta menjauh keluar melangkah dari cafe, tiba tiba dia berpikiran, aneh, kenapa dia sepertinya sedang membenci diri sendirinya?
Adam berpikiran, Jadi Etta sekarang mempermainkannya seperti dulu dia mempermainkan Etta, tapi Etta yang sekarang seperti landak yang menusukan durinya, tidak perduli dengan respon orang lain, Etta hanya ingin menggunakan durinya yang tajam menusuk setiap orang yang menyakiti atau mengganggunya.
Adam merasa satu duri kecil telah menusuk kedalam hatinya dengan pelan, bisa bisanya dia gugup dan tidak tahu harus bicara apa, bertindak bagaimana didepan Julietta tadi.
Dipinggir jalan, Julietta diam diam bertepuk tangan kecil untuk dirinya sendiri. Juliette merasa sudah memainkan drama dengan akting hebat. Hatinya menjadi sangat senang, terutama saat melihat wajah Adam yang terkejut juga gugup tadi, dia hampir tidak bisa menahan untuk menertawainya, tawa kemenangan.
Biarkan wanita pendukung yang seperti bunga penggoda ini tenggelam kedalam percintaannya sendiri, dia harus cepat pulang untuk memasak makan malam.
Dia memanggil taxi dan menaikinya, berpikir mau masak apa, dia mengeluarkan HP nya, dia mencari sangat lama, yang akhirnya menemukan nama David di HP itu. Berpikir lagi sebentar karena ragu ragu akhirnya Julietta mengirimkan satu pesan ke David. (Malam ini mau makan apa?)
##
Akhir akhir ini sangat sibuk dengan aplikasi game baru, karena server baru buka tetapi sudah banyak orang terlalu banyak antri daftar sebagai pengguna baru digame itu, ditambah sebentar lagi hari kasih sayang / valentine akan tiba, game juga harus siap siap.mengeluarkan sistem pernikahan para pengguna, berbagai iklan dan aktifitas dilakukan untuk menambah populer game, membuat semua karyawan jadi sangat sibuk.
Tugas har ini akhirnya sudah selesai, dengar dengar bos besarnya yang jarang atau hampir tidak pernah muncul dikantornya, tapi khusus hari ini akan standby dikantornya terus untuk memantau game baru. Membuat para gadis dikantornya menjadi sangat aktif karena berharap bisa bertemu bos besar itu, mereka hanya ingin melihat tampang bos besarnya itu yang menurut rumor itu bos yang muda lagi tampan, berharap menatapnya secara langsung.
Para karyawati diruang istirahat sedang berebut membuat minuman kopi untuk membawa kopi itu ke bosnya. Disaat ini ada wanita yang mengenakan rok putih panjang berjalan menerobos kerumunan langsung kedepan mesin kopi. Dia adalah Gisele yang cantik dan berkarakter, dia tersenyum kesemuanya dan mengambil secangkir kopi sambil berkata
"Ini biar aku yang ambil dan antar kasih ke bos, kalian semua sudah bisa pulang"
Para karyawati itu langsung muram sedih, mereka hanya bisa melihat bayangan Gisele melangkah pergi menjauh.
Para karyawati yang berkerumun itu saling berbicara
"Benar benar iri, aku juga akan berusaha mempromosikan diri, dan bertemu dengan bos besar, dengar dengar dia sangat tampan"
"Tapi kenapa, kalau tidak salah aku dengar juga bahwa bos besar kita sepertinya sudah menikah loh"
"Hah. tidak mungkin lah"
"Kalau bos sudah menikah, Gisele kenapa rajin sekali mendekatinya seperti itu, apa ingin merebutnya"
__ADS_1
Giselle membawa secangkir kopi dan melangkah masuk keruang rapat.
Tomy sedang membuat data analysis dilaptopnya dengan beberapa orang mengelilingi meja dan duduk melingkar.
Yang paling menarik mata adalah pria berjaket abu abu yang duduk dipojok dia menundukan kepalanya, matanya panjang dan tidak tahu sedang memikirkan apa. HPnya tiba tiba berbunyi ada satu pesan masuk, dia menyalakan layar dan mengecek HPnya.
Dia memandangi layar HPnya sangat lama, perilakunya yang aneh membuat Tomy yang duduk disebelahnya lupa dirinya sedang menulis apa, karena dia diam diam melirik dan memperhatikan terus kearah David. Orang lain diruangan rapat itu juga melihat kearah yang sama menatap David, termasuk Gisele yang baru masuk ruangan rapat itu, Gisele merapikan rambutnya yang sedikit berantakan terlebih dahulu, agar kelihatan lebih memiliki aura kehidupan.
Jari David yang panjang mengetik dilayar HP beberapa kali dengan cepat, lalu dia menekan tombol kirim pesan dengan cepat juga.
David mengangkat kepalanya dengan perlahan, menghadapi rekan kerjanya yang suka bergosip itu, dia berkata dengan datar juga dingin.
"Malam ini tidak perlu lembur"
"Bos mau kemana?"
Pertanyaan Tomy itu mewakili suara hati beberapa para pria jomblo yang ada diruangan itu.
David menutup laptopnya dan merapikan dokumennya lalu berkata datar lagi "pulang makan".
Para pria jomblo itu langsung bengong juga langsung menyampaikan keluhannya. "Astaga, abad 21 ini ternyata masih ada istri yang panggil suaminya pulang makan malam ya! Tolong kalian jangan pamer percintaan kalian"
"Bos, mohon kasih tahu masakan istri kamu seperti apa yah! Kami tidak pernah melihatnya loh"
"Maaf aku sama sekali tidak tahu ini adalah hari apa yah bos"
"Aku menangis sedih, aku jadi autis"
Sekelompok pria jomblo itu setengah berteriak. Sejak masuk kedunia IT, kalau tidak jomblo ya berubah jadi jomblo forever, padahal mereka juga kepingin berkeluarga.
Hanya Gisele yang sedang memegang secangkir berisi kopi, suhunya yang panas membuat jari tangannya juga menjadi panas, tapi dia tidaklah merasakan apa apa, senyumannya juga menjadi kaku.
##
Sementara di rumah waktu makan malam. Julietta membuat 3 lauk dan 1 sup untuk David.
Mereka berdua makan dengan sangat tenang, Julietta bertugas untuk masak, David bertugas untuk cuci piring, Julietta hanya akan makan semangkuk kecil, sisanya akan dihabiskan semuanya oleh David sampai sangat bersih.
Julietta melihat David sedang makan sambil menundukkan kepalanya, ada perasaan merasa berhasil dan perasaan bahagia dibagi Julietta.
Tidak seperti orang lain yang memberi respon terhadap perubahan penampilan dari Julietta, David sama sekali tidak terkejut, sedetik pun tidak, ini membuat Julietta memiliki pemikiran, sepertinya dia benar benar sedang melihat jiwa yang sebenarnya di dalam badan orang ini. Setelah makan, Julietta langsung duduk di sofa ruang tamu dan main HP.
Sementara David mengenakan celemek berwarna Pink yang dibeli Julietta kemarin di supermarket untuk cuci piring. Julietta menggenggam erat HP di genggamannya, diam diam dia mengingatkan dirinya sendiri tidak boleh candid camera saat David sedang cuci piring. Padahal dia ingin sekali mengambil foto David saat ini secara diam diam.
Julietta sedikit bosan, lalu dia mengambil selembar kertas dan pensil dari dalam laci meja kecil disamping sofa untuk latihan. Sudah lama dia tidak menggambar, Julietta hampir saja lupa cara menggambar. Gambaran dari pensil nya langkah demi langkah mulai terbentuk, ditengah pemikiran Julietta, Satu bayangan orang kecil yang imut lucu sedang mengenakan celemek tiba tiba muncul diatas kertas. Digambar itu orang kecilnya sedikit bengong, tapi terlihat sangat imut, di kepalanya hanya terdapat sehelai rambut.
Selesai menggambar, Julietta menerima notifikasi pesan dari Kimi di HPnya, dia bilang minta dikirimi detail akun banknya. Julietta melirik David yang sedang mencuci piring dan menggosoknya dengan gerakannya yang sangat pelan, Julietta meletakkan pensil dan kertasnya diatas meja kecil tadi dengan perlahan, lalu berjalan pelan masuk ke kamar dan menutup pintunya, di kamar dia membalas pesan Kimi dengan info data bank akun dia. Wanita pendukung yang bodoh itu memang menyimpan semua informasi pribadi dalam HPnya jadi memudahkan Julietta menemukan alamat rumah, data bank, bahkan PIN ATM juga ada disitu, benar benar wanita bodoh yang ceroboh.
__ADS_1
Setelah selesai cuci piring, David melepaskan celemeknya dan berjalan ke arah kamar tidur dia, dia melewat sofa di ruang tamu, diatas meja kecil sebelah sofa terdapat selembar kertas yang ada gambar, gambar yang sangat menarik mata. Langkah kakinya terhenti dan memandangi gambar itu sejenak.