Memasuki Duniamu

Memasuki Duniamu
87


__ADS_3

Saat itu orang tuanya dengan keluarga baru masing masing sangat dingin dengannya, uangnya juga awalnya ditolak mereka, tapi akhirnya diterima. Julietta menganggapnya sudah memutuskan hubungan dengan mereka.


Julietta bicara lagi. "Aku hebat kan, orang biasa mana bisa mendapatkan uang sebanyak itu." 


Hanya saja saat itu dia hampir membuat tubuhnya cacat dan membuatnya sakit dalam waktu yang lama. Setelah itu demi kesehatannya dan demi dirinya bisa menjaga badannya, dia juga mulai hidup sehat, dia juga malas untuk bekerja keras demi mendapatkan uang. Siapa yang tahu dia akan mati duluan atau uangnya yang akan habis duluan. Orang tua yang membuangnya mendapatkan warisan dia, Julietta lebih baik miskin dan tidak mau kejadian seperti ini terjadi. Berpikir sampai sini.


Julietta tiba tiba berpikir dalam dalam, dia di dunia satunya sudah mati atau ditempati oleh jiwa orang lain. Tapi bagi dia juga sudah tidak berguna, dia sudah lama berada di dunia ini, buat apa memikirkan orang orang itu seperti apa.


David menghentikan gerakannya dan jongkok disebelahnya.


"Hebat sekali." Ucapnya dengan serius.


Mata Julietta pertama membesar, lalu tersenyum. David benar benar semakin pandai bicara. Dibandingkan saat pertama kali bertemu, sekarang di sudah berubah banyak. Disaat ini Julietta melihat sesuatu berwarna hitam yang berbulu, tiba tiba dia gemetaran dan menunjuk ke satu arah.


"Laba laba."


David langsung bersembunyi dibelakang Julietta dengan kecepatan satu detik. Keadaan menjadi diam beberapa saat, lalu Julietta bicara.


"Aku salah lihat sepertinya hanya setumpuk sampah."


David. "Oh aku akan sapu bersihkan."


Hal ini selalu dipikirkan oleh Julietta, dia tidak percaya kalau saat ada bahaya David akan bersembunyi di belakang badannya, dia menghela nafas, membayangkan bersembunyi di belakang badannya?.


Orang bilang perasaan itu lebih kuat dari harta, sekarang dia malah menganggapnya sebagai tameng. Julietta semakin kesal marah kalau memikirkannya, dia menatap David dengan kesal.


"Aku putuskan mau perang dingin lagi."


David menunjukan ekspresi yang mengiba dan suaranya juga menjadi sangat rendah. "Maaf, aku salah."


Julietta. "Pura pura sedih kasihan juga tidak ada gunanya, aku sangat kecewa sama kamu."


Dia bisa mengendalikan dirinya agar tenang sudah menandakan dia cukup lembut. Julietta menatap David dan memutuskan nanti dirumah harus buat perhitungan.


Dia lanjut mencari barang barang tentang David dan mamanya. Barangnya tidak banyak, setelah mencarinya sangat lama juga tetap tidak menemukannya. David juga mencari cari di setumpuk barang barang, tidak disangka dia menemukan satu album foto tebal.


Melihat album foto itu, Julietta sementara mengesampingkan kekesalannya dan mendekatinya.


"Ini album tua ya, jangan jangan ada banyak foto lama."


"Iya."


"Hebat sekali, aku mau lihat."


Yang tidak disangka adalah, di album itu terdapat banyak foto David, sejak dia belajar berjalan masih miring miring, sampai mulai sekoalh, SD, SMP, SMA, perubahan dari bayi menjadi anak kecil lalu menjadi remaja yang kurus tinggi. David di foto kelulusan SMP benar benar ganteng dan membuat hati Julietta melompat lompat, matanya berbinar. Benar benar sangat ganteng,


Julietta mulai mengingat ingat tentang sekolahnya dulu, jangankan orang ganteng di sekolahnya, di kelasnya juga tidak ada, kalau ada orang seperti David muncul di sekolah, jangankan wanita di sekolah, mungkin nama David akan menyebar ke seluruh kota, dan mungkin wanita dari sekolah lain akan bolos dan datang mencarinya.


"Saat kamu sekolah pasti banyak anak gadis yang kejar kamu". Julietta menyenggolnya dengan sikutnya.


"Pernah pacaran berapa kali."


David menjawab dengan cepat. "Tidak pernah pacaran."


"Benarkah, menghadapi banyak gadis yang cantik menarik itu kamu bisa menolak mereka."


Tapi bisa dibayangkan David selama ini, Julietta tiba tiba merasa, dia bisa jomblo sampai sekarang juga bukan tanpa alasan, kalau bukan karena dia terikat dengan pernikahan dengan David, mungkin mereka berdua tidak akan saling kenal selamanya. Julietta membuka halaman album selanjutnya, tapi tangannya di tahan oleh David. Julietta menatap David.


David bertanya "Kalau kamu."


"Aku ingat sepertinya aku pernah bilang, aku juga tidak pernah pacaran."


"Kamu pernah bilang disekolah kamu ada kakak kelas yang sangat hebat."


Julietta "oh itu, em sebenarnya hanya bercanda, saat itu aku tidak tertarik dengan pacaran."

__ADS_1


Tentu saja setelah itu juga dia tidak begitu tertarik dengan pacaran karena sibuk kerja sambil sekolah.


David bertanya dengan serius. "Maksudnya tidak ada orang yang mengejar kamu."


"Aku sarankan kamu jadi orang diam saja."


Disaat itu dia juga anak gadis lugu, periang yang pintar dan cantik yang membuatnya terkenal di sekolahnya. Julietta menatapnya dengan kesal dan membuat David mengalihkan pandangannya.


"Lanjut lihat fo."


Plak, album foto ditutup oleh David. Mata Julietta bersinar sinar, tadi dia sempat melihat sekilas, tapi dia bisa melihat dengan jelas, satu foto tua, difoto itu David masih sangat kecil, tapi mengenakan baju warna pink panjang.


"Acara pertunjukan di TK, tidak ada yang harus dilihat."


"Tidak bisa, aku mau lihat sekali lagi."


David "Sidah saatnya pulang."


"Kamu pakai baju wanita bagus juga" Julietta melihat ke badan David sambil tersenyum dan membuat Dvid mengingat kembali perasaan yang tidak enak saat mengenakan baju pink itu saat TK.


"Sudah lihat juga, apa bedanya kalau lihat sekali lagi, kasih aku lihat kamu pakai baju wanita, sementara aku tidak akan jadi marah sama kamu."


David diam sebentar, lalu dengan sangat tidak bersedia dia memberikan album itu kepada Julietta. Julietta melihat muka David kecil yang merah di dalam foto itu, semakin dikihat semakin imut, dia benar benar ingin mencubit cubit pipinya itu.


"Kita nanti hatus punya anak perempuan, mereka lebih penurut gampang diatur."


Julietta takut punya anak laki laki dan akan menjadi lebih parah daripada David. Membahas tentang anak, David meletakan tangannya dilututnya dan mengganti gaya jongkoknya.


"Aku tidak mau punya anak."


Julietta terkejut. "Kamu tidak suka anak kecil, atau karena alasan lain."


Pada saat ini Julietta pasti tidak memikirkan tentang mau punya anak, tapi mungkin beberapa tahun lagi, mungkin saja dia mau melahirkan anaknya, itu semua adalah hal yang mengalir. Penolakan David yang tiba tiba ini membuat Julietta sedikit terkejut dan sedih, tidak mengerti kenapa responnya sebesar ini.


"Di dalam kehidupan, semua orang tua banyak yang terpaksa berpisah, semua karena setelah mama melahirkan anak dan terpaksa dibawa pergi karena alasan tertentu."


"Kamu tenang saja." Julietta menenangkannya.


"Tidak ada pasukan peri yang akan memaksa aku kembali, juga tidak ada hantu dan tidak ada siluman."


David tidak percaya.


"Baiklah kalau tidak mau punya anak ya sudah." 


Kalau ini bisa membuat David tenang, maka tidak perlu melahirkan anak dan membuat kehidupan dia tidak terasa aman, maka lebih baik di hidup berdua saja bersamanya. Hidup mereka berdua juga sangat baik, mereka memiliki satu sama lain sudah cukup. Julietta tersenyum.


Didepannya semuanya adalah foto David, dan juga ada sedikit foto ayahnya, dari depan sampai halaman belakang tidak ada foto mamanya sama sekali, membuat Julietta bertanya.


"Itu, ada foto mamamu tidak, aku sangat ingin lihat dia seperti apa."


Bisa melahirkan anak ganteng seperti David pasti ada keberadaan wanita yang sangat cantik seperti bidadari.


David menjawabnya. "Halaman terakhir ada satu foto ditumpuk."


Ada banyak foto yang sudah dibakar oleh ayahnya, semuanya karena takut Marisa marah cemburu, dia belum sempat menyimpannya. Tapi bagi dia foto hanyalah sebuah suvenir yang diserahkan, yang paling indah adalah ingatan dan kenangan indah dalam kepala, ini semua yang baru sangat berarti.


Julietta membuka lagi halaman terakhir, dan menemukannya, baru mau bicara sesuatu, ekspresinya langsung kaku, dan tidak sengaja menjatuhkan album foto itu.


Seluruh badan dia merinding dan gemetar setelah melihat foto mamanya David itu, wanita yang sangat cantik itu memakai gaun panjang yang kuno belasan tahun yang lalu sambil tersenyum.


"Dia dia"


"Aku bertemu dia kemarin sore didepan kuburan, juga mengenakan gaun ini"


Rasa terkejut dan takut bercampur membuat Julietta tidak bisa bicara dengan jelas. Dia benar benar tidak percaya, wanita di depan kuburan ayahnya David kemarin adalah roh mamanya David yang sepertinya datang melihat Jackson. Melihat suami yang mengecewakannya akhirnya juga memiliki akhir yang menyedihkan.

__ADS_1


Setelah terkejut, dia kembali mengingat, muka itu secara samar samar memang sedikit mirip dengan Dvid, mama David benar benar lembut walaupun sudah tidak berada di dunia. Dia sama sekali tidak terlihat seperti hantu yang melayang layang, tapi seperti bidadari yang jatuh dari langit.


David mengedipkan matanya dan sedikit takut. "Kamu bertemu dengan mamaku."


"Iya"


Julietta tersadar kembali dan rasa takutnya hilang. Dia mengingat kejadian disaat itu dan bicara.


"Dia sangat lembut dan cantik seperti yang ada di bayangan aku, dia juga bilang kalau dia suka aku."


Pantas saja dia bisa berkata seperti itu, saat itu terasa sedikit aneh, tapi sekarang kalau dipikir pikir semuanya masuk akal. David melihat wanita yang sedikit tersenyum di foto itu, seketika dia kehilangan fokus dan tidak bergerak sama sekali.


Julietta menambahkan "Arah dia berdiri, selalu melihat ke arah kamu kemarin."


Mungkin karena hidup dia sendiri yang sedikit ajaib maka dia ada kesempatan untuk bertemu mamanya David dalam waktu yang singkat. Dulu bagi dia mama David adalah simbol yang penting, tapi dia sama sekali tidak memiliki konsep apa apa. Setelah melalui kejadian ini, Julietta bisa membayangkan, kalau mama David masih hidup, mereka pasti akan bisa berhubungan dengan baik.


David membuang mukanya dan mencerna semuanya.


Cahaya yang masuk dari jendela sangat hangat, sama sekali  tidak menyilaukan mata. Dari tumpukan barang barang itu dikeluarkan beberapa barang barang yang lama dan diletakan disebelah mereka berdua, masih bisa melihat bayangan kehidupan masa lalu dia. Julietta memegang tangan David dengan erat dan mendapatkan balasan yang lebih kuat.


Roh mamanya David sepertinya mau bertemu dengan Julietta. Beberapa kalimat yang sangat memperhatikan dia, kalau diingat ingat lagi membuat orang merasa nyaman. Bisa disukai orang seperti itu, benar benar sangat terhormat. Kalau bisa bertemu sekali lagi, Julietta benar benar ingin bilang, kalau dia juga suka dengannya.


Supir menunggu mereka diluar rumah, mereka berdua membawa barang itu dan diletakan dalam bagasi mobil, termasuk semua sertifikat dan piala David juga dibawa oleh Julietta.


Bagi David semua barang ini adalah sampah yang tidak berguna, tapi Julietta  bilang harus membawanya pulang. Melihat piala itu, Julietta juga merasa bangga.


"Davidku benar benar sangat hebat."


Julietta menepuk bahu David. "Tenang saja nanti pulang aku akan lap ini semua sampai bersih mengkilap dan semuanya akan kugantung didinding."


Muka David menunjukan ekspresi hanya ingin mati. Julietta hanya bercanda, setelah pulang ke rumah, dia mengelap semua pialanya dan diletakkan dengan rapi. Rumah ayahnya itu sudah dijual ke orang lain, barang sisanya juga akan dibuang, kalau ingatan seperti ini tidak bisa disimpan, maka akan sayang sekali.


Dimalam hari dirumah, setelah mereka berdua makan, David duduk di ranjang Julietta lagi untuk menunjukan kedudukan dirinya.  Julietta tidak mengerti kenapa dia sangat bersikeras dengan ranjang ini.


Malam hari kalau dia sudah tidak terlalu lelah pasti akan main game bareng dengan Diana, tidak ada kesempatan untuk David memeluk dan menciumnya, tapi David tetap tidak lelah, setelah mengizinkan dia tidur di ranjang ini, kedua matanya langsung bersinar.


Melihat David yang duduk selonjoran di ranjang, Julietta kembaili mengingat David saat kecil yang mengenakan gaun pink panjang itu, imutnya membuat dia ingin mengelusnya beberapa kali. Mata Julietta bersinar.


"David."


David melirik dan menyadari dia memiliki maksud tersembunyi yang tidak baik.


"Kamu tadi janji satu hal, aku jamin tidak akan mengusir kamu untuk keluar tidir di kamar kamu sendiri."


"Janji apa." Walaupun meminta dia tidak makan makanan ringan satu tahun, David pasti akan mau melakukannya.


Julietta "Hanya satu permintaan yang kecil."


"Ya."


"Pakai baju aku satu kali ya."


Setelah diam beberapa saat, David berdiri , melangkah dan mau langsung masuk kamar tidur dia. Dia merasa lebih baik tidur sendirian.


"Akan ada banyak keuntungannya loh."


Julietta seperti ular yang menghasut Adam dan Hawa memakan buah terlarang, suaranya manja dan lembut.


"Aku izinkan kamu peluk dan cium aku bagaimana."


David berhenti melangkah. Kalau pria pasti tidak akan mau memakai baju wanita, jadi dia memilih untuk mencium dan memeluknya. David langsung masuk kamar Julietta lagi dan duduk di ranjangnya.


Julietta bersorak dan langsung mencari cari pakaian di lemarinya, dia juga menanyakan pendapat David mau pakai baju yang mana. David tidak bicara hanya menjawabnya dengan tatapan maut.


Julietta mengambil satu gaun panjang yang bahan kainnya bisa melar, untung saja dia sempat beli rambut palsu yang panjang untuk mengenang rambut panjangnya, hari ini kebetulan bisa digunakan. David yang dianggap sebagai model membiarkan Julietta melakukan apa saja.

__ADS_1


Dia mengenakan rambut palsu itu dikepala David dan merapikan gaunnya, setelah semua selesai, Julietta memberikan gaun panjang itu kepada David, lalu dirinya keluar menunggu David mengenakan gaun itu. Setelah beberapa saat, David bicara. "Sudah.


__ADS_2