Mencoba Untuk Setia

Mencoba Untuk Setia
Pembatal kontrak


__ADS_3

"Bagaimana ini, Pi?"


"Nak, pulanglah terlebih dahulu. Dewa yang akan mengantar kamu. jika saya setuju maka saya akan datang ke rumahmu untuk melamar, tapi jika saya tidak datang juga itu artinya Hasna tetap akan menjadi menantu kami."


Akhtia masih berlutut. Dia tidak ingin beranjak jika tidak mendapat kepastian saat ini juga.


"Ayo berdiri gadis kecil. Lututmu bisa terluka kalau kau terus seperti itu," ucap Dewa.


"tidak Om, Aku ingin mendapat kepastian saat ini juga. Baik atau buruk aku akan terima."


Mahendra menghelan nafas. Dia merasa kagum pada pendirian dan keras kepalanya Akhtia.


"Bagaimana kalau kita tanyakan saja kepada Dewa, siapa yang akan dia pilih kamu atau Hasna?"


Akhtia menoleh ke arah Dewa dia memohon agar Dewa memilihnya daripada Hasna.


"Kamu buka mata kamu, bukankah aku lebih muda dari Tante Hasna. Aku juga lebih cantik, setidaknya kita terlihat terasi jika berjalan. Apa kamu tidak sadar jika berjalan dengan tante Hasanah kamu akan terlihat seperti anaknya."


"Kamu kan tahu sendiri aku Dan Hasna hanya terikat oleh kerjasama dan kontrak bukan terikat pada hati."


"Kalau begitu buat saja kontrak denganku dan batalkan kontrak dengan tante Hasna."


"Masalahnya aku sudah punya kekasih hanya saja dia belum siap bertemu dengan orang tuaku, suatu saat aku akan membawanya ke sini."


"Lalu apa masalahnya? jika kekasihmu sudah siap maka aku akan mundur."


"Kalian berbicara begitu enteng, apa kalian tidak memikirkan bagaimana perasaan kami sebagai orang tua? apa yang kalian pikirkan kenapa kalian berani berbohong kepada kami? lelucon macam apa ini?" Mahendra kesal karena telah dipermainkan oleh anaknya tepat di hadapannya.


"Maaf ini semua terjadi karena Papi terlalu memaksa aku untuk segera menikah. Aku butuh waktu, Pi. Kekasihku belum siap bertemu dengan Papi."


"Keputusan ada di tangan kamu Dewa. Hanya saja entah Hasna ataupun anak ini, jika dia sudah menikah sama kamu, Papi tidak akan membiarkan kamu membawa kekasih kamu ke sini."


"Ini tidak adil, Pi."


"Itu resiko karena kamu telah berani berbohong dan mempermainkan Papi."


untuk pertama kalinya Mahendra berteriak kepada anak sulungnya itu. ibunya Dewa pun merasa terkejut dan ketakutan.


"Dewa cepat antarkan dia ke rumahnya."


Dewandaru yang sama takutnya akhirnya membawa Akhtia pergi dari rumah itu.


Akhtia masih menangis di dalam mobil saat dalam perjalanan. dia tidak henti-hentinya memohon kepada dewa agar melepaskan Hasna.


"Jika dipikir-pikir kamu akan sangat rugi menikah dengan tante Hasna. Selain tante Hasna tidak cocok sama kamu, pernikahan kamu akan menyakiti banyak hati. termasuk dirimu sendiri."

__ADS_1


"diamlah dan biarkan aku tenang sejenak."


"Kak, bagaimana kalau kita tetap menikah sesuai keinginan orang tua kakak, jika Kakak masih ingin bersama dengan kekasih Kakak itu aku siap dimadu. Atau nanti kita cari alasan untuk berpisah. Intinya saat ini biarkan tanpa bersama. aku mohon sama kakak. apapun yang akan Kakak minta nanti pasti akan aku berikan."


"kamu itu masih kecil masih sekolah tapi kenapa pikiran kamu sudah sangat jauh seperti ini?"


"Itu karena aku benar-benar menginginkan tante Hasna menjadi ibuku. Mungkin Kakak tidak akan pernah mengerti karena kakak tidak pernah merasakan bagaimana ditolak oleh wanita yang melahirkan kita sendiri. Dari Tante Hasna aku bisa merasakan bagaimana kasih sayang seorang ibu. Kasih sayang selama bertahun-tahun aku nantikan."


Dewa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. dia tidak menyangka keputusannya untuk mengutarakan nasional akan berakhir seperti ini.


Itulah kenapa kita dilarang berbohong saat menghadapi masalah karena hanya akan menimbulkan kebohongan-kebohongan lainnya.


"Aku berharap kakak mengambil keputusan yang baik," ucap Akhtia pada Dewa saat mereka sampai di halaman rumah Akhtia.


"Aku akan segera memberi kabar."


"Caranya?"


"Aku akan mengirimkan surat lewat kantor pos. Ya kali kita masih hidup di zaman dulu. Kan sekarang udah ada WhatsApp, udah ada Facebook, udah ada Instagram, telepon. Kamu pikir aku akan memberi kabar padamu lewat merpati gitu?"


"Emang kakak tahu nomor aku?"


"Ee, itu."


Akhtia mengembalikan ponsel milik Dewa.


"Hah? apa ini kenapa kamu menyimpan nomor kamu dengan nama my wife?"


"Karena aku berharap, aku benar-benar bisa menjadi istri Kakak."


"Bocah gemblung."


Dewa pun pergi meninggalkan kediaman Akhtia.


Di rumah dewa.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Pi?"


"Bagaimanapun caranya aku akan membuat Dewa menikah anak tadi. Setidaknya dia lebih pantas menjadi menantu kita ketimbang Hasna. Bagaimana bisa Dewa menikahi janda yang sudah memiliki anak tiga? selama ini Papi membiarkan mereka karena Papi ingin membungkam rumor tentang anak kita yang mengatakan jika Dewa memiliki orientasi seksual yang berbeda."


"Mami ikut Papi saja bagaimana baiknya. Tapi Papi juga harus mempertimbangkan kebahagiaan anak kita karena itu yang utama. Entah itu Hasna atau anak yang tadi asalkan dawa bahagia Mami akan restui."


"Mami, bagaimana jika yang dimaksud kekasih oleh Dewa adalah seorang laki-laki? Mami merasa curiga tidak kenapa kekasih Dewa tidak mau bertemu dengan kita? itu karena dia malu, Mi. Sampai kapanpun Papi tidak akan membiarkan Dewa berpacaran dengan seorang pria. Papi akan membuat Dewa menikah dengan anak tadi."


Ibunya Dewa meremas dadanya yang terasa sakit. Dia kembali menangis saat memikirkan rumor tentang anaknya itu.

__ADS_1


"Mami jangan menangis lagi. Papi akan membungkam mulut semua orang tentang anak kita. Todak peduli anak raden anaknya atau bukan, yang penting dia adalah seorang perempuan. Mami tahu sendiri kan Bu asroh itu salah satu wanita yang berpengaruh di sini, kita akan mendapat keuntungan dari itu."


"Lalu kita harus apa, Pi?"


"Yang pertama kita harus membatalkan kontrak yang dibuat Dewa dan Hasna. kita temui Hasna besok."


keesokan harinya Mahendra mengajak Hasna bertemu di sebuah restoran.


"Langsung ke intinya saja Hasna. Saya sudah tahu hubungan kamu dan anak saya adalah kebohongan semata, dia sudah menceritakan semuanya berapa dia membayar kamu untuk menjadi kekasih palsunya?"


"Om ...." Hasna begitu terkejut mendengar ucapan dari Mahendra.


"Jangan takut Hasna saya tidak akan memarahi kamu ataupun menuntut kamu. justru saya akan membuat penawaran yang lebih baik sama kamu."


"Penawaran?"


"Batalkan kontrak kamu dengan anak saya dan saya akan memberikan 10 kali lipat dari bayaran yang diberikan Dewa pada kamu."


"Maaf Om sebelumnya. tapi saya tidak akan melakukan hal itu."


"Apa maksud kamu? jangan-jangan kamu sudah benar-benar jatuh cinta pada anak saya?"


Hasna tersenyum."Bukan itu maksud saya Om. Jika Om ingin membatalkan kontrak itu, saya dengan senang hati akan melakukannya tanpa membayar sepeserpun.Mungkin awalnya saya menerima karena saya membutuhkan uang itu hanya saja kebaikan Tante, Om, dan Dewi membuat saya sadar semakin lama saat berbohong maka saya akan semakin menyakiti kalian. Sejujurnya saya pun ingin mengakhiri semua ini, tapi saya bingung harus berkata apa sama Dewa. jika om dan tante akan membatalkannya itu justru akan membantu saya."


"Dewa akan menikah Hasna."


"Benarkah dengan siapa itu tante?" tanya Hasna sumringah.


"Dengan anak Raden."


Hasna hanya diam mendengar ucapan Mahendra, dia benar-benar tidak menyangka wanita yang akan dinikahi kekasih pura-puranya adalah Akhtia.


...🌺🌺🌺...


Halo semuanya maaf, ya, aku baru bisa menyapa kalian yang membaca kisah Hasna dan Raden. Terimakasih kasih juga untuk kalian yang sudah memberikan like, vote, dan komentarnya.


Jujur sebenarnya like dan komentar kalian itu membuatku bersemangat untuk menulis. Aku bukan penulis yang menargetkan satu hari berapa kali harus up. Tapi aku menulis sesuai dengan mood. 🀭


Aku bisa update 3 part atau lebih setiap harinya tergantung suasana hati. πŸ˜…


Kalian tahu nggak sih?πŸ₯Ί like, comment, dan vote dari kalian itu mood booster banget buat aku 🀩 Mungkin nggak cuma buat aku ya tapi buat semua penulis.


Jadi jika kalian suka dengan cerita ini mohon bantu like, beri bintang dukungan dan komentar sebanyak-banyaknya yaaaa. 😘


Terima kasih semoga kalian selalu dalam keadaan sehat dan selalu bahagia. Aamiin 🀲🀲

__ADS_1


__ADS_2