Menikah Karena Janji

Menikah Karena Janji
Tuan Muda Varrel


__ADS_3

Dua telah berlalu setelah kepulangan Varrel dan Olif menjenguk model utama Grammy award. Suasana semakin mencengkram, berita mengenai Olif, Varrel dan juga Viki semakin tersebar luas keseluruh negeri bahkan berita ini sampai ke Indonesia.


Dua hari ini juga Varrel dan Viki tidak berhenti bolak-balik pergi ke perusahaan Modeling Grup untuk mengurus semuanya dan membuat pertanyaan bahwa model pengantin bernama Nona Olivia telah resmi berhenti menjadi model pengantin Grammy.


Selama masalah itu belum terselesaikan Olif dan Varrel tidak bisa saling bertemu. Mereka di pisahkan oleh kesibukan yang melanda.


Sementara Justin, laki-laki berparas bule itu juga menyisakan waktunya membantu masalah yang terjadi.


Hingga tiba di hari ini, hari dimana Varrel akan bertemu dengan direktur utama PT perusahaan Modeling Grup. Untuk menyatakan bahwa Olif sudah sah keluar dari dunia model.


Terlihat Viki dan Varrel duduk menyadarkan punggung mereka di atas sofa yang empuk. Sesekali mereka menarik nafas panjang merasa was-was kalau sang direktur nantinya akan membantah pengunduran diri Olif.


Walau Olif terbilang wanita beruntung menjadi model pengantin tanpa melakukan tes apapun ataupun wawancara. Dia hanya perlu menyiapkan dirinya saja menjadi model papan atas dunia.


Itu adalah suatu keajaiban yang ia rasakan. Sekaligus sebuah pengalaman yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.


Tapi sayang, menjadi seorang model tidak seperti apa yang ia lihat di acara-acara yang sering ia hadiri. Bisa bebas dan selalu berpenampilan cantik.


Semua itu teryata mitos belaka. Apa yang ia rasakan tidak seperti apa yang ia lihat.


*


Seorang wanita paruh baya yang mengunakan setelah baju kantor berwarna hijau tua dan kaca putih yang ia kenakan hampir nyaris terjatuh kelantai namun tangannya yang putih segera ia lekatkan kembali kacamatanya.


Menghampiri Varrel dan Viki. Hingga membuat pandangan mereka berdua teralih.


"Maaf Tuan, saya sudah membuat anda menunggu lama, Tuan besar sudah tiba. Beliau menunggu kedatangan ada di ruangannya." ucap wanita itu dengan nafas terengah-engah.


"Oh, tidak apa-apa." tutur Varrel menyahut yang diikuti senyuman tipis.

__ADS_1


Keduanya pun melangkah mengikuti kearah mana wanita paruh baya itu menuntun. Hingga langkah kakinya berhenti saat wanita paruh baya itu sudah sampai di ruangan yang tertulis direktur.


Dengan talenta wanita itu mempersilahkan Varrel dan juga Viki masuk terlebih dahulu setelah sesaat ia mengetuk pintu berlapis kaca putih.


"Silahkan, Tuan."


"Terimakasih."


Varrel dan Viki kembali melanjutkan langkah mereka. Secara berangsur-angsur nam pasti kini manik-manik mata mereka berdua menatap punggung sosok laki-laki jangkung berdiri membelakangi mereka.


Sesekali laki-laki itu menyeruput jus anggur yang ia pegang sembari menatap kearah pemandangan yang memanjakan mata


Bagaimana tidak, di atas ketinggian 50 lantai dan perusahaan tak jauh dari pesisir pantai bukankah itu pemandangan yang luar biasa. Bisa melihat bagaimana indahnya lautan yang begitu luar.


"Kalian sudah tiba, Hem. Apa hak kalian memberhentikan Nona Olivia,"


"Saya suaminya. Saya berhak memberhentikan istri saya sendiri. Kalau anda bersikeras untuk mempertahankan istri saya maka sangat terpaksa saya akan membuat perusahaan anda hancur!" sahut Varrel dengan penuh penekanan dia sudah tidak peduli lagi apa yang akan terjadi nantinya.


Perusahaan Modeling Grup ini memanglah besar tapi tidak sebesar perusahaan Pak Edy. Varrel tidak segan-segan menghancurkan perusahaan Modeling ini apalagi setelah ia mendapatkan kabar dari sang Papa kalau perusahaannya telah menanamkan saham di perusahaan ini beberapa bulan yang lalu.


Laki-laki itu sontak berbalik, setelah mendengar suara sahutan yang terasa tak asing di telinganya pun sontak terkesiap.


Kedua manik-manik matanya membulat sempurna, merasa tak percaya siapa yang berdiri di depannya sekarang.


Begitupun juga dengan Varrel, yang terkesima.


"Taun Varrel." guma laki-laki itu yang tak lain adalah Tuan Alex.


"Tuan muda Alex." kening Varrel berkerut dalam. Masih shock siapa pemuda yang berdiri di depannya yang tak lain adalah rekan bisnisnya sendiri.

__ADS_1


"Jadi anda direktur utama PT perusahaan Modeling Grup ini?" tanya Varrel cepat merasa sangat aneh.


"Berarti Nona Olivia itu istri anda." bibir Alek bergetar hebat, tidak tau kesalahan apa yang telah ia lakukan. Kenapa bisa berurusan dengan orang besar seperti Varrel. Yang perusahaannya sudah melampaui tinggi..


Ini bisa jadi masalah buruk bagi Modeling Grup kalau sampai masalah ini berkepanjangan.


"Silahkan duduk Tuan Varrel, dan anda Tuan." lirik Alek kearah Viki yang terdiam tidak berkata sepatah kata pun.


"Saya kesini bukan mau bertamu. Sudah cukup saya bolak balik ke kantor anda dan sekarang anda mau menjamu saya sebagai tamu. Saya tidak sudi diperlakukan seperti itu. Sekarang yang saya inginkan kebebasan istri saya, kalau tidak maka jangan salah kan saya kalau dunia bisnis tidak akan mau bergabung lagi dengan anda." ancam Varrel dengan sorot mata menajam.


Rasanya sudah lelah dia mengurus ini semua dan sekarang mau di ajak berdamai. Cihhhh gara-gara masalah ini Olif tidak bisa tidur nyenyak.


"Tuan Varrel bukan begitu-"


"Ini surat pengunduran diri, saya tunggu penjelasan dari anda sampai besok siang. Kalau nama saya dan istri saya masih berada di kantor polisi ataupun berita publik maka saya tidak segan-segan akan menarik semua saham saya di perusahaan Modeling Grup. Anda mengerti! Tuan Muda Alek!" Varrel menghantam kasar berkas-berkas yang ia bawa keatas meja kerja Alek hingga menimbulkan suara sedikit keras.


"Vik kita pulang." tutur Varrel sekilas melirik kearah Viki lalu mengayunkan langkah jenjangnya keluar dari ruangan.


Viki yang yang mendengar itupun bergegas mengimbangi langkah Varrel yang panjang.


Sementara Tuan Alek sudah menjambak rambutnya kasar. ini sungguh kejadian tak terduga, kenapa dia tidak tau kalau Varrel dan Olif adalah suami istri.


"Sial renacaku mempertahankan Olivia jadi berantakan. Kalau aku terus mempertahankannya, itu pasti akan menimbulkan masalah besar bagi perusahaan yang baru beberapa tahun aku rintis."


"Aaagggrrr.... Aku tidak bisa membuat Olivia pergi begitu saja, kehadirannya di perusahaan ku sungguh luar biasa. Dia bisa mendapatkan proyek dalam sekejap. Tidak, tidak bisa. Aku harus melakukan sesuatu."


Bersambung....


Maaf telat update 😓

__ADS_1


__ADS_2