
Arya baru saja menghidupkan motornya, ia dan Ari sampai di Jakarta ketika hari sudah mulai gelap,
“lo nggak mau masuk dulu” tawar Ari pada Arya,
“nggak, gue mau langsung istirahat” Arya kemudian pamit dan meninggalkan Ari,
Ari memperhatikan kepergian Arya hingga tubuh Arya hilang ditelan kegelapan malam, ia kemudian berbalik untuk masuk ke dalam rumahnya, baru saja Ari berjalan beberapa langkah terdengar suara memanggilnya, dan ia langsung membalikkan badannya untuk melihat siapa yang memanggilnya itu.
“bosss” ucap orang itu, dan orang itu segera mendekat pada Ari.
“kau sudah disini, mana hasil kerjamu”
Orang itu kemudian memberikan beberapa dokumen dan beberapa kertas kepada Ari,
“jelaskan” ucap Ari dingin,
“laporan dari anggota yang ku kirim ke London, tidak hanya Cipta Rakarsa yang mengirim orangnya kesana, tapi ada 2 perusahaan lainnya, dan mereka juga mengirim beberapa perempuan kesana, anggota saya juga telah bertemu dengan sekretaris pribadi CEO Bian corp, dan sekretaris itu berjanji sayembara itu akan berjalan bersih tanpa ada kecurangan, ia juga akan membicarakannya dengan CEO mereka agar tidak ada kecurangan” jelas orang itu,
“bagus, jika berjalan bersih, kita pasti akan menang, aku sudah melihat semua rancangan yang masuk ke dalam sayembara itu, rancangan Arya jelas yang terbaik dari rancangan yang lain,” ucap Ari tersenyum,
“lalu bagaiman direktur Cipta Rakarsa?” tanya Ari lagi,
“saya sudah mengikutinya beberapa hari ini bos, dia tinggal di jalan XX no XX, dia memiliki seorang istri dan sudah menikah 5 tahun, tapi tidak memiliki anak, saya dapat data dia dari dokter Karina dan sepertinya laki-laki itu mandul bos, dia juga memiliki seorang adik perempuan yang menjadi guru SD, dan adiknya juga sudah menikah, dia juga punya dua apartemen di XX dan XX, dia jarang pulang ke rumahnya dan lebih sering tidur di apartemen dengan membawa perempuan-perempuan yang menjadi selingkuhannya, kemarin saya mengikutinya bertemu dengan pewaris Adinata group,”
“apa Adinata group akan memberikan mereka dana?” tanya Ari penasaran,
“Pewaris Adinata Group menjanjikan akan memberikan dana besar untuk mereka melalui CEO Adinata Group, tapi dia meminta adik direktur Cipta Rakarsa untuk semalam sebagai gantinya bos,”
“dasar, rupanya mereka sama bajingannya,”
“bagaimana caranya kau dapat data dari dokter Karina?” selidik Ari curiga, karena ia tahu dokter Karina tidak akan mau memberikan data pasiennya kepada orang lain.
__ADS_1
“saya mencurinya bos,” ucap laki-lai itu dengan nada bersalah,
“tidak apa, kau sudah bekerja dengan baik, sekarang pergilah, nanti akan kuhubungi untuk tugasmu selanjutnya” ucap Ari kemudian memutar badannya dan mulai berjalan,
“maaf bos, apa anda tidak ingin mengetahui tentang suaminya adik direktur Cipta Rakarsa ?” tanya Laki-laki itu yang membuat langkah Ari terhenti,
“apa pentingnya laki-laki itu bagiku?, apa dia bisa aku manfaatkan?” tanya Ari dengan wajah kesal, ia tidak suka jika orang suruhannya itu berbicara diluar apa yang ia inginkan
“dia teman dekat anda bos” ucap laki-laki itu dengan wajah menunduk,
Ari kemudian membalikkan badannya lagi dan mendekat kepada laki-laki itu,
“teman dekatku, siapa?”
“Tuan Arya bos”
deg,, deg, mata Ari terbelalak kaget mendengar apa yang dia dengar.
“semua foto tuan Arya dan dan istrinya sudah ada di dokumen itu bos,,” laki-laki itu menjawab dengan perasaan yang sedikit takut sembari menunjuk dokumen yang ada di tangan Ari.
“sial,” teriak Ari keras, ia sama sekali tidak percaya dengan apa yang ia dengar,
“kirim dua orang anggotamu mengawasi perempuan itu, aku tidak ingin istri sahabatku disentuh oleh laki-laki ******** manapun”
ucap Ari dengan suara dingin menahan emosinya,
“baik bos, saya pamit” ucap laki-laki itu sembari memberi hormat kepada Ari dengan kepalanya, ia kemudian berbalik badan meninggalkan Ari,
“satu lagi, kirim 1 orang anggotamu mengawasi dokter Karina, aku tidak ingin calon istriku di ganggu laki-laki manapun” ucap Ari kemudian masuk ke dalam rumahnya dengan wajah kesal.
Ari menghempaskan dirinya di ranjang karena tubuhnya benar-benar lelah, semalaman suntuk ia terus berjalan menuruni gunung, dan malam ini ia sangat ingin mengistirahatkan tubuhnya sepuas mungkin,
__ADS_1
Namun pikirannya masih memikirkan tentang fakta Arya yang telah menikah, ia kemudian membuka apa yang diberikan oleh orang suruhannya, ia kemudian melihat beberapa foto, kemudian matanya tertuju pada foto motor bebek Arya yang terparkir di depan sebuah rumah yang tidak pernah ia lihat sebelumnya, ia kemudian melihat foto lainnya yang menampilkan Arya masuk ke dalam rumah itu, foto lainnya menampilkan Arya sedang berjalan dibelakang Mila menuju ke dalam rumah, dan juga ia melihat foto Arya, Tomy, Vanessa dan Mila yang hendak masuk ke dalam mobil yang ia pinjamkan untuk acara lamaran Tomy,
Ari sebenarnya memang telah merasakan perubahan Arya, dimulai rencana ke Semeru yang batal, kontrakan Arya yang selalu kosong, Arya yang biasanya pergi mendaki sebulan 2-3 kali, namun 3 bulan belakangan baru kemarin mereka pergi mendaki.
'Jadi ini kenapa dia tidak pernah ada di kontrakannya ketika aku sana, dan ini juga alasan kenapa dia tiba-tiba berubah belakangan ini, Arya, mari kita lihat besok, alasan apa yang akan kamu berikan untuk ini semua,’ batinnya sinis menahan kesal, matanya lalu tertuju pada sosok Mila yang menggunakan cadar,
‘apa wanita bercadar ini istrimu?, sungguh menarik sekali seleramu’
*
Vanessa memperhatikan wajah murung Mila yang tak kunjung membaik setelah kepergian Arya, ada rasa simpati yang mendalam untuk adik iparnya itu,
“Mil, kakak sudah pernah bilang kalau kamu akan menyesal kehilangannya, dan jika nanti kamu memiliki kesempatan kedua, jangan lagi mengulangi kesalahan yang sama”
Mila yang mendengar hal itu hanya diam, ia masih bingung dengan hatinya sendiri, ia memang merasa takut jika harus kehilangan Arya, tapi disisi lain ia masih sangat mencintai Arnes,
‘oh, hati, kenapa kau tak jelas begini’ batin Mila sembari menghembus nafas panjang,
Arya menyempatkan diri ke kontrakannya untuk menaruh barang dan berganti pakaian, kemudian ia memutuskan untuk pulang ke rumah Mila,
'aku harus menyelesaikan semuanya malam ini,’ batin Arya sembari menarik gas motornya.
Ketika ia memasuki rumah, terlihat suasana sudah sepi, Vanessa sudah kembali ke kamarnya dan Kamar Mila juga sudah di kunci, Arya kemudian mengeluarkan kunci pintu rumah yang ia miliki dan ia masuk melalui pintu teras samping rumah itu,
Arya berjalan menuju pintu kamar Mila, ia hendak mengetuk pintu kamar itu dan mengajak Mila bicara, ketika tangannya sudah terangkat, ia kemudian mengurungkan niatnya,
‘mungkin dia sudah tidur, aku tidak ingin menganggu istirahatnya'
Arya kemudian berjalan ke pintu kamarnya untuk langsung beristirahat, namun ketika ia membuka pintu kamar itu, pintu itu malah terkunci,
'kok terkunci sih, aku tidak pernah mengunci kamar ini jika pergi, apa dia benar-benar ingin mengusirku dan mengunci kamar ini,,, sial kuncinya di dalam laci meja lagi’ Arya mendengus kesal karena ia menyimpan kunci kamarnya di laci meja rias di dalam kamar itu.
__ADS_1
Arya kemudian kembali melangkah ke kamar Mila, ia ingin bertanya kenapa kamarnya di kunci, Ia menghirup nafas panjang dan mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu kamar Mila, belum sempat ia mengetuk pintu kamar itu, pintu itu sudah terlebih dahulu terbuka, Arya terbelalak kaget ketika menyaksikan Mila yang hendak keluar kamar tanpa memakai cadarnya, begitupun dengan Mila yang hendak mengambil minum juga kaget karena ia mendapati Arya tengah berdiri di depan pintu kamarnya.