
“Aryaa, ini indah sekali” ucap Mila sembari melebarkan tangannya dan merasakan sejuknya angin melewati setiap celah pakaiannya dan menerpa tubuhnya, Mila benar-benar kagum dengan pemandangan kota yang terlihat dari atas bukit itu.
“kamu menyukainya?” tanya Arya dengan nada santai,
“26 tahun aku hidup di kota ini, baru kali ini aku tahu ada tempat seperti ini” Mila masih merentangkan tangannya dan hembusan angin sejuk tidak berhenti menerpanya, memberikan kelegaan di dalam hatinya.
“bukankah semalam kita juga kesini, kenapa kamu bilang baru tahu sekarang” tanya Arya asal,
“benarkah semalam kita kesini? aku rasa karena keadaan hatiku semalam yang tidak karuan, jadi aku tidak terlalu memperhatikan keadaan disini semalam” jawab Mila dengan nada bersalah,
Arya kemudian berjalan ke depan dan duduk di rerumputan untuk menikmati angin dan pemandangan yang indah di depannya,
Mila kemudian menghentikan kegiatannya dan menghampiri Arya untuk duduk di sebelahnya,
“apa kamu sering kesini Arya?” tanya Mila sembari mengusap tangannya yang putih,
“ya, lumayan sering, keindahaan seperti ini selalu mampu membuatku lebih tenang dan lebih nyaman” jawab Arya dengan memejamkan matanya untuk menikmati terpaan angin di tubuhnya,
“apa pacarmu itu tidak pernah membawamu ke tempat seperti ini?” tanya Arya tanpa ragu, ia menepikan sejenak rasa cemburunya yang kerap kali melanda.
“kenapa kamu tiba-tiba bertanya tentang dia?” ucap Mila heran,
“karena apa yang ia lakukan akan menjadi pembanding diriku di hatimu”
Raut wajah Mila berubah menjadi khawatir, ada perasaan ragu di hatinya dengan ucapan Arya, dan perasaan takut itu kembali datang,
“katakan, seberapa besar kamu mencintainya?” tanya Arya dengan nada datar, ia mencoba menahan rasa sesak di hatinya, mungkin dengan mendengar jawaban Mila dapat memberinya pertimbangan untuk memutuskan hubungan mereka ke depan.
Mila hanya diam, wajahnya yang dibaluti cadar menunjukkan perasaan khawatir,
__ADS_1
‘apa dia benar-benar ingin pergi dariku?’
“Sebesar itukah cintamu padanya, bahkan kamu sendiri tidak menggambarkan betapa besarnya perasaanmu pada laki-laki itu dengan kata-kata” ucap Arya.
“bukan, bukan begitu Arya,” ucap Mila dengan khawatir,
‘ya Allah, aku benar-benar tidak tahu gimana cara menjelaskan ini semua padanya’
“Aku membawamu kesini untuk menyelesaikan semuanya Mil” ucap Arya yang membuat mata Mila berkaca-kaca mendengarnya.
“kamu masih ingat ketika kamu berkata agar aku tidak berharap lebih pada pernikahan ini? kamu juga bilang bahwa pernikahan ini tidak akan bertahan lama, jadi mari kita selesaikan semuanya sekarang” ucap Arya yang membuat dada Mila semakin terasa sesak.
‘ya Allah, aku pasrah jika ia ingin menalakku sekarang, aku hanya benalu yang ada di dalam hidupnya yang sempurna’ batin Mila yang kemudian meneteskan air matanya,
“aku tahu kamu mengatakannya dalam keadaan sadar waktu itu, dan aku tahu kamu mengatakannya dengan hati yang sangat yakin tanpa ragu, jadi sekarang mari kita susun rencana yang baik untuk menyelesaikan semua ini, rencana yang akan membuat kakekmu menerima perpisahan kita dengan ikhlas” jelas Arya,
Arya lalu memandang ke arah Mila, deg,,, deg,,,
“kasih aku kesempatan Arya, satu kali saja, aku ingin menjadi istri yang baik untukmu” suara Mila gemetar penuh harap,
“Mil, kita harus berani mengambil keputusan, sekalipun itu akan melukai perasaan orang-orang yang ada di dekat kita, pernikahan tanpa ada rasa cinta hanya akan membuat kita sama-sama sakit” ucap Arya yang sedih melihat air mata Mila yang telah membasahi cadarnya,
“Kenapa kamu tidak mau ngasih aku kesempatan Arya,?, sekali saja, aku mohon” lirih Mila dalam tangis sedihnya,
“karena kamu mengkhianati ku Mil, kamu mencintai orang lain selain suamimu sendiri, sakit sekali hatiku merasakan pengkhianatanmu ini mil” ucap Arya yang telah mengalihkan pandangannya dari Mila.
“Aku tak pernah mengkhianatimu Arya, dia hadir dihidupku sebelum aku mengenalmu, aku mencintainya sebelum aku mengenalmu, dan ketika kita menikah pun, aku menaruh harapan besar untuk bisa hidup bersamanya, tapi sekarang aku tahu aku salah, aku mohon agar kamu mengerti gimana keadaanku, bukanlah hal mudah bagi perempuan untuk bisa melepaskan perasaannya bagi seseorang yang ia cintai, apa lagi melepasnya tanpa ada permasalahan apa pun di dalam hubungan itu” jelas Mila,
“pembelaanmu itu tidak berarti apa-apa Mil, kamu seharusnya sudah tahu jika menyimpan perasaan pada lawan jenismu tanpa ada ikatan pernikahan adalah dosa besar, tapi kamu malah menjalin hubungan dan bermain-main dengan dosa itu, dan sekarang kamu ingin menyalahkanku atas dosamu karena perasaanmu pada laki-laki itu? seolah-olah aku tidak paham dengan perasaan seorang wanita”
__ADS_1
Perkataan Arya seperti menikam hati Mila, ia benar-benar kalah telak beradu argumen dengan Arya,
“Apa kamu pikir aku tidak pernah menyukai perempuan lain sebelum ini, aku laki-laki normal yang tertarik pada perempuan, tapi aku bisa membuang rasa itu agar tidak bermain dengan dosa, apa kamu pikir aku ini laki-laki bodoh yang tidak pernah mengenal perempuan, jika aku mau, aku bisa mendapatkan perempuan yang jauh lebih cantik dan menggoda darimu” lanjut Arya yang semakin menikam hati Mila,
‘ya Allah, aku benar-benar hina di mata Arya, ia terlalu suci untuk perempuan bergelimang dosa sepertiku, disaat aku merasa nyaman dengan cinta bang Arnes, ia bertarung mati-matian dengan nafsunya untuk tidak berbuat dosa dengan perempuan yang ia sukai, aku tak pantas untuknya, tapi apa aku salah jika aku ingin memperbaiki semuanya dan bersikap egois mempertahankan pernikahan ini’ batin Mila sedih,
“semuanya terlalu menyakitkan bagiku Mil, disaat aku belajar memberikan hatiku untukmu, tapi kamu malah asyik dengan pacarmu itu, dan kamu mencampakkanku seperti sampah dengan berkata agar tidak berpikir pernikahan ini akan bertahan lama, sekarang aku telah membuka jalan untukmu agar kita bisa berpisah, tapi kamu malah mempermainkanku seperti ini”
“aku tahu aku salah, tapi aku mohon Arya, beri aku kesempatan sekali lagi, aku janji akan berubah, aku janji akan belajar mencintaimu dan aku,,,” kalimat Mila langsung di potong Arya,
“Kenapa aku harus memberi satu kesempatan lagi Mil?, beri aku alasannya” pinta Arya,
Mila sejenak terdiam, setiap pertanyaan yang dilontarkan Arya begitu sulit untuk ditebak oleh dirinya, ia bahkan tak paham kenapa Arya bertanya seperti itu kepadanya.,
“aku hanya ingin memperbaiki semuanya Arya, hanya itu, aku tak ingin menyesal karena menyia-nyiakan suami sepertimu di dalam hidupku” jawab Mila sendu,
Arya sejenak menghirup nafas panjang, ia juga tidak mau memutuskan segala sesuatu dengan emosional, apalagi sampai menjatuhkan talak hanya karena emosi semata,
“Aku akan beri kamu kesempatan Mil, sekarang jelaskan komitmenmu untuk pernikahan ini, dan juga rencanamu untuk pernikahan ini sampai kita tua nanti,” Arya tak ingin main-main dengan pernikahannya, jika memang Mila tak memiliki komitmen dan rencana yang jelas untuk pernikahan mereka, berarti tidak ada keseriusan dari Mila untuk memperbaiki pernikahan mereka.
Sementara Mila tidak memiliki pemikiran yang seluas Arya, ia sama sekali tidak pernah berpikir seperti apa kehidupan yang akan ia lewati ke depan, jangankan sampai tua, untuk apa yang terjadi 3 bulan kedepan, 6 bulan, kedepan atau pun satu tahun kedepan tidak pernah ada dalam pikirannya, ia juga tidak tahu apakah 3 bulan ke depan ia dapat mencintai Arya dan melepas Arnes dari kehidupannya, atau malah sebaliknya, cintanya pada Arnes semakin dalam dan kasihnya pada Arya tidak pernah akan tumbuh.
Apalagi jika harus merencakan kehidupan kedepan, seperti mereka akan memiliki berapa anak, mau beli mobil atau rumah, semua itu tidak pernah terlintas dalam pikiran Mila,
‘apa pemikiran aku sependek itu, aku sama sekali tidak memikirkan apa yang terjadi pada diriku ke depan’
“Aku hanya bisa berjanji untuk menjadi istri yang baik untuk dirimu dan keluarga kecil kita Arya, aku tidak punya rencana apa-apa ke depan, tapi yang jelas aku ingin belajar agar bisa menjadi istri terbaik bagimu” jawab Mila lemah,
Arya mengusap kasar wajahnya karena frustasi mendengar jawaban dari Mila. Berat sekali rasa dihatinya untuk melepas Mila, karena pada kenyataannya Mila adalah orang pertama yang mengisi hatinya, jika sebelumnya ia selalu membuang rasa suka kepada perempuan, namun berbeda dengan Mila, ia belajar mencintai Mila dan memberikan hatinya sepenuhnya untuk Mila setelah pernikahan mereka, walaupun Mila selalu mengabaikannya dan sering kali membuatnya terluka, namun ia tetap memupuk rasa cinta untuk Mila, karena ia yakin, hanya waktulah yang akan membuat Mila mencintainya.
__ADS_1
Namun kenyataan yang ia dapati ternyata berbeda, pandangannya pada Mila yang bercadar adalah perempuan yang menjaga kehormatannya dan menjaga dirinya dari laki-laki yang bukan mahromnya, tapi ia malah mendapati Mila tengah berduaan dengan laki-laki lain di dalam hubungan mereka, ia begitu merasakan luka mendalam karena melihat kemesraan Mila dengan Arnes, luka yang begitu sakit karena Mila melakukannya di dalam ikatan suci pernikahan mereka.
‘Semoga keputusanku ini bukanlah keputusan yang salah’ batin Arya.