Menikah Karena Janji

Menikah Karena Janji
Apa Dia Mencintaiku?


__ADS_3

Selama di sekolah, Mila sama sekali tidak bisa fokus dengan apa yang ia kerjakan, pikirannya masih melayang jauh pada Arya, laki-laki itu yang terus berputar di pikirannya sejak siang kemarin.


Bahkan nama Arnes seperti terasa hampa ketika ia coba mengingat pertemuan mereka kemarin.


Mila membuka ponselnya dan mencari nomor Arya, ia mengeluarkan keberaniannya untuk menghubungi Arya dan meminta maaf atas kesalahannya,


‘ya, aku harus minta maaf, aku harus perbaiki ini semua dengan segera, masalah bang Arnes, nanti saja kupikirkan jalan keluarnya, yang penting dia pulang dulu dan kakek tidak tahu masalah ini’ batin Mila,


Ia mencari nomor Arya di kontaknya, ketika ia menemukannya, ia kembali melepas nafas panjang dengan kesal,


‘ponselnya kan hancur, simcardnya juga tidak diambilnya’ karena memang Mila lah yang membersihkan pecahan ponsel Arya dan menyimpan simcard Arya,


Mila kemudian mengeluarkan dompetnya dan mengambil simcard Arya yang ia simpan disana,


Mila kemudian memasukkan simcard Arya ke ponselnya, mungkin ia bisa menemukan kontak Tomy, atau orang lain yang mungkin bisa ia tanyai tentang keberadaan Arya.


Ketika membuka kontak di simcard Arya, ia hanya menemukan 7 nomor yang disimpan disana,


'kenapa hanya ini, apa dia nggak punya kenalan atau teman sama sekali, kenapa hanya menyimpan 7 nomor saja, atau mungkin kontak yang lain tersimpan di ponselnya?'


Mila kemudian membaca nama kontak itu satu persatu, nomor yang tersimpan dikontak Arya yaitu Arbi, Ari, Bibi, Paman, Rita, dan Tomy, serta satu nama lagi yang membuat dadanya serasa sesak dan setetes air mata jatuh disana, istriku tercinta, itulah nama yang tersimpan di simcard Arya,


Ketika Mila melihat nomornya dan ia menyadari, itu adalah nomor ponselnya sendiri, dadanya semakin terasa sesak, tak percaya Arya menyebutnya sebagai istri tercinta, padahal sejak menikah, sikapnya sama sekali tidak pernah baik kepada Arya.


“kenapa Mil?” suara Syifa mengejutkan Mila, Syifa melihat Mila yang tampak sedih kemudian menghampirinya,


“nggak apa-apa kak“ elak Mila,


“kalau ada masalah, cerita aja, kadang kalau kita bercerita, masalah akan terasa lebih ringan”


Mila kemudian tampak bimbang, dan dengan segenap keberanian yang ia miliki, ia kemudian membuka suara kepada Syifa.


“kak, apa aku boleh bertanya?” ucap Mila yang kemudian di jawab Syifa dengan anggukkan kepala,


“kakak kan dulu pernah bilang, kalau kakak dan suami kakak hanya kenal 2 minggu sebelum memutuskan untuk menikah, apa kalian saling mencintai dalam waktu 2 minggu?”


“apa menurutmu seorang perempuan bisa jatuh cinta dalam waktu 2 minggu Mil, apa lagi laki-lakinya hanya orang biasa yang tidak tampan, tidak kaya, dan juga tidak banyak bicara, apa menurutmu aku bisa mencintainya dalam waktu 2 minggu?”

__ADS_1


“lalu?”


“butuh waktu 6 bulan bagiku untuk menerimanya Mil, apa lagi saat itu aku benar-benar patah hati dengan mantanku, kami pacaran 5 tahun, dan ternyata dia hanya menginginkan tubuhku, aku akhirnya mengetahui dia selingkuh, dan kami bertengkar hebat, kami putus dan untungnya bagiku, aku tidak memberikan kehormatanku pada laki-laki brengsek itu, pada keadaan seperti itulah suami ku datang, aku menerimanya karena memang dengan sikap pendiamnya itu ia menjadi kaku dihadapanku, dan tentu saja sikapnya itu sangat lucu sehingga aku sedikit terhibur ditengah hatiku yang hancur, tapi siapa sangka, dibalik sikap kaku dan pendiamnya, ia berani menemui orang tuaku ketika kami baru saling mengenal 2 minggu, dan aku menerimanya dengan terpaksa karena orang tuaku mengangap dirinya orang baik, dan kami menikah, aku belajar untuk membuka hati baginya, dan kamu tahu gimana aku jatuh cinta padanya?”


“gimana kak?”


“sikapnya Mil, dia memang jarang mengatakan kata cinta untukku, tapi sikap baiknya menjadikan aku menjadi wanita paling istimewa di dunia, sikapnya benar-benar membuat aku seperti wanita paling beruntung memilikinya, dan rasa cinta itu muncul dengan sendirinya”


Mila tersenyum mendengar cerita Syifa,


“apa kamu ragu pada pacarmu Mil?, atau kamu sedang diminta menikah dengan orang yang tidak kamu cintai, sehingga kamu bertanya seperti ini kepadaku?” tanya Syifa,


“tidak, mana mungkin aku ragu dengan pacarku, aku mencintainya dan dia mencintaiku, dan aku juga tidak ingin menikah dengan orang yang tidak aku cintai” jawab Mila mantap tanpa ada ragu disana,


‘astaga, kenapa aku bisa berbohong dengan baik seperti ini’


“benarkah?, jika pacarmu meminta macam-macam padamu, tinggalkan saja, laki-laki seperti itu hanya penasaran pada tubuhmu dan setelah mendapatkan tubuhmu, ia pasti akan mencampakkanmu”


deg, jantung Mila berdetak sedikit lebih cepat, pikirannya melayang pada masa-masa pacarannya dengan Arnes ketika kuliah dulu, Arnes sering memintanya melakukan perbuatan-perbuatan yang seharusnya dilakukan pasangan yang telah menikah,


‘tidak, itukan dulu, sekarang bang Arnes tidak pernah memintanya lagi, ia pria baik, dan calon imam yang baik’ batinnya berusaha mengelak pada apa yang pernah terjadi dulu antara ia dan Arnes,


Mila sedang asyik melihat ponselnya, ia duduk di teras samping rumah, matanya melihat jauh ke halaman dan jalanan, ada sebuah harapan di hatinya untuk Arya akan segera kembali ke rumah itu.


Namun, semakin lama ia menunggu, semakin sesak dadanya, perasaan bersalah itu kembali muncul, perasaan takut untuk kehilangan itu kembali muncul, perasaan tidak rela Arya meninggalkannya.


Mila kemudian membuka ponselnya dan melihat kembali kontak di simcard Arya, jantungnya kembali berdetak cepat ketika melihat tulisan istri tercinta disana,


‘apa dia benar-benar mencintaiku?'


Matanya kembali tertuju ke nama lain yang membuatnya merasa tak karuan, ada nama Rita di simcard Arya, nama wanita lain yang membuatnya sedikit merasa aneh, ‘dia hanya menyimpan 7 nomor disini, pasti ini semua orang penting baginya, lalu Rita ini siapa?, adiknya? kakaknya? pacarnya? tunangannya?, selingkuhannya?, calon istrinya?, tidak-tidak mungkin, jelas-jelas disini dia membuat namaku dengan istri tercinta’ batinnya bergulat tak karuan.


Mila kemudian menyimpan nomor Tomy ke ponselnya, dan setelahnya ia segera menchat Tomy,


‘assaamualaikum Tom, ini aku Mila, istrinya Arya’ Mila,


Cukup lama Mila menunggu balasan dari Tomy,

__ADS_1


‘walaikumussalam Mil, ada apa? kamu dapat kontakku dari siapa? Arya?’ Tomy,


‘Tom, kamu tahu dimana Arya sekarang?’ Mila,


Tomy yang tengah tiduran di ranjangnya mendengus kesal membaca chat Mila karena tidak menjawab pertanyaannya.


‘tidak, emang dia kemana?’ Tomy,


‘Arya tidak pulang dari semalam, aku khawatir’ Mila,


Wajah Tomy berubah senang, ‘apa dia mulai menyukaimu Arya?’ batinnya


‘mungkin dia sekarang lagi di kantor, telfon aja’ Tomy,


Mila membaca chat Tomy dengan setengah kaget,


'kantor?, dia kerja dimana? bukannya dia pengangguran, selama ini dia Cuma bilang kerja serabutan, atau dia baru keterima kerja?’


Mila benar-benar bingung saat itu, 3 bulan pernikahannya ia lalui tanpa mengenal Arya sedikit pun, ia bahkan tidak mengetahui siapa teman Arya, keluarga Arya dan juga apa yang dilakukan Arya ketika keluar dari rumah.


‘dia kerja kantoran Tom?’ tulis Mila, namun segera ia hapus pesan itu,


'tidak, jika aku bertanya seperti itu sama saja aku memperlihatkan kepada Tomy aku istri yang tidak baik karena tidak tahu dengan pekerjaan suamiku sendiri,


‘ponselnya di tinggal Tom, aku tidak tahu harus menghubungi siapa’ Mila,


‘nggak biasanya dia meninggalkan ponselnya, kalau kamu tidak sibuk, coba cek aja ke kantornya, mungkin dia lagi ada deadline kerja, jadi nggak pulang semalam’ Tomy,


‘gitu ya Tom, boleh aku minta alamat kantornya, Arya belum pernah cerita dimana kantornya’ Mila,


Selang beberapa lama Tomy memberikan alamat kantor Arya, dan Mila membalasnya dengan ucapan terima kasih.


Mila kemudian menatap jalanan kembali, ada perasaan ragu dihatinya,


‘apa aku harus mencari ke kantornya, atau aku tunggu saja dia pulang ke sini, tapi bagaimana kalau dia main dengan perempuan lain?, tidak, tidak mungkin, astaga Mila, kamu kenapa sih?, biar aja di dengan perempuan lain, kan kamu bisa bebas dengan bang Arnes.’


Hati Mila benar-benar kacau oleh keadaannya saat itu, ia mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya bingung dengan kondisi hatinya sendiri.

__ADS_1


Vanessa yang melihat tingkah aneh Mila dibalik pintu kaca teras samping mengernyitkan dahinya. ia kemudian menghampiri Mila.


"kamu kenapa Mil?"


__ADS_2