Menikah Karena Janji

Menikah Karena Janji
Sedikit Saja Untuk Mengerti


__ADS_3

“jadi ibu menuduh keluarga bang Arnes pengkhianat karena sekarang mereka yang menguasai Adinata Group?”


“Bukankah ibu sudah pernah bilang jika kamu tidak tahu apa-apa tentang mereka, kamu sudah dewasa, tapi pemikiranmu terlalu naïf memandang mereka adalah orang baik”


“kenapa ibu dulu menolak orang yang bernama Gibran adinata?” tanya Arya tiba-tiba, ia berusaha menengahi perdebatan bu Saniah dan Mila yang tampak semakin memburuk.


“itu adalah keputusan yang akan selalu ibu sesali sampai mati Arya,” jawab bu Saniah yang mencoba menenangkan hatinya yang mulai terasa sesak.


Mila menatap ibunya itu dengan pandangan heran, karena baginya seorang Gibran adinata adalah laki-laki psikopat yang telah membunuh anak dan istrinya sendiri,


‘dia sudah membunuh pangeran masa kecilku’ sedih Mila membatin.


“Ibu dulu terlalu naif Arya, ibu merasa kalau dengan cinta ibu akan bahagia, ketika kakek Mila menjodohkan ibu dengan Gibran adinata, ibu langsung menolaknya mentah-mentah, padahal saat itu ibu tahu Gibran adalah laki-laki baik, ia membantu usaha paman Mila di Malaysia, ia juga membantu usaha suami bibi Mila di Sulawesi, tapi karena cinta buta, ibu mengabaikan semuanya, dan tetap memilih ayah Mila waktu itu” jelas bu Saniah dengan tatapan tajam pada Mila, ia seolah ingin menjelaskan pada Mila jika cinta Mila pada Arnes hanyalah cinta buta.


“Arya, berjanjilah pada ibu, kamu tidak akan meninggalkan Mila sampai ajal menjemput kalian” ucap bu Saniah yang membuat nafas Arya tercekat di tenggorokannya,


“Mil, berjanjilah pada ibu, kamu tidak akan meninggalkan Arya sampai ajal menjemput kalian” lanjut bu Saniah yang membuat Mila kembali harus menahan sesak di dadanya,


Mila dan Arya kemudian saling pandang, sebelum akhirnya Arya mengalihkan pandangannya dari mata Mila,


‘aku mencintainya bu, tapi dia tidak mencintaiku’ batin Arya sedih mendengarkan permintaan bu Saniah,


‘aku mengharapkannya bu, tapi dia tidak mengharapkanku’ batin Mila.


*


Arya tengah duduk di kursi meja rias Mila, ia memandang 2 buah foto yang selalu ia bawa kemana pun ia pergi,


‘ayah, mengapa dunia ini mengenalmu sebagai orang yang kejam’ batin Arya yang matanya mulai berkaca-kaca,


Mila yang baru masuk ke dalam kamar melihat ke arah Arya yang tampak sedih di kursi meja riasnya.


“kamu menangis Arya?” tanya Mila yang membuat Arya kaget, ia kemudian segera menyimpan kedua foto itu ke dalam sebuah buku berwarna biru,


“nggak, mataku hanya perih” jawab Arya sembari mengusap kedua matanya,


“itu tadi foto siapa?” tanya Mila penasaran,

__ADS_1


“bukan, bukan foto siapa-siapa” jawab Arya gugup, Mila lalu menatap panjang ke arah Arya,


“kenapa? apa ada masalah?” tanya Arya yang merasa tidak nyaman dilihat oleh Mila.


“tidak,” jawab Mila, ia kemudian berjalan menuju ranjangnya,


“apa kak Vanessa yang menyuruh kamu kesini?” tanya Mila dengan nada santainya, ia tak ingin lagi tampak lemah di depan Arya,


“iya,” jawab Arya singkat.


“kamu mau tidur dimana? jangan tidur diluar lagi, nanti ibu tahu masalah kita” ucap Mila dingin, ia kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


“aku bisa tidur di sini” ucap Arya yang membuat Mila menatap heran ke arahnya,


“kamu mau tidur di kursi itu?”


“aku bisa tidur dimana aja, dilantai sekalipun aku bisa tidur” jawab Arya santai,


“tidurlah di ranjang ini, kita kan masih suami istri” ucap Mila yang kemudian memberi ruang agar Arya dapat tidur disisinya,


“Mil, dari sikapmu padaku, sepertinya kamu sudah memilih laki-laki itu, bukan aku” ucap Arya yang membuat Mila merasa kaku.


“lalu buat apa kamu berjanji tadi kepada ibu tidak akan meninggalkanku?” lanjut Arya bertanya bingung dengan sikap Mila.


“karena yang akan pergi adalah kamu, bukan aku, aku tidak akan meninggalkanmu, tapi kamulah yang akan meninggalkanku” ucap Mila santai sembari memainkan ponselnya dengan bersandar di ranjang.


Arya yang mendengarkannya merasa hancur, hatinya terasa nyeri mendengar itu semua.


‘Mila benar, aku lah yang akan ingkar janji disini, aku akan ingkar janji pada kakek dan juga ibu jika aku meninggalkannya’ batin Arya menahan sesak di dadanya,


‘ya Allah, kenapa harus aku yang ingkar janji disini?, janjiku yang dulu saja tidak pernah bisa ku tepati, sekarang aku harus ingkar janji lagi’ batin Arya yang sedih dengan nasibnya sendiri.


Untuk sejenak pikiran Arya terbang pada suatu kejadian pada 22 tahun lalu.


FB


“kamu mau kemana” ucap gadis kecil yang berumur 4 tahun itu,

__ADS_1


“aku harus pergi, pergi jauh” jawab Arya kecil yang masih berumur 6 tahun


“pergi jauh? apa kau mau meninggalkanku dan tidak akan kembali lagi?” tanya gadis itu dengan wajahnya yang membuat gemes siapa pun yang melihatnya,


“Aku akan kembali untukmu, kau kan princess nya” jawab Arya sembari mencubit pipi tembem gadis kecil itu.


“pangeran harus kembali pada princessnya, aku tunggu kamu kembali, jangan pergi lama-lama ya” ucap gadis itu polos.


FB end


“kamu kenapa diam?” tanya Mila heran melihat Arya yang melamun,


“tidak, aku tidak apa-apa?” jawab Arya yang kemudian mengalihkan wajahnya dari pandangan Mila,


“Mil, apa tidak mungkin bagimu melupakan laki-laki itu?” tanya Arya yang berusaha menahan sesak di dadanya yang muncul begitu saja tanpa ia kehendaki.


“aku sudah mengatakannya padamu, aku bisa belajar mencintaimu, tapi kamu malah memaksaku untuk melupakannya” ucap Mila penuh penekanan, ia terasa memenangkan sebuah pertempuran ketika mendengar Arya seperti berharap pada dirinya.


“apa aku salah jika menginginkan kamu seperti itu?”


“apa aku salah aku butuh waktu mencintaimu dan melupakannya?” ucap Mila balik bertanya,


“kamu hanya belum merasakan seperti apa yang aku rasakan, mendapati diri sendiri di khianati oleh orang yang telah mengikat dirinya dengan dirimu melalui ikatan suci pernikahan" jawab Arya penuh arti.


Mendengar kalimat Arya membuat pikiran Mila melayang pada percakapannya dengan Syifa tadi siang,


'aku tidak bisa membayangkan betapa hancurnya hatiku jika aku di posisimu Arya, tapi aku juga tidak akan mudah melupakan bang Arnes, aku sangat mencintainya’ batin Mila menanggung pilu.


Suasana diantara mereka hening untuk waktu yang lama, sampai akhirnya Mila menyadari jika arya sudah tertidur lemah dengan posisi kepala di atas meja riasnya.


Mila kemudian menatap wajah Arya yang tampak lelah dengan tatapan panjang, perasaan itu kembali datang, perasaan takut akan kehilangan sosok yang saat ini ada di depannya,


“sedikit saja aku mohon agar kamu mengerti dengan keadaanku Arya, aku yakin, aku pasti bisa mencintai orang sebaik dirimu” lirih Mila,


Mila sangat ingin sekali menarik Arya agar mau tidur di ranjangnya, namun ia sadar, tenaganya tak sekuat tenaga Arya yang mampu menggendongnya, jika ia menarik tubuh Arya, Arya pasti akan terbangun.


Mila kemudian memberikan bantalnya ke kepala Arya dan juga menyelimuti Arya dengan selimut, ia kemudian tertidur tanpa selimut sembari menatap wajah Arya yang telah terlelap dalam tidur setelah melewati hari yang cukup melelahkan.

__ADS_1


“semoga Allah berikan jalan terbaik untuk keluarga kecil kita ini Arya, izinkan aku untuk memperbaiki semuanya, menjadi istri yang baik bagimu dan izinkan aku untuk belajar mencintaimu”


__ADS_2