
"Mau apa lagi kemari...??" Bi Jumi bertanya dengan suara lantang, manik-manik matanya kian menajam memburu kehadapan orang yang berdiri tepat didepannya sekarang.
"Aku ingin bertemu dengan Varrel..." wanita yang memakaikan hak tinggi, baju dress berwarna merah muda dan gaya rambutnya yang terurai hendak melangkah menerobos masuk. Namun Bi Jumi tidak semudah itu membiarkan wanita yang sudah merusak hubungan majikannya itu masuk kedalam rumah seenaknya.
Bi Jumi menghadangnya diiringi dengan sedikit dorongan hingga hampir nyaris membuat wanita itu tergelincir.
"Beraninya kau. Aku kesini mau meminta maaf kepada Varrel, aku sudah menyesal karena telah merusakkan hubungannya dengan Olif." gerutu Seli diikuti nafas sedikit memburu.
"Tuan Varrel lagi enggak bisa diganggu, beliau lagi sibuk. Kalau kamu masih punya harga diri dan rasa malu, sekarang juga kamu pergi dari sini dan jangan pernah datang lagi. Karena rumah ini tidak layak di injak oleh wanita pelakor sepertimu." sini Bi Jumi melipatkan kedua tangannya di belahan dada.
"Ckkkk.... Awas kau. Aku tidak akan pernah melupakan apapun yang telah kamu lakukan kepadaku. Aku pasti akan membalasnya."
"Varrel..."
"Varrel..."
"Varrel..." teriak Seli secara berangsur-angsur dengan suara sedikit demi sedikit meninggi.
"Hey... Hey... Apa apaan ini, jangan berteriak di sini sana di jalan raya saja. Jangan disini." gerutu Bi Jumi juga dengan suara meningi namun tidak membuat Seli berhenti berteriak memanggil nama Varrel.
"Stop... Stop... Ok, saya akan memanggilkan Tuan Varrel. Tapi tolong jangan berteriak lagi, kamu sangat menganggu ketentraman rumah ini." imbuh Bi Jumi. Merasa sudah sangat muak dia harus mencari cara agar bisa mengusir wanita pelakor ini.
Seli tersenyum puas, dia langsung mengatupkan bibirnya diam membisu. "Baiklah"
"Tunggu di sini dan jangan kemana-mana. Tuan Varrel tidak mengijinkan siapapun masuk kedalam rumah. Saya harus memberitahukannya terlebih dahulu." celutus Bi Jumi setelah itu berbalik melangkah masuk kedalam. Tak lupa ia mengunci pintu agar Seli tidak masuk tanpa izin.
"Siapa Bi...??" tanya Varrel tak kala dia melihat Bi Jumi terlihat terburu-buru kearah dapur.
"Anu, Tuan. Orang minta sumbangan. Dia marah-marah karena Bibi cuma kasi dua ribu." ucap Bi Jumi.
Maaf Tuan muda tapi Bi Jumi tidak bisa membiarkan wanita pelakor itu menganggu Tuan dan Non Olif lagi. Bibi bisa pastikan itu.
"Kalau begitu berikan saja ini." Varrel menyerahkan beberapa uang seratus ribu yang baru dia ambil dari dompetnya.
__ADS_1
"Tidak, Tuan. Tidak perlu. Orang itu sudah pergi." Tolak Bi Jumi setelah itu dengan segera melanjutkan langkahnya kearah dapur sekaligus mempercepat agar segera sampai.
Di dapur Bi Jumi mondar-mandir tidak jelas. Dia tidak tau apa yang harus ia berikan kepada wanita yang sedang menunggu di depan pintu utama.
"Aku harus memberikan dia pelajaran agar dia jera dan tidak datang ke sini lagi." Tanpa segaja kedua biji bola mata Bi Jumi melihat kearah tempat cuci piring. Dirinya langsung saja mendapatkan sebuah ide berlian.
"Sepertinya ini ide sangat bagus untuk mengerjai wanita tidak tau malu itu." Dengan gerak cepat Bi Jumi langsung menjalankan rencananya.
Diiringi dengan senyuman tipis Bi Jumi mengambilkan ember yang besar lalu memasukkan semua air bekas cuci piring kedalamnya. Tidak lupa Bi Jumi menambahkan deterjen cair agar airnya berbusa.
Ketika semuanya sudah siap dengan hati-hati Bi Jumi mengangkat ember itu lalu berjalan kembali menuju pintu utama.
Dan lagi-lagi langsung Bi Jumi terpaksa berhenti ketika melewati ruangan tamu. Dua laki-laki yang masih membaringkan tubuhnya di atas sofa menatap heran dengan apa yang di bawah Bi Jumi.
"Apa itu Bi...??" kali ini pertanyaan itu dilontarkan oleh Viki. Teryata laki-laki itu juga baru tau kalau Bi Jumi ternyata asisten rumah tangga Varrel. Pasalnya Viki sempat bertanya-tanya siapa Bi Jumi, wanita pemberani yang berani melawan Seli kala itu.
"Ini, Apa namanya. Anu, Bibi mau menyirami bunga Tuan. Ya, Bibi ingin menyirami bunga" jawab Bi Jumi sedikit gugup.
"Ooooo."
"Hahhhh..." Bi Jumi bernafas lega, untuk saja dia bisa memberikan alasan kalau tidak Bi Jumi tidak tau harus menjawab apa.
"Ckkkk. Lama sekali, lihat saja setelah aku berhasil mendapatkan kepercayaan Varrel lagi aku pastikan aku akan membuatnya menyesal seumur hidup.
Ceklekkkk
Guyurrrrrr.... Tanpa aba-aba Bi Jumi langsung menyirami Seli dengan air yang sudah ia tampung ke dalam ember.
"Aaaaaa..."
"Uuuuppp maaf. Bi Jumi pikir Non ini kloset. Maaf.." ucap Bi Jumi mengatupkan kedua tangannya tidak lupa dengan ekspresi bersalah.
"Kurang ajar.. uuuueekkkk...."
__ADS_1
"Aku peringatkan sekali lagi ya, sebelum kesabaran ku benar-benar habis lebih baik kamu angkat kaki dari sini dan jangan pernah datang kesini lagi bay." tegas Bi Jumi lalu setelah itu langsung masuk kedalam tidak lupa ia sedikit menghantamkan pintu. Menutup pintu utama dengan sedikit kasar.
"Aaahhhh... wanita tua sialan. Beraninya kau menyirami ku dengan air bau. uuuueekkkk..." ketus Seli tidak punya pilihan lain selain segera pulang ke apartemennya.
****
Pagi hari. Matahari telah menampakkan Batang hidungnya menyinari bumi yang sempat gelap karena perubahan hari dan malam.
Sepertinya biasa, Bi Jumi bangun terlebih dahulu, dia menyiapkan sarapan pagi walaupun nantinya tidak di makan olehnya Varrel. Ya, karena sudah dua hari belakangan ini Varrel tidak menyentuh makanan rumah sama sekali.
Bi Jumi sangatlah khawatir akan hal itu, kesehatan Varrel adalah hal yang paling penting bagi Bi Jumi saat ini, apalagi melihat kondisi Varrel kian melemah karena tidak mendapatkan asupan makanan. Bi Jumi terus membujuk Varrel untuk sarapan, baik itu sarapan pagi maupun sarapan malam.
Rasa kekhawatiran Bi Jumi semakin meningkat tak kala melihat Varrel tersenyum-senyum sendiri di ruang tamu. Entah apa yang di lamunkan oleh laki-laki itu hingga membuat ia tersenyum lepas.
Dengan langkah yang sangat hati-hati Bi Jumi secara perlahan-lahan mendekati Varrel.
"Tuan..."
"Suuuttt jangan berisik. Bibi lihatlah dia sangat lucu kan. hahaha..." sahut Varrel tanpa berpaling sedikit pun sorot matanya tidak bergeming menatap ruangan tamu.
Berambut...
Ada yang tau apa yang di lamunkan oleh Varrel π.
Berikut ini daftar update hari ini dan beberapa hari kedepan. Biar para reader enggak salah faham tentang updatenya
Hati ini author akan update empat bab.
Bab pertama keluar tepat jam 12. Bab kedua akan keluar Jam 3 insyaallah. Bab ketiga akan keluar Jam lima sore insyaallah. dan bab keempat akan keluar setelah magrib insyaallah.
Kalau meleset author minta maaf, karena author manusia pasti banyak salah βΊοΈ
Jangan lupa like dan rate πππ
__ADS_1