
Mila baru saja menyelesaikan kelasnya, ia sekarang sedang duduk santai di ruang guru sembari memainkan ponselnya, saat ia membuka aplikasi chat, terdapat pesan dari Abel yang membuat dirinya sedikit tersenyum,
‘Mil, lagi sibuk nggak?’ Abel,
‘sekarang masih di sekolah Bel, emang kenapa?’ Mila
‘nanti abis ngajar temanin aku belanja ya Mil’ Abel
‘tumben nih ngajak, ada angin apa?’ Mila,
‘ada deh, bisa nggak, nanti aku jemput ke sekolahmu’ Abel,
Mila sejenak berpikir, ia memang sudah jarang sekali bermain ke mall, apalagi setelah ia memakai cadar dan menikah, ia bahkan belum menginjakkan kakinya di mall 2 bulan terakhir karena harus bertarung dengan masalah hidupnya yang tak kunjung pernah usai,
‘boleh, nanti aku kabari ya’ Mila,
Mila meletakkan ponselnya dan mulai memikirkan barang apa saja yang hendak ia beli, berbagai barang pun muncul dipikirannya, bahkan cukup banyak barang yang ingin ia beli, Mila merasa tidak yakin uang di atmnya cukup untuk membeli semuanya.
‘apa aku pakai uang pemberian Arya aja ya, itukan nafkah untukku’ pikir Mila sembari membayangkan amplop coklat tebal yang diberikan Arya sebagai nafkah untuknya.
‘nggak, aku kan udah komit untuk ngembaliin uang itu jika Arya dan aku bercerai’ batin Mila sembari menggeleng-gelengkan kepalanya,
Waktu yang ditunggu Mila pun datang, Abel datang menjemputnya ke sekolah dengan mobil dan mereka berdua mulai membelah jalanan ibukota sembari cerita bersama tentang masa sekolah mereka dulu. Sampai akhirnya Abel memarkirkan mobilnya di depan sebuah butik.
“kenapa nggak ke mall aja Bel? kamu mau beli kebaya?”
“nanti kita ke mall Mil, sekalian makan-makan” jawab Abel santai sembari membuka pintu mobilnya,
Abel dan Mila mulai masuk ke dalam butik itu, Mila kembali teringat ketika ia dan Vanessa membeli gaun pernikahannya di butik yang sama dengan yang ia kunjungi dengan Abel sekarang,
Ingatannya lalu kembali melayang pada hari pernikahannya dengan Arya dimana diluar dugaannya Arya memakai jas yang sama dengan yang ia beli, dan seketika wajahnya langsung pias ketika mengingat sesuatu,
‘astaga, apa Arya melihat jas itu di lemariku, dia bisa salah paham, aku benar-benar akan rendah di hadapannya’
“Mil, kamu bantu aku cari gaun pengantin ya” ucap Abel yang menyadarkan Mila dari pergulatan hatinya.
“gaun pengantin?”
__ADS_1
“iya Mil,Tomy kan saudaranya Arya, pasti selera mereka takkan jauh beda”
Abel kemudian menggenggam erat tangan sahabatnya itu dan mereka kemudian berjalan ke melihat beberapa gaun pengantin disana.
“Mil, dulu konsep resepsi pernikahanmu gimana?” tanya Abel polos, namun Mila yang mendengar dibuat sesak di dadanya.
‘aku bahkan hanya berharap Arya menerimaku, aku tidak menginginkan resepsi sama sekali’
“kenapa diam Mil?” tanya Abel sembari memegang bahu Mila,
“kami nggak ada resepsian Bel, kakekku masih di rawat di rumah sakit, jadi kami hanya sebatas ijab kabul saja” jawab Mila dengan nada tenang.
“kalau kita resepsian bareng aja gimana Mil?, keluarga Arya dan Tomy pasti datang, dan juga pasti seru nantinya, tamu kita pasti akan jauh lebih ramai” Abel berbicara tanpa ada rasa beban sedikitpun, sikap baik dan polosnya yang membuat Tomy selalu ingin melindunginya dari orang-orang yang hanya ingin merusak perempuan.
“jangan Bel, itu kan acara keluarga mu” tolak Mila dengan halus,
“itu gampang Mil, aku tinggal bicara saja sama ayahku, aku rasa ayah juga nggak akan menolaknya”
“jangan Bel, keluargaku pasti menolaknya, lagi pula aku juga tidak ingin bikin pesta dengan kondisi kakek sekarang”
“Mil, orang tua Tomy orangnya gimana Mil?” tanya Abel lagi yang membuat Mila semakin tersudut dengan keadaannya,
“itu,,, mereka orangnya baik kok Bel, ramah juga” jawab Mila sekenanya, karena kenyataannya ia belum pernah bertemu dengan keluarga Arya.
“apa ibu Tomy jago masak Mil?, apa aku harus belajar masak sama ibu Tomy agar ia suka dengan masakanku”
‘kenapa Abel kayak gini sih, ngoceh terus dari tadi’ kesal Mila, ia benar-benar bingung menghadapi sikap Abel karena kenyataannya tidak banyak yang ia ketahui dengan keluarga Arya,
“kayaknya jago Bel, kamu harus belajar masak dari ibunya Arya agar Tomy bisa kecantol sama masakan kamu” jawab Mila asal,
“bagus sih Mil, aku bisa tinggal sebulan di desa Tomy untuk belajar masak sama ibunya, sekalian liburan di desa, pasti menyenangkan"
Mila kemudian menatap heran ke arah Abel, ‘sikap polosnya benar-benar nggak berubah dari dulu’
“menurutmu Tomy suka gaun seperti apa Mil?” tanya Abel lagi yang membuat Mila menatapnya dengan wajah lesu,
“yang mau pake gaun kan kamu bel, bukan Tomy, masa kamu tanya gaun yang Tomy suka”
__ADS_1
“ntar kalau aku make gaun yang nggak disukai Tomy, ia malah kecewa Mil sama aku”
“Bel, segitu sayangnya kamu sama Tomy sampai masalah gaun pun kamu nggak mau buat dia kecewa, padahal dia mungkin juga nggak mikirin masalah gaun yang akan kamu pakai”
Abel kemudian menatap ke arah Mila dan kemudian tersenyum seolah ia mengatakan bahwa ia sangat menyayangi Tomy,
“kenapa kamu bisa mencintai Tomy Bel?” tanya Mila dengan tatapan seriusnya ke arah Abel,
karena sejatinya ia menilai Tomy tidak memiliki keistimewaan sama sekali,
“mungkin alasannya sama dengan alasanmu mencintai Arya Mil”
Nada Abel terdengar santai, namun itu malah membuat hati Mila menjadi kalut, ia tahu betapa baiknya sikap Arya selama ini kepadanya, namun karena sikap egoisnya karena perasaannya pada Arnes membuat Arya sekarang menjauh dari dirinya.
“dia orangnya baik Mil, setiap kata-katanya selalu terasa tulus, tatapan matanya selalu membuat ku nyaman dan terlindungi, dan aku benar-benar mencintainya Mil,” lanjut Abel,
“aku sudah berjanji dengan diriku sendiri Mil, setelah menikah nanti aku akan menjadi istri terbaik untuknya, menemani sisa hidupnya dan tidak akan pernah mengkhianatinya”
Mila kemudian menatap wajah Abel yang terlihat tulus dengan ucapannya barusan.
‘aku bahkan belum bisa menjadi istri terbaik untuk Arya, aku bahkan tidak bisa berkomitmen untuk menemaninya di sisa hidupku, dan bahkan aku telah mengkhianati perasaannya, aku benar-benar istri yang mengecewakan’ Mila benar-benar merasa tertusuk oleh pernyataan Abel,
“Mil, menurutmu istri seperti apa yang diinginkan Tomy?, cantik,,,seksi,,,,menggoda,,,atau pakai jilbab,,, pakai cadar sepertimu,,, atau juga yang jago masak,,,,pandai mengurus rumah,,,,atau yang gimana Mil”
“Istri yang setia dan hanya mencintai suaminya Bel, karena Arya tidak menuntut apa pun dariku, ia hanya menuntut aku untuk setia dan mencintainya” jawab Mila menahan pilu,
‘dan aku tidak bisa setia dan mencintainya’ lanjut Mila di dalam hatinya dengan dada yang terasa nyeri.
Abel kemudian menatap Mila sambil tersenyum, “benarkah hanya itu?, aku sudah punya keduanya Mil, apa Tomy akan menyayangiku?”
“pasti Bel, Tomy pasti akan mencintai orang setulus dirimu” jawab Mila yang membuat Abel tersenyum lebar.
“ngomong-ngomong, tuaan mana Arya dengan Tomy Mil, mereka sepertinya seumuran?”
Mila menatap Abel dengan pandangan jengah karena membayangkan perdebatan yang tak pernah usai diantara 2 saudara itu,
“semoga kamu tidak melihat perdebatan mereka tentang masalah yang satu ini Bel,” jawab Mila ketus yang membuat Abel menatap heran ke arahnya.
__ADS_1