Menikah Karena Janji

Menikah Karena Janji
Belum Juga Kembali


__ADS_3

“hahaha, Irman, gue nggak bakalan nikah sama adik lo, gue udah macarin adik lo 6 tahun, tapi gue belum bisa nikmatin tubuhnya, gue nggak sanggup lagi menunggu, gue benar-benar pengen nikmatin tubuh adik lo itu, gue Cuma mau dengan dia semalam, itu aja, simpelkan” jawab Arnes,


Wajah Irman memerah menahan amarah mendengar ucapan Arnes, Ia benar-benar merasa dihina oleh ucapan Arnes yang ternyata hanya ingin menikmati tubuh adiknya saja, padahal dia tahu bahwa Mila sangat mencintai laki-laki yang ada di depannya sekarang.


“kenapa wajah lo kayak gitu man, gue ini sama bajingannya kayak lo, orang seperti kita ini mendekati wanita hanya untuk bersenang-senang, lagi pula untuk pebisnis seperti kita, menikah adalah salah satu jalan untuk mengembangkan bisnis, gue tentu harus mencari isteri yang bisa membantu gue untuk mendapatkan hak milik Adinata group sepenuhnya,”


Irman masih diam membatu, ia benar-benar butuh uang untuk perusahaanya, apa lagi kemungkinan ia menang di sayembara Bian corp sangatlah kecil, perusahaannya benar-benar berada di ambang kebangkrutan.


“lo tahu kan, semua orang di Adinata group menjadikan anaknya si Gibran sebagai pewarisnya, padahal anak itu sudah lama mati, hanya karena alasan jasadnya tidak ditemukan, mereka beranggapan anak itu masih hidup, dan itu mempersulit gue untuk jadi pewaris adinata group, gue di suruh memimpin perusahaan dan menunjukkan prestasi gue, agar gue bisa lanjutin posisi ayah gue jadi CEO Adinata group jika nanti kepemilikan adinata group tidak berubah, tapi perusahaan gue juga lagi sekarat sekarang, jadi gue butuh istri yang bisa mendekatkan gue ke posisi CEO itu, dan jelas adik lo tidak akan bisa membantu gue, jadi gue nggak punya alasan untuk menikahinya”


Irman masih diam, sebajingan apa pun dia, sampai kapan pun ia tidak akan pernah rela kehormatan adiknya di mainkan oleh pria manapun.


“gue pamit dulu, lo pikirkan aja tawaran gue baik-baik, jangan pernah menolaknya atau gue akan nikmatin tubuh adik lo dengan cara gue sendiri” Arnes kemudian pergi meninggalkan Irman yang masih membatu,


Tanpa mereka sadari, semua percakapan mereka telah di dengar dengan baik oleh seorang laki-laki bertubuh tegap, berjaket hitam, bertopi coklat dan menggunakan kacamata hitam yang duduk di meja yang bersebelahan dengan mereka, laki-laki itu lalu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang,


Ari yang tengah memasak untuk makan siangnya dengan Arya mendengar ponsel di saku celananya berdering, ia segera mengeluarkannya dan langsung menjawab panggilan tersebut,


“halo bos, saya dapat info baru tentang direktur Cipta Rakarsa dan Anak CEO adinata”


“besok malam temui saya di rumah, bawa semua hasil kerjamu” jawab Ari


Kemudian Ari menutup panggilan tersebut, ‘bisnis ini sungguh melelahkan’ keluhnya,


Ari kemudian melanjutkan kegiatannya memasak, ia telah berbagi tugas dengan Arya, Arya akan memasak untuk makan malam mereka dan seperti biasanya mereka akan turun setelah sholat isya,


Sementara Arya tengah tiduran di dalam tenda, ia melihat 2 buah foto, foto-foto orang yang sangat ia cintai,


'ayah, ibu, bibi, paman, aku mencintai kalian’ kemudian arya mengecup kedua foto itu dengan rasa yang dalam.


*


Mila seperti biasa tengah duduk istirahat siang di ruang guru, matanya sekarang tertuju pada ponselnya, pikirannya masih berkutat pada sosok Arya yang ia tidak tahu kemana perginya, Ia mengeluarkan ponselnya, hanya ada dua orang yang bisa ia hubungi, Tomy dan Rita, karena memang hanya mereka yang dikenalnya dari kontak yang ada di simcard Arya,


‘aku nggak mau Tomy tahu kalau aku sedang ada masalah dengan Arya, apa aku harus tanya lagi sama mbak Rita, dia kan sekretaris Arya, pasti dia tahu Arya kemana’


“assalamualaikum kak” Mila

__ADS_1


hampir 15 menit Mila menunggu, akhirnya chatnya dibalas oleh Rita.


“walaikumussalam, siapa?” Rita,


“aku Mila” Mila,


“Mila mana? ada perlu apa?” Rita,


“aku mau tanya tentang Arya, dia ada di kantor?” Mila


Rita yang membaca chat tersebut menghirup nafas panjang,


‘dia lagi, apa benar Arya telah menikah dengannya?, sungguh sulit sekali menerima ini semua’


“tidak,” Rita,


‘simpel sekali dia menjawabnya’ dengus Mila karena kesal.


“kakak tahu dia kemana?” Mila


‘huh, sial, ini orang kenapa sih?’ Mila semakin kesal dengan balasan chat dari Rita,


Ia kemudian menyimpan ponselnya dan mengambil salah satu buku yang ada di atas mejanya, ia mencoba membolak-balikkan buku itu, namun yang ia lihat hanyalah wajah Arya disana,


'sial, aku benar-benar sudah gila karena dia’ batinnya lagi.


“Kenapa Mil?” tanya Syifa yang mendekati Mila, ia merasa heran dengan tingkah Mila yang terlihat aneh.


Mila kemudian memutar kepalanya ke arah suara Syifa, ia kemudian tersenyum tipis,


“nggak apa-apa kok kak” jawab Mila,


*


Mila keluar dari kamarnya menuju meja makan untuk sarapan, disana ia melihat Vanessa tengah duduk berdua dengan Irman,


‘dia pulang juga?’ batin Mila kesal melihat abangnya itu,

__ADS_1


Mila lalu duduk di kursinya biasa di sebelah Irman, saat ia duduk ia melihat ke kursi di depannya, tempat dimana Arya biasa duduk di meja makan itu, Ia lalu melepas nafas panjang, ‘dia belum pulang juga, apa dia tidak ingin kembali lagi kesini, ya Allah, aku benar-benar telah menyakiti perasaan suami ku sendiri’


“mana suamimu?” tanya Irman dingin,


Vanessa dan Mila kemudian saling memandang heran,


‘sejak kapan bang Irman peduli dengan Arya?, biasanya dia menganggap Arya tidak pernah ada di rumah ini, apa dia ingin memukul Arya lagi seperti waktu itu?’ batin Mila,


“kenapa diam?’ ucap Irman lagi masih dengan suara dingin.


“dia, dia, anu bang” jawab Mila terbata,


“dia sedang ke luar kota, kemarin diajak temannya untuk kerja beberapa hari di luar kota” jawab Vanessa berbohong,


Baik Vanessa maupun Mila tidak ingin memberi tahu siapa pun tentang masalah yang terjadi antara Arya dan Mila, mereka berharap masalah itu dapat selesai tanpa harus menyebarkannya.


Irman kemudian mengeluarkan ponselnya, dan memberikannya pada Mila,


“simpan nomornya ke ponselku” ucap Irman, Mila dan Vanessa kembali di buat bingung,


‘ini ada apa sebenarnya?’ batin Mila


“bang, kamu tidak ingin memukulnya lagi kan?” tanya Vanessa ragu,


“tidak, simpan saja nomornya, aku ada perlu dengannya” jawab Irman dingin,


Mila kemudian mengeluarkan ponselnya dan menyalin nomor Arya ke ponsel Irman,


Setelah selesai, Irman langsung berdiri, ia kemudian melirik Mila dengan tatapan tajam yang membunuh,


“jangan pernah dekat-dekat lagi dengan Arnes, jangan pernah temui dia lagi, jika kamu menemui dia lagi, aku akan mengurungmu di rumah ini dan tidak akan pernah memberimu izin untuk keluar dari rumah ini meskipun itu hanya untuk mengajar ke sekolahmu” ucap Irman penuh penekanan, ia kemudian berlalu pergi,


Mila yang mendengar itu langsung memucat takut, itu adalah pertama kalinya Irman berbicara semenyeramkan itu padanya, Sedangkan Vanessa yang melihatnya hanya bisa dibuat kebingungan,


“ada apa dengan Arnes Mil, bukankah Arnes rekan bisnisnya?, kenapa dia terlihat marah seperti itu pada Arnes?”


“aku tidak tahu kak”jawab Mila dengan suara gemetar, ia masih merasakan ketakutan atas sikap Irman yang tiba-tiba menyeramkan itu,

__ADS_1


__ADS_2