Menikah Karena Janji

Menikah Karena Janji
Untuk Menjaga Kehormatan Sahabat


__ADS_3

“Mil, buka dong cadarnya” Arnes berbicara dengan nada menggoda, yang membuat Abel jijik mendengarnya,


Arnes kemudian mengangkat tangannya untuk membuka cadar Mila, dan Mila akhirnya hanya pasrah menerima keadaan, sementara Abel melihatnya dengan tatapan tak percaya.


Ketika tangan Arnes hampir menyentuh cadar Mila, tiba-tiba ada tangan laki-laki yang menarik tangan Arnes dengan kasar yang membuatnya terjatuh dari kursinya,


“berani sekali anda menyentuh istri orang” laki-laki dengan tubuh tegap itu mengeluarkan suara dingin sembari menatap Arnes dengan tatapan tajam.


Abel, Arnes dan Mila seketika dibuat kaget dengan kejadian yang begitu cepat itu, ditambah mereka sama sekali tidak mengenal laki-laki tersebut.


Arnes kemudian bangkit dengan marah karena merasa harga dirinya di rendahkan, ia kemudian mengangkat tangannya hendak meninju laki-laki itu, namun belum sampai tangannya menyentuh kulit laki-laki itu, ada tangan laki-laki dengan tubuh tegap lainnya yang langsung menarik tangannya yang hendak meninju itu dan kemudian menghempaskan tubuh Arnes hingga tersungkur ke lantai.


Arnes yang telah dipenuhi rasa marah kembali bangkit hendak menyerang, hingga akhirnya ia kembali tersungkur meringis kesakitan setelah sebuah pukulan keras bersarang di perutnya.


Abel dan Mila seketika berteriak histeris melihat itu semua, yang membuat semua orang disana melihat ke arah mereka, Arnes mencoba kembali bangkit untuk melawan, namun niatnya terhenti ketika Mila memilih pasang badan melindunginya dari 2 laki-laki bertubuh tegap itu,


“maaf nona, apa yang anda lakukan?, kenapa anda melindungi laki-laki ******** ini?” salah seorang dari laki-laki itu berbicara dengan nada sopan kepada Mila,


“kalian siapa?, kenapa kalian memukulnya?”


“karena dia mengganggu anda nona,,,dan bersikap kurang ajar pada anda nona”


“Kalian ini siapa? saya tidak kenal dengan kalian”


“kami orang yang disuruh tuan Ari untuk melindungi anda”


“Ari?, siapa Ari?” tanya Mila lagi yang benar-benar bingung dengan keadaan.


“sahabat tuan Arya”


deg,, mata Mila membulat kaget, ia seolah tak percaya jika Arya melakukan itu kepadanya.

__ADS_1


‘Arya benar-benar keterlaluan, kenapa dia harus sampai segininya padaku?, apa dia benar-benar ingin memaksaku untuk mencintainya dan menjauh dari bang Arnes, sampai-sampai dia mengirim orang untuk memukul bang Arnes, jika bang Arnes dekat denganku’ batin Mila penuh dengan rasa marah karena merasa Arya telah bersikap seenaknya pada kehidupannya.


“bawa aku ketemu Arya” Mila berkata dengan perasaan penuh kemarahan,


“baik nona,”


Mila kemudian berbalik badan dan mencoba membantu Arnes untuk kembali duduk ke kursi, namun belum sempat ia menyentuh Arnes, salah seorang dari laki-laki tegap itu langsung menghalangi tangannya.


“jangan sentuh laki-laki ******** ini, atau kami akan memukulnya lagi nona” ucap laki-laki itu dengan nada sopan, namun kalimatnya terdengar seperti membunuh bagi Mila dan Arnes,


Mila menatap Arnes dengan tatapan penuh arti seolah berkata ‘maaf, aku tidak bisa membantumu bang’ dan Arnes kemudian menggangguk pelan melihat tatapan Mila. Ia kemudian berusaha duduk di kursi sembari meringis menahan sakit.


Mila dan Abel tengah menuju ke kantor Arya, Abel yang mengendarai mobil mengikuti sepeda motor yang ada di depannya yang dibawa oleh 2 orang laki-laki bertubuh tegap tadi.


Di dalam mobil itu, baik Mila ataupun Abel tidak ada yang bersuara sama sekali, Mila berkalut hati dengan rasa malunya pada Abel, namun di sisi lain ia juga merasa marah pada Arya, karena merasa laki-laki itu telah bersikap semena-mena pada kebebasan dirinya.


Sementara Abel yang biasanya tidak bisa berhenti bicara mendadak bisu, ia merasa tak percaya dengan apa yang ia lihat tadi, ia lebih memilih diam daripada ikut campur ke dalam masalah kehidupan pribadi Mila.


Namun hari itu ia dengan bebas masuk ke dalam kantor tersebut tanpa ada yang menghalanginya, dan sekarang dia sudah berada di dalam lift dan di depannya berdiri 2 laki-laki tegap tadi yang seolah menjadi pengawal pribadinya.


Pintu lift terbuka, Abel dan Mila kemudian mengikuti langkah 2 laki-laki tersebut yang berjalan ke arah ruangan Arya, Rita yang sedang berkemas-kemas untuk pulang di buat heran dengan kedatangan 4 orang tersebut,


‘apa perempuan ini buat masalah lagi?’ batinnya kesal melihat Mila.


Rita kemudian mendekat dan segera menghalangi salah seorang laki-laki berbadan tegap itu yang hendak mengetuk pintu ruangan Arya. Hanya Arbi dan Ari yang boleh masuk ruangan Arya tanpa seiizinnya, sedangkan orang lain, siapa pun itu, harus meminta izinnya terlebih dahulu jika ingin masuk ke ruangan Arya.


“kalian mau apa?”


“istri tuan Arya ingin bertemu dengannya, apakah kami tidak boleh masuk?” ucap laki-laki itu dengan nada hormatnya,


“tunggu sebentar, jangan masuk tanpa seizinku”

__ADS_1


Rita kemudian mengetuk pintu dan setelah diberi izin masuk ia kemudian menemui Arya.


Setelah diberi izin masuk, 2 orang laki-laki itu kemudian membuka pintu dan mempersilahkan Mila untuk masuk. Arya hanya bisa dibuat bingung ketika melihat mata Mila dengan tatapan tajam penuh amarah. Ia lebih dibuat bingung lagi dengan kehadiran Abel dan 2 orang suruhan Ari yang ia tahu dari pin yang dipakai di jaket kedua laki-laki tegap itu.


“ada apa Mil?” Arya kemudian bangkit dan meninggalkan pekerjaannya yang tengah merancang visual sebuah hotel di kertas putih A3.


“apa ini caramu?, memaksaku untuk menjauhi bang Arnes?” Mila benar-benar tak mampu mengendalikan emosinya, hatinya benar-benar tidak terima ketika melihat Arnes, laki-laki yang ia cintai dipukul oleh orang suruhan Arya. Baginya itu hanyalah cara kotor untuk mendapatkan hati seorang perempuan.


“apa maksudmu?”


“apa kamu masih mau mengelak lagi dariku, mereka sudah mengakuinya” Mila berbicara dengan nada yang sedikit lebih tinggi dari sebelumnya.


Arya mencoba bersikap tenang, ia kemudian mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang, ketika panggilan itu terhubung ia langsung berkata “keruangan gue sekarang” lalu segera menutupnya tanpa mendengar jawaban orang yang ia hubungi itu.


Arya lalu melihat dengan tatapan heran ke arah 4 orang yang sekarang tengah berdiri di ruangannya itu.


Tidak sampai 5 menit, pintu ruangan Arya kembali terbuka dan Ari berjalan dengan santai masuk ke dalam ruangan itu tanpa peduli dengan apa yang terjadi disana,


“ada masalah apa lo manggil gue?“


Arya sejenak melepas nafas panjang melihat Ari sebelum mulai bicara,


“kenapa orang suruhan lo bisa ada bersama istri gue?”


“apa gue belum cerita sama lo?” ucap Ari santai yang membuat Mila heran menatapnya,


‘siapa dia?, sebenarnya ada masalah apa ini?’ batin Mila bingung, ia hanya butuh Arya mengakui semua dugaan yang muncul di hatinya, namun kehadiran Ari seolah membuatnya terasa semakin rumit.


“direktur Cipta Rakarsa dan pewaris Adinata group sudah punya kesepakatan, Adinata group akan memberikan dana untuk perusahaan yang hampir bangkrut itu, dan sebagai gantinya, pewaris Adinata group menginginkan istri lo untuk semalam bersamanya, jadi gue suruh mereka untuk menjaga istri lo dari laki-laki ******** itu” ucap Ari dingin.


Arya, Mila, dan Abel kaget mendengarnya, Mata Mila membulat tidak percaya, ia kemudian lepas kendali dan berteriak kepada Ari,

__ADS_1


“bohong”


__ADS_2