Menikah Karena Janji

Menikah Karena Janji
Akhir Dari Semuanya


__ADS_3

Mila masih menatap kosong lantai tempat ia tersungkur di depan ruangan Tomy, matanya berkaca-kaca tak percaya dengan apa yang diceritakan Abel, baginya Arnes adalah orang baik yang mencintai dirinya sepenuh hati, bahkan Arnes mau menunggunya yang harus menjalani kehidupan pernikahan bersama Arya,


Namun apa yang disampaikan Ari, abangnya dan juga Abel malah bertentangan dengan apa yang ia yakini selama ini,


“dek, kamu yang sabar ya, ini ujian bagi Tomy, dan ini juga ujian bagi kesetiaan cinta kalian” ucap Vanessa yang mencoba menenangkan Abel yang tampak emosional.


“ini sudah hampir lewat seminggu kak, dan kondisi Tomy tak kunjung membaik, ia bahkan belum sadar sama sekali kak, aku takut kak, aku takut kehilangan Tomy, aku sangat mencintainya” ucap Abel dengan terisak ia menyandarkan semua tubuhnya ke dalam pelukkan Vanessa yang memberinya kehangatan seorang kakak yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Pintu ruangan itu pun terbuka, Dokter Karina keluar dari ruangan itu dengan wajahnya yang tampak lesu, ia sejenak menatap heran dengan kehadiran Mila yang tersungkur ke lantai, serta juga Vanessa dan Syifa yang ada di depan ruangan itu,


“Gimana dok?” tanya Abel panik dengan keadaan.


“keadaannya belum stabil Bel, pisau itu menembus dadanya, untuk saja tidak mengenai bagian vitalnya, kalau tidak mungkin kita sudah kehilangannya”


“tapi dok, kemarin dokter bilang keadaan Tomy udah mendingan, dan ia akan segera sadar”


“iya Bel, tapi sepertinya ada masalah di bekas operasi kemarin, kita harus bersabar agar hasil operasi kemarin segera beraksi dengan tubuh Tomy, jika tidak, tubuh Tomy akan naik turun terus seperti ini.” lanjut dokter Karina,


“mereka siapa Bel?” tanya dokter Karina yang membuat Mila bangkit dari lantai.


“mereka ini,,,,” ucap Abel bimbang,


“apa mereka yang dikatakan oleh Ari kemarin?, apa karena mereka Arya hilang kabar sampai sekarang?” tanya dokter Karina yang membuat Mila dan Vanessa menjadi pias.

__ADS_1


Sementara Syifa hanya bisa dibuat bingung oleh keadaan yang tidak ia mengerti.


Setelah kejadian penikaman Tomy tersebut, Abel dan adiknya langsung membawa Tomy ke rumah sakit terdekat, Abel kemudian berusaha menghubungi Arya, tapi tidak diangkat sama sekali, ia kemudian menghubungi Ari, karena Tomy sering cerita kepadanya bahwa ia dan Arya sering mendaki gunung bersama Ari, dan Ari pun datang dan langsung memindahkan Tomy ke rumah sakit dokter Karina, karena dokter Karina selain pacarnya Ari, ia juga merupakan dokter pribadi bagi perusahaan 3A Sahabat. Pemeriksaan kesehatan karyawan 3A Sahabat di kendalikan oleh dokter Karina dan timnya.


“biar mereka sendiri yang memperkenalkan diri mereka dok” ucap Abel, ia kemudian pamit dan masuk menemui Tomy yang masih setia dalam pingsannya.


Sekarang dokter Karina melihat tajam ke arah Vanessa yang berdiri di dekatnya, ‘apa aku harus menghadapi kesalahan yang diperbuat Mila?, aku benar-benar tidak tahu harus bicara apa sekarang’ batin Vanessa.


“Saya sudah mengenal Arya lebih dari 5 tahun, tapi baru kali saya melihat Arya seperti ini, apa kalian bisa menjelaskan kepada saya apa yang terjadi pada sahabat saya itu?” ucap dokter Karina dengan nada tajamnya,


“Kami tidak tahu Arya dimana dok, kamu sudah beberapa hari ini tidak bisa menghubunginya” ucap Vanessa yang berusaha melindungi Mila, ia tidak tahu seperti apa karakter perempuan di depannya itu, jika salah ucap, bisa saja cacian yang akan keluar dari mulut dokter tersebut.


Dokter Karina memutuskan pergi dari Vanessa dan Mila, dan ia kemudian melangkah ke ruangannya, sementara Vanessa dan Mila saling tatap untuk memutuskan apa yang akan mereka lakukan.


*


Mila tersandar lesu di atas ranjangnya, pikirannya bekerja berat memikirkan sesutau ‘dimana Arya?, kenapa dia tidak pernah menjenguk Tomy, padahal kondisi Tomy cukup parah, apa dia pergi dan tidak tahu dengan kondisi Tomy? ya Tuhan, aku benar-benar telah menghancurkan Arya,’


Mata Mila berkaca-kaca mengingat kembali setiap kata yang pernah ia ucapkan kepada Arya, kata yang membuat Arya selalu tersakiti ketika bersama dengannya,


‘Arya, pulanglah, aku ingin berbicara denganmu, aku ingin bertanya tentang Indra kepadamu, aku ingin bertanya tentang perasaanmu kepadaku, aku ingin berkata aku memilihmu, aku tak kan pernah lagi memilih bang Arnes, dia telah menghancurkan kepercayaanku Arya, dia telah melukai saudaramu, ia hampir saja menodai sahabatku, aku tahu kalau aku salah, aku mohon, kembalilah, aku menanti kepulanganmu disini, di kamar kita ini’ batin Mila menahan sedih, Ia memeluk dua buah foto yang selalu ia simpan disisinya, dan ia bawa kemana pun ia pergi, persis sama seperti Arya yang menjaga kedua foto tersebut dengan sepenuh hatinya.


Mila kemudian mengeluarkan ponselnya, ‘jadi ini alasan Tomy tidak pernah membalas chatku, Tom, semoga kamu baik-baik saja, maaf aku belum bisa menjengukmu tadi, Abel masih marah kepadaku dan aku tidak tahu sampai kapan dia akan marah padaku Tom,’

__ADS_1


Mila memejamkan matanya dengan meresapi setiap perasaannya, air matanya terus menetes menyesali setiap tingkah bodoh yang selama ini ia perbuat.


Sedangkan jauh di seberang sana, Arya sedang duduk melihat pesona Alam yang begitu indah di hadapannya, namun keindahan alam itu tidak dapat sedikitpun mengobati rasa di hatinya, dadanya selalu dibuat sesak ketika mengingat masalah yang tengah ia hadapi, ia selalu terbayang-bayang kemesraan Mila dan Arnes, ia selalu terbayang-bayang kata-kata Mila yang mengakui perasaannya bahwa ia mencintai Arnes.


‘Sejauh apa lagi aku harus berjalan, sudah 2 minggu aku pergi, tapi kenapa perasaan ini tidak mau hilang sedikit pun, kenapa rasa cinta ini masih ada, aku ingin melupakan perasaan ini, mengakhiri segalanya, mengakhiri semuanya, aku benar-benar lelah dengan keadaan, aku lelah,’


Arya hanya berharap langkah kakinya akan menuntunnya pada kehidupan baru, kehidupan yang jauh lebih baik dari kehidupan sebelumnya, ia benar-benar tak ingin terjebak dengan perasaan, ia ingin melupakan semua permasalahannya dengan Mila, menghapus perasaan cintanya pada Mila dan jika itu semua telah terpenuhi, ia akan kembali dan menceraikan Mila untuk melanjutkan kehidupannya,


“ayah, ibu, aku kehilangan foto kalian, aku takut seseorang yang mengenalku menemukan foto itu, aku takut laki-laki itu akan mencariku dan membunuhku, dia masih belum bisa mendapatkan semua harta kita, mereka pasti mengincar nyawaku agar tetap menguasai perusahaan itu, dia pasti akan menghalalkan segala cara agar anaknya itu bisa naik jadi CEO, jika mereka tahu aku masih hidup, mereka pasti akan mengejarku dan membunuhku, meskipun aku sembunyi ke ujung dunia sekalipun”


Arya memejamkan matanya, 'Mila mencintai laki-laki itu, itu artinya dia adalah musuhku, ia adalah orang yang siap menikamku jika tahu siapa aku sebenarnya, dia pasti akan membantu orang yang ia cintai itu, aku harus segera mengakhiri semuanya, sebelum aku benar-benar terjebak oleh keadaan'


.


.


TAMAT


.


.


Kisah Arya dan Mila di season 1 berakhir di part ini ya teman-teman. Season 2 dan 3 ada di novel Menjemput Masa Lalu, ketuk ada di profilku, semoga suka dan mendapat banyak pelajaran dari kisah Arya dan Mila ini ya.

__ADS_1


__ADS_2