Menikah Karena Janji

Menikah Karena Janji
Seharusnya Jujur


__ADS_3

“assalamualaikum bi”


“walaikumussalam Arya, kamu sehat nak”


“sehat bi, bibi dan paman gimana? sehat-sehat sajakan?”


“iya, kami sehat-sehat saja”


“tumben bibi nelfon, apa ada masalah?”


“Tomy bilang kamu sudah nikah, betul nak?”


Deg, jantung Arya berdetak kencang, ia tak menyangka Tomy akan memberitahu pernikahannya pada orang tua mereka. Tiba-tiba perasaan bersalah muncul di hatinya,


“Hallo, Arya, eeh, ini masih nyambungkan?” ucap suara di seberang telfon yang bingung karena Arya tidak bersuara sama sekali.


“I,I,, iya bi, maaf bi, Arya belum ngasih kabar sama bibi”


“ada apa nak,? apa semuanya baik-baik saja?, koq kamu nikah nggak ngasih kabar sama sekali?”


“ma,, maaf bi, Arya sebenarnya ingin pulang dengan membawa istri Arya langsung menemui bibi dan paman, tapi belum ketemu waktu yang pas untuk pulang bi”


“eeh, kamu ini, kalau kamu mau nikah kan bisa ngasih kabar dulu, bibi sangat kepengen melihat pernikahan kamu”


setetes air mata lolos dari pelupuk mata Arya, matanya sudah berkaca-kaca, rasa bersalah mendalam menyelimuti perasaanya.


'aku orang yang tidak tahu terima kasih sama sekali’.


“maaf bi, maafkan Arya bi” setitik air mata kembali jatuh dari mata Arya, rasa bersalahnya benar-benar membuat perasaannya hancur saat itu.


“Tomy minggu ini mau lamaran katanya, bibi dan paman belum bisa datang nak, jadi nanti kamu dan istrimu temanin Tomy ya buat wakilin kami”


Ketika telfon itu telah ditutup, Arya menatap ponselnya denga perasaan bersalah yang mendalam, ia menangis terisak, ia sama sekali tidak ingin membuat orang yang paling berjasa dalam hidupnya itu kecewa, namun sekarang ia telah membuat mereka kecewa.


Wallpaper ponselnya yang memasang foto kedua orang tuanya itu bahkan telah basah oleh air matanya. ‘maaf bi, paman, Arya salah, Arya salah” sesalnya.


Ketika ia sedang menatap foto dua orang yang sangat ia cintai itu, sebuah notifikasi chat masuk dan ia langsung membukanya.


‘aku lagi jalan ke Jakarta, malam ini aku mau ke rumahmu, ada hal penting’ Tomy,

__ADS_1


*


Mila baru saja selesai sholat isya, ia kemudian keluar kamar untuk mengambil air di dapur, baru saja ia keluar kamar, ia melihat pintu depan yang terbuka, biasanya pintu tersebut selalu terkunci, karena semua orang keluar masuk rumah biasanya melalui pintu teras samping yang terhubung langsung dengan meja makan.


Mila lalu berjalan ke arah pintu itu dan dari balik jendela ia dapat melihat ada 2 orang laki-laki yang sedang berdiri di teras depan, ia kemudian mendekat ke arah pintu untuk melihat siapa dua orang itu, dan terdengarlah percakapan mereka olehnya.


“kamu ngasih tahu orang tua kita tentang pernikahanku tanpa sepengetahuanku Tom, tega sekali kamu sama aku”


“aku udah kasih kamu waktu seminggu untuk mengasih tahu mereka, kenyataannya kamu hanya diam, nggak bilang apa-apa sama mereka, aku pikir kamu belum siap, tapi ini sudah 3 bulan,, tetap aja kamu diam, ya udah, aku yang bicara”


“kamu tahukan posisiku, ini sulit buatku Tom, aku,, aku udah buat mereka kecewa Tom, seharusnya mereka tahu dariku langsung, bukan kamu Tom”


“itu kamu tahu kalau kamu salah Rya, lalu kenapa kamu nggak ngomong sama mereka, minta restu pun tidak, tiba-tiba menikah, kamu menggangap mereka sebagai orang tua nggak sih”


“semuanya terlalu cepat, Tom, kamu sudah tahu semuanya, kamu pahamkan posisiku sekarang,”


“aku paham Rya, tapi aku sebagai anak, juga nggak mau orang tuaku kamu perlakukan seperti ini”


“aku harus gimana Tom, minta restu?, aku saja tidak bisa memilih, kamu tahu sendiri aku tidak menginginkan pernikahan ini, dan kita sudah berencana ke Semeru hari itu agar aku tidak menikahinya, sekarang kamu nyuruh aku ngasih tahu mereka, aku mau ngasih tahu apa?, apa aku harus ngasih tahu mereka kalau aku hanya dianggap sampah dirumah ini, apa aku harus ngasih tahu mereka kalau istriku sendiri telah merampas hakku sebagai suaminya, apa aku harus ngasih tahu mereka kalau aku menderita dengan pernikahan ini” suara Arya terdengar gemetar mengucapkan itu semua.


Tomy melepas nafas panjang mendengar ucapan Arya, ia akhirnya tahu apa yang selama ini disembunyikan Arya dibalik pernikahannya itu.


“iya, kamu harus ceritakan semuanya, jika kamu menganggap kami keluarga, maka kamu harus ceritakan semuanya, apa salah jika kamu berbagi masalahmu dengan keluargamu sendiri?, kamu tahu nggak betapa kecewanya bapak dan ibu ketika mendengar kamu sudah menikah, padahal mereka sangat ingin mendampingimu ketika menikah,”


'ya Allah, aku benar-benar berdosa sama suamiku sendiri, aku bahkan telah membuat suamiku menyembunyikan pernikahan ini dari orang tuanya sendiri'


Mila merasa menjadi korban dari pernikahan ini, padahal korban sesungguhnya adalah Arya. Ia juga merasa terlalu egois karena memaksakan perasaannya pada Arnes.


Padahal yang berkorban perasaan tidak hanya dia, Arya pun juga demikian, bahkan Arya harus menahan rasa bersalah yang mendalam karena telah mengecewakan orang tua yang sangat disayanginya.


Mila kemudian meninggalkan mereka tanpa mendengarkan kelanjutan obrolan tersebut.


Hatinya sudah terlanjur kalut, matanya berkaca-kaca ‘aku egois, aku malah merasa menjadi korban dari ini semuanya, padahal dia yang telah menanggung banyak beban, aku sudah menjadi istri durhaka, aku merampas hak suamiku sendiri, bahkan aku lebih ikhlas disentuh bang Arnes yang bukan mahromku dibandingkan suami ku sendiri’


*


Arya tengah sibuk bersama laptopnya, ia begitu fokus merancang sebuah desain taman kota yang akan diajukan ke Dinas provinsi. Ditengah kesibukkannya, datanglah Ari yang seperti biasa tengah menghisap rokoknya.


Ari masuk tanpa mengetuk pintu sama sekali, ia kemudian menuju sofa dan duduk santai disana, Arya yang meilhat kedatangan Ari hanya bisa mendengus kesal melihat kedatangan sahabatnya itu.

__ADS_1


“sibuk lo?” tanya Ari yang tidak dijawab oleh Arya,


“fokus amat” lanjut Ari kesal.


“lo nggak ke lapangan buat mantau projek kita?”


“nggak, besok aja, gue barusan lagi ngurus masalah penting”


“masalah penting? sok hebat lo” ledek Arya pada Ari.


“gue harus pastiin kita menang di sayembara Bian corp itu”


“gue mau menang dengan fear, bukan dengan main gelap-gelapan” kesal Arya pada Ari.


“Lo jadi businessman jangan terlalu polos Arya, kalau mau sukses, lo harus punya akal licik untuk menang”


“main jujur aja, kalau udah rezeki nggak bakalan kemana” jawab Arya yang bertambah kesal dengan kalimat Ari.


“ini nih, lo tahu nggak Cipta Rakarsa sudah mulai gerak, projek Bian corp. itu penting untuk mereka dan juga untuk kita. jika kita menang, itu akan menjadi batu lompatan kita untuk step selanjutnya”


“emang mereka ngapain?”


“sekretaris direktur mereka pergi langsung ke London untuk negosiasi projek di Kalimantan, jika kita lengah, maka kita akan kalah oleh cara busuk mereka”


“itukan sayembara, mana bisa di negosiasikan hasilnya”


“makanya nyo jangan terlalu polos, baru tadi gue bilang, tapi lo malah berlagak polos”


“iya sorry. emang apa yang bisa dinegosiasikan di tengah sayembara?” nada Arya mulai melunak pada Ari,


“sekretaris direktur itu membawa beberapa perempuan bayaran kesana, udah kebayangkan lo mereka pake cara apa disana”


Arya yang sedari tadi fokus dengan laptopnya sekarang melirik mata Ari untuk mencari kejujuran dari omongan sahabatnya itu. Ia tidak percaya kalau Irman akan menggunaan cara sekotor itu untuk memenangkan sayembara tersebut. Namun Arya tak menemukan kebohongan di mata Ari.


“lo nggak ngada-ngada kan Ri?”


“nggak lah, gue udah ngirim orang gue untuk ngawasin mereka, dan gue juga udah ngirim orang gue untuk menyelidiki direktur mereka dan keluarganya, juga hubungan mereka dengan Adinata group”


“adinata group? emang apa hubungannya dengan adinata group?”

__ADS_1


“pewaris adinata group yang sekarang sedang memimpin salah satu anak perusahaan adinata group sudah beberapa kali bertemu dengan direktur Cipta rakarsa, gue curiga, mungkin mereka sudah ada deal-dealan untuk ngasih dana segar ke perusahaan yang hampir bangkrut itu”


Arya memang pada awalnya ingin menghancurkan Cipta Rakarsa, namun setelah mengetahui perusahaan itu adalah milik keluarga Mila, niatnya itupun ia urungkan, namun setelah mendengar penuturan Ari barusan ia mulai merasa gerah dengan trik kotornya Irman, ia juga merasa gerah ketika nama Adinata group disebut-sebut oleh Ari.


__ADS_2