Menikah Karena Janji

Menikah Karena Janji
Aku Istrinya


__ADS_3

“Dari kemarin aku menelfonmu, tapi kamu sama sekali tidak mengangkat telfonku, tadi aku juga ke kontrakanmu, dan kamu juga tidak ada, makanya aku kesini, kau benar-benar membuat ku lelah hanya untuk mencari keberadaanmu” kesah Tomy pada Arya.


Arya masih tetap berdiri kaku tak percaya Tomy bisa mengetahui keberadaannya di rumah itu.


“Kamu kenapa bisa tahu aku di rumah ini Tom?” tanya Arya yang tidak peduli dengan pembicaraan Tomy, ia benar-benar bingung tidak tahu bagaimana caranya Tomy bisa menemukan keberadaannya.


“apa kamu lupa dengan motor bebek mu itu Rya?”


“motor bebekku, kenapa motor ku?” Arya bertambah bingung dengan ucapan Tomy,


Tomy kemudian mengangkat ponselnya dan memperlihatkan layar ponselnya kepada Arya, di layar ponsel Tomy tersebut memperlihatkan sebuah maps.


“bukankah kamu sangat menyayangi motor buntutmu itu, bahkan kamu sampai memasang GPS karena takut motor itu di curi orang” suara Tomy terdengar seperti tengah meledek kelakuan Arya.


“hahaha, aku lupa, duduklah, sepertinya kamu lagi banyak masalah hingga datang kesini untuk mencariku” Arya mempersilahkan Tomy untuk duduk di kursi tamu.


'sialan, kenapa aku nggak kepikiran kalau Tomy juga menyimpan kode GPS motorku'


“kenapa tiba-tiba cancel ke Semeru?, aku bahkan sudah siap-siap semalaman untuk berangkat”


“ooh itu, ada sedikit masalah di kantor, jadi harus aku selesaikan dulu, mungkin nanti naik Semerunya bisa kita atur ulang”


“kebiasaan kamu emang gitu dari dulu, ajak dadakan, cancelnya juga dadakan, packing itu merepotkan tahu nggak?”


“Sorry Tom, masalah di kantor juga dadakan soalnya”


“alasan aja kamu, truss kenapa kamu tinggal di rumah ini sekarang?”


Arya terdiam, ia bingung untuk menjawab pertanyaan Tomy yang seperti tengah menghakiminya.


'sialan, aku harus jawab apa sekarang, kalau aku bohong, bisa panjang masalahnya kalau dia akhirnya tahu, huu, kenapa aku sulit sekali untuk menyembunyikan segala sesuatu darinya sih’


Tomy adalah saudara sekaligus teman Arya yang mengenal Arya luar dalam. Mereka sudah dekat sedari kecil, hingga mereka sudah saling memahami antara satu dengan yang lain. Bahkan mereka sudah tahu jika ada yang berbohong dalam bicara dari mendengar nafas mereka saja.

__ADS_1


“kenapa diam Rya?”


“ini rumah teman kerjaku” jawab Arya mencoba berkilah,


“teman kerja, mana temanmu itu, aku tidak melihatnya, apa perempuan tadi?”


“bukan, temanku lagi keluar” Arya benar-benar berharap Tomy tidak bertanya lebih lagi tentang kenapa ia berada di rumah Mila.


“lalu kenapa kau disini, apa kau bermain gila dengan perempuan tadi”


“apa-apaan kamu Tom, kamu pikir aku laki-laki mesum apa? aku masih suci kali” Ucap Arya dengan cepat dan nada sedikit meninggi.


Tomy lalu menatap panjang ke arah Arya dengan menyipitkan matanya dan dahinya mengernyit, seolah ia tahu Arya sedang berbohong padanya. Perbedaan nafas Arya ketika jujur dan berbohong memang sudah hafal betul olehnya.


“baiklah, aku punya banyak waktu untukmu malam ini, jadi silahkan ceritakan” ucap Tomy datar.


Wajah Arya bingung, ia benar-benar tidak dapat berkilah dari Tomy, seperti apapun ia mencoba, Tomy pasti akan tahu bahwa ia berbohong.


'astaga, kenapa ia harus datang ke sini sih, gue nggak mungkin cerita semuanya sekarang’


“ikut aku” ucap Arya dingin. Tomy kemudian bangkit dan mengikuti langkah Arya. Arya berjalan ke arah ruang makan dimana Vanessa dan Mila sedang makan malam.


Melihat kedatangan Arya dan Tomy yang berjalan ke arah mereka membuat Mila dan Vanessa kebingungan, bahkan jantung Mila berdetak sedikit lebih kencang dari biasanya karena merasa akan ada kejadian yang tidak mengenakan baginya.


‘kenapa dia membawa temannya itu kemari?’


“kak, Mil, aku mau memperkenalkan saudara ku ini pada kalian” ucap Arya dengan memasang wajah penuh keakraban.


Mila hanya diam dengan memasang wajah datar untuk menutupi rasa takutnya jika Arya melakukan hal-hal yang aneh.


“hai, aku Vanessa, dan ini adik iparku Mila” sambut Vanessa kepada Tomy, ia sekaligus memperkenalkan Mila karena merasa Mila tidak akan mau bicara dengan Tomy.


Wajar saja Vanessa merasa demikian, karena sejak awal Arya datang ke rumah itu, sudah seperti ada perang dingin antara Mila dan Arya.

__ADS_1


“hai kak Vanessa, Mila, aku Tomy, saudaranya Arya”


“kamu abang atau adeknya Arya?” tanya Vanessa mencoba mencairkan suasana yang terasa tegang karena sikap datar Mila.


“sepertinya aku lebih tua darimu” ucap Arya sembari menatap wajah Tomy,


“tidak, aku abangmu, kamu seharusnya hormat padaku” ucap Tomy tak mau kalah. membalas tatapan tajam Arya.


Arya kemudian mengalihkan pandangannya pada Mila, ia tak mau berdebat tentang masalah yang tak pernah usai itu dengan Tomy. Entah siapa yang menjadi abang dan adek, mereka sebenarnya juga tidak tahu.


“Mil, saudara ku ini ingin bertanya kenapa aku tinggal disini sekarang, sepertinya hanya kamu yang bisa menjelaskannya” ucap Arya dengan menatap penuh harap pada Mila.


Mila hanya diam dengan wajah datar tanpa menoleh sedikit pun pada Arya. Melihat sikap Mila itu, Arya kemudian memiliki ide sendiri untuk membuat Mila bicara. Sejenak ia tersenyum tipis melihat sikap datar Mila yang terlihat lucu baginya. Ia kemudian mendekatkan wajahnya ke arah Mila dan kemudian berbisik.


"kamu lupa dengan kesepakatan kita, aku tidak ingin melanggarnya, jadi sekarang katakanlah pada dia apa yang telah terjadi antara kita” mendengar ucapan Arya, Mila langsung menoleh dengan wajah kesal,


“itu urusanmu” bisik Mila membalas Arya. ia kemudian bangkit dan berjalan menuju kamarnya.


Tomy dan Vanessa melihat Arya dan Mila dengan tatapan heran, ada apa dengan mereka? mungkin itulah yang sedang mereka pikirkan.


Arya langsung mengikuti langkah Mila dan sebelum Mila masuk ke kamarnya, Arya sudah lebih dulu mencegatnya dengan memasang tubuh dan tangannya untuk menghalangi pintu kamar itu.


Langkah Mila terhenti. Mila kembali menatap Arya dengan wajah yang bertambah kesal, walapun tidak terlihat karena tertutup cadar, tetapi dari sorot mata Mila telah tersirat betapa kesalnya ia saat itu.


“katakan dulu tentang kita sama dia, kalau nggak, kamu nggak akan bisa masuk ke kamarmu” ucap Arya dengan suara seakrab mungkin pada Mila.


‘apa-apan dia, kenapa dia memaksaku seperti ini’ batin Mila tak bisa menahan kekesalannya.


Tomy dan Vanessa mendekat ke arah Mila dan Arya,


“kalian ini kenapa?” Ucap Tomy yang telah berada di depan Arya dan Mila dengan wajah heran.


“katakan saja, jika aku yang melanggar kesapakatan itu, maka aku pastikan kita akan menikmati surga dunia malam ini sampai pagi” bisik Arya pada Mila dengan nada lembutnya.

__ADS_1


Mila membelalakan matanya ke arah Arya, tubuhnya bergedik ngeri mendengar ancaman Arya, ia kemudian mendengus kesal dengan keadaanya sekarang. ‘dia benar-benar keterlaluan’ batinnya.


“aku, aku Mila, Mila dewi rakarsa, istrinya Arya”


__ADS_2