
Di Indonesia.
Sore itu, sore dimana Varrel sudah berulang kali menghubungkan Olif yang entah keberapa kalinya. Balasan suara dari dalam ponsel masih terdengar sama seperti sebelumnya hingga membuat ia geram dan membanting ponselnya dengan sangat kuat. Membuat ponsel itu terbelah menjadi dua berserakan diatas lantai.
"Di mana kamu Olif." tutur Varrel merapatkan giginya.
Sekarang Varrel tidak tau harus mencari Olif di mana semua pikirannya kacau mengigat apa yang dikatakan Ibu Ratna. Hari ini termasuk hari pertama dalam tempo seminggu yang diberikan Mamanya.
Varrel mendaratkan tubuhnya di atas sofa dengan tangannya memijit keningnya terasa sangat sakit. Cinta, kasih sayang, kemarahan dan kebencian semua bercampur menjadi satu.
Varrel tidak tau apakah dirinya telah melakukan kesalahan atau kebenaran. Dia sedikit berteriak sembari menjambak rambutnya dengan kasar.
"Aaagggrrr... Kenapa ini terjadi kepadaku." hembusan nafas terdengar gusar berbunyi memecahkan keheningan.
Bu Jumi, wanita tua itu baru saja keluar dari dapur hendak ke kamar namun tanpa di sengaja kedua manik-manik matanya memelihara Varrel berada di ruangan keluarga terlihat geselah dan sedih.
Hati Bu Jumi merasa iba melihat majikannya seperti itu tapi apalah dayanya, semua ini sudah menjadi keputusan Olivia sendiri. Kesalahan dan kebodohan Varrel sungguh membuat hati Olif tersakiti.
"Tuan..." Bi Jumi memberanikan diri untuk berbicara sembari melayangkan langkah kakinya secara berangsur-angsur mencoba lebih dekat dengan Varrel. Hingga beberapa saat kemudian ia mengehentikan langkahnya tak kala kedekatannya dan Varrel sudah cukup.
Sorot mata Varrel langsung teralih melirik kearah samping. Menatap lesu dengan tatapan kosong tak terarah.
"Maafkan Bi Jumi tuan, Bibik tidak bermaksud untuk ikut campur dalam masalah tuan mudah. Tapi bibi tidak bisa diam diri melihat ini semua tuan. Bibik tau, Bibi bukan siapa-siapa bagi tuan muda maupun Non Olif."
"Bibi hanya merasa kasian dengan Non Olif tuan. Non Olif adalah wanita yang sangat baik dan penuh kasih sayang. Beliau adalah wanita yang sangat menghargai orang kalangan bawah. Membantu dan menolongnya bagi siapapun yang membutuhkan pertolongan."
"Saya mohon tuan, saya mohon sebesar-besarnya tolong selidiki tentang apa yang telah terjadi. Saya sangat yakin kalau Non Olif tidak pernah mengkhianati tuan sedikitpun. Ini sebuah jebakan yang telah dipasang rapi oleh seseorang untuk membuat hubungan tuan dan Non Olif berakhir." tutur Bi Jumi berkata dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Bibik lebih mempercayai Olif...??" tanya Varrel.
"Ini bukan soal percaya atau tidak percaya tuan tapi ini adalah kebenaran yang harus anda tau. Sebelum semuanya terlambat tuan, Bibi sangat memohon supaya tuan bisa menyelidiki semua ini. Tuan adakalanya sesuatu yang kita lihat tidak sama seperti apa yang ada kita bayangkan tuan. Semua itu tergantung pada diri kita sendiri. Tuan adalah seorang laki-laki sekaligus suami yang bertanggung jawab bagi istrinya. Apapun yang dilakukan seorang istri adalah tanggung jawab seorang suami dan apapun yang dilakukan seorang suami seorang istri harus bisa menutupinya."
"Tuan Bibi berbicara seperti ini bukan karena semata-mata Bibi membela Non Olif. melainkan ini adalah nasehat dari Bibik selaku orang yang sudah berpengalaman dan jauh lebih tua dari pada tuan. Bibi juga pernah mengalami pernikahan tuan dan Bibi juga pernah mengalami perceraian. Bibi sangat menyesal tuan karena Bibi tidak bisa mempertahankan rumah tangga bibi dulu. Tuan ,semua ini masih bisa diperbaiki sebelum semuanya benar-benar terlambat. Masih ada kesempatan kedua kalau tuan mau menyelidiki semu ini. Bibi mohon jangan mudah tertipu dengan kepolosan dan kesedihan tuan tapi tuan harus bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah." Jelas Bi Jumi panjang lebar.
"Entah lah Bi. Perasaan Varrel menolak untuk membenci Olif tapi hati Varrel masih sangat sakit membayangkan kejadian itu Bi. Kadang Varrel meresa menyesal karena telah membentak dan memaki Olif tapi kadang juga Varrel merasa sangat marah kepadanya hingga Varrel ingin sekali menjauh darinya." Varrel mengusap gusar wajahnya serasa dia sudah menyerah apa yang akan terjadi selanjutnya.
__ADS_1
"Tuan Bibi berdo'a agar tuan dan Non Olif diberikan kemudahan menghadapi ini semua."
"Tunggu Bi..." Tiba-tiba saja kejadian waktu itu kembali terlihat begitu saja didalam benak Varrel. Yang mana Olif tertawa dan berkata sembarangan sewaktu di meja makan, sebelum kejadian besar itu terjadi. Varrel merasa ada yang aneh pada saat itu.
"Apa Tuan...??" Bi Jumi langsung bertanya.
"Varrel masih belum yakin Bi, tapi sepertinya Varrel merasa janggal kejadian itu Bi. Bi Jumi. apa Varrel boleh meminta bantuan Bibik..??"
"Tentu, Bibi pasti akan membantu tuan muda apapun itu Bibi janji asalkan tuan mau menyelidiki semuanya." tukas Bi Jumi dengan nada bersemangat.
"Kalau begitu kita harus pergi sekarang Bi, kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi."
"Iya Tuan."
"Tapi Bibi tidak boleh berpakaian seperti ini, kita akan pergi ke hotel."
"Tuan muda tenang saja Bibi punya kok baju Ibu-ibu sosialita."
"Bagus Varrel akan menunggu Bibi di mobil."
Bik Jumi dengan gerak cepat memakaikan baju yang ia maksud, baju yang sangat bagus dan bermerek adalah satu-satunya peninggalan kenangan bersama suaminya. Walaupun tidak terbilang mewah layaknya baju kalangan atas pada umumnya tapi baju yang dipakai Bi Jumi cukup membuat kita harus berpikir dua kali untuk mengatakan kalau dia adalah seorang asisten rumah tangga.
Bi Jumi sedikit merias wajahnya agar tidak terlihat kampung. Dengan dicampur lipstik berwarna merah pekat berhasil membuat penampilan Bi Jumi bak Ibu-ibu sosialita kalangan atas.
Non Olif Bibi mohon bersabar sedikit lagi. Bibi akan berusaha sekuat tenaga Bibi untuk membantu Non dalam masalah ini. Pelakor itu harus segera mendapatkan pelajaran atas apa yang telah dia lakukan. Bibi berjanji itu Non.
*****
Di hotel Monalisa. Ya, itu adalah hotel yang di singgah Olif, Varrel dan yang lainnya setelah pulang dari Prancis.
Varrel dan Bi Jumi langsung saja melayangkan kaki mereka masuk kedalam hotel tersebut setelah sesaat Varrel memarkirkan mobilnya di basemen. Varrel memimpin jalan dia dan Bi Jumi langsung disambut ramah oleh pegawai hotel. Mereka berdua langsung saja diarahkan ke kamar VVIP hotel.
Tapi beberapa saat kemudian langkah kaki Varrel terjeda begitu saja. Saat manik-manik matanya berhasil menangkap sosok seseorang yang sangat ia kenal sedang berbicara dengan seorang pegawai hotel di salah satu lorong hotel.
"Seli..." guma Varrel menaikkan alisnya.
__ADS_1
"Tuan." Bi Jumi juga ikut melirik kearah Varrel melirik.
"Wanita itu..." guma Bi Jumi dengan cepat yang juga tau siapa yang sedang Varrel perhatikan.
"Bibi mengenalinya...??"
"Siapa yang tidak mengenal wanita pelakor itu. Dia adalah wanita yang sangat ingin melihat rumah tangga Tuan dan Non Olif hancur.." tukas Bi Jumi.
"Bibi jangan bicara sembarang. Dia wanita baik-baik."
"Tuan, zaman sekarang wanita baik-baik juga bisa menjadi jahat jika itu menyangkut masalah uang. Sudah, tuan tidak perlu memikirkannya lagi biar Bibi saja yang akan menyelidikinya untuk apa perempuan itu kemari. Bukankah ini sangat mencurigakan tuan."
"Tapi Bi."
"Tuan muda, jangan terbawa perasaan. Tuan muda tetap harus ingat tujuan kita kemarin untuk apa. Biarkan Bibi saja yang mengurus wanita itu."
"Baiklah." sahut Varrel setelah itu langsung melanjutkan langkahnya kembali.
Wanita penggoda... Sekarang kamu tidak akan bisa lagi menutup kebusukan mu. aku pastikan kau akan menyesal seumur hidupmu karena telah menganggu hubungan majikan ku.
Non Olif, Non harus lihat bagaimana aku berakting menghancurkan wanita pelakor itu. Apa dia pikir cuma dia satu-satunya wanita terhebat. Cihhhh... Walaupun aku sudah tua dan keriput tapi jiwa muda ku tetap masih ada jika darah tinggi ku naik.
Wanita pelakor aku aku datang....
Batin Bi Jumi sembari berjalan dengan penuh elegan dan karisma menghampiri Seli yang terlihat masih sibuk berbicara.
Brukkk.... Bi Jumi dengan sengaja menabrak Seli dari arah belakang.
"Aaaauuu..." pekik Seli.
"Auuuppp.... Maaf-maaf saya sengaja." tutur Bi Jumi dengan nada sinis.
Bersambung... 🥰
Cocoknya bik Jumi kalau di indomy peran jadi apa ya...🤔🤔🤔
__ADS_1