Menikah Karena Janji

Menikah Karena Janji
Aku Istrinya


__ADS_3

“kamu kenapa Mil?” tanya Vanessa yang membuat Mila terkaget.


“eeh kakak, nggak apa-apa kok kak", Mila memalingkan wajahnya dari Vanessa karena merasa malu dengan tingkahnya sendiri,


“kamu sudah makan siang?”


“sudah kak”


“Arya gimana?” tanya Vanessa yang membuat jantung Mila kembali berdetak,


“dia belum kembali kak, aku dapat alamat kantor Arya dari Tomy, mungkin dia ada disana” ucap Mila dengan nada bersalahnya,


“kantor? dia kerja kantoran?" tanya Vanessa yang sama herannya dengan Mila ketika mendengar Arya kerja kantoran, Mila hanya menjawab itu dengan mengangkat kedua bahunya, menjelaskan bahwa ia juga tidak tahu.


'jadi, kamu mau gimana?” lanjut Vanessa.


“apa menurut kakak kita harus menemuinya kesana, atau menunggunya kembali kesini?”


“jika kamu merasa bersalah, maka datangi dia dan mintalah maaf atas kesalahanmu” jawab Vanessa dingin.


‘apa?, apa memang aku harus minta maaf?, kenapa disini seolah hanya aku yang bersalah?, aku tahu pernikahan ini sama-sama memberatkan kami, tapi kenapa cuma aku yang bersalah dikondisi ini?, astaga bukankah tadi aku memang ingin meminta maaf padanya, aku yang salah kok, kenapa hatiku tak karuan gini sih?' batin Mila, rasa ego dan rasa bersalah sama-sama bertarung di dalam hatinya.


“baik kak, temani aku ke sana sekarang” ucap Mila mengalah.


Mila dan Vanessa telah sampai di depan kantor Arya, mata mereka melirik gedung kantor yang bahkan lebih besar dari perusahaan yang dipimpin oleh Irman, di puncak gedung itu terlihat jelas tulisan 3A Sahabat,


“Mil, kamu yakin Arya disini?, apakah selama ini ia berbohong kepada kita kalau dia pengangguran?, dan hanya kerja serabutan” ucap Vanessa yang tidak dijawab oleh Mila,


Hati Mila bergelut dengan apa yang ia lihat,


‘apakah di benar-benar kerja disini?, tapi selama ini aku tidak melihat gaya hidupnya seperti orang kantoran’ batin Mila,


Seorang satpam menghampiri mobil mereka, karena memang jalan masuk gedung itu ditutup oleh palang yang dikontrol oleh satpam yang berjaga,


“selamat siang buk, ada yang bisa kami bantu” ucap Satpam itu lembut kepada Vanessa setelah ia menurunkan kacanya,


“kami mau bertemu Arya pak, dia kerja disini” jawab Vanessa,

__ADS_1


“oo pak Arya, apa ibu sudah bikin janji dengan beliau?” Mila dan Vanessa mengernyitkan dahi mereka heran mendengarnya.


'kenapa harus bikin janji dulu’ batin mereka,


“belum pak, tapi kami ini keluarganya, kami ada keperluan untuk menemuinya” Vanessa kembali menjawab,


sementara Mila disampingnya hanya memperhatikan.


“baik buk, silahkan parkir di belakang ya buk, nanti ibu langsung saja melapor ke resepsionis di Loby” ujar satpam itu


“baik pak, terima kasih”


Palang itu pun dibuka dan Mobil Vanessa masuk ke dalam, setelah memarkir mobilnya, Vanessa dan Mila segera menuju lobby perusahaan itu, dan berjalan ke meja resepsionis, disana mereka kembali ditanyai hal yang sama seperti di depan tadi,


“apa ibu sudah ada janji menemui pak Arya,?” tanya salah satu resepsionis,


“maaf mbak, apa harus bikin janji dulu untuk menemui Arya?”


“iya buk, tidak sembarang orang bisa menemui salah satu pemilik perusahaan ini” jawab resepsionis itu santai,


Namun berbeda dengan Vanessa dan Mila yang seakan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar, ‘pemilik perusahaan?'


Resepsionis itu sejenak berpikir, ia mungkin mempertimbangkan sesuatu, jika orang yang dihadapannya benar keluarga Arya dan dia mengusirnya pergi, bisa saja itu adalah hari terakhirnya bekerja,


“tunggu sebentar ya buk” resepsionis itu kemudian mengangkat telfon dan menghubungi seseorang,


“ibu dan mbak bisa tunggu dulu di sofa itu, nanti sekretaris pak Arya akan menemui kalian” ucap resepsionis itu sembari menunjuk sofa di salah satu sudut lobi itu.


Vanessa dan Mila berjalan ke arah sofa yang ditunjuk resepsionis tersebut, dengan perasaan campur aduk, bingung, heran dan aneh, 'siapa Arya sebenarnya?'


“kak, apa benar Arya pemilik perusahaan ini?, kenapa untuk bertemu dia saja sesulit ini sih” kesal Mila,


Sementara Vanessa masih berkutat dengan pemikirannya, walaupun hubungannya dengan Arya selama ini baik-baik saja, namun tetap saja banyak hal tentang Arya yang tidak ia ketahui.


Rita baru saja memasuki pintu lift menuju loby, pikiran bekerja cukup keras memikirkan siapa keluarga Arya yang dimaksud oleh resepsionis,


‘keluarga Arya?, siapa? Tomy?, kalau Tomy kan biasa langsung masuk ke ruangan Arya, dia juga dikenal oleh resepsionis dan satpam, atau orang tuanya datang dari kampung?, tidak mungkin juga, mana mungkin Arya membiarkan orang tuanya mencari-carinya seperti ini’

__ADS_1


Setelah pintu lift terbuka, ia langsung berjalan menuju meja resepsionis untuk bertanya, dan kemudian berjalan ke arah Vanessa dan Mila setelah mendapatkan penjelasan dari resepsionis,


Mata Rita dan mata Vanessa bertemu, wajah Rita berubah menjadi masam, dan wajah Vanessa berubah kalut, sementara Mila menatap sinis ke arah Rita,


“kalian,,,, ada perlu apa kalian mencari Arya?” ucap Rita dingin, Walaupun Rita tidak dapat melihat wajah Mila, namun dengan melihat Vanessa, ia sudah tahu siapa perempuan di samping Vanessa itu


Mendengar suara dingin Rita membuat Mila menyipitkan matanya dan memandang tajam ke arah Rita.


“kami ada perlu dengannya,”


“Arya tidak ada, pulanglah”, jawab Rita kemudian memutar badannya untuk segera pergi, namun langkahnya terhenti ketika Vanessa mulai bicara,


“maaf, kami benar-benar perlu untuk menemui Arya, aku tahu, aku punya salah padamu, tapi masalah kami dengan Arya tidak ada hubungannya sama sekali dengan dirimu, jadi tolong, kami ingin bertemu dengan Arya” jawab Vanessa dengan nada bersalahnya,


“Arya tidak ada, lagi pula, kalau pun dia ada, aku tidak mengizinkan kalian menemuinya”


Rita kembali membalikkan badannya dan menatap sinis kedua perempuan yang ada di depannya, ada rasa penasaran dihatinya dengan hubungan keluarga antara Arya, Mila dan Vanessa, namun rasa sakit hatinya jauh lebih besar saat itu, ia hanya ingin dua orang di depannya itu segera pergi dari kantor tersebut.


“maaf kak, tapi saya rasa apa yang terjadi di masa lalu tidak perlu dibawa-bawa lagi sekarang” jawab Mila dengan suara kesal dengan tingkah Rita, baginya apa yang terjadi tidak perlu lagi dipermasalahkan, dan sudah seharusnya Rita memulai hidup baru tanpa harus dibayangi tentang apa yang telah terjadi diantara keluarga mereka,,


“iya, itu bagi kalian, ketika kalian menghancurkan orang lain, kalian akan dengan mudah melupakannya, dan bagi saya yang kalian hancurkan, semuanya tak pernah saya lupakan,”


“kami hanya ingin bertemu dengan Arya, hanya itu” Vanessa menjawab kembali dengan nada bersalahnya,


“apa hubungan kalian dengan Arya, keluarga? aku tahu betul keluarga Arya, jadi tak usah berbohong”


"atau kalian dengan pikiran licik kalian ingin menghancurkan perusahaan ini melalui Arya”, suara dingin Rita terdengar menekan Vanessa dan Mila, matanya melihat tajam seperti harimau yang tengah memperhatikan mangsanya,


“apa maksudmu kak, kami bukan orang seperti itu, yang memanfaatkan seseorang hanya untuk kepentingan kami”jawab Mila setengah emosi, ia merasa direndahkan oleh ucapan Rita,


“Arya itu orang baik, polos, orang seperti kalian hanya bisa memanfaatkan dan menyakiti orang sepertinya, aku sudah tahu betul seperti apa keluarga kalian, dan aku tahu betul dengan Arya” tantang Rita,


“maaf, aku tahu, aku punya kesalahan besar kepadamu, tapi kami tidak seburuk yang kamu pikirkan, apa lagi berpikir ingin menghancurkan perusahaan ini, kami tidak tahu apa-apa tentang bisnis Arya disini, dan kami juga baru tahu jika Arya bekerja disini” ucap Vanessa,


“ada hubungan apa kalian dengan Arya,?” selidik Rita, namun Vanessa dan Mila hanya diam.


Vanessa melirik Mila, 'apa Mila masih tidak ingin mengakui Arya sebagai suaminya?’

__ADS_1


“sepertinya aku tidak ada alasan untuk memberi tahu kalian dimana Arya” Rita kembali memutar badan dan mulai berjalan, baru beberapa langkah ia berjalan, suara Mila yang setengah berteriak langsung mengagetkannya,


“aku istrinya Arya”


__ADS_2