Menikah Karena Janji

Menikah Karena Janji
Kembali Terulang


__ADS_3

“direktur Cipta Rakarsa dan pewaris Adinata group sudah punya kesepakatan, Adinata group akan memberikan dana untuk perusahaan yang hampir bangkrut itu, dan sebagai gantinya, pewaris Adinata group menginginkan istri lo untuk semalam bersamanya, jadi gue suruh mereka untuk menjaga istri lo dari laki-laki ******** itu” ucap Ari dingin.


Arya, Mila, dan Abel kaget mendengarnya, Mata Mila membulat tidak percaya, ia kemudian lepas kendali dan berteriak kepada Ari,


“bohong, abangku tidak akan melakukan itu, apalagi bang Arnes, dia mencintaiku dan dia tidak akan pernah memperlakukanku seperti itu”


“ini bisnis, kehormatan wanita tak lebih dari sekedar angka-angka di mata uang, apalagi bagi laki-laki ******** seperti abangmu dan pewaris Adinata group itu” ucap Ari dengan sinis kepada Mila, sementara Arya hanya bisa diam dan berusaha untuk mengontrol emosinya.


Mendengar tuduhan Ari pada Arnes, emosi Mila semakin memuncak,


“Saya pacarnya bang Arnes, pewaris Adinata group, saya tahu sebaik apa pacar saya itu, dan saya tahu dia tak akan pernah menodai kehormatan perempuan” Mila berbicara dengan nada dingin penuh penekanan dan tatapan tajam pada Ari,


Mila tidak peduli lagi pada Arya dan Abel yang tak percaya dengan ucapan Mila, begitu pun Ari yang tersulut emosi karena merasa harga diri sahabatnya telah diinjak-injak oleh Mila.


Seketika hati Arya serasa sesak, hatinya terasa sakit seperti tertusuk berpuluh-puluh pedang tepat di ulu hatinya, hidupnya terasa hancur, Mila tak hanya menyakiti perasaannya, tapi juga telah menginjak-injak harga dirinya sebagari seorang suami yang sah bagi Mila.


Jika sebelumnya Mila mengatakan mencintai orang lain di depannya, sekarang Mila melakukannya di depan Abel dan Ari, yang merupakan sahabat dan calon ipar Arya.


“dan saya musuhnya, saya tahu seberapa busuk orang yang menjadi musuh saya” ucap Ari dingin tak kalah sinis.


Ari kemudian keluar, dan menyuruh 2 orang suruhannya untuk ikut keluar meninggalkan ruangan itu, ia tak ingin lagi berdebat dengan istri Arya di depan Arya, walaupun sejatinya ia kaget mendengar ucapan Mila yang mengaku sebagai pacar Arnes.


Ari bisa memahami jika Mila belum bisa mencintai Arya karena mereka menikah disebabkan oleh perjodohan, namun hatinya tidak dapat menerima saat Mila tidak bisa menjaga kehormatan Arya dengan mengatakan mencintai laki-laki lain selain suaminya.


‘apa dia menjalin hubungan dengan laki-laki itu dibelakang Arya, atau jangan-jangan Arya sudah tahu jika istrinya menjalin hubungan dengan laki-laki lain, oleh karena itu istrinya tak ada beban sama sekali berbicara seperti itu di depan Arya, sialan, kalau bukan memikirkan perasaan Arya, aku sudah menanyainya tadi’ batin Ari kesal. Ia tahu, jika ia langsung bertanya pada Arya ketika Mila mengucapan itu, pasti Arya benar-benar akan hancur saat itu juga.


Mila kemudian keluar yang diikuti Abel dari belakang, meninggalkan Arya yang hanya bisa terdiam membatu, tersungkur jatuh ke lantai, bersama perasaannya yang telah hancur, ia benar-benar tidak menyangka, Mila akan bersikap setega itu menjatuhkan dan menginjak-injak harga dirinya di depan Abel dan Ari.

__ADS_1


'Ya Tuhan, apa dosaku?, kenapa hidupnya tidak pernah adil untuk diriku' batin Arya dengan dada sesak terisak menahan perih dihatinya.


*


“aku bisa pulang sendiri bel” ucap Mila ketika ia dan Abel telah sampai di loby perusahaan Arya,


Abel yang berjalan di belakang Mila kemudian mendekat ke arah Mila dan mulai berkata pada Mila dengan nada dingin, nada yang bahkan tidak pernah didengar Mila sebelumnya dari mulut Abel setelah sekian lama mereka bersahabat.


“pakaianku memang terbuka seperti ini dan tidak tertutup seperti dirimu, tapi setidaknya sekarang aku tahu, bahwa aku jauh lebih baik dari perempuan sepertimu yang ternyata hanya seorang pengkhianat di dalam ikatan suci sebuah pernikahan” ucap Abel dengan penuh emosi dengan perasaan yang benar-benar kecewa pada Mila,


Mila yang dianggapnya baik ternyata tak lebih dari perempuan murahan yang menjalin hubungan dengan laki-laki lain di belakang suaminya sendiri, Abel kemudian berjalan meninggalkan Mila yang hanya bisa berdiri terpaku di loby yang mulai sepi itu, karena memang karyawan sudah banyak yang pulang.


'ya Allah, apa yang telah aku lakukan?' batin Mila yang mulai tersadar dari perasaan marahnya.


Arya hanya berdiam diri di ruangan kerjanya hingga malam, ia berusaha menegarkan hatinya serta mengumpulkan kekuatan untuk menghadapi kenyataan pahit hidupnya.


“are you okay bro?” Ari melihat Arya dengan wajahnya yang penuh kekhawatiran dengan keadaan sahabatnya itu,


“gue baik-baik saja Ri”


“lo pantas untuk mendapatkan yang lebih baik dari perempuan itu,”


“gue Cuma ikut alur takdir yang ditentukan untuk gue Ri, toh kenyataannya, sekalipun sakit, gue harus mampu menghadapinya”


Arya menghidupkan motornya dan meninggalkan Ari yang hanya bisa melepas nafas panjang melihat motor Arya menghilang di jalanan.


*

__ADS_1


Mila hanya bisa berwajah murung ketika makan malam bersama Vanessa, hatinya benar-benar berkalut rasa takut, ia sadar, ia benar-benar telah menyakiti perasaan Arya,


Entah mengapa tadi ia begitu percaya diri bicara seperti itu, seolah ia adalah orang yang paling benar dengan perasaannya, namun sekarang ia malah dihantui rasa takut, perpisahan yang selama ini ia harapkan tidak akan pernah terjadi, sekarang semuanya telah ada di depan mata, bahkan ia sendiri yang membukakan pintu untuk itu.


Mila benar-benar merasa tidak terima ketika melihat Arnes dipukul oleh orang-orang yang ia kira disuruh oleh Arya, namun pada kenyataannya orang-orang itu adalah orang suruhan sahabat Arya untuk melindunginya dari Arnes, dan sesaat pikirannya pun mengingat ancaman Irman kepadanya,


Ancaman yang pernah diucapkan Irman ketika Arya pergi meninggalkannya,


“jangan pernah dekat-dekat lagi dengan Arnes, jangan pernah temui dia lagi, jika kamu menemui dia lagi, aku akan mengurungmu di rumah ini dan tidak akan pernah memberimu izin untuk keluar dari rumah ini meskipun itu untuk mengajar ke sekolahmu”


‘apa benar yang dikatakan oleh teman Arya tadi, tapi mana mungkin bang Arnes seperti itu, aku sudah mengenalnya sejak kuliah, dia orang yang baik dan dia sangat mencintaiku dan bahkan ia sangat ingin menikahiku, tapi kenapa bang Irman mengancamku seperti itu, lagi pula bang Irman dan bang Arnes kan sudah lama punya bisnis bareng, kenapa tiba-tiba bang Irman mengancamku untuk tidak dekat lagi dengan bang Arnes, atau benar apa yang diucapkan teman Arya tadi, dan bang Irman melarangku dekat dengan bang Arnes karena ingin melindungiku’


Pikiran Mila terus bekerja keras memahami keadaan yang begitu rumit baginya, yang membuat suapannya tampak lemah di mata Vanessa.


‘aku tadi benar-benar telah menyakiti Arya, aku bahkan bicara tanpa memikirkan sedikit pun perasaannya, ya Tuhan, aku tadi hanya terbawa emosi, aku sungguh tak memiliki niat menyakiti perasaannya’ batin Mila dengan mata berkaca-kaca.


Dari balik pintu kaca teras samping, Mila dan Vanessa dapat melihat sebuah mobil datang dan kemudian parkir di samping mobil Vanessa, dan tak lama kemudian Irman keluar dan segera masuk ke dalam rumah, ia langsung menatap tajam ke arah Mila dengan wajah yang tampak tak karuan,


“mana Arya?” suara Irman terdengar meninggi yang membuat siapa pun mendengarnya pasti merasa takut,


Mila yang mendengar pertanyaan Irman hanya bisa dibuat pias tak percaya, ‘kenapa bang Irman bertanya tentang Arya?’


Vanessa yang melihat kedatangan suaminya lalu bangkit dari kursinya, ia kemudian menarik sebuah kursi, tempat dimana Irman biasa duduk di meja makan itu.


“mana Arya?” tanya Irman lagi dengan penuh penekanan ke arah Mila, dan Mila hanya bisa dibuat menggeleng dengan matanya yang menggambarkan ketakutan pada Irman.


“sial” gumam Irman yang dapat terdengar oleh Vanessa dan Mila.

__ADS_1


Irman kemudian mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang, “gue di rumah, gue mau bicara sama lo” ucap Irman yang kemudian mematikan ponselnya tanpa mendengar jawaban dari orang ia tqelfon,


__ADS_2