Menikah Karena Janji

Menikah Karena Janji
Pisah Sementara


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Mila langsung masuk ke dalam kamarnya, sementara Arya lebih memilih untuk mendesain beberapa gambar rumah untuk kliennya di ruang tamu, hampir 2 jam lebih ia bekerja di ruang tamu sebelum akhirnya merasa lelah, ia kemudian masuk ke kamar Mila untuk meletakkan laptop dan dokumen kerjanya.


Ketika masuk ke dalam kamar, ia mendapati Mila yang tengah asyik bermain ponsel di atas ranjangnya,


Arya melihat wajah cantik Mila yang tidak dibaluti cadar itu dengan perasaan yang mendalam,


“kenapa belum tidur Mil?” tanya Arya sembari menaruh laptop dan dokumen kerjanya di atas meja rias Mila,


“aku menunggu kamu, apa kamu masih ingin tidur diluar dan meninggalkanku disini?” tanya Mila dengan tatapan penuh harap pada Arya,


Arya sejenak terdiam, ia kemudian duduk di sisi ranjang Mila dan Mila pun segera mendekat dan duduk di samping Arya.


“Mil, menurutmu apa yang membuat sebuah pernikahan dapat bertahan hingga akhir hayat?” tanya Arya dengan nada pelan,


Mila sejenak berpikir dengan pertanyaan Arya,


'kenapa dia selalu bertanya dengan pertanyaan seperti ini sih?, apa dia orangnya seserius ini, sehingga pertanyaannya selalu filosofis kayak gini’ batinnya menduga-duga


“hmmm, mungkin kesetiaan, cinta, dan juga karena anak, banyak orang diluar sana yang memilih bertahan karena anak walaupun mereka sudah tidak cocok lagi” jawab Mila polos, ia hanya berharap agar tidak ada jawaban yang salah dari apa yang ia katakan.


“dan kamu tidak memiliki salah satu dari jawabanmu itu untukku Mil” jawab Arya sendu, ada perasaan sesak di dadanya karena ia belum menemukan alasan yang tepat untuk mempertahankan pernikahannya dengan Mila,


deg,,,deg,,, jantung Mila berdetak kencang, dan dadanya kembali terasa sesak,

__ADS_1


'ya Tuhan, kenapa semuanya begitu rumit begini? apa aku salah ingin mempertahankan pernikahan ini?, aku tahu aku masih mencintai bang Arnes, tapi sungguh aku tak ingin kehilangan Arya’


“Mil, seberapa besar keinginanmu untuk mempertahankan pernikahan kita Mil, tolong yakinkan aku untuk mempertahankan pernikahan ini, karena aku juga tidak ingin mengambil keputusan yang gegabah di posisi ini Mil” lanjut Arya, hati kecilnya masih ingin melanjutkan pernikahannya dengan Mila,


Namun sampai detik itu pun ia tidak menemukan jawaban yang tepat untuk bertahan, baginya perasaan bukanlah yang nomor satu, hati manusia sejatinya dapat berubah kapan pun, mungkin akan sakit jika berpisah dengan Mila karena ia sudah memberikan hatinya bagi Mila, rasa sakit yang jauh lebih besar ketika ia melihat Mila berduaan dengan Arnes. Namun tetap saja hatinya akan bisa pulih seperti sedia kala, daripada harus menanggung beban perasaan terus menerus.


Mila benar-benar dibuat bingung oleh cara berpikir Arya, selama ini ia mengenal banyak laki-laki di dalam pergaulannya, ia baru menemukan orang yang begitu rumit seperti Arya sekarang.


“Arya, aku hanya ingin menjadi istri yang baik bagimu, aku tidak mengerti jawaban seperti apa kamu inginkan, tapi kenyataannya hanya itu yang ingin aku lakukan saat ini”jawab Mila dengan mata yang mulai berkaca-kaca,


“jawabanmu terlalu abstrak bagiku Mil, aku ingin jawaban yang bisa menggambarkan pernikahan ini akan berjalan sampai kita mati, jika pernikahan ini hanya untuk waktu yang sementara, lebih baik kita mengakhirinya sekarang” Arya mengusap rambutnya frustasi dengan keadaannya sekarang.


‘aku tidak bisa memberi keyakinan bagi diriku sendiri jika aku bisa mencintainya, apa lagi perasaanku masih besar pada bang Arnes, lalu bagaimana bisa aku meyakinkannya bahwa pernikahan ini akan bertahan lama jika perasaanku masih seperti ini’ batin Mila yang bimbang,


“Arya, kasih aku kesempatan, aku ingin belajar mencintaimu, biarkan waktu yang menjawab semuanya” jawab Mila yang membuat Arya kembali mengusap kasar wajahnya, ntah mengapa jawaban Mila tak pernah memberinya kepuasan,


Mila diam, ia tidak tahu harus menjawab apa, ia bahkan tidak percaya jika Arya dapat mengetahui dirinya begitu mudah seperti itu,


“Mil, kamu minta aku kasih kesempatankan?, aku akan kasih kamu kesempatan untuk memutuskannya, untuk sementara kita pisah rumah dulu, agar kamu bisa memutuskannya dengan tenang, tanpa emosional, jika kamu sudah punya jawaban untuk memilih aku atau dia, untuk bertahan atau berpisah, datanglah padaku, aku akan selalu sedia menyambutmu dengan hati terbuka” ucap Arya sendu, ia kemudian bangkit dan mengemasi barang-barangnya,


Sementara Mila hanya bisa menangisi takdir yang harus ia jalani, ia hanya mampu terduduk lemah dengan tubuh kaku ketika Arya mengemasi barang.


Arya mulai mengambil bajunya satu persatu di lemari Mila, ia kaget ketika mendapati 2 jas di lemari Mila,

__ADS_1


'ini jas siapa?, bukannya aku hanya menyimpan 1 jas di rumah ini?, jas yang ku pakai saat menikah dulu, lalu kenapa ada satu jas lagi?'


Hati Arya terasa semakin sakit, pikirannya kembali berpikiran negatif pada Mila,


'bagaimana mungkin ia menyimpan jas laki-laki lain di lemarinya?, padahal ia sudah bersuami, benar, ia takkan pernah mencintaiku, hatinya hanya untuk laki-laki itu'


“Arya, apa kamu benar-benar ingin meninggalkanku?” tanya Mila dengan suara gemetar melihat Arya yang hampir selesai mengemasi barangnya,


“kamu bisa sendiri dulu untuk berpikir jernih tentang masa depanmu Mil, jika ada aku disini, mungkin itu akan membuatmu tertekan,”


“Arya, kenapa kamu setega ini meninggalkanku ketika aku mengharapkanmu”


Untuk sejenak Arya merasa goyah dengan kalimat Mila, 'mengharapkanku?, tidak, dia tidak benar-benar mengharapkanku'


“aku tidak meninggalkanmu, hatiku selalu terbuka untukmu, aku hanya memberimu ruang agar berpikir jernih dengan keputusanmu, aku tidak ingin kamu hidup denganku tetapi hatimu untuk laki-laki lain, itu hanya akan menyiksa kita berdua nantinya, apalagi jika perasaanmu untukku hanya setengah hati, cobaan berat yang mungkin akan terjadi tidak akan sanggup kita hadapi” ucap Arya masoh dengan nada sendunya, pikirannya telah membayangkan bagaimana marahnya Mila jika tahu perusahaan yang didirikan pak Sarman akan hancur oleh perusahaannya,


Bukan tidak mungkin ia akan kembali dicampakkan oleh Mila karena sakit hati, bahkan jika Mila mencintainya pun belum tentu Mila mampu menerima kenyataan itu, belum lagi masalah lain yang mungkin akan menerpa pernikahan mereka nanti, Jika Mila hanya mecintainya setengah hati dan menyimpan perasaan pada laki-laki lain, ia tetap akan berakhir seperti sampah yang dibuang oleh Mila,


‘aku tahu kalau aku bukan wanita yang sempurna untuknya, tapi apa aku salah jika aku mencoba semampuku untuk menjadi yang terbaik untuknya’ batin Mila sedih


Arya telah menghidupkan motornya, dengan perasaan sesak malam itu ia meninggalkan rumah Mila,


‘Mil, aku mencintaimu, tapi jika aku bertahan, rasa sakit yang akan ku dapatkan nanti akan jauh lebih besar, aku hanya berharap kamu bisa menerimaku nanti apa adanya, sehingga apapun masalah yang akan kita hadapi, kita dapat saling percaya dan saling menguatkan’ batin Arya,

__ADS_1


Sementara Mila menatap pintu kamarnya yang telah tertutup dengan deraian air mata,


‘jika kamu memang ingin pergi, pergilah Arya, aku masih memiliki bang Arnes yang sangat mencintaiku’ batin Mila yang menahan sesak di dadanya.


__ADS_2