Menikah Karena Janji

Menikah Karena Janji
Takut Kehilangan


__ADS_3

Rasa khawatir menyeruak ke dalam batin Vanessa, ia kemudian membuka suaranya karena takut Arya akan berbuat yang tidak-tidak, sekalipun ia mengenal Arya orang baik, tapi kenyataannya masih banyak hal tentang diri Arya yang tidak ia ketahui,


“Arya, kita mau kemana?” tanya Vanessa dengan nada khawatir.


Namun Arya hanya diam tidak menjawab.


Vanessa memajukan kepalanya untuk dapat melihat Arya, dan ia terkejut melihat penampilan Arya yang seperti tak terurus,


'astaga, apa ia begitu terluka karena Mila yang selalu mempermainkannya?’


“Arya kita mau kemana?” tanya Vanessa sembari memukul pelan bahu Arya, namun Arya hanya diam tidak menanggapi,


“Arya, apa kamu tidak mendengarku, kamu mau bawa kami kemana?” tanya Vanessa setengah emosi,


“aku tidak akan berbuat macam-macam pada kalian” jawab Arya dengan suara gemetar karena sesak di dadanya.


Vanessa terdiam, ia kembali bersandar di kursinya, wajahnya tampak pias melihat mobil itu meninggalkan perkotaan. Sementara Mila hanya pasrah dengan keadaan.


Satu jam kemudian Arya sampai di tempat yang ia tuju, ia keluar dari mobilnya dan duduk di kap depan mobil itu, dihadapannya terhampar pemandangan indah suasana malam hari perkotaan, gemerlap lampu ibukota terlihat indah di bukit kecil itu, tempat yang sering dipilih Arya untuk menghabiskan waktu jika tidak punya kesempatan untuk ke gunung.


Mila yang melihat Arya tampak kusut lalu keluar dan menghampiri Arya, begitupun Vanessa, ia juga ikut keluar karena takut akan terjadi apa-apa antara Mila dan Arya, namun ia hanya memperhatikan Arya dan Mila dari samping pintu mobil.


“maaf” ucap Mila dengan meneteskan air mata, ia tak mampu lagi menahan rasa bersalahnya,

__ADS_1


“mau kamu apa sebenarnya Mil,?” ucap Arya dingin tanpa melihat Mila,


“maaf” hanya itu yang mampu diucapkan Mila.


“kamu mau pisah, aku sudah beri jalan, tapi sekarang kamu malah melakukan ini” ucap Arya masih dengan dingin, namun matanya telah mulai berkaca-kaca


“aku tidak mau menyakiti kakek dan ibu, mereka sangat menyayangimu”


“tapi kamu menyakiti aku dan dirimu sendiri” suara Arya masih terdengar dingin, namun setetes air mata telah lolos dari pelupuk mata kirinya.


“kita bisa mencobanya lagi dari awal, kita bisa memperbaiki semuanya" ucap Mila dengan suara tersekat,


“sudah cukup kamu menyakiti hatiku Mil, kamu tidak tahu betapa sakitnya hatiku ketika harus menikahimu, padahal aku sama sekali tidak mengenalmu, kamu tidak tahu betapa sakitnya hatiku ketika kamu tidak peduli denganku dan selalu mengabaikanku, kamu tidak pernah mengangap aku ada Mil, kamu tidak tahu betapa sakitnya hatiku ketika kamu bermesraan di depan mataku dengan laki-laki lain, kamu tidak tahu betapa sakitnya hatiku ketika kamu tanpa rasa berdosa mengatakan kalau kamu mencintainya,”


“Arya,, aku salah, aku terlalu egois terhadapmu”


“maaf Arya, aku salah,” jawab Mila, ia tidak tahu harus bicara apa lagi pada Arya, kesalahannya sudah terlalu banyak, bahkan ia merasa tidak pantas untuk dimaafkan,


“aku lelah Mil, aku menyerah, aku menyerah dengan perasaan ku sendiri saat ini, sekarang mau kamu apa?, aku akan ikuti semua keinginanmu” ucap Arya sendu, ia benar-benar sakit hati dengan kondisi yang harus ia hadapi,


“Arya, aku janji akan menjadi istri yang baik untukmu, aku akan belajar untuk menerimamu dan mencintaimu, aku akan belajar untuk melupakan bang Arnes, tapi aku mohon Arya, jangan tinggalkan aku, demi Allah Arya, aku tidak mau kehilanganmu, aku takut kehilanganmu” ucap Mila dengan suara gemetar,


deg,deg, ucapan Mila membuat jantung Arya berdetak kencang, ‘ia bersumpah atas nama Allah jika ia takut kehilanganku, apa dia sudah memiliki perasaan padaku?,, tidak, semuanya hanya karna kakek, dia seperti ini hanya karena kakek’

__ADS_1


“Mil, ikuti kata hatimu,, walaupun itu akan membuat semua orang kecewa, tapi itu akan lebih baik untukmu”


“Arya, kita sama-sama tidak saling mengenal sebelum ini, butuh waktu bagiku untuk menerimamu dan menggantikan posisi bang Arnes dengan dirimu dihatiku, aku tahu kalau aku salah, mencintai orang lain selain suamiku sendiri” jawab Mila sendu.


Arya yang duduk di kap Mobil kemudian tersimpuh jatuh ke tanah, ia memukul tanah dengan frustasi, ia benar-benar menyesali dirinya sendiri, untuk memarahi dan memaki Mila saja ia tidak punya kemampuan, apa lagi sampai memukul Mila untuk melepas semua sakit di hatinya. Padahal luka yang digoreskan Mila dihatinya terasa begitu dalam.


“kenapa aku Mil? kenapa harus aku yang berada pada posisi ini Mil?, kenapa harus aku?, aku tidak pernah menjalin hubungan dengan perempuan manapun sebelum ini, aku tidak pernah memberikan hatiku pada perempuan manapun sebelum ini, aku hanya ingin memberikan hatiku untuk istriku saja, hanya untuk istriku, tapi kenapa aku harus menikah dengan orang sepertimu yang telah memberikan hatimu pada orang lain selain diriku yang menjadi suamimu, bahkan setelah kita menikah pun, kamu masih menyimpan perasaan cinta untuknya, kenapa Mil?, kenapa kamu memperlakukanku seperti ini?” ucap Arya yang frustasi sembari memukul-mukul tanah.


Mila benar-benar tak mampu lagi menahan dirinya ketika medengar pengakuan Arya, lututnya terasa lemas, dan ia akhirnya sama dengan Arya, tersimpuh jatuh ke tanah,


'aku egois, aku yang melukai hatinya, aku tak pantas untuk orang sesempurna dia’ batin Mila, ia tak mampu lagi berbicara,


Vanessa ikut menangis melihat keadaan Arya yang frustasi, Arya yang selama ini terlihat tenang, penyabar, kalem, dan juga bijak, sekarang terlihat begitu rapuh tak berdaya karena hatinya yang telah dilukai Mila.


“katakan Mil, apa yang kamu inginkan dariku sebenarnya?, jangan buat aku seperti ini Mil, jangan tambah lagi luka dalam hidupku Mil, aku mohon” ucap Arya pelan, ia tampak tak memiliki daya lagi.


“maaf, aku egois, aku yang terlalu takut kehilanganmu, tapi yang aku lakukan malah semakin menyakitimu”


“Mil, lebih baik kita akhiri semua ini Mil, tak ada gunanya mempertahankan hubungan kita demi orang lain, demi kakekmu, karena yang menjalankan ini semua kita Mil, akan sangat sulit jalan yang akan kita lalui jika kita tetap bertahan seperti ini Mil, masih banyak situasi sulit yang harus kuhadapi jika tetap bertahan seperti ini”,


“Arya, aku minta maaf, aku mohon, kita masih punya waktu untuk memperbaiki ini semua”,


Arya yang masih bersimpuh disana mulai merasa muak dengan perkataan Mila,

__ADS_1


“cukup Mil, aku tak butuh kata maaf mu, aku hanya butuh alasanmu yang rasional bagiku kenapa kamu melakukan ini” ucap Arya pelan, ia tak mau terbawa amarah sakit hatinya ketika berbicara dengan Mila, hatinya sama sekali tidak tega jika sampai berkata kasar kepada Mila.


“aku takut kehilanganmu, bukan karena ibu, bukan karena kakek, tapi karena hatiku sendiri, aku tak punya alasan lain selain itu”


__ADS_2