
"Iya Varrel, istri lo telah menjadi model pengantin di perusahaan Modeling Grup." tutur Viki setelah itu memperlihatkan beberapa gambar foto Olif yang telah di beku kan menjadi majalah ternama. Jemarinya yang kuning Langsat mengeset-ngeset kan layar ponsel tersebut memperlihatkan semua foto yang di unduh melalui Googling.
Mata Varrel seketika berubah menajam diikuti dengan kerutan keningnya semakin berkerut, hingga memperlihatkan goresan hitam diatara ke-dua nya.
"Maaf, gue lupa memberitahukan Lo sewaktu kita masih di Indonesia. Habisnya Lo buru-buru amat perginya jadi Gue lupa." Viki mulai was-was takut mendapatkan pukulan secara tiba-tiba. Dia sudah memasang kuda-kuda dengan sangat baik agar bisa menangkis nantinya.
Manik-manik mata Varrel masih saja memperhatikan foto istrinya hawa panas pun mulai naik drastis tak kala melihat foto terakhir yang di unduh sahabatnya itu. Yang mana di foto terakhir sedikit memperlihatkan lekuk tubuh istrinya, ya foto terakhir adalah foto yang bisa di kategorikan sebagai foto seksi apalagi foto tersebut memperlihatkan paha putihnya Olif.
Secara perlahan-lahan Varrel mengepalkan tangannya sorot matanya langsung berubah memanas tak menentu. Viki yang melihat ekspresi Varrel seperti itu sudah seperti singa siap menerkam mangsanya pun langsung menelan ludahnya kasar. Sekaligus Ia sangat takut kalau Varrel akan bertindak bodoh seperti sebelumnya.
"Tahan emosi Lo Rel. Jangan sampai Lo lebih menyesal nantinya, Olif menjadi model itu juga karena Lo. Lo yang membuat dia tidak punya pilihan lain selain." Ucap Viki dengan sangat hati-hati. Ia berusaha membuat Varrel mengerti.
"Maksud Lo...??" lirikan Varrel seketika berpindah berpaling menatap Viki.
__ADS_1
"Maksud Gue. Gini, Lo kan udah nyakitin dia, Lo juga udah buat dia sedih dan sakit hati banget. Jadi mungkin karena dia ingin melupakan kejadian itu semua jadi dia berusaha untuk menyibukkan dirinya supaya kejadian itu terlupakan gitu. Gue yakin kalau gue berada di posisi istri Lo Gue juga pasti akan melakukan hal yang sama seperti apa yang di lakukan istri Lo, sekarang gini kalau seandainya dia diam diri dikamar makan tidur secara otomatis kejadian waktu itu pasti akan teringat lagi, dan itu bisa membuat dia depresi, Seperti Lo yang mogok makan sampai tiga hari kemaren. Lah kalau semua itu terjadi pada istri Lo bagaimana, Lo mau dia mati membusuk dikamar." jelas Viki sudah seperti layaknya penasehat, dirinya saja terkekeh sendiri kenapa dia bisa berbicara seperti itu tapi apa yang di ucapkan begitu serius.
Varrel tidak menjawab apa-apa dia hanya diam membisu menyaring apa yang dikatakan Viki barusan. Rasanya apa yang katakan Viki ada benarnya juga, ini semua karena dirinya, dirinya yang tidak percaya kepada Olif, dirinya yang memaki Olif, dirinya juga yang tidak ingin di sentuh oleh istri sendiri.
Hati Varrel kembali sakit saat membayangkan kejadian itu, dirinya sungguh menyesal karena telah melakukan itu semua. Kalau saja waktu bisa di putar ia pasti akan memeluk Olif kedalam dekapannya dan tidak akan pernah melepaskannya. Tapi penyelesaian itu tidak akan berguna kalau tidak di perjuangkan. Tatapan memanas Varrel mulai mereda sedikit demi sedikit.
"Sekarang gini, Gue tau bagaimana perasaan Lo lihat istri Lo sendiri berpakaian seksi dihadapan orang banyak, Lo pasti merasa cemburu kan. Lo pasti tidak rela melihat istri Lo menjadi tontonan gratis semua pasang mata. Gue bisa merasakan itu karena Gue juga seorang laki-laki. Gue pasti akan sangat marah jika melihat istri Gue mengumbar kan tubuhnya pada orang lain apalagi pada laki-laki. Tapi istri Lo enggak punya pilihan lain selain memakai pakaian apa yang sudah di tentukan. Apalagi istri Lo itu model utama di perusahaan besar. Gue yakin kalau istri Lo sebenarnya enggak mau berpakaian seperti itu." sambung Viki lagi.
"Semua ini salah ku Vik, aku yang tidak mempercayai, aku yang membuat dia jauh dariku dan bahkan dari keluarganya sendiri. Kalau saja Gue percaya sama dia waktu itu dia pasti tidak akan melakukan hal ini Vik. Gue benar-benar suami yang bodoh." ucap Varrel dengan nada sedikit serak dan mata berbinar.
******
Siang hari, Dimana matahari sudah berputar menjulang tinggi berada tepat di atas kepala. Awan awan yang berkabut mondar mandir di atas sana. Jam pun sudah menunjukkan tepat pukul 12 siang. Hawa panas dari teriknya matahari membuat siapa saja menginginkan air dingin untuk menyegarkan tenggorokan mereka.
__ADS_1
Begitupun juga bagi seorang model ternama. Olivia Wilde, yang saat ini sedang menikmati nikmatnya air dingin di cuaca seperti saat ini. Olivia Wilde, adalah seorang wanita yang beruntung bisa menjadi model pengantin dan bahkan masuk nominasi Grammy award, acara yang begitu megah dan menggemparkan dunia.
Semenjak kemenangan Olif dalam acar besar tersebut banyak sekali para pebisnis yang ingin sekali Olif mempromosikan produk mereka. Walaupun mereka harus membayar dengan bayaran yang begitu fantastis hanya untuk satu produk saja.
Seluruh pesaing model Grammy yang kalah atau pun yang menang walau juara dua--- mereka tetap saja sangat iri dengan kemenangan Olif.
Wanita yang saat ini sedang bersiap-siap mempersiapkan dirinya untuk menghadiri acara yang sudah di buat janji beberapa waktu yang lalu. Para perias begitu talenta menghiasi wajah Olif, membuat wajahnya secantik mungkin dan memukau di acara nantinya. Tak lupa dia disuruh memakaikan gaun yang bermerek Gucci agar penampilannya lebih memukau. Walaupun baju itu membuat Olif sedikit risih karena baju yang yang di berikan memperlihatkan sebagian lekuk tubuhnya tapi Olif tidak punya pilihan lain.
Sementara di perusahaan internasional Model Grammy. Para wartawan dan fotografer sudah bersiap-siap berdiri didepan gedung yang berlantai lima puluh itu. Semuanya sedang mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan model ternama di kota yang mereka tinggal. Semuanya sangat antusias, saling berbisik, memuji dan bahkan mengumpat.
Para bodyguard yang sudah terpilih pun untuk menjadi keamanan dan kenyamanan acara berdiri berjenjer di depan pintu utama masuk gedung tersebut.
Bersambung....
__ADS_1
Bab selanjutnya agak sedikit lama jadi mohon untuk bersabar 🥰😘😘