
FB
Malam itu cuaca terasa sedikit panas di area ibukota, bagi orang-orang yang masih berkeliaran diluar ruangan akan merasakan panasnya udara yang akan membuat keringat bercucuran, Namun di ruang tamu Rumahnya Mila dirasakan hal yang berbeda karena adanya pendingin ruangan, disana tengah berkumpul 2 keluarga keluarga yang hendak mempererat tali silaturahmi mereka,
“aku senang kamu menerima perjodohan ini Arjun, aku tak hanya sekedar menjodohkan mereka, tetapi ini juga untuk menyelamatkanmu dengan perusahaanku” ucap Pak Sarman yang menyeruput kopi panas yang telah dibuat bu Saniah,
“Tentu pak, saya menghormati anda seperti bang Gibran menghormati anda” jawab Pak Arjun dengan meremas keduan tangannya, ada kekhawatiran yang terselubung di dalam hatinya, kekhawatiran jika apa yang mereka rencanakan akan gagal dan putrinya harus merasakan perasaan yang hancur.
“Aku sudah menduga, Aliando akan membuangmu seperti ini, dia benar-benar ingin membuang orang-orang yang setia pada Gibran dari perusahaan, tapi aku salut kepadamu, kamu sama sekali tak mundur dari kesetiaanmu pada Gibran, bahkan kamu lebih memilih mundur dari perusahaan dari pada tunduk pada orang itu” ucap pak Sarman yang hanya di dengarkan oleh pak Tito, bu Saniah, dan Mila tanpa ada yang berani bersuara,
“aku tahu seperti apa perjuangan bang Gibran mendirikan perusahaan itu, aku memiliki banyak hutang padanya, hutang hidup dan mati, dan satu-satunya caraku untuk membalas itu semua hanya dengan kesetiaanku” ucap pak Arjun mantap tanpa ragu, pak Sarman kemudian mengangguk pelan dan paham dengan makna ucapan pak Arjun,
Sebuah mobil kemudian datang, dan segera berhenti di parkiran,
“sepertinya dia sudah datang” ucap pak Sarman,
mendengar itu semua, Rita yang sedari tadi menahan rasa gugupnya, sekarang tubuhnya terasa bergetar, jantungnya berdetak kencang, ia kemudian meremas jari-jarinya untuk menenangkan dirinya,
‘kenapa aku jadi begini, aku benar-benar gugup bertemu dengannya’ batin Rita,
__ADS_1
Selang beberapa lama, Masuklah Irman ke dalam ruang tamu itu, semua yang menunggu kedatangan Irman awalnya tersenyum melihat kedatangan Irman, kecuali Rita yang masih menahan rasa gugupnya. Senyuman orang-orang itu mulai berubah ketika di belakang Irman berdiri tegak Vanessa yang mengikuti langkah Irman.
Irman menarik tangan Vanessa untuk mengikuti langkahnya, sementara Vanessa hanya bisa mengikuti langkah Irman tanpa melawan. Irman berjalan menuju arah kakeknya, ia kemudian berdiri tegak di samping kakeknya itu.
“dari awal aku sudah bilang sama kakek kalau aku tidak mau dijodohkan, dan sekarang aku bawa calon istriku, kakek hanya perlu merestui hubungan kami, dan jangan pernah berpikir aku menerima perjodohan ini” tegas Irman,
Rita yang mendengar itu langsung pias, ia bahkan telah memutuskan hubungan dengan kekasihnya untuk perjodohan itu, namun ternyata yang ia dapatkan hanya penolakan,
“berani-beraninya kau menentangku” amarah pak Sarman pun memuncak, Vanessa yang berdiri disamping Irman mulai merasa takut, bulu romanya merinding, tubuhnya terasa gemetar,
“Aku sudah dewasa, aku bisa menentukan mana yang terbaik untuk hidupku, jadi kakek tak usah mengaturku,” suara Irman percaya diri menantang kakeknya, kemudian ia melanjutkan kata-katanya.
“dan satu lagi, anda pak Arjun, jangan pernah berharap saya mau menjadi menantu anda, saya tidak rela memiliki istri seperti putri anda itu, dan jangan pernah berharap saya akan mau membantu anda dari masalah anda sekarang” Ucap Irman seraya menatap tajam ke arah Arjun.
Dengan pernikahan Rita dan Irman, posisi Arjun akan bisa diselamatkan, karena Aliando yang menjadi CEO Adinata group tidak akan mau menyentuh semua yang berkaitan dengan pak Sarman, karena beliau memiliki pengaruh penting pada pemegang saham Adinata group. Oleh karena itu juga Rita secara ikhlas menerima perjodohan itu untuk menyelamatkan ayahnya.
“berani sekali kau berbicara tidak sopan pada Arjun, siapa yang mengajarimu berbicara seperti itu” bentak pak Sarman.
Semua orang yang ada di ruangan itu hanya bisa diam melihat pertengkaran Irman dan Pak Sarman, Irman sendiri tak goyah dengan pendiriannya,
__ADS_1
“aku telah memutuskan untuk menikahi Vanessa, dan jangan berharap aku menikahi orang lain selain dia” ucap Irman, ia kemudian meninggalkan semua orang di ruangan itu dengan menarik tangan Vanessa untuk meninggalkan rumahnya.
Semua orang yang ada di ruangan itu tertegun, pak Arjun dan istrinya sekarang pasrah dengan keadaan, sementara Rita tak mampu membendung rasa sakit hatinya mendengar penghinaan terhadap dirinya dan juga ayahnya.
Setelah kejadian itu, hanya beberapa minggu Ayahnya ditangkap polisi dan persidangan memutuskan Arjun dihukum 12 tahun penjara. Ibunya jatuh sakit, ia mengalami peradangan di jantungnya, sehingga jantungnya mengalami kebocoran dan harus segera dioperasi.
Keluarga Rita seketika hancur, kehidupan bahagianya seketika menjadi neraka yang memahitkan, rasa sakit hatinya perlahan menjadi dendam yang tersimpan mendalam kepada Adinata group yang telah memenjarakan ayahnya, padahal ayahnya telah mengabdi belasan tahun ada perusahaan besar itu, juga dendam kepada Irman dan Cipta Rakarsa yang telah menghina kehormatan ayahnya.
*
Tya,, ibunya Rita tiba-tiba saja pingsan ketika polisi membawa ayahnya, Rita yang panik langsung membawa ibunya ke rumah sakit, setelah beberapa lama menunggu di depan ruang IGD, Seorang dokter menemui Rita di depan pintu IGD.
“ibumu harus segera dioperasi, jika terlambat, dia tidak akan bisa di selamatkan, kebocoran di jantungnya harus segera dioperasi, segeralah bayar uang operasi agar kami dapat segera menolong ibumu” ucap dokter itu pada Rita,
Tubuh Rita langsung melemah mendengarnya, ia sama sekali tidak memiliki uang saat itu, ia juga tidak memiliki asset yang bisa dijual karena telah disita Adinata group, Tubuhnya berjalan sempoyongan menuju halaman depan rumah sakit,
'aku harus gimana sekarang, aku sama sekali tidak punya uang, aku tidak punya apa-apa, tapi ibu harus segera ditolong, aku tidak mau kehilangan ibu, cukup aku kehilangan ayah yang dipenjarakan oleh manusia biadab itu, aku hanya punya tubuhku, apa aku harus menjual tubuhku ini agar medapatkan uang’ batinnya perih menahan semua beban hidupnya.
Rita berjalan sempoyongan tidak tahu arah di halaman rumah sakit itu, hidupnya hancur, ia tak memiliki lagi orang tempat bergantung, tanpa ia sadari ia menubruk punggung seorang laki-laki yang tengah berdiri menatap langit di halaman rumah sakit itu, tubuhnya yang lemah langsung jatuh ke tanah,
__ADS_1
Laki-laki itu lalu memutar badan dan melihat ke arah Rita, ia mendapati Rita dalam kondisi yang berantakan, rambut panjang tidak beraturan, bajunya kusut dan wajah muram,
“maaf, saya tidak sengaja” ucap Rita dengan suara gemetar, laki-laki itu kemudian berlutut dan mensejajarkan wajahnya pada Rita,