
“aku sudah tahu seperti hati Mila kak, aku sudah bicara dengannya, dan dari kata-katanya aku tahu jika perasaanya sangat dalam untuk laki-laki itu, lebih baik mengakhirinya sekarang, daripada nanti kak, mungkin nanti rasa sakitnya akan jauh lebih dalam dari ini”
“kami semua menyayangimu Arya, kakek, ibu, aku, dan Mila hanya butuh waktu untuk menerima dirimu dihatinya, dan juga bang Irman sepertinya juga akan menerimamu di keluarga ini”
“ini semua hanya menunggu waktu kak, dan kalian semua akan membenci ku seumur hidup kalian,” jawab Arya singkat dengan nada datar,
“kenapa?, kenapa kami harus membenci orang sebaikmu?” tanya Vanessa dengan nada bingung karena ucapan Arya.
“apa kamu tidak bisa mengerti kenapa temanku tadi begitu marah ketika melihat kakak?” tanya Arya hati-hati, ia sama sekali tidak ingin membuat Vanessa kembali merasa sedih karena perlakuan Ari.
Vanessa melepas nafas panjang,
“apa ini karena masalah bisnis kalian dengan perusahaan yang dikelola bang irman?” tanya Vanessa, ia berusaha membuang jauh-jauh setiap perlakuan buruk yang ia rasakan dari banyak orang, termasuk Ari, karena kenyataannya, sejak menikah dengan Irman, ia memang cukup sering mendapat perlakuan direndahkan seperti itu,
“suamimu itu sudah terbiasa bermain kotor dalam bisnis ini kak, dan perusahaan ini telah banyak menanggung kerugian, tidak sedikit kerugian yang harus kami tanggung karena permainan kotor bang Irman, bukan hanya temanku tadi yang dendam kak, aku pun sebenarnya juga teramat marah dengan caranya berbisnis” sejenak Arya menjeda kalimatnya, ia mencoba menyusun kalimat yang singkat dan langsung pada intinya tanpa bertele-tele.
“Kak, apa kamu tahu kalau perusahaan itu akan hancur? nggak akan lama lagi perusahaan yang didirikan kakek akan segera hancur kak, dan orang yang telah bekerja lama untuk menghancurkan perusahaan itu adalah temanku tadi, dia memang berkata padaku seperti belum melakukan apa-apa untuk menghancurkan perusahaan itu, tapi aku tahu, dia sudah lama bekerja untuk membuat saham perusahaan itu selalu turun di pasar saham”
Vanessa hanya diam mendengar penjelasan Arya, ia sama sekali tidak paham mengenai persaingan perusahaan dan bisnis yang dijalani suaminya, yang pasti ia dapat menangkap karena ulah suaminya perusahaan Arya menanggung rugi besar dan teman Arya yang di panggil Arya dengan sebutan Ari menaruh dendam besar pada suaminya dan yang terpenting, jatuhnya perusahaan yang dikelola suaminya belakangan ini disebabkan oleh ulah Ari yang ingin menghancurkan perusahaan Cipta Rakarsa.
“apa kakak sudah paham kenapa aku bersikap seperti ini pada Mila?” tanya Arya melirik Vanessa dengan tatapan sendu, Vanessa hanya menggeleng tanpa suara, ia kesulitan menghubungkan permasalahan bisnis dengan rumah tangga Arya,
Arya kemudian menarik nafas panjang dan menghembuskannya,
__ADS_1
“Jika Mila tidak mencintaiku atau hanya mencintaiku setengah hati, ia akan membuangku nanti dan akan membenciku seumur hidupnya, karena aku adalah bagian dari orang-orang yang menghancurkan kakaknya dan juga perusahaan keluarganya, bukan hanya Mila kak, kakek, ibu dan mungkin kamu juga akan membenciku nanti, semuanya hanya menunggu waktu kak” ucap Arya sedih.
“tapi jika Mila mencintaiku sepenuh hatinya, mungkin aku bisa meyakinkannya bahwa ini semua bukanlah keinginanku, tapi memang masalah bisnis yang biasa saling senggol untuk saling menjatuhkan” lanjut Arya,
“Arya, aku tidak akan pernah membenci orang sebaik kamu, kecuali kamu mengkhianati kepercayaan kakek, ibu, dan aku, bisnis adalah bisnis, dan aku tidak peduli dengan hal itu,” jawab Vanessa, ia memang sudah lama tidak peduli lagi dengan bisnis yang dijalankan suaminya, karena yang membuatnya bertahan bukanlah Irman, tetapi keluarga Irman yang masih sangat menyayanginya,
Vanessa hanya mencoba untuk tetap percaya pada Irman dan membuang isu buruk tentang suaminya agar tidak ada pertengkaran di dalam rumah tangganya, dengan tetap menyimpan dengan baik luka dihatinya, selagi ia belum melihat langsung Irman bermain dengan perempuan lain, semuanya akan dianggap isu miring olehnya,
"mungkin kamu bosa menerimaku jika perusahaan itu telah hancur oleh perusahaanku ini, tapi Mila, kakek dan ibu belum tenti sama sepertimu" ucap Arya yang nadanya jelas menunjukkan rasa khawatirnya.
“lalu kenapa kamu pergi?, bukankah kamu bisa membuat Mila mencintaimu sebelum saat itu tiba?” tanya Vanessa.
Arya sebenarnya sudah merasa lelah untuk membahas masalah ini, namun mau gimana lagi, ia tetap harus bisa menjelaskan kepada Vanessa agar Vanessa bisa menerima keputusannya.
“lebih baik pisah dulu kak, agar Mila bisa memutuskannya dengan pikiran yang jernih, kemarin ini dia bersikap seperti itu mungkin karena rasa bersalahnya padaku, tapi sekarang dia bisa mengenali hatinya lebih dalam, ketika tidak ada seseorang pun yang menemani disisinya, pasti hatinyanya akan memilih seseorang yang benar-benar ia cintai untuk segera ia temui” jawab Arya mengatakan apa alasan dibalik keputusannya,
*
Mila sedang memeriksa tugas siswanya di mejanya yang ada di ruangan guru, Syifa yang baru masuk ke ruangan itu menatap tajam ke arah Mila, ia benar-benar dibuat penasaran oleh Mila yang mengaku telah menikah kemarin.
Syifa kemudian memperhatikan ruangan guru itu untuk melihat keadaan, ruangan guru itu tidak terlalu ramai, karena sebagian guru memang sudah pulang, Ia segera berjalan ke arah meja Mila dan duduk di samping Mila,
“belum mau pulang Mil?” tanya Syifa melirik Mila dengan wajah penasaran,
__ADS_1
“belum kak, tadi kak Vanessa bilang ia akan sedikit terlambat menjemputku”
“kenapa bukan laki-laki kemarin yang menjemputmu?” Syifa mencoba memancing Mila untuk bicara terbuka kepadanya,
Deg,,deg,, jantung Mila berdetak kencang dan wajahnya berubah pias,
‘aku benar-benar lelah karena masalah ini, apa sekarang aku harus membicarakannya lagi?’ keluh batinnya,
“kak, kakak tahukan aku mencintai bang Arnes, tapi suamiku tidak mau menerimanya, ia bahkan tidak mau mengerti keadaanku yang telah lama mencintai bang Arnes, dan sekarang kakak tahu, ia memaksaku untuk memilih salah satu dari mereka” ucap Mila melepas bebannya.
“lalu kamu milih siapa?” tanya Syifa penasaran,
“bang Arneslah kak, kami sudah lama menjalin hubungan, kehadiran laki-laki itu tidak akan pernah bisa menggantikan posisi bang Arnes di hatiku”
“jadi dimana salahnya suamimu?” tanya Syifa lagi,
‘apa?, dimana salah Arya?’ pikir Mila bingung,
“Mil, bisa kamu cerita tentang pernikahanmu dulu, agar aku juga paham posisimu sekarang” ucap Syifa dengan wajah penasarannya,
Mila kemudian menarik nafas panjang dan mulai menceritakan semuanya, mulai dari perjodohan dari pak Sarman hingga Arya yang meminta untuk pisah rumah terlebih dahulu,
‘dia telah menikah 3 bulan lebih, dan tidak cerita sama sekali padaku, hebat sekali kamu menyembunyikannya Mil’ batin Syifa kesal kepada Mila,
__ADS_1
“dia egoiskan kak?, dia memaksaku mencintainya dan melepas bang Arnes, padahal sampai detik ini aku masih mencintai bang Arnes, jelas aku akan milih bang Arnes dari pada dia,” ucap Mila penuh emosi,
“Mil, jika kamu ada di posisinya, apa menurutmu yang dilakukannya itu salah?”