
Arya kemudian kembali melangkah ke kamar Mila, ia ingin bertanya kenapa kamarnya di kunci, Ia menghirup nafas panjang dan mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu kamar Mila, belum sempat ia mengetuk pintu kamar itu, pintu itu sudah terlebih dahulu terbuka, Arya terbelalak kaget ketika menyaksikan Mila yang hendak keluar kamar tanpa memakai cadarnya, begitupun dengan Mila yang hendak mengambil minum juga kaget karena ia mendapati Arya tengah berdiri di depan pintu kamarnya.
Untuk beberapa saat, dua insan itu terpaku saling menatap antara satu dengan yang lain, Arya benar-benar dibuat terpana dengan wajah cantik istrinya yang tidak dibaluti cadar itu, kulit putih dengan pipi tirusnya, bibirnya tipis yang membuat siapa pun yang melihatnya pasti akan memuji kecantikannya, belum lagi Mila yang memakai piyama tidurnya, ia terlihat seksi dan menggoda yang bahkan membuat tubuh Arya membeku, lidahnya kelu matanya tak berkedip sedikitpun melihat Mila,
'astagfirullah, Arya, kamu tidak boleh jatuh hati lagi padanya’ batin Arya,
Sementara Mila masih berusaha menenangkan dirinya karena tidak menyangka, laki-laki yang ia tunggu pulang sedang berdiri di hadapannya, ia kemudian melepas nafas lega melihat kehadiran Arya, rasa takut Arya meninggalkannya hilang seketika.
‘tenang Mila, tenang, bersikap baiklah padanya’ batin Mila menenangkan dirinya,
“kamu sudah pulang, masuklah” ucap Mila memecahkan kesunyian diantara mereka ia kemudian membuka pintu kamarnya dengan lebar agar Arya dapat masuk,
‘dia bicara kepadaku, bukankah selama ini dia selalu mengabaikanku’ batin Arya,
“maaf, aku hanya ingin menanyakan kunci kamarku, pintunya terkunci” jawab Arya, ia kemudian menundukkan kepalanya agar tidak melihat wajah cantik Mila,
“ini kamarmu kan, jadi masuklah” ucap Mila lagi, ia kemudian masuk ke dalam kamarnya dan duduk di ranjangnya, sementara Arya masih berdiri terpaku, ia diam keheranan,
‘kamarku?, apa dia baik-baik saja’
Arya kemudian masuk dan berdiri di dekat meja rias Mila, ia kemudian melihat istrinya itu dengan wajah keheranan, dan lagi, wajah cantik Mila membuat jantung Arya berdetak jauh lebih cepat dari biasanya.
‘kalau begini bagaimana aku bisa ikhlas melepasnya’
Mila kemudian menatap wajah Arya, wajah yang diperhatikannya itu terlihat lelah dan sedikit lebih gelap dari terakhir ia bertemu, karena memang berpanasan ketika mendaki membuat kulit Arya menjadi sedikit lebih gelap dari biasanya,
“kamu sepertinya lelah, mau mandi dulu?, aku akan siapkan air hangat untukmu” Mila kemudian bangkit dan berjalan menuju ke kamar mandinya, sementara Arya masih diam, mencoba mencerna apa yang telah terjadi hari itu dengan Mila.
Selang beberapa lama Mila keluar dari kamar mandinya, ia mendapati Arya diam membeku yang masih berdiri serupa saat ia meninggalkannya ke kamar mandi,
“airnya sudah siap, handukmu ada di dalam, jadi mandilah segera”
Arya sejenak menatap Mila, dengan perasaan ragu dan bingung, ia kemudian masuk ke dalam kamar mandi, ia segera melepas semua pakaiannya dan berendam di bath up yang telah diisi Mila dengan air hangat, ia menikmati sensasi air hangat itu sembari tetap memikirkan apa yang terjadi dengan Mila,
'kenapa dia tiba-tiba berubah begini’ batinnya kebingungan.
Mila masih memainkan jari di ponselnya dengan bersandar di ranjangnya, ia masih menunggu Arya selesai dari kamar mandi,
__ADS_1
‘aku harus berusaha menjadi isteri yang baik sekarang, entah aku bisa atau tidak, yang jelas aku masih mencintai bang Arnes, tapi kenapa semua orang menentang perasaanku, kak Vanessa, ibu dan tadi bang Irman, kenapa mereka tak mau mengerti sedikit saja tentang perasaanku ini’ sedih Mila,
Arya baru saja menyelesaikan kegiatan mandi malamnya, saat ia hendak membuka pintu kamar mandi, ia ingat bahwa ia sedang berada di kamar Mila, matanya melirik bingung kepada tubuhnya sendiri, ‘sialan, aku tidak bawa baju, aduhh, gimana ini?’
Arya kemudian membuka pintu kamar mandi itu sedikit, dan kemudian memanggil Mila,
“Mil, kamu bisa bantu aku, aku lupa membawa pakaianku, bajuku ada di lemari di kamarku” ucap Arya dengan mengeluarkan kepala dari pintu kamar mandi,
“tunggu sebentar ya” ucap Mila, ia lalu bangkit dan menuju lemarinya,
“kamu mau pakai baju yang mana?” tanya Mila kebingungan melihat baju Arya yang telah tertata rapi di lemarinya.
“yang mana aja Mil, terserah kamu” jawab Arya,
“kamu tidak punya piyama tidur?” tanya Mila yang masih kebingungan memilih baju bagi Arya,
Arya pun kebingungan untuk menjawab, selama ini ia tidak pernah memperhatikan pakaian tidurnya, baginya memakai baju apapun dia bisa tidur, dia hanya perlu membaringkan badannya dan menutup matanya dan kemudian ia akan terlelap tidur,
“tidak, aku tidak punya”
Mila kemudian mengambil salah satu baju Arya yang menarik baginya, ia kemudian juga mengambil celana Arya dan ketika memilih dalaman Arya, wajahnya langsung berubah memerah karena malu,
Mila lalu memberikan pakaian itu kepada Arya, dan setelah selesai berpakaian Arya keluar dari kamar mandi dengan masih mengeringkan rambutnya dengan handuk. ia kemudian duduk di kursi meja rias Mila dan mendapati laptop dan dokumennya yang telah ada disana,
'apa dia memindahkan semua barangku?’ batinnya bingung,
“kamu kemana aja 3 hari ini, kenapa tidak pulang?” tanya Mila dengan nada ragu,
'Kenapa dia tiba-tiba peduli denganku, baru kali ini dia bertanya aku pergi kemana'
“aku pergi mendaki dengan temanku”
Mila melirik wajah Arya untuk memastikan suaminya itu tidak berbohong, dan dia melihat wajah letih Arya yang sama sekali tidak menunjukkan kebohongan disana.
“siapa temanmu? perempuan?” selidik Mila, ia benar-benar takut jika Arya pergi dengan perempuan lain,
“nggak lah, temanku laki-laki. Mil, apa kamu memegang kunci kamarku?, aku mau tidur” ucap Arya yang masih canggung pada Mila.
__ADS_1
Mendengar ucapan Arya, Mila kemudian menggeser tubuhnya ke sisi ranjang yang lain, Ia kemudian memberikan ruang untuk Arya di ranjangnya,
“tidurlah disini” ucap Mila datar, ia seperti kehilangan rasa hormatnya ketika meminta seorang laki-laki tidur seranjang dengannya, tapi hal itu memang harus ia lakukan.
Arya yang mendengar ucapan Mila kemudian memberikan tatapan tajam ke isterinya seolah tak percaya dengan apa yang dia dengar,
“tidak, aku tidak bisa, aku tidak mau melanggar kesepakatan kita”
“kesepakatan kita batal, jadi sekarang ini kamar kita, dan ini ranjang kita” jawab Mila,
‘ya Allah, apa aku seperti wanita penggoda dengan ucapanku barusan, aku mengatakan ini ranjang kita pada laki-laki ini’
“Batal? maksudmu apa?”
“tidurlah disini, aku sudah berbaik hati berbagi ranjang untukmu” dengus Mila kesal dengan Arya yang masih saja bertanya padanya, padahal ia telah merasa dirinya begitu rendah mengajak laki-laki untuk tidur seranjang dengannya.
“tidak, aku tidak mau” jawab Arya,
“terserah kamu, aku capek, mau tidur” Mila lalu membaringkan tubuhnya dan kemudian menarik selimut untuk menutupi badannya,
‘aku nggak mau menjadi wanita penggoda dengan memintanya tidur di ranjangku, nanti juga dia tidur disini, kamarnya kan dikunci ibu, jadi mau tidak mau dia pasti akan tidur disini’ batin Mila,
‘ternyata sikap baiknya tadi hanya dibuat-buat saja, ku kira dia benar-benar berubah’ batin Arya, ia kemudian bangkit dan keluar dari kamar Mila,
Mila belum bisa tidur, ia beberapa kali mencoba memejamkan matanya, namun ia tetap tidak bisa tidur, perasaan takut itu kembali datang karena Arya tak kunjung kembali ke kamarnya,
‘dia tidak pergi lagikan?, kenapa dia dia tak kembali juga?’
Mila kemudian bangkit dan keluar dari kamarnya, ia hendak mencari Arya yang kembali membuatnya merasa takut kehilangan,
Ia menuju lantai 2 mencari Arya di setiap ruangan yang ada disana, namun ia tidak dapati keberadaan Arya, Ia kemudian turun dan menuju ruang tamu, disana ia mendapati Arya tengah tertidur di atas sofa, Seketika ia menghembuskan nafas lega karena ia benar-benar takut Arya akan meninggalkannya lagi,
Mila kemudian duduk di sofa yang berseberangan dengan Arya,
'entah mengapa aku seperti ini, aku masih sangat mencintai bang Arnes, tapi aku begitu takut kehilangan dia,' gumam Mila,
Mila memperhatikan wajah Arya yang tampak keletihan,
__ADS_1
'kalau diperhatikan seperti ini, dia terlihat lebih tampan dari bang Arnes, tapi sepertinya dia tidak terlalu pandai merawat diri dan berpenampilan yang menarik, jadi ketika di luar ia terlihat biasa saja’ batin Mila yang menatap panjang ke arah Arya, tanpa ia sadari tubuhnya melemah dan ia tertidur pulas di sofa itu.