Menikah Karena Janji

Menikah Karena Janji
Dia Bakalan Pulang


__ADS_3

“dia egoiskan kak?, dia memaksaku mencintainya dan melepas bang Arnes, padahal sampai detik ini aku masih mencintai bang Arnes, jelas aku akan milih bang Arnes dari pada dia,” ucap Mila penuh emosi,


“Mil, jika kamu ada di posisinya, apa menurutmu yang dilakukannya itu salah?”


Mila sejenak terdiam memikirkan pertanyaan Syifa, ia mencoba memposisikan dirinya berada pada posisi Arya dimana dia selalu menjaga hatinya dari laki-laki manapun, kemudian menikah dengan seorang laki-laki yang ternyata mencintai perempuan lain, bahkan laki-laki itu bermesraan dengan perempuan lain dihadapan matanya tanpa berdosa dan mengatakan agar tidak berharap pada pernikahan mereka,


“aku tahu sakit kak, dia pasti benar-benar sakit hati padaku,” jawab Mila pelan dengan nada bersalah,


‘jika aku diposisinya pasti aku akan langsung minta cerai, tapi sepertinya dia masih berbaik hati padaku untuk mengasih aku kesempatan berpikir sekarang,’


“Mil, jika kamu masih mencintai Arnes, itu wajar saja menurut kakak, tapi suamimu juga tidak salah menuntut kamu melupakan Arnes dan mencintainya, karena cintamu adalah haknya Mil, dan sekarang coba kamu pikirkan, apa suamimj itu telah memenuhi kriteria suami yang kamu inginkan? jika sudah, maka pilihlah dia Mil, karena belum tentu Arnes akan sesuai dengan kriteria keinginan kamu nantinya, tapi jika dia tidak memenuhi kriteria yang kamu inginkan, mungkin kamu memang harus memilih Arnes,” jelas Syifa mengutarakan pandangannya.


Mila hanya diam mendengar ucapan Syifa yang terasa menusuk hatinya, padahal ia telah mantap memilih Arnes dan bercerai dengan Arya karena ia merasa sakit hati setelah Arya meninggalkannya, padahal ia telah memohon dengan merendahkan dirinya agar Arya mau memberinya kesempatan.


“Mil, semua keputusan ada ditanganmu, toh kenyataannya, hati dan cinta sangat sulit untuk dikendalikan dan kita tidak bisa memilih untuk memberikannya pada siapapun, hati kita pasti akan memilih sendiri kepada siapa ia akan bersandar.”


Mila dan Syifa kemudian mengakhiri pembicaraan mereka karena Vanessa sudah menchat Mila jika ia sudah sampai di depan gerbang sekolah Mila.


Vanessa tengah menunggu Mila di dalam mobilnya, setelah dari kantor Arya, ia segera menuju sekolah Mila karena memang jam sudah menunjukkan waktu pulang sekolah, Ia hanya bisa berharap Mila dapat berpikir jernih dan memilih Arya, ntah mengapa ia merasa yakin jika Arya adalah laki-laki yang baik untuk Mila.


Setelah menghubungi Mila dan memberi tahu ia sudah di depan gerbang, Vanessa sejenak menatap seberang gerbang sekolah itu, ia memperhatikan anak-anak sekolah yang tampak ceria bersama orang tua mereka, perasaan sakit serasa menusuk hatinya,


‘seandainya aku bisa memberinya anak, pasti dia tidak akan seperti sekarang, ia pasti seperti dulu lagi, mencintaiku dan menyayangiku sepenuh hatinya, kenapa Tuhan, kenapa aku tidak bisa menjadi perempuan yang sempurna untuk suamiku sendiri, bahkan ketidak sempurnaanku telah menghancurkan hidupnya’ batin Vanessa menahan pilu.


Mila kemudian masuk ke dalam mobil, ia mendapati wajah Vanessa yang tidak seperti biasanya,


‘apa kak Vanessa masih kecewa dengan kepergian Arya?’


“kakak dari mana aja?, kok sampai terlambat jemput aku sih?” tanya Mila membuka pembicaraan di dalam mobil.

__ADS_1


“kantor Arya Mil”


Mila kaget mendengar jawaban Vanessa seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar.


“kakak serius?, ngapain kakak kesana?”


“untuk meminta penjelasannya Mil,” jawab Vanessa singkat,


Mila yang mendengarnya lebih memilih diam, karena ia masih merasakan sakit hatinya karena merasa dicampakkan oleh Arya, padahal ia telah memohon untuk tetap bersama dan memberinya kesempatan untuk berubah.


“Mil, jangan pernah memilih Arnes Mil, kakak mohon” ucap Vanessa dengan nada penuh harap pada Mila.


Mila yang mendengar itu dibuat tak percaya, ia kemudian menatap tajam ke arah Vanessa,


“aku sudah tidak ingin lagi melanjutkan pernikahan ini kak, aku lebih memilih bang Arnes daripada laki-laki itu” ucap Mila dengan dingin, ia berusaha menutupi keinginan hatinya yang sebenarnya masih menginginkan Arya kembali ke rumahnya.


Vanessa kembali mengingat ucapan Arya yang mengatakan Mila pasti akan membencinya jika tahu perusahaan Arya lah yang membuat kondisi perusahaan pak Sarman mendekati kebangkrutan.


Ketika Mobil Vanessa sudah sampai di rumah, mereka mendapati bu Saniaah tengah duduk di teras depan seorang diri. Vanessa dan Mila segera menghampiri bu Saniah setelah memarkir mobil.


“kamu baru pulang ngajar Mil?” tanya bu Saniah tersenyum melihat Vanessa dan Mila,


Mila lalu menjawab Iya pertanyaan bu Saniah dan mengajak bu Saniah masuk dari pintu teras samping.


Mereka telah duduk di meja makan, dan Vanessa kemudian menyiapkan teh untuk Mila dan Vanessa,


“Minum teh dulu ya bu, aku belum sempat masak tadi” ucap Vanessa sembari meletakkan segelas teh hangat di hadapan bu Saniah dan segelas lagi di hadapan Mila.


“nggak apa-apa sayang” ucap bu Saniah yang tersenyum penuh hangat pada Vanessa, senyuman yang membuat Vanessa masih bertahan di rumah itu.

__ADS_1


“ada apa ibu tiba-tiba datang kesini?” tanya Mila pada bu Saniah,


Bu Saniah kemudian menghirup sedikit teh buatan Vanessa sebelum menjawab pertanyaan Mila,


“ibu mau ketemu Arya,” jawab bu Saniah santai, namun Vanessa dan Mila yang mendengarnya dibuat kelabakan tak tahu harus menjawab apa.


‘ya Tuhan, baru 2 hari lalu aku bilang pada ibu dan kakek kalau aku dan Arya bahagia dengan pernikahan ini, kalau ibu tahu yang sebenarnya, ia pasti benar-benar marah kepadaku’ batin Mila bingung dengan keadaannya saat ini.


Melihat Mila yang hanya diam, Vanessa akhirnya berinisiatif untuk menjawab,


“Arya lagi kerja bu, mungkin dia bakalan pulang malam,” jawab Vanessa dengan nada ramah, ia tidak ingin permasalahan Mila dan Arya diketahui oleh bu Saniah, karena ia masih memiliki harapan besar pada hubungan Arya dan Mila akan selesai dan mereka kembali dapat bersatu dengan perasaan saling mencintai, walaupun sejatinya hal tersebut seperti sulit untuk di penuhi.


Mila menatap bingung ke arah Vanessa mendengar apa yang diucapkan Vanessa.


‘apa rencana kak Vanessa, kenapa mesti berbohong pada ibu,?'


“bu,” lirih Mila pelan,


“kenapa Mil?”


“apa ibu tidak bisa menerima bang Arnes sebagai menantu ibu?” tanya Mila hati-hati, ia sebenarnya takut menanyakan hal itu pada bu Saniah, tapi ia juga sudah yakin untuk mengakhiri hubungannya dengan Arya, walaupun Arya pergi untuk memberinya kesempatan untuk menenangkan diri agar memutuskan dengan pikiran jernih, namun baginya kepergian Arya adalah bentuk isi hati Arya yang sebenarnya ingin mengakhiri pernikahan mereka.


“kamu sudah bersuami, jadi jangan pikirkan lagi laki-laki lain” jawab bu Saniah tegas,


Vanessa kemudian melirik Mila dengan mata kesal, ‘seperti apa lagi aku harus memohon padamu Mil, jangan pilih laki-laki itu’ batin Vanessa.


“bu, bukankah ibu dulu menentang kakek karena perasaan cinta, apa aku salah jika melakukan hal yang sama sekarang?” tanya Mila, ia berusaha mendapatkan dukungan bu Saniah.


“bukankah kamu tahu kalau ibu menyesali semuanya sekarang”

__ADS_1


“Ibu tidak bisa menyamakan bang Arnes dengan ayah bu,”


__ADS_2