Menikah Karena Janji

Menikah Karena Janji
Bukan Suami


__ADS_3

FB


“Mil, aku chat kamu dari tadi tidak kamu balas, aku telfon juga tidak kamu angkat, aku mau bicara sayang” ucap Arnes mengikuti langkah Mila. Sementara Vanessa melihat Mila dan Arnes dengan menghirup nafas panjang.


Arnes kemudian menarik tangan Mila karena Mila tak menghiraukannya. Tarikan itu membuat Mila membalikkan badannya dan wajahnya hampir bersentuhan dengan wajah Arnes.


“aku merindukanmu sayang” ucap Arnes sembari melepas cadar Mila. Mila pun hanya diam, ia membiarkan Arnes membuka cadarnya tanpa melawan.


Vanessa melihat itu dengan perasaan kaget, ia seakan tidak terima melihat Arnes dengan lancang menarik melepas cadar Mila, 'apa seperti ini kelakuan pria baik dan soleh yang di bilang Mila' batinnya tidak percaya dengan perbuatan Arnes. Walaupun ia pernah bertemu Arnes sebelumnya, namun ia tidak mengenal betul seperti apa karakter Arnes sebenarnya.


“aku lebih suka kamu tanpa cadar ini, wajah cantikmu indah terlihat” ucap Arnes dengan tulus dengan mata yang melihat wajah putih mulus Mila dengan penuh gairah.


“aku besok akan menikah bang” ucap Mila dengan gemetar lalu melepaskan tangan Arnes dari tangannya.


“aku tahu Mil, tapi tenang saja, aku punya satu rencana untuk ini semua, kita akan memperjuangkan cinta kita sama-sama”


Mila terdiam, dan memandang wajah Arnes dengan dalam, “rencana apa bang?” tanya Mila.


“Mil, kamu besok akan menikah dengan orang pilihan kakekmu, dan aku tahu, aku tidak bisa mencegahnya, Mil, kamu jangan pernah mau tidur dengan laki-laki itu, jangan pernah sekamar dengannya, buatlah ia tidak nyaman di rumah ini, dan tunjukkan pada kakek bahwa kamu tidak bahagia dengannya, dan nanti pada akhirnya dia pasti akan menceraikanmu karena tidak nyaman dan untung-untung kakekmu yang akan memintanya untuk menceraikanmu” jelas Arnes pada Mila tentang apa yang telah ia rencanakan, sementara Vanessa yang mendengarnya dari  pintu teras samping menatap Arnes dengan wajah tidak suka.


FB end.


Rencana itulah yang saat ini dijalankan Mila, ia mengabaikan nasehat kakak iparnya untuk membuka hati bagi Arya. Mila lebih memilih menyerahkan hatinya pada Arnes dan menutup pintu hatinya serapat mungkin untuk Arya.


“katakan apa yang ingin kamu katakan” ucap Mila datar, namun kalimat itu seperti membunuh hati Arya karena merasa kehadirannya memang tidak inginkan.


“maaf, aku tahu kamu tidak menginginkan kehadiranku dalam hidupmu” ucap Arya singkat dengan penuh kegetiran dalam hatinya.


'Arya, lo harus kuat, lo udah tahu dari awalkan, bahwa kejadiannya pasti kayak gini’ batin Arya yang menahan rasa getir di hatinya, ia memendam kegetiran hatinya hingga membuat hatinya begitu kalut saat ini.


“baguslah kalau kamu sudah sadar, kita buat kesepakatan sekarang” ucap Mila dengan nada yang mulai menekan.


'maaf kak, aku akan tetap melaksanakan rencana ku dan bang Arnes, hatiku hanya untuk bang Arnes, bukan untuk siapapun’ batin Mila.

__ADS_1


“kesepakatan,? kesepakatan apa?” tanya Arya yang bingung dengan ucapan Mila.


Mila kemudian berdiri dari ranjangnya, ia kemudian melangkah ke lemarinya dan mengeluarkan selembar kertas dan sebuah pena. Ia berjalan ke arah Arya dan mulai menulis di atas meja riasnya. Sementara Arya masih kebingungan melihat Mila. ‘mau apa anak ini’ batinnya.


“ini kesepakatan kita, pertama, kamu tidak boleh tidur di kamarku, kita pisah ranjang” ucap Mila dengan nada penuh penekanan sembari menulis di kertas tersebut.


Mata Arya membelalak kaget mendengar ucapan Mila, ‘apa-apaan ini, kenapa aku yang diusir’ batin Arya memprotes.


“dua, tidak ada hubungan suami istri diantara kita,” ucap Mila lagi dan langsung menulisnya.


‘apa?, lalu apa untungnya bagiku menikahi anak ini’ batin Arya yang merasa geram.


“tiga, tidak ada yang boleh tahu tentang pernikahan ini, selain orang yang telah tahu sekarang” lanjut Mila dan langsung menulisnya.


“lalu bagaimana jika orang tahu tanpa kita kasih tahu?” tanya Arya.


“itu pengecualian” jawab Mila simpel.


“lima, urus urusan masing-masing, dan jangan ikut campur dengan urusan yang lain.” lanjut Mila dan langsung menulisnya.


“enam, tidak ada yang boleh tahu tentang kesepakatan ini selain kita berdua” lanjut Mila dan langsung menulisnya dan Mila langsung membubuhkan nama dan tanda tangannya.


“kamu bilang mau buat kesepakatan, kenapa kamu sendiri yang putuskan semua isinya?” tanya Arya heran melihat ke arah Mila.


“diam, dan tanda tangan, jangan banyak bicara” ucap Mila tegas.


“seharusnya ada negosiasi disini, kau merenggut banyak hakku sebagai seorang suami’ kesal Arya


“suami, kamu pikir aku mau jadi istrimu” ketus Mila


Arya terdiam, ntah mengapa hatinya begitu sakit mendengar ucapan Mila.


Ia kemudian mengambil pena yang sudah diletakan Mila dan menandatangani kesepakatan sepihak yang dibuat Mila.

__ADS_1


“ok, kamarmu di kamar belakang, sekarang keluarlah dari kamarku” ucap Mila yang meninggalkan Arya dan berpindah ke ranjangnya


Arya hanya diam dan tidak mau mendebat Mila lagi, ia bangkit dan melepas cincin nikahnya, kemudian menaruhnya di atas meja, Mila hanya heran melihat tindakan Arya.


‘kenapa? apa dia sangat marah dengan kesepakatan ini, sampai melepas cincin nikah segala, padahal belum ada satu jam dia memakainya’ batin Mila


“simpanlah, laki-laki nggak boleh memakai emas, jika aku yang simpan, nanti bisa hilang, aku nggak biasa menyimpan barang-barang seperti cincin ini, apa lagi cincin ini sangat berharga bagi kakekmu” Arya kemudian berjalan ke arah pintu kamar Mila, ia kemudian keluar.


Mila menghirup nafas panjang, ia kembali berdiri menuju meja riasnya, mengambil cincin yang ditinggalkan Arya. Mila kemudian melepas cincin pernikahan yang ia pakai, serta juga melepas gelang mahar nikahnya, kemudian menyimpannya di laci pada kotak khusus. Gelang dan cincin itu sangat berharga baginya, karena itu merupakan pemberian kakek yang sangat ia cintai.


Kemudian Mila melepas cincin, gelang dan kalung yang menjadi hadiah pernikahan dari Arya. Ia melihat perhiasan itu dengan tatapan panjang.


‘sepertinya ini sangat mahal, berapa harga perhiasan ini? apa dia kaya hingga mampu membeli perhiasan semahal ini’ batin Mila, ada satu rasa sesal di hati Mila telah memperlakukan suaminya sendiri dengan cara yang tidak pantas seperti tadi,


Namun Mila segera membuang jauh perasaan itu, karena memang itu yang telah direncanakannya dari awal. ia  menyimpan perhiasan itu dan kembali ke ranjangnya. Mila kemudian mulai asik dengan memainkan ponselnya.


‘bang, aku sudah menjalankannya sesuai rencana kita’ chat Mila pada Arnes.


Mila pun tersenyum melihat balasan Arnes, ‘ok, sayang, jaga dirimu untukku’ balas Arnes


Arya keluar dari kamar Mila dan menutup kembali pintu kamar tersebut, ia melangkah ke arah Vanessa yang tengah asik memotong bawang untuk segera masak, karena memang jam makan siang mereka sudah lewat sebenarnya.


“kak, bisa bantu antar aku ke kamar belakang” suara Arya terdengar pelan.


“eh, Arya, mau ngapain ke kamar belakang” Vanessa tersenyum melihat Arya yang berjalan ke arahnya.


“istirahat kak, aku mau tidur sebentar” jawab Arya yang memperhatikan apa yang dilakukan Vanessa di dapur itu.


“apa Mila yang menyuruhmu ke kamar belakang?” Vanessa melihat wajah Arya yang tampak lesu dengan tatapan prihatin.


“bukan, aku tidak biasa tidur dengan orang yang baru ku kenal, jadi aku rasa lebih baik aku tidur sendiri dulu untuk beberapa waktu” Arya masih memperhatikan kondisi dapur Vanessa. ‘apa anak itu juga bisa masak seperti kak Vanesssa ini?’  batin Arya yang masih memikirkan Mila.


‘kenapa kamu masih bela Mila Arya?, aku tahu, Mila pasti mau menjalankan rencana Arnes terhadapmu, jika seperti ini kamu hanya akan jadi korban dari keegoisan keluarga ini Arya, keegoisan kakek dan Mila, bahkan Mila sampai hati menyuruhmu tidur di kamar pembantu’ batin Vanessa yang merasa iba dengan Arya.

__ADS_1


__ADS_2