
“Mil, jika kamu punya waktu luang, pergilah dengan Arya untuk menemui orang tuaku, jangan sampai mereka yang datang kesini hanya untuk melihatmu,”
“mereka juga orang tuaku” protes Arya karena kalimat Tomy yang menyebut kalimat orang tuaku.
“iya aku tahu” sungut Tomy pada Arya,
“satu lagi, aku sudah bilang untuk sopan pada kakak iparmu, kamu masih saja ngeyel”
“dia adik iparku, bukan kakak iparku” jawab Tomy
“aku lebih tua darimu, jadi dia kakak iparmu”
Vanessa dan Mila kembali mengernyitkan dahinya karena masalah ini kembali terjadi, entah kenapa dua orang bersaudara di depan mereka selalu saja mempermasalahkan siapa yang lebih tua dari mereka.
“aku yang lebih tua, bersikap sopanlah kepadaku” ucap Tomy
“apa-apaan kamu ini”
“kalian ini apa-apaan sih” Mila yang selalu diam dihadapan mereka akhirnya buka suara, semua orang yang di dalam mobil tentu saja kaget dengan sikap Mila yang tidak biasanya bersuara sekeras itu.
“masalah kakak adek, masa kalian nggak tahu siapa yang tua dan siapa yang muda, emang kalian kembar? nggak kan, truss kalian beda berapa tahun ha? atau kalian Cuma beda beda hari, hebat sekali ibu kalian bisa hamil beberapa hari truss anaknya lahir lagi, setiap kalian bertemu selalu saja mempermasalahkan hal ini"
Arya dan Tomy hanya diam, mereka sama sekali tidak minat menanggapi Mila yang bersuara setengah emosional,
“kenapa diam?”
“masalahku bukan urusanmu” jawab Arya simpel,
Deg, Mila merasakan sesuatu yang sakit menyelinap jauh ke lubuk hatinya,
'apakah ini rasanya tidak dianggap oleh suami sendiri, apa dia selalu merasakan hal ini ketika aku selalu bicara bukan urusanmu kepadanya'
Mila benar-benar merasa sakit di dalam hatinya. Walau ia selalu mengelak dengan egonya bahwa Arya bukan orang yang ia cintai, tapi tetap saja kebersamaan dalam satu rumah telah membuat hatinya perlahan mulai melunak, belum lagi ditambah oleh rasa bersalah di dalam hatinya karena merebut hak suaminya yang membuat Arya berada dalam kondisi yang sulit di tengah keluarganya.
__ADS_1
“kalau begitu terserah dia mau memanggilku apa, mau manggil nama, atau kakak, itu terserah dia, itu juga bukan urusanmu kan?” balas Mila mendengus kesal.
“itu urusanku, karena aku kakaknya, dan masalah kami kakak adik itu bukan urusanmu” jawab Arya ketus.
Vanessa yang sedari tadi hanya memperhatikan keadaan mulai merasa gerah. Ia menemukan kepribadian yang berbeda dari Arya yang selama ini ia kenal.
'apa ini karakter dia sebenarnya, selama ini ia hanya tertekan di rumah sehingga selalu diam, dan ketika ada di samping Tomy akhirnya karakter aslinya keluar?'
“aku kakakmu, dan kamu adikku” balas Tomy yang tidak terima dengan perkataan Arya,
“jangan mulai lagi pertengkarannya, atau aku dan Mila akan pulang” suara Vanessa keluar dengan nada dingin.
Arya hanya santai dengan ancaman Vanessa, karena ia tahu Vanessa takkan sampai hati menggagalkan acara lamaran Tomy, berbeda dengan Tomy yang jantungnya berdetak kencang karena takut acara lamarannya akan batal jika Mila dan Vanessa memutuskan untuk pulang.
'ya Allah, lancarkanlah lamaran ku ini’
“santai aja kak, kami dari dulu memang kayak gini” jawab Arya santai.
*
“cari siapa ya?” tanya remaja itu melihat kedatangan 4 orang yang tidak dikenalnya.
“Bapaknya ada dek?” tanya Arya,
“oo bapak, tunggu sebentar ya mas” ucap gadis itu sembari masuk mencari ayahnya.
“kok cari bapaknya sih?” tanya Tomy heran pada Arya,
“kalau kamu melamar, ya bicara sama bapaknya, bukan anaknya” ketus Arya.
Selang beberapa lama, datang lah seorang perempuan muda, ia juga berkulit putih, berambut panjang yang di ikat rapi sehingga memperlihatkan leher jenjangnya yang indah, bibirnya tipis merah, dan pipinya merah merona,
“Tomy, akhirnya kamu datang juga” ucap perempuan itu yang tampak senang dengan kedatangan Tomy,
__ADS_1
“Abel?” ucap Mila spontan,
Semua orang yang disana kembali kaget oleh suara Mila, terutama Arya dan Tomy yang sebelumnya mengenal Mila hanya sosok pendiam yang tidak mau peduli dengan orang lain.
“maaf siapa ya” jawab perempuan itu yang heran melihat Mila, ia memang tidak bisa mengenali Mila, karena wajah Mila tertutup oleh cadar.
“Abelystia Fauziah, benarkan?” ucap Mila lagi,
“iya, maaf siapa ya?” tanya gadis itu lagi,
“ini aku, Mila, Mila dewi, keluarga Rakarsa” jawab Mila,
“Mila?, astaga, kamu jauh sekali berubah sekarang”
Akhirnya mereka masuk ke ruang tamu, dan disanalah Mila yang pendiam tampak bicara lepas dengan Abel, teman lamanya, mereka akhirnya bercerita bahwa mereka adalah teman dekat ketika SMP dan SMA karena satu sekolah, dan bahkan mereka sampai 5 tahun sekelas bersama.
Abel bercerita betapa takjubnya melihat perubahan Mila, padahal dulu ketika bersekolah Mila terbiasa berpakaian terbuka dan sekarang penampilannya berubah drastis dengan wajah yang dibalut cadarnya.
Terkadang ketika bertemu teman lama selalu membuat kita terkenang akan masa lalu yang indah, sehingga kita akan banyak bercerita tentang kenangan itu, dan orang yang ada disekitar kita hanya bisa mendengarkannya, begitu juga yang terjadi antara Mila dan Abel,
“wah, aku tak menyangka kamu akan lebih dulu menikah dariku” ucap Abel ketika mendengar penjelasan Mila tentang hubungannya dengan Tomy, ada rasa gugup untuk Mila menceritakan bahwa ia telah menikah, namun akhirnya ia memang harus mengatakannya, karena memang hanya itu ikatan antara ia dan Tomy.
Percakapan mereka akhirnya terhenti ketika ayah Abel datang dari dalam untuk menemui mereka. Tanpa basa basi, dengan semangat Abel langsung memperkenalkan Tomy, Mila dan juga Vanessa dan Arya. Suasana sedikit hening sejenak, Tomy tampak begitu gugup disana, tangannya terlihat sedikit gemetar, Arya yang duduk disampingnya berusaha menahan tawanya melihat sikap Tomy.
'kalau bisa, akan ku rekam tanganmu yang gemetar itu' batin Arya.
Arya kemudian langsung membuka pembicaraan, dan kemudian pembahasan semakin serius. Hingga akhirnya di putuskanlah bahwa Pernikahan Tomy dan Abel akan dilaksanakan 4 bulan lagi, keputusan yang disambut gembira oleh kedua keluarga.
Setelahnya Arya mengantar Mila dan Vanessa pulang terlebih dahulu, kemudian ia mengantar Tomy ke kontrakannya, ada satu pesan Tomy yang membuat Arya kembali merasakan posisi sulitnya,,
“aku akan menikah 4 bulan lagi, temuilah orang tuaku sebelum aku menikah, jangan buat kesalahan lagi Arya”
Arya kemudian mengantar mobil Ari dan menjemput motornya, selama perjalanan pulang, ingatannya selalu terbayang pada dua orang yang telah membesarkan dirinya tanpa meminta imbalan sepeser pun, dua orang yang begitu sangat ia cintai, dan dua yang telah ia kecewakan.
__ADS_1
“semoga Mila mau ikut bertemu dengan paman dan bibi” harap Arya.