
Masih di Australia.
Olif dengan sedikit gugup mengayunkan langkah kakinya di
karpet merah tersebut diikuti dengan
pandangan yang menunduk ke bawah. Silawan cahaya lampu dari pemotretan membuat
manik-manik matanya berkedip dengan cepat tidak seperti biasanya.
Kecantikan dan paras wajah Olif yang terlihat seperti
campuran Asia dan Eropa berhasil membuat dirinya jadi perbincangan hangat dari
sebagian wartawan.
“Siapa dia?? Aku tidak melihatnya sebelumnya. Dia sangat
cantik dan mempesona.” Bisik karyawan A.
“Apa kamu tidak membaca berita trending tadi siang..? Dia
adalah model pengganti dari perusahaan The Modeling Grup, Model utamanya masuk
ke rumah sakit karena mengalami kecelakaan hebat tadi pagi. Aku juga sangat
terkejut, aku pikir model penggantinya akan jelek tapi teryata salah dia sangat
cantik bahkan melebihi model utama.:” bisik wartawan B. Begitulah bisikan halus
dari para karyawan, bisikan itu terus saja terjadi hingga sampai Olif lenyap
dari pandangan mereka.
Olif yang kini sudah berada di ujung karpet pun bernafas
lega, rasanya dia seperti habis melewati tebing yang sangat jurang. Hingga
beberapa saat datang seorang wanita yang umurnya tidak beda jauh dengan dirinya
menghampiri Olif.
“Nona Olivia..??” Panggil perempuan itu yang langsung saja menghentikan
langkahnya tak kala ia sudah berada tepat di depan model pengganti itu, dengan
seulas senyuman mengembang perempuan itu langsung saja memperkenalkan dirinya
sebagai manager dari perusahaan The Modeling Grup.
“Perkenalkan nama saya Leah, saya manager dari perusahaan
The Modeling Grup yang akan membantu anda dalam acara fashion show malam ini”
ucap perempuan itu sedikit menunduk tanda penghormatannya.
Olif terdiam untuk beberapa saat, dia tidak tau apa yang
harus ia katakan untuk membalas sapaan wanita yang berada di depannya ini.
Apalagi wanita itu yang langsung tau namanya membuat olif tidak bisa berkata
apa-apa lagi
“Mari Nona saya akan mengantarkan anda keruangan ganti, anda
harus segera bersiap-siap karena acaranya tidak lama lagi akan di mulai” seru
Leah yang langsung mempersilahkan Olif untuk berjalan mengikutinya menuju
ruangan ganti.
*****
Di Indonesia.
Seli sudah terdiam seribu bahasa tidak berani berkata
__ADS_1
sepatah katapun, jangan kan berbicara menatap wajah Varrel saja dirinya sudah
bergetar hebat. Pandanganya sadari tadi menunduk menatap kearah sofa. Ya, kini
Varrel dan Seli sudah berada di salah satu kamar yang Varrel pesan beberapa
waktu yang lalu. Karena tadi Varrel
tanpa berbicara apapun langsung menarik tangan Seli membawa wanita itu masuk
kedalam kamar.
“V-Varrel a-aku bisa jelasin. Ini tidak seperti apa yang
kamu dengar, a-aku sama sekali tidak melakukan apapun” Seli mencoba
memberanikan diri untuk berbicara sembari melirik kearah Varrel sekilas.
Sorot mata yang di tunjukkan Varrel kali ini lebih menajam
dan lebih menakutkan dari pada yang
sebelumnya yang pernah ia tunjukkan. Ia dengan cepat meraih botol kecil yang
berada di atas meja dan dan Adobe Flash Player, melemparkan kedua benda itu ke
hadapan kehadapan Seli dengan sangat kasar secara bersamaan.
Seli sontak terkejut bagaikan disambar petir di siang bolong
saat melihat benda apa yang dilempar Varrel kedalam pangkuannya.
“V-V-Varrel a-aku---“
“Diam…” Teriak Varrel dengan sangat kuat menggelegar
ke seluruh sudut-sudut kamar. Seluruh urat nadinya seakan ingin keluar dari
rongga badannya, rahangnya yang mengeras bagaikan batu menekan kedua giginya dengan sangat kuat.
“Kau dalang di balik ini semua.” Varrel berkata dengan penuh
mati-matian telah tega menghancurkan hubungannya dengan Olif.
“Varrel a-aku tau aku salah, tapi aku tidak punya pilihan
lain Rel. Aku tidak bisa hidup tanpa dirimu. Aku sangat mencintaimu” Seli
menatap nanar diiringi dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.
“Cukup Seli” terdengar suara seorang laki-laki yang sangat
dikenali dari arah pintu sedang berjalan kearahnya.
“Viki” guma Seli lebih terkejut lagi.
“Kau tidak perlu berpura-pura sedih, semua air mata palsu mu
itu tidak akan membantu. Karena kebusukan mu kini sepenuhnya sudah aku bongkar”
imbuh Viki.
“Aku tidak percaya kamu berani melakukan hal se-keji itu, kau
memanfaatkan sahabatmu sendiri demi mencapai keinginanmu yang konyol itu” ucap
Varrel.
“Varrel—“
“Diam, kau tidak pantas menyebut namaku dengan mulut kotor mu
itu. Mulai saat ini juga aku sudah melupakan bahkan kau pernah menjadi temanku.”
Tegas Varrel.
“Kalau bukan karena mengingat kebaikanmu selama ini, aku
__ADS_1
pasti sudah membunuhmu saat ini juga.” Sambung Varrel lagi.
“Bawa dia pergi.” Perintah Viki pada beberapa orang
laki-laki yang bertubuh besar berada di belakangnya. Para laki-laki itu adalah
orang suruhan Viki.
Flashback one
Viki berdecak kesal saat panggilannya sama sekali tidak
terhubung. Dirinya mengepalkan kedua tangannya merasa sangat geram.
“Seli, apa kamu pikir aku akan diam saja menyaksikan dirimu
memfitnahku dan Olif begitu saja, tidak… Aku akan membuat kedok mu terbongkar
hari ini juga” Viki kembali meraih ponselnya tapi kali Viki bukan menghubungi nomor yang tadi melainkan
nomor orang kepercayaannya.
“Halo.” Ucap Viki ketika panggilannya terhubung.
“Iya Tuan.”
“Aku ingin kamu menyelidiki sesuatu. Hari ini juga aku ingin
mendapatkan hasilnya”
“Baik Tuan muda”
“Bagus…” Viki tersenyum sinis sembari mematikan sambungan
teleponnya.
Dua jam telah berlalu setelah mendapat kabar dari orang
kepercayaannya Viki bergegas pergi ke apartemen Seli. Rasanya ia sedikit lega
sekarang karena telah mendapatkan apa yang ia inginkan.
*****
Di hotel Monalisa.
Setelah mendapatkan semua bukti dan menemui Seli, Viki
dengan sangat tidak sabar pergi ke hotel Monalisa dia semakin menekan pedal gas
agar mobilnya melaju dengan cepat. 30 menit pun telah berlalu akhirnya mobilnya
telah masuk kedalam basemen hotel.
Dengan sedikit tergesah-gesah Viki pergi menaiki lift, dia
menekan tombol—dimana lantai orang kepercayaannya sudah menunggu.
“Dimana buktinya…??” Tanya Viki cepat setelah pintu lift
terbuka dan melihat orang kepercayaannya sedang berdiri tak jauh pintu lift.
“Ini Tuan” ucapnya sembari menyerahkan kotak kecil dan Adobe flash Player. “Menurut
pengakuan pegawai hotel, obat ini sengaja di campurkan kedalam minuman Nona
Olif, Tuan. Dan ini cctv hotel, semua kejadian apa yang telah mereka lakukan
terekam cctv. Mereka ingin membasmi
bukti ini tapi untung saya datang tepat waktu.” Jelasnya lagi.
Bersambung…..
Maaf author buru-buru jadi Cuma bisa sampek sini, tapi
tenang author akan segera crazy up.
__ADS_1
Tidak bisa sekarang tapi akan segera, mungkin beberapa hari
lagi. Tolong di rate kasi bintang ya agar author semakin semangat..