Menikah Karena Janji

Menikah Karena Janji
Terbongkar 1


__ADS_3

Masih di Australia.


Olif dengan sedikit gugup mengayunkan langkah kakinya di


karpet merah tersebut  diikuti dengan


pandangan yang menunduk ke bawah. Silawan cahaya lampu dari pemotretan membuat


manik-manik matanya berkedip dengan cepat tidak seperti biasanya.


Kecantikan dan paras wajah Olif yang terlihat seperti


campuran Asia dan Eropa berhasil membuat dirinya jadi perbincangan hangat dari


sebagian wartawan.


“Siapa dia?? Aku tidak melihatnya sebelumnya. Dia sangat


cantik dan mempesona.” Bisik karyawan A.


“Apa kamu tidak membaca berita trending tadi siang..? Dia


adalah model pengganti dari perusahaan The Modeling Grup, Model utamanya masuk


ke rumah sakit karena mengalami kecelakaan hebat tadi pagi. Aku juga sangat


terkejut, aku pikir model penggantinya akan jelek tapi teryata salah dia sangat


cantik bahkan melebihi model utama.:” bisik wartawan B. Begitulah bisikan halus


dari para karyawan, bisikan itu terus saja terjadi hingga sampai Olif lenyap


dari pandangan mereka.


Olif yang kini sudah berada di ujung karpet pun bernafas


lega, rasanya dia seperti habis melewati tebing yang sangat jurang. Hingga


beberapa saat datang seorang wanita yang umurnya tidak beda jauh dengan dirinya


menghampiri Olif.


“Nona Olivia..??” Panggil perempuan itu yang langsung saja menghentikan


langkahnya tak kala ia sudah berada tepat di depan model pengganti itu, dengan


seulas senyuman mengembang perempuan itu langsung saja memperkenalkan dirinya


sebagai manager dari perusahaan The Modeling Grup.


“Perkenalkan nama saya Leah, saya manager dari perusahaan


The Modeling Grup yang akan membantu anda dalam acara fashion show malam ini”


ucap perempuan itu sedikit menunduk tanda penghormatannya.


Olif terdiam untuk beberapa saat, dia tidak tau apa yang


harus ia katakan untuk membalas sapaan wanita yang berada di depannya ini.


Apalagi wanita itu yang langsung tau namanya membuat olif tidak bisa berkata


apa-apa lagi


“Mari Nona saya akan mengantarkan anda keruangan ganti, anda


harus segera bersiap-siap karena acaranya tidak lama lagi akan di mulai” seru


Leah yang langsung mempersilahkan Olif untuk berjalan mengikutinya menuju


ruangan ganti.


*****


Di Indonesia.


Seli sudah terdiam seribu bahasa tidak berani berkata

__ADS_1


sepatah katapun, jangan kan berbicara menatap wajah Varrel saja dirinya sudah


bergetar hebat. Pandanganya sadari tadi menunduk menatap kearah sofa. Ya, kini


Varrel dan Seli sudah berada di salah satu kamar yang Varrel pesan beberapa


waktu yang lalu.  Karena tadi Varrel


tanpa berbicara apapun langsung menarik tangan Seli membawa wanita itu masuk


kedalam kamar.


“V-Varrel a-aku bisa jelasin. Ini tidak seperti apa yang


kamu dengar, a-aku sama sekali tidak melakukan apapun” Seli mencoba


memberanikan diri untuk berbicara sembari melirik kearah Varrel sekilas.


Sorot mata yang di tunjukkan Varrel kali ini lebih menajam


dan lebih menakutkan dari pada  yang


sebelumnya yang pernah ia tunjukkan. Ia dengan cepat meraih botol kecil yang


berada di atas meja dan dan Adobe Flash Player, melemparkan kedua benda itu ke


hadapan kehadapan Seli dengan sangat kasar secara bersamaan.


Seli sontak terkejut bagaikan disambar petir di siang bolong


saat melihat benda apa yang dilempar Varrel kedalam pangkuannya.


“V-V-Varrel a-aku---“


“Diam…” Teriak Varrel dengan sangat kuat menggelegar


ke seluruh sudut-sudut kamar. Seluruh urat nadinya seakan ingin keluar dari


rongga badannya, rahangnya yang mengeras bagaikan batu  menekan kedua giginya dengan sangat kuat.


“Kau dalang di balik ini semua.” Varrel berkata dengan penuh


mati-matian telah tega menghancurkan hubungannya dengan Olif.


“Varrel a-aku tau aku salah, tapi aku tidak punya pilihan


lain Rel. Aku tidak bisa hidup tanpa dirimu. Aku sangat mencintaimu” Seli


menatap nanar diiringi dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.


“Cukup Seli” terdengar suara seorang laki-laki yang sangat


dikenali dari arah pintu sedang berjalan kearahnya.


“Viki” guma Seli lebih terkejut lagi.


“Kau tidak perlu berpura-pura sedih, semua air mata palsu mu


itu tidak akan membantu. Karena kebusukan mu kini sepenuhnya sudah aku bongkar”


imbuh Viki.


“Aku tidak percaya kamu berani melakukan hal se-keji itu, kau


memanfaatkan sahabatmu sendiri demi mencapai keinginanmu yang konyol itu” ucap


Varrel.


“Varrel—“


“Diam, kau tidak pantas menyebut namaku dengan mulut kotor mu


itu. Mulai saat ini juga aku sudah melupakan bahkan kau pernah menjadi temanku.”


Tegas Varrel.


“Kalau bukan karena mengingat kebaikanmu selama ini, aku

__ADS_1


pasti sudah membunuhmu saat ini juga.” Sambung Varrel lagi.


“Bawa dia pergi.” Perintah Viki pada beberapa orang


laki-laki yang bertubuh besar berada di belakangnya. Para laki-laki itu adalah


orang suruhan Viki.


Flashback one


Viki berdecak kesal saat panggilannya sama sekali tidak


terhubung. Dirinya mengepalkan kedua tangannya merasa sangat geram.


“Seli, apa kamu pikir aku akan diam saja menyaksikan dirimu


memfitnahku dan Olif begitu saja, tidak… Aku akan membuat kedok mu terbongkar


hari ini juga” Viki kembali meraih ponselnya tapi kali  Viki bukan menghubungi nomor yang tadi melainkan


nomor orang kepercayaannya.


“Halo.” Ucap Viki ketika panggilannya terhubung.


“Iya Tuan.”


“Aku ingin kamu menyelidiki sesuatu. Hari ini juga aku ingin


mendapatkan hasilnya”


“Baik Tuan muda”


“Bagus…” Viki tersenyum sinis sembari mematikan sambungan


teleponnya.


Dua jam telah berlalu setelah mendapat kabar dari orang


kepercayaannya Viki bergegas pergi ke apartemen Seli. Rasanya ia sedikit lega


sekarang karena telah mendapatkan apa yang ia inginkan.


*****


Di hotel Monalisa.


Setelah mendapatkan semua bukti dan menemui Seli, Viki


dengan sangat tidak sabar pergi ke hotel Monalisa dia semakin menekan pedal gas


agar mobilnya melaju dengan cepat. 30 menit pun telah berlalu akhirnya mobilnya


telah masuk kedalam basemen hotel.


Dengan sedikit tergesah-gesah Viki pergi menaiki lift, dia


menekan tombol—dimana lantai orang kepercayaannya sudah menunggu.


“Dimana buktinya…??” Tanya Viki cepat setelah pintu lift


terbuka dan melihat orang kepercayaannya sedang berdiri tak jauh pintu lift.


“Ini Tuan” ucapnya sembari menyerahkan  kotak kecil dan Adobe flash Player. “Menurut


pengakuan pegawai hotel, obat ini sengaja di campurkan kedalam minuman Nona


Olif, Tuan. Dan ini cctv hotel, semua kejadian apa yang telah mereka lakukan


terekam cctv.  Mereka ingin membasmi


bukti ini tapi untung saya datang tepat waktu.” Jelasnya lagi.


Bersambung…..


Maaf author buru-buru jadi Cuma bisa sampek sini, tapi


tenang author akan segera crazy up.

__ADS_1


Tidak bisa sekarang tapi akan segera, mungkin beberapa hari


lagi. Tolong di rate kasi bintang ya agar author semakin semangat..


__ADS_2