
“kalau begitu, lo sendiri yang harus menghancurkan perusahaan itu, buktikan pada kami kalau lo tidak berkhianat disini” ucap Arbi yang seketika membuat Arya membelalak kaget.
“lo nyuruh gue menghancurkan perusahaan keluarga istri gue sendiri, gila lo ya” Arya setengah emosi mendengar ucapan Arbi,
“kenapa?, persahabatan dan bisnis itu beda Arya, sebagai sahabat gue percaya sama lo, tapi sebagai rekan kerja, gue butuh pembuktian” Sinis Arbi pada Arya.
Arya mengusap wajahnya kasar, pikirannya kalut, tak tahu harus berkata apa lagi,
“lo mencintai gadis itu?” tanya Ari pada Arya,
“kalian ini kenapa? kalian mau nyidang gue disini?, pernikahan ini masalah pribadi gue, nggak ada hubungannya dengan masalah pekerjaan”
“ceraikan gadis itu, kembali pada tujuan kita, lo nggak usah main-main lagi dengan pernikahan lo itu, kalau lo mau perempuan, gue cariin lo perempuan seperti yang lo mau,,lo mau 1,2 atau 3 atau berapa pun, gue cariin buat lo, asal jangan dengan keluarga musuh kita” ucap Ari, ia sengaja mempermainkan Arya untuk menemukan sisi terdalam dari hati Arya,
“gue nggak pernah ikut campur masalah bisnis perusahaan ini, termasuk masalah perusahaan ini dengan Cipta Rakarsa, gue bagian arsitektur dan cuma itu kerjaan gue, jadi jangan minta gue untuk menghancurkan perusahaan lain, karena itu bukan bagian kerjaan gue, dan untuk pernikahan gue, itu masalah pribadi gue, jangan ikut campur” jawab Arya yang tak kalah dingin dengan suara kedua sahabatnya itu,
“Arya, bagi gue, bisnis ini memiliki nilai besar dalam hidup gue, tapi persahabatan kita adalah yang utama, gue percaya sama lo, hubungan lo dan mereka adalah hubungan pribadi antara lo dan istri lo, bukan hubungan bisnis, jadi jangan halangi gue untuk menghancurkan perusahaan itu, karena gue akan tanpa ampun menjadikan perusahaan itu seperti debu” ucap Ari lagi,
Arbi melirik dua sahabatnya itu dengan mata datar, ‘apa pun yang terjadi, semua ini berdiri karena persahabatan, persahabatan berada di atas segala-galanya’
“gue tahu lo nggak akan pernah mengecewakan sahabat lo, apalagi sampai mengkhianati sahabat lo sendiri, jangan ganggu Ari menyelesaikan kerjanya, biarkan dia melakukan apa yang akan dia lakukan” ucap Arbi tanpa memandang kedua sahabatnya itu, matanya tertuju pada jendela ruangan Arya yang berlapis kaca menghadap langit biru.
“gue bisa lihat kalau lo mencintai istri lo itu, jaga istri lo baik-baik, pewaris Adinata group punya niat buruk padanya, jangan biarkan laki-laki ******** itu mendekati istri lo sedikitpun”
Ari kemudian pergi yang diikuti oleh Arbi di belakangnya, sementara Arya hanya terduduk diam merenungi dirinya sendiri,
‘jaga Mila dari pewaris Adinata group? emang siapa pewaris perusahaan itu?, ada niat buruk apa dia sama Mila’ batin Arya dengan mengusap kasar wajahnya lagi. Ia masih belum mengetahui bahwa orang yang menjadi kekasih Mila adalah pewaris Adinata group.
Pintu ruangan Arya terdengar diketuk, dan setelah Arya menyuruh masuk, Rita pun masuk dengan membawa beberapa dokumen untuk Arya,
“maaf pak, ini dokumen yang harus bapak selesaikan hari ini” ucap Rita ketika sudah berdiri di sebelah Arya,
“Rita, bisa kamu selesaikan semuanya, sepertinya aku tidak bisa bekerja hari ini” jawab Arya tanpa melihat ke arah Rita,
Rita lalu memperhatikan Arya dengan dalam, tampak wajah Arya begitu kusut, padahal ia tahu bahwa Arya baru datang ke kantor dan hari pun masih terlalu pagi untuk berwajah kusut karena pekerjaan.
__ADS_1
‘apa yang disampaikan Ari dan Arbi tadi, kenapa Arya seperti ini’ batin Rita,
“baik pak, akan saya selesaikan” ucap Rita,
Hampir semenit Rita masih berdiri disana tanpa bersuara lagi, sehingga membuat Arya merasa bingung dengan Rita yang belum juga keluar dari ruangannya.
“ada apa lagi Rita? kenapa masih disini?” tanya Arya dingin,
“Arya, boleh aku bicara sesuatu denganmu” ucap Rita yang membuat Arya kembali harus mengusap wajahnya dengan kasar, ia tahu jika Rita telah memanggilnya dengan sebutan namanya, berarti Rita akan membahas permasalahan diluar pekerjaan. Karena begitulah Rita, ia hanya akan bersifat formal pada Arya jika hanya berbicara masalah pekerjaan saja.
“ada apa Rita, apa ada masalah?”
“apa kamu sudah menikah Arya?”
‘astaga, apa aku harus membicarakan masalah ini lagi’ Arya kembali dibuat kalut oleh keadaan, padahal Ia baru saja bisa menenangkan diri di puncak gunung. tapi sekarang berbagai masalah malah datang bertubi-tubi padanya
“apa aku harus menjelaskannya juga padamu?” ucap Arya dingin
“jadi kamu benar telah menjadi bagian dari keluarga jahat itu” ucap Rita gemetar seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar, padahal ia berharap Mila hanya berbohong padanya.
“kamu tahu istriku siapa?” tanya Arya bingung,
“2 hari lalu dia datang kesini mencarimu Arya” jawab Rita yang membuat mata Arya membelalak kaget
‘Mila datang kesini? untuk apa dia mencariku?’ batin Arya tak percaya.
“boleh aku bercerita tentang diriku padamu, kamu hanya tahu tentang ibuku, tapi kamu tidak tahu tentang ayahku dan apa yang terjadi dengan keluargaku” lanjut Rita, karena memang Rita menyembunyikan apa yang terjadi pada ayahnya kepada Arya, itu karena ia takut Arya tidak akan mempercayainya bekerja jika tahu ayahnya dipenjarakan oleh CEO Adinata group karena tuduhan penggelapan uang, dan Arya juga tidak pernah menanyakannya, karena ia adalah tipe orang yang tidak mau ikut campur masalah orang lain.
“apa itu penting untukku?” tanya Arya dingin,
“jika kamu menganggap aku penting disisimu, maka itu penting untukmu, agar kamu paham kalau sulit bagiku untukk menerima kenyataan kamu telah menjadi bagian keluarga jahat itu,” jawab Rita dengan suara gemetarnya.
“duduklah Rita, ceritakan apa yang ingin kamu ceritakan”
Rita pun duduk di sofa seberang Arya, dan ia pun mulai menceritakan semua yang dialami keluarganya kepada Arya tanpa ada yang ia sembunyikan sedikit pun, pipinya basah, karena sesungguhnya cukup sulit jika harus mengingat lagi peristiwa yang sangat memilukan bagi dirinya itu.
__ADS_1
"Siapa nama ayahmu Rita?" tanya Arya pelan
"Arjun, Arjun Rahman syahputra" jawab Rita dengan sesegukan,
Arya mendengarnya dengan wajah datar,
“Maaf Rita, aku tahu ini sulit bagimu, kenyataanya aku memang sudah menikah dengan Mila, aku hanya ingin kamu bersikap profesional dalam bekerja, tapi jika kamu tidak bisa, aku tidak akan memaksa” ucap Arya sendu, ia tak tahu harus gimana lagi, ia sangat membutuhkan Rita disisinya untuk menyelesaikan semua pekerjaannya, namun situasi yang ada begitu sulit, ia tak bisa memaksa Rita bekerja padanya dengan menyimpan dendam mendalam pada keluarga istrinya.
‘jujur, masih berat bagiku melepas Mila, aku tahu nanti sore kami akan memutuskannya, tapi, ntahlah, aku tidak bisa mengatakannya pada Rita, Ari dan Arbi kalau kami ingin mengakhiri pernikahan ini, ini adalah masalah pribadi kami yang hanya bisa kami ceritakan setelah kami putuskan, jika karena ini aku harus kehilangan Rita, maka mungkin memang sudah takdirnya Rita pergi dariku’ batin Arya yang kalut dengan keadaan,
Rita masih sesegukan menahan sedihnya setelah bercerita tentang hidupnya yang begitu perih baginya, ia tak tahu harus bagaimana lagi, hatinya sungguh tak ikhlas bekerja pada Arya yang telah menjadi bagian keluarga Rakarsa, keluarga yang telah menghina dan menjatuhkan kehormatan ayahnya, dan keluarga yang mendorong ayahnya untuk hidup di dalam jeruji besi,
Namun disisi lain ia juga berat meninggalkan Arya yang menjadi penyelamat hidup ibunya.
“kasih aku waktu untuk berpikir Arya, aku harap apa pun keputusanku nanti, kamu bisa menghormatinya” ucap Rita yang kemudian berdiri untuk keluar dari ruangan Arya,
Arya melirik dokumen yang dilempar Ari di meja sofanya ia kemudian mengambilnya dan hendak meminta Rita mengembalikannya pada Ari.
“Rita” panggil Arya yang membuat Rita yang sedang membuka pintu membalikkan badannya,
Mata Arya tertuju pada selembar kertas yang menuliskan nama dokter Karina, ia kemudian menarik kertas itu dan untuk sekian kalinya ia harus merasakan jantungnya berdetak kencang pagi itu karena perasaan kagetnya,
‘jadi yang tidak bisa memiliki anak adalah bang Irman, bukan kak Vanessa, lalu kenapa kak Vanessa bilang kalau dirinya yang mandul?’ batin Arya bingung.
“kenapa pak?” ucap Rita yang kembali bersikap formal pada Arya,
“kembalikan ini pada Ari, dan suruh satu orang untuk membelikanku ponsel, ponsel ku rusak” ucap Arya memberikan dokumen itu pada Rita,
“baik pak, anda mau ponsel seperti apa?” tanya Rita,
“seperti ponselmu saja” jawab Arya tidak mau ribet.
Rita kemudian keluar dan menyuruh seorang OB membelikan ponsel untuk Arya, sedangkan ia berjalan menuju ruangan Ari, ia kemudian membuka dokumen yang ia pegang itu, kembali ia merasakan hatinya tersayat melihat foto-foto Arya bersama Mila, Vanessa dan Tomy, dan juga hatinya merasa sedih ketika melihat foto gambar rumah Mila, rumah yang memberinya kenangan buruk.
Matanya lalu tertuju pada selembar kertas yang menunjukkan nama dokter Karina, dan ia membaca kertas itu dengan serius, ia tersenyum sinis pada apa yang ia baca,
__ADS_1
'Tuhan memang maha adil, ia telah membalas kejahatanmu dulu pada ayahku dan juga keluargaku, karenamu, ayahku masuk penjara atas kesalahan yang tidak pernah ia perbuat, dan karenamu juga ibu masuk rumah sakit dan harus dioperasi, dan karenamu juga keluarga ku hancur berantakan, sekarang Tuhan membuatmu menjadi laki-laki mandul yang tidak berguna'