Menikah Karena Janji

Menikah Karena Janji
Happy ending


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


Suasana sudah seperti sediakala semuanya sudah kembali normal seperti biasa, pekerjaan menjadi model akhirnya terbebaskan. Olif bisa menghirup kembali dunia bebasnya.


Dunia yang tidak ada lagi dengan sangkut paut apapun kecuali tugasnya menjadi istri yang baik. Ya, itu adalah hal yang paling penting dalam kehidupan Olif sekarang.


Berurusan dengan ranjang itulah pokok pertama dalam tugasnya menjadi istri. Membahagiakan suami lahir dan batin tanpa rasa sungkan.


sedangkan di lain sisi perusahaan Modeling Grup di ambil alih oleh pihak bank kota Canberra. Perusahaan itu di tutup dan rencananya akan di lelang karena terlilit hutang triliunan.


Tuan Alek seketika shok berat saat mendengarnya, perusahaan yang dia rintis dari nol harus berakhir tragis tak ada jejak untuk kembali. Penyelasan selalu datang terlambat hal itu-lah yang di rasakan tuan Alek sekarang.


Tubuhnya dalam jeruji besi tapi pikirannya melayang atas penyelasan teramat dalam, andai saja waktu bisa di ulang dia pasti akan berpikir panjang sebelum menentang tuan besar seperti Varrel--


*


Masih di kota Canberra. Varrel, Olif, dan juga Viki sedang mempersiapkan diri mereka masing-masing untuk kembali ke pulang ke negerinya, negeri tempat kelahiran.


Mereka bertiga sepakat pamit pada Yuni dan juga Kristian sebelum sesaat akan menaiki mobil dan pergi ke bandara.


Varrel mengambil jadwal penerbangan sore dengan mengunakan pesawat jet pribadinya. Jadi dengan begitu mereka bisa leluasa menyisakan waktu untuk berpamitan pergi.


"Jaga dirimu baik-baik, do'a kakak selalu menyertaimu," ucap Yuni semakin mempererat pelukannya, memeluk sang adik semata wayang yang sebentar lagi akan berlayar.


Kedua mata coklat Yuni mengedit secara bersamaan menjatuhkan bendungan air jernih yang sempat berbendung tadi. Untuk kesekian detik Yuni menarik isak tangisnya.


"Olif pasti akan sangat merindukan kakak," tutur Olif juga ikut meluapkan kesedihannya.


"Varrel pamit kakak ipar." pamit Varrel kepada Kristian sembari menjabat tangan tanda perpisahan.


"Iya hati-hati. Maaf aku enggak bisa mengantar kalian sampai bandara karena sebentar lagi ada meeting," sahut Kristian.


"Tidak apa-apa. ini sudah lebih dari cukup."


"Ingat jangan pernah melakukan kesalahan lagi jangan biarkan adik ipar ku menangis. Jaga dia baik-baik Ok."


"Pasti, Varrel akan selalu menjaga dan melindungi Olif."


"Bagus, aku percaya padamu kamu laki-laki yang baik." puji Kristian sembari menepuk pundak Varrel pelan.


"Kak Kristian Viki pamit," ucap Viki berada di samping Varrel.


"Iya, kamu juga kapan menikah. Temanmu mau punya anak masak kamu belum nikah-nikah juga," ledek Kristian.


"Hehehehe, belum ada jodoh kak."


"Jodoh enggak bakal ada kalau enggak di cariin."


"hahahaha .... Insya Allah secepatnya kak. Do'ain aja supaya lancar," ucap Viki menampakkan gigi putihnya.


"Hem'em."


"Udah-udah pelukannya nanti mereka terlambat ke bandara." protes Kristian sadari tadi melihat Olif dan Yuni tidak berhenti berpelukan.


"Aaaaa maaassss, masih kangen tau." Yuni mengerutkan bibirnya.

__ADS_1


"Bulan depan aku ada tugas di Jakarta jadi kita bisa pulang tempat mama,"


"Benarkah, aaaaaa yeeeee ...." bersorak gembira. Yuni dan Olif sontak berpelukan kembali keduanya seperti memenangkan sebuah pertandingan karena sangking senangnya saat mendengar kabar itu.


Sudah lama juga Yuni belum pulang kampung halamannya serasa dia sudah tidak sabar ingin segera pulang.


*


Di perjalanan Viki, Olif, Varrel dan juga Justin tidak berbicara sepatah katapun mereka melamun dalam pikiran mereka masing-masing kecuali Justin yang terlihat fokus menyetir.


Sesekali dia melirik kaca spion melihat orang-orang yang berada di samping dan belakangnya nampak termenung. Mungkin karena mereka akan berpisah pikir Justin.


Briiiiittttttt .....


Dengan gerak cepat Justin menekan pedal rem mobil, kedua kakinya di satukan agar bisa menghentikan mobil secepatnya. Sementara Varrel, Viki, dan Olif sudah tergusur kedepan di buatnya.


Mereka bertiga seketika berteriak secara bersamaan memanggil nama Justin.


"Justin ...."


"Maaf-maaf aku enggak sengaja tapi wanita itu yang menerobos." tunjuk Justin kearah wanita cantik yang menghadap mobil yang di kendarai.


"Liora." guma Varrel.


"Liora." Viki yang menyadari kalau wanita itu adalah Liora pun segera membukakan pintu mobil, berjalan menghampirinya.


"Aku tidak akan membiarkan kalian pergi. Varrel aku ingin berbicara denganmu, kumohon sebenar saja." teriak Liora.


"Liora apa yang kamu lakukan...?" Viki nyaris berhasil memegang pergelangan tangan Liora tapi sayang model Grammy award itu menghempasnya.


Olif dan Varrel saling tatap mereka berdua tidak bergeming ataupun mengatakan sepatah katapun.


"Mas,"


"Jalan." perintah Varrel kepada Justin.


"Tapi kak, nanti dia ketabrak lagi."


"Mas, aku enggak papa. Kamu selesaikan dulu masalah mu dengan Liora agar dia bisa tenang dari penyelasannya." bujuk Olif.


"Tapi sayang, dia itu hanya-"


"Mas, aku enggak papa beneran. Lagian aku sepenuhnya percaya sama kamu."


"Baiklah, kalau itu yang kamu inginkan."


"Liora, kamu masih sakit," ucap Viki.


"Aku enggak peduli Vik, aku enggak peduli yang aku pedulikan sekarang adalah memperbaiki hubunganku dan Varrel."


"Apa yang kau inginkan lagi." seru Varrel berjalan penuh karisma kearah Liora.


"Rel," Liora seketika memeluk Varrel membawakan laki-laki itu kedalam pelukannya.


Tak ada balasan ataupun sentuhan balas dari Varrel. Dia hanya berdiri mematung membiarkan Liora puas memeluknya.

__ADS_1


"Aku minta maaf, aku sudah salah menilai mu." berucap Liora dengan nada parau. Setelah itu melepaskan pelukannya menatap nanar wajah Varrel.


"Sudah," tukas Varrel dingin.


"Rel, kamu masih marah sama aku?"


"Tidak,"


"Lalu kalau tidak kenapa kamu menghindari ku."


"Liora mengertilah, kita tidak mungkin bersatu lagi. Semuanya sudah menjadi kenangan di antara kita. Jadi jalankan saja hidupmu sesuai keinginanmu. Jangan menganggu kehidupanku aku sudah bahagia dengan istriku." tegas Varrel berbicara tanpa ekspresi.


"Jadi benar kalau kamu sudah menikah."


"Iya, jadi kumohon jangan ganggu masa depanku. Lupakan apa yang sudah terjadi aku tidak ingin menyakiti perasaan istriku." lanjut Varrel lalu setelah itu membalikkan badannya kembali pergi menaiki mobil.


"Hik... Hik... hik..." Liora dengan perasaan lemas terduduk di aspal.


"Ini," Viki yang melihat itu menyodorkan sapu tangannya.


"Mengertilah, Liora mau kah kau menikah denganku." berucap Viki sembari berjongkok menghadap tepat di depan wajah Liora.


Viki tidak tau apa yang dia lakukan ini benar atau salah tapi satu yang dia rasakan hatinya tiba-tiba sakit jika melihat Liora menagis tersedu-sedu seperti ini.


"Viki." kedua mata Liora menatap tak percaya sekaligus terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Aku memang belum bisa membuat kamu jatuh cinta kepadaku, aku jadi juga belum bisa membuat kamu nyaman denganku. Tapi aku berjanji kepadamu kalau akan akan berusaha membuat kamu cinta dan nyaman bersamaku. Liora, ikutlah denganku ke Indonesia."


"Kamu serius," Liora masih merasa tak percaya, ini bagaikan mimpi baginya.


"Iya," Viki tanpa aba-aba mencium bibir ranum Liora lembut ********** tanpa memberikan bekas sela sedikitpun.


"Hahaha, iya aku mau." dengan nafas terengah-engah Liora menjawab.


Mereka pun kembali berciuman,


*Sesuatu yang tidak kita sadari terjadi begitu saja dalam hidup kita. Menimpanya tanpa ada pemberitahuan. Walau terkadang sulit tidak percaya akan yang terjadi tapi itu adalah kenyataan yang harus kita terima.


Terkadang hidup ini bagaikan bunga, mekar pada saat tertentu dan layu begitu saja memberikan bekas tanda kepemilikan.


Rasa benci dan sayang itu timbul tak terduga, jadi cintailah dia sepenuh hatimu selama dia masih bersamamu*.


Aku sebagai author dalam karangan ini mengucapakan permohonan maaf dan terima kasih ku kepada pembaca sekalian. Sudah menyempatkan waktu untuk membaca karya receh ku ini. Untuk Selanjutnya aku akan tetap berkarya di sini.


Dengan judul berbeda,


Bagi kalian yang ingin mampir silahkan


~**Mother to my son


silahkan mampir kawan.


Yang di KB* juga ada,


~Terpaksa menikah dengan tuan Muda

__ADS_1


Semoga kita bisa bertemu dilain kesempatan.


Ekstrak part belum tau ya teman 😍😍😍**


__ADS_2