Menikahi Duda Impoten

Menikahi Duda Impoten
104.Gara-gara Brownies(3)


__ADS_3

Sore hari, Keyna sedang berjalan jalan melihat area Mansion sembari memakan brownies. Keyna menunggu kepulangan sang suami, ia sudah tidak sabar menghukum suami nya itu. 


Tapi ini sudah lewat jam kerja Ezra, tapi kenapa pria itu belum pulang hingga saat ini. 


Keyna tidak sengaja melihat pak Mus yang sedang berbicara dengan pintu masuk


"Kenapa pak Mus berbicara dengan pintu?" Tanya keyna pada diri sendiri, ia penasaran. 


Keyna menghampiri pak Mus, ia tidak melihat ada orang sama sekali disana tapi pak Mus terlihat seperti sedang berbicara dengan orang lain. 


"Pak Mus.. " Panggil keyna, seketika pemilik nama langsung berbalik badan menatap kearah Keyna. 


"Eh nyonya muda.." Sahut nya, Keyna berjalan keluar Mansion, tapi ia tidak melihat siapa-siapa. 


Sementara pak Mus semakin gugup kala Keyna berada disana, ntah apa yang sedang pria itu sembunyikan. 


"Kenapa bicara dengan pintu?" Tanya Keyna, pak Mus menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia berusaha menetralkan kegugupan nya agar Keyna tidak curiga. 


"Saya sedang ada banyak masalah nyonya, sering nya saya bicara dengan pintu agar hati saya menjadi tenang" Jelas nya, Keyna baru tahu ada orang yang seperti pak Mus. 


"Aneh" Ucap Keyna, pak Mus tersenyum tipis saja sambil menunduk. 


"Ezra belum pulang juga, pak?" Tanya Keyna, pak Mus menghela napas lega kala nyonya muda nya sudah tidak mencurigai nya lagi. 


"Belum nyonya, mungkin sebentar lagi" Jawab pak Mus, Keyna mengangguk saja. 


"Aku akan naik ke kamar, nanti kalau Ezra sudah kembali tolong panggil aku"


"Baik nyonya"


Keyna berlalu pergi sambil sesekali menatap kearah pak Mus yang menatap kepergian nya dengan senyuman. 


Setelah Keyna sudah tidak terlihat, Pak Mus menghela napas lega. Pak Mus langsung berlalu keluar Mansion, ia memberi kode aman kepada Radit dan juga Ezra yang sedang bersembunyi di balik bunga. 


"Radit! Tubuh mu jangan menempel pada ku!"


"Kau yang menempel tuan! Ini persembunyian ku, kau malah ngikut aja" Ucap nya, Ezra dan Radit saling dorong satu sama lain karena tempat persembunyian itu sangatlah sempit untuk tubuh tegap mereka. 


"Ih menjijikkan" Ucap Ezra,ia mengusap usap lengan kemeja nya yang menempel pada Radit tadi. 


"Aku waras kali, tuan.. Kau saja yang datang ke persembunyian ku" Ujar Radit kesal, padahal ia juga merasa risih saat saling tempel dengan Ezra tadi. 

__ADS_1


"Jangan bilang saat aku menghukummu dulu, kau selalu bersembunyi disana"


"Kau benar tuan"


Seketika Radit membekap mulut nya karna sudah keceplosan, Ezra melayangkan batu kecil kearah Asisten nya itu. Untung nya saja Radit menghindar, jika tidak batu itu bisa mengenai wajah tampannya. 


"Opsss tidak kena"


Ezra geram, ia terus melempari Radit dengan batu, tapi sial nya Asisten gila nan tampan itu sangat pandai menghindar membuat Ezra semakin geram. 


"Tuan muda.. Sudah cukup! Nanti nyonya muda dengar, bisa gagal rencana tuan" Ucap pak Mus, seketika Ezra tersadar, ia langsung menghampiri pak Mus yang berdiri di gazebo. 


"Keyna dimana sekarang?" Tanya Ezra, Radit berdiri di samping sang tuan muda nya. 


"Nyonya dikamar nya, beliau sedang menunggu mu Tuan"


"Bukan dia yang menunggu ku, tapi hukuman nya" Timpal Ezra, Radit sangat kasihan dengan penderitaan Tuan Muda nya. 


"Jalankan rencana kita, tuan. Aku yakin akan berhasil" Ucap Radit, Ezra ragu. 


"Kemarahan istri hamil itu sangat mengerikan" Ucap pak Mus, semakin membuat Ezra ketakutan. 


"Pura pura sakit perut, tuan"ujar Radit dengan penuh keyakinan, ia akan mendukung tuan muda nya kali ini demi gaji 2 kali lipat. 


"Yang penting usaha tuan" Ucap Radit, Ezra menjadi ragu padahal saat di Perusahaan nya tadi, Ezra begitu yakin dengan rencana gila ini. 


"Aku tidak bisa berpura-pura sakit" 


Radit dan pak Mus saling tatap satu sama lain, mereka ingin tertawa mendengar perkataan tuan muda nya. 


"Hei! Aku serius!" Hardik nya, Tiba-tiba ide brilian Radit muncul. 


"Itu mudah tuan, aku akan memukul perut mu agar kau tidak bohong dan benar-benar kesakitan" Ujar Radit memberi saran, Ezra memberi kode kepada pak Mus. 


Pak Mus mengerti, ia menginjak kaki Radit dengan sekuat tenaga membuat pria itu berteriak kesakitan. 


"Awww.. Sakit.." Rintih nya, Ezra tidak peduli, ia kesal dengan Asisten gila nya yang selalu saja berpikir diluar dugaan. 


Pak Mus tertawa kecil, akhirnya ia bisa memberi hukuman kepada tuan Radit. 


Tiba-tiba Ezra melihat Keyna yang datang kearah mereka, seketika ia panik. 

__ADS_1


"Pak Mus.. Ezra sudah pulang?" Tanya nya dengan suara sedikit kuat, Keyna berjalan terus kearah mereka membuat semakin panik. 


"Bagaimana ini, tuan?" Tanya Pak Mus, Ezra dan Radit kebingungan. 


"Ezra, kau jangan bersembunyi dari ku! Aku yakin pasti kau ada diluar kan? Jangan main-main dengan istri mu ini" Teriak Keyna, ia tertawa bak mak Lampir membuat Ezra semakin gemetar ketakutan. 


"Benar-benar seperti mak Lampir tuan.." Ucap Radit, Ezra mengangguk setuju. 


"Radit! Cepat beri tinju di perut ku!"


"Ha? Kau yakin, tuan?" Tanya Radit untuk memastikan, ia tidak mau menjadi malapetaka untuk nya nanti. 


"Cepat lakukan!"perintah nya, Radit mengangguk. 


Radit mengumpulkan semua tenaga nya, dan langsung melayangkan bogem mentah di perut Ezra. 


BUGH


" Awwww"rintih Ezra kesakitan, bahkan pria itu sampai tersungkur di lantai, untung nya Keyna tidak melihat nya. 


"Seperti nya kau sudah berlebihan, tuan" Ucap pak Mus kepada Radit yang menggigit jari nya kala melihat tuan muda nya kesakitan. 


"Awas kau!" Ancam Ezra disela kesakitan nya, Radit menelan saliva nya kasar, ia membayangkan nasib buruk yang akan menimpa nya sebentar lagi. 


Keyna yang baru saja datang ke gazebo, terkejut saat melihat sang suami di lantai sambil memegang perut nya dan merintih kesakitan. 


Seketika Radit langsung menghampiri tuan nya, ia memapah tubuh sang tuan. 


"Ezra! Kau kenapa?" Tanya Keyna, ia merebut Ezra dari Radit. 


"Kenapa kau biarkan suami ku di lantai tadi, Radit?! Kau tidak lihat suami ku kesakitan ha?!" Sentak nya kepada Radit yang hanya menunduk merasa bersalah. 


Ezra pura pura lemas dalam dekapan sang istri, ia terus merintih kesakitan.


"Key.. Sakit" Rintih nya, Keyna memegang perut Ezra, ia mengelus perut sang suami agar rasa sakit nya setidaknya mereda. 


"Kenapa diam saja, ha?! Bawa suami ku ke kamar!" Perintah nya, ia sungguh panik melihat Ezra kesakitan. 


Radit dan pak Mus langsung memapah Ezra menuju kamar utama, mereka juga sempat saling pandang dengan senyum yang hanya mereka yang tahu apa artinya. 


Sementara Keyna berjalan di belakang mereka, ia takut sekali terjadi hal buruk kepada Ezra. 

__ADS_1


"Radit, jika terjadi sesuatu yang buruk kepada suami ku, maka aku akan membunuhmu!" Ancam nya, Radit tersenyum kecut. 


"Suami istri ini, sama-sama tukang menindas dan mengancam ku" Gumam Radit didalam hati, ia hanya pasrah dengan akting yang sedang dilakukan Ezra kali ini. 


__ADS_2